Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 66: Merasa takut


__ADS_3

Rencana Mila Akhirnya berjalan dengan baik. Yudianto dan Siska sudah Menyetujui Antara kerja sama Yang sudah Mila Rencanakan bersama Kedua orang tuanya. Walaupun Ia Gagal mendapatkan alamat rumah Dion dan Istrinya. Namun ia Tersenyum Bahagia karena bisa Menjebak Kedua orang tua Dion dalam Sekejap.


"Tidak apa-apa, Aku tidak Ketemu Dengan Dion, Yang penting aku berhasil Membuat Kedua orang tuanya Masuk dalam Jebakan ku," Ucap Mila Sembari Tertawa Terbahak-bahak di dalam Mobil.


\*\*\*\*


Hari ini Caca Berencana untuk Pergi Ke pasar Karena Kebutuhan Rumah mereka sudah habis. Dan wanita muda itu Segera bersiap-siap Karena Ia harus segera pergi. Dion yang merasa aneh pada Istrinya Langsung Mendekati sang istri yang sedang Bercermin dan Menghias Wajahnya Dengan sedikit Polesan makeup di wajah Cantiknya.


"Kamu mau ke mana sayang? Kok Berdandan Begitu cantik?" Tanya Dion. Sembari Menatap Sang Istri.


"Aku mau pergi ke pasar mas, Soalnya Segala keperluan dapur kita sudah mau Habis," jawab Caca Dengan Lembut.


"Mau ke pasar? kok Berdandan seperti mau ke Pesta saja Sayang?" Protes Dion. Dengan raut Wajahnya yang sedikit cemberut.


Caca pun Tertawa Kecil ketika menatap wajah Suaminya yang terlihat sedang cemburu.


"Mas, Aku dandan kayak gini kan Baik untuk mas dion, juga kan?" Lirik Caca. Sembari Tersenyum


"Maksud kamu Gimana si Sayang? Buat aku Kamu tampil apa adanya itu juga sudah sangat cantik kok," Protes Kembali Dion. Yang merasa Kalau Caca Sudah mulai Berubah.


"Jadi Suamiku lagi cemburu ya?" Ucap Caca. Sembari Melirik Suaminya.


"Ya iya Dong, Kan Kamu istri aku, Jadi wajar aku Cemburu." Jawab Dion


"Kan Aku mau pergi ke pasar Bareng mas dion, Bukan Aku Sendiri. Jadi salah ya jika aku Berdandan saat Mau Jalan Bersama dengan suami aku?" Tanya Caca. Menatap dekat pada suaminya.


Pemuda itu Langsung terkejut ketika mendengar ucapan sang istri.


"Jadi Aku juga harus ikut ke pasar?" Tanya Dion dengan sedikit Bingung.


Dan hanya di anggukan oleh Istrinya.

__ADS_1


"Kirain Sayang mau Jalan Cuma Sendirian, Makannya aku Jadi Cemburu." Ucap Dion Dengan Sedikit Malu di depan Istrinya.


"Hmm. Aku jadi senang deh, karena Mas Dion ternyata Sangat cemburuan sama aku. Kirain Mas Dion tidak pernah merasa cemburu sama aku," Gumam Caca Dalam Hatinya. Sambil Menatap Suaminya.


"Sayang, Kamu kenapa?" Tanya Dion. Ketika melihat Istrinya sedang tersenyum-senyum sendirian.


"Eh, Nggak kok mas. Yuk Kita pergi." Ajak Caca lalu ia segera berjalan keluar dari kamarnya. Sedangkan Dion Hanya Menatap Punggung Istrinya yang Sudah Berjalan duluan ke luar.


Sebelum mereka pergi Caca Menemui Ayah dan anaknya di halaman belakang rumah. Wanita muda itu meminta ijin Pada Ayahnya karena Ia akan Pergi ke pasar bersama Suaminya.


"Dede Geral, Mama Mau pergi ke pasar dulu Ya, Geral Bareng opa dulu di rumah, Mama sama Papa nggak lama kok," ucap Caca. Sambil menciumi Pipi Putranya.


"Ayah. Aku titip Geral Sebentar ya," Ucap kembali Caca.


Dan Langsung di anggukkan oleh ayahnya.


"Kalian Berhati-hatilah di jalan. Jangan pernah ngebut." Ujar Heru.


"Iya ayah." Singkat Caca. Lalu mereka Segera Pergi.


