
Hari Semakin malam Verry dan Dito Masih Duduk Santai bersama Heru dan juga Cucunya. malam Itu Kirana Dan Caca Tengah sibuk di dapur Membuat Makan malam Untuk mereka nanti. Kedua wanita muda itu Nampak Terlihat Sibuk dengan masakan yang sedang mereka buat.
"Mba Kirana, Apa mba mau ikut Balik dengan Mas Verry dan Dito?" Tanya Caca. menatap Kirana
"Iya. Ca, Aku harus Balik dengan mereka. Kasihan orang tuanya dito, nanti mereka cemas lagi." Jawab Kirana Tersenyum menatap Wanita Muda itu.
"Tapi besok Janji mau ke sini lagi Kan?" Tanya Caca Kembali.
Dan hanya di anggukan oleh Kirana.
Setelah masakan mereka sudah matang. Kedua wanita itu segera menyiapkannya di atas meja kecil. Kirana sudah mengambil beberapa piring dan Gelas untuk persediaan mereka makan Malam. Sementara Caca sudah pergi memanggil Ayahnya dan kedua lelaki muda yang sedang duduk Bersama ayahnya di ruang tamu.
Malam itu keluarga Heru menikmati makan malam bersama dengan Verry dan Dito, juga Kirana dengan Baik. Heru nampak bahagia karena Mereka bisa makan bersama lagi.
Dan setelah usai makan malam bersama dengan keluarga Heru. Kirana segera berpamitan pada Caca dan Heru. karena hari sudah semakin larut malam.
Walaupun Caca Merasa berat untuk melepaskan kepergian mereka. Namun gadis itu tidak bisa Berbuat apa-apa Ia Hanya bisa menatap mobil Milik Suaminya yang di kendarai oleh Verry itu dengan Perasaan yang sedikit Kecewa. Melihat kesedihan Putrinya. Heru segera Menghiburnya
"Sebaiknya kamu segera beristirahat. Ini sudah larut malam, Kasihan Anakmu di kamar sudah Tidur Sendirian," Ucap Heru.
"Iya ayah." Timpal Caca Dengan pelan. lalu ia segera Masuk ke kamarnya untuk tidur bersama sang Buah hati yang sudah tertidur nyenyak sejak Tadi.
"Mas Dion, Aku kangen kamu mas. Coba saja mas ada bersama kami, mungkin Kami tidak merasa Kesepian," Gumam Caca Menatap Langit-langit Kamarnya. Ia masih belum bisa memejamkan Matanya untuk tidur. Karena ia selalu mengingatkan Suaminya
Tepat pukul Dua belas tengah malam. Mobil Verry tiba di Rumah Keluarga Dion Setelah usai mengantarkan Dito dan juga Kirana ke Rumah mereka.
Suara klakson mobil Dari luar sana Membuat Yanto Ayahnya Verry. segera Bergegas Pergi ke luar untuk membukakan Pagar halaman Yang masih terkunci itu.
Setelah melihat mobil Verry sudah kembali. Yudianto Segera Keluar dan Menunggu Verry di depan teras rumah.
"Selamat malam Pak," Sapa Verry dengan Sopan pada Majikannya.
"Malam juga Verry. Bagaimana, apa sudah ada kabar tentang Menantu dan cucuku?" Tanya Yudianto tak Sabaran.
"Iya pak, Dan kami baru Saja kembali dari rumah Non Caca, Pak." jawab Verry.
__ADS_1
"Dimana Mereka tinggal Ver? Apa Mereka baik-baik Saja?" Ulang kembali Yudianto.
Verry Mengangguk Pelan di depan Yudianto dan Istrinya.
"Iya pak. Non Caca dan Den Geral. sekarang baik-baik Saja pak, Dan mereka sudah tinggal di Cibubur Pak," Jawab kembali Verry. Sembari tersenyum
"Syukurlah. Kalau mereka baik-baik Saja, Aku sangat mencemaskan Keadaan Cucuku."
Ucap Siska.
"Apa kamu yakin Istri dan anakku. Dalam keadaan yang Baik-baik Saja, Verry?" Timpal Dion Dari sebrang Dapur.
"Iya bos. Sekarang non Caca dan Den Geral sedang Tinggal Di daerah Cibubur Bos," Jawab Verry. Sambil menoleh ke arah Dion Yang Sedang Berdiri di samping Meja makan.
"Aku harus pergi menemui mereka sekarang Juga, Aku sangat Merindukan mereka." Ujar Dion.
"Tapi bos, Ini kan Sudah Larut malam. Sebaiknya Nanti Besok pagi Saja Bos," Ucap Verry.
"Iya Dion, Nanti Besok pagi saja. Papa, Sama mama. Juga mau Kesana." Sambung Yudianto.
"Sebaiknya kamu Pergi Beristirahat. Agar besok Kita bisa pergi dari Subuh." Ucap Siska. Menatap Putranya.
"Baiklah Ma, Aku masuk kamar dulu," Lalu Pemuda itu segera Berjalan Ke Arah kamarnya. Setelah melihat Dion Sudah Kembali ke kamarnya. Yudianto dan Siska Juga Masuk ke kamar mereka. Kini yang tersisa hanya Verry Yang masih Duduk Di Ruang tamu
Malam Begitu Cepat Berlalu Seorang Lelaki Muda sudah Bangun dan Tengah Membersihkan dirinya di kamar mandi Dalam Kamarnya. Lelaki muda itu nampak sangat bahagia karena ia bisa Kembali Menemui Istri dan anaknya yang sudah dua Minggu Telah Menghilang Darinya.
Suara Ketukan Pintu dari luar sana Sudah Terdengar hingga ke dalam kamar mandi. Dengan cepat lelaki Muda itu Mengambil handuk Kecil yang sudah ia gantung di sampingnya. Dan ia langsung keluar menuju Ke sumber Suara Ketukan Pintu itu.
Ceklek! Pintu Terbuka.
"Verry. Ada apa?" Tanya Dion
"Bos, Kamu di panggil Bapa sama ibu. Mereka menunggumu Di Meja makan." Jawab Lelaki muda itu.
"Iya Baiklah, Nanti aku Nyusul." Ucap kembali Dion. Lalu ia kembali ke kamarnya Untuk Berganti pakaian.
__ADS_1
Kini Dion sudah selesai berganti Pakaiannya. dan Ia segera keluar dan berjalan ke Dapur untuk Menemui Kedua Orang Tuanya yang sedang menunggunya di meja makan.
"Pagi. Pa, ma," Sapa Dion. lalu ia Menarik Kursi dan Duduk di samping Ibunya.
"Iya. Pagi juga Dion, apa kamu Sudah siap Untuk Pergi ke rumah Istrimu?" Tanya Yudianto. Melirik Putranya.
"Iya Pa, Aku sudah tidak sabaran ingin segera bertemu Caca dan Geral," Jawab Dion. Sambil Mengambil Roti kacang yang sudah Di bersih Selei kacang oleh ibunya.
"Kita akan berangkat Setelah Usai sarapan, Dan Bi Fatma dan pak Yanto. Di mobil yang satunya."Timpal Siska.
Dan di anggