Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 79: Bertemu Caca.


__ADS_3

Semenjak istri dan anaknya belum di temukan. Dion menjadi Semakin Kecewa Dan Merasa bersalah terhadap Caca dan Keluarganya. karena sebagai Suami ia tidak bisa menjaga Istri dan anaknya dengan baik. Yudianto sudah memanggil beberapa orang anak buahnya untuk menyusuri seluruh kota untuk mencari Heru dan Caca juga Cucu kesayangannya. namun mereka Tidak berhasil menemukan istri Dion bersama anaknya.


Sehingga membuat Yudianto hanya bisa Menatap Kesedihan putranya yang kini hanya bisa berdiam diri di Dalam kamarnya.


"Kemana lagi Kami Harus mencari Menantu dan Cucu kami, Ya tuhan?" ucap Yudianto dalam hatinya. sambil menatap layar laptopnya


Fatma juga tidak Pernah tinggal diam. ia terus memerintahkan Beberapa orang suruhannya untuk mencari keberadaan Caca dan anaknya. Yang Sudah Seminggu belum di temukan.


"Kasihan den Dion, sejak Kehilangan Istri dan anaknya. Ia selalu Mengurung dirinya di dalam kamar." Gumam Fatma


"Nak Verry!" apa Kalian sudah mencari tahu Tempat pengungsian di kota ini?" tanya Fatma.


"Belum Bi. Rencananya hari ini Saya, Dito, dan juga Kirana. Akan pergi ke Tempat pengungsian Di Daerah Suka bumi Bi, sapa tau mereka berada di sana." Jawab Verry. sambil Mengunyah roti Yang sudah menjadi sarapan paginya.


"Iya. semoga saja mereka memang berada di sana." ungkap Kembali wanita dewasa yang Sedang Duduk di meja makan bersama Verry.


Di tempat lain Caca dan anaknya sedang Berjalan Menyusuri jalan kecil menuju Tempat tinggal mereka yang Sudah di berikan oleh Pemerintah sebagai Bantuan untuk para warga yang tertimpa bencana. Wanita muda itu merasa bingung untuk mengabari suaminya. karena ia sendiri sudah tidak memiliki Ponsel untuk menghubungi Dion.


"Kita Udah sampai di rumah baru kita sayang, Dede Bareng Kakek dulu ya. Mama mau Buatin Susu dulu," Ucap Caca. Sembari menciumi pipi sang anak.


"Apa kalian sudah kembali?" Tanya Heru.


dan Di anggukan oleh Caca.


"Dede sama opa dulu ya, Mama mau ke dapur dulu." Ucap caca lalu ia segera berjalan Menuju ke dapur.


Wanita muda itu Seketika mengingat Akan suaminya yang hingga kini belum mengetahui Keberadaan Mereka. Caca merasa bersalah karena ia tidak menghubungi Dion Sebelum mereka Pindah ke Kota.


"Bagaimana aku harus mengabari Mas Dion, Sedangkan Ponselku Terjatuh." Gumam Caca dengan Sedih.


Sebuah Mobil Melaju dengan mulus di Jalan Raya. Mobil itu Melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi. Kirana, Dito dan juga verry. Sangat berharap bisa menemukan Caca dan anaknya Bersama Ayah mertuanya Dion di tempat itu.


"Semoga saja kita Bisa Menemukan Caca di Sana," Ucap Kirana Menatap Dito.

__ADS_1


Dito hanya tersenyum dan Menggenggam tangan Gadis itu dengan erat. seakan Ia Memberikan Kekuatan pada Gadis itu.


"Makasih. Mas Dito, Kamu Selalu ada Di samping aku," Ucap Kirana Menyandarkan kepala di Pundak Dito. Sementara Verry hanya Tersenyum Hangat menatap pemandangan yang ia lihat di belakangnya.


"Awas Mas Verry!" Teriak Kirana. Ketika melihat seekor anjing membela jalan mereka.


Lelaki muda Itu pun segera Menghentikan mobil mereka dengan sangat Cepat. Karena mereka Hampir saja menabrak seekor anjing Di tengah Jalan.


Wajah Kirana nampak Pucat Dan Ia sangat ketakutan Karena mereka Hampir saja Celaka. Dito bersama Verry Segera keluar dari mobil untuk mengecek di depan sana.


Dan ternyata anjing itu sudah Tidak ada di Sana.


"Apa yang kita lihat tadi memang seekor anjing Ya?" Tanya Verry menatap Dito.