"Sayang, Habis ini Kita kemana Lagi?" Tanya Dion.


"Kita ke toko Di ujung pasar ini mas, Soalnya aku Mau Belih Keperluan untuk Dede Geral," Jawab Caca.


"Kenapa tidak belih di kota saja sayang, kan di sana Barang-barangnya Sangat murah." Menatap Istrinya.


"Kan Kita tinggal di kampung mas, Bukan di kota. Jadi keperluan Geral, Juga harus belih di sini." Ucap Caca. Tersenyum menatap Suaminya.


"Aku sangat bangga sama kamu sayang, Walaupun kini kamu Menikah Dengan aku yang berkelimpahan harta, Tapi Kamu selalu bersikap Sederhana." Batin Dion Merasa Senang karena memiliki seorang istri seperti Caca


Setelah Usai berbelanja di pasar dan Toko. Mereka langsung kembali Pulang. Karena mengingat Sang anak yang tidak bisa Di tinggalkan terlalu lama. Dalam perjalanan mereka di hadang sebuah mobil Berwarna Hitam. Mobil Itu Berhenti tepat Di depan mobil yang di kendarai oleh Dion dan Istrinya.

__ADS_1


Caca merasa ketakutan ketika melihat Beberapa Orang yang sudah keluar dari Mobil Tersebut.


"Itu siapa mas? kenapa mereka bisa Menghadang mobil kita?" tanya Caca Dengan Ketakutan.


"Aku juga tidak tahu sayang," Jawab Dion. Sambil terus menatap Ke empat lelaki bertubuh besar yang sedang berjalan mendekati mobil mereka.


"Mas, Sebaikanya kita putar balik mobilnya saja mas! jangan sampai mereka semakin Mendekati kita!" Pinta Caca. Dan Segera di Lakukan oleh Dion. Kini Mobil milik Dion dan Istrinya Melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi di sepanjang jalan Raya. Dan untungnya Jalanan di kampung itu Masih Terlihat sepih sehingga kecepatan mobil Dion tidak Terkendala dengan Mobil Yang lainnya.


Namun Mobil Milik Para lelaki itu Kembali Mengejar Dion dan Istrinya. Mobil Hitam itu juga Melaju dengan kecepatan yang tinggi. Membuat Dion harus Kembali Melajukan mobilnya. Kini kedua Mobil itu saling kejar-kejaran Di sepanjang jalan Raya. Caca Hanya bisa Pasrah dengan keadaan yang sangat Membuatnya merasa Takut.


"Mas kita mau kemana? kenapa kita bisa jalan kesini?" Tanya Caca. Ketika melihat mobil mereka memasuki jalan yang tidak pernah ia lewati Sebelumnya.


"Yang penting kita bisa lolos dari kejaran para Lelaki itu sayang," Jawab Dion.


Lalu ia kembali melihat ke arah samping kacah spion Dan ternyata mobil itu sudah tidak Mengejar mereka lagi.


"Syukurlah. Mereka sudah tidak ada di belakang kita sayang," Ucap Dion Sambil Memberhentikan mobil mereka.


"Sebenarnya siapa mereka mas, Kenapa mereka bisa Mengejar kita," Menatap Suaminya dengan Sangat Gugup.


"Aku juga tidak tahu sayang, Karena aku tidak pernah Melihat wajah mereka sebelumnya." Jawab Dion. Yang masih menatap ke arah belakang.


"Siapa meraka itu! kenapa bisa mengetahui Mobil milikku." gumam Dion dalam hatinya. Merasa cemas dengan keberadaan mereka yang saat ini Sedang dalam bahaya.


"Sayang, Apa kamu Bawah ponsel?" Tanya Dion


Wanita muda itu menggelengkan kepalanya dengan cepat. Dion pun menepuk kepalanya Dengan pelan Karena ia juga tidak Membawah ponsel.


"Apa kita Kembali saja?" Tanya Dion. Menatap istrinya Dengan serius.


"Tapi gimana jika mereka masih menunggu kita mas?"

__ADS_1


Pemuda itu pun Terdiam karena ia juga merasa khawatir dengan keadaan anak dan ayah mertuanya di rumah. namun ia juga tidak bisa berbuat apa-apa Karena saat ini mereka juga terjebak.


"Aku khawatir dengan ayah dan geral mas, Semoga mereka baik-baik saja." ucap Caca. membuat hati Dion semakin gelisah


__ADS_2