Dito Hanya Mengangguk Pelan. sambil menatap sekeliling jalan itu. lalu ia menunjuk ke Arah seekor anjing Yang sudah berada di seberang jalan sana.


"Syukurlah. Anjing itu tidak apa-apa." Ucap Verry Lalu mereka kembali Ke Mobil.


"Nah itu Tempat para Korban Bencana yang Sudah di tempatkan oleh para petugas untuk Berlindung, Semoga saja Non Caca Ada di sana."


"Selamat Sore. Bu," Sapa Verry dengan Sopan pada seorang wanita yang sedang Berdiri Di depan tenda.


"Selamat sore juga Pak," Jawab wanita dewasa itu dengan Lembut.


"Maaf Bu, Kami sedang mencari Korban bencana Yang baru saja Terjadi di Kampung Anggrek. Apa mereka di Bawah ke sini Bu?" Tanya Kirana


"Oh, Warga kampung anggrek tidak di bawah ke sini Mba, Mereka sudah di bawah ke Cibubur. Karena di Sana sudah tersedia Rumah untuk para warga yang rumahnya Sudah terkena oleh bencana," jawab Wanita itu Sembari Tersenyum.


"Cibubur?" Apa kami bisa meminta alamat mereka di sana Bu?" Tanya Kembali Kirana.


"Sebentar ya mba, Saya ambilkan dulu."


Setelah wanita itu kembali Ia langsung memberikan alamat tempat tinggal para warga kampung anggrek yang sudah di pindahkan kesana. Dengan sangat senang hati Ketiga orang itu Kembali Melajukan mobil mereka dari tempat itu.

__ADS_1


Setelah mereka Tiba di tempat pengungsian. Mereka segera memarkirkan mobil dan Keluar dari dalam mobil itu. Kini Ketiga orang itu mulai berjalan mendekati Rumah Bantuan untuk Para Korban bencana.


"Apa ini tempatnya ya? Tapi kok Terlihat sepih," Ucap Verry Terus Melangkah mengikuti Jalan kecil.


"Mungkin saja mereka sedang beristirahat. kan mereka baru saja Terkena Musibah," Jawab kirana.


"Mungkin juga ya, Sebaikanya kita ke rumah yang catnya Berwarna Biru tua itu." ucap Kembali Verry. menunjuk ke arah rumah yang Berwarna Biru tua itu.


Kirana dan dito terus mengikuti Verry dari arah belakang. sesampainya di depan rumah itu. Verry Langsung memanggil pemiliknya.


"Selamat Sore." Sapa Verry


"Sore. Pak, Bu, Apa ada orang di dalam?" Ucap Kirana


Dan tidak lama kemudian seorang lelaki dewasa Keluar dari dalam rumah itu. Dan ternyata itu adalah ayahnya Caca. Dengan sangat Senang Heru Melihat Ketiga orang itu sudah berdiri di depan rumahnya.


"Nak Verry, Kirana, Nak Dito?" Bagaimana bisa kalian Tahu tempat ini?" tanya Heru Dengan senang.


Sementara Verry dan bersama Kirana saling bertatapan Karena Mereka sama sekali tidak menyangka kalau Yang mereka datangi itu adalah Rumahnya Heru.


"Om. Bagaimana kabarnya om? Apa Caca baik-baik saja?" Tanya Kirana.


"Kami baik nak Kirana, Caca lagi di dalam. Mari masuk ke dalam dulu," Ajak Heru.


Dan mereka segera masuk bersama dengan Heru Kedalam Rumah.


"Mba Kirana?" Ucap Caca Dari arah dapur.


Ia sangat bahagia ketika melihat Kirana dan Verry bersama Dito. Datang ke rumahnya


Wanita muda itu Segera berjalan mendekati mereka yang sudah duduk di sofa ruang tamu.


"Caca. Bagaimana kabar kamu dan juga Ponakanku, Apa kalian baik-baik Saja?" Tanya Kirana sambil memeluk Caca

__ADS_1


"Kami baik mba, maaf kami Belum sempat menghubungi Mba Kirana, Atau pun Mas Dion. Soalnya Ponselku Jatuh." Jawab Caca.


"Tidak apa-apa Ca, Terpenting Sekarang kamu baik-baik saja. Dan aku bisa mengabari Mas Dion. Karena seminggu ini mas Dion sudah Kehilangan Harapannya." Ujar Kirana Tersenyum Tipis pada Wanita muda itu.


__ADS_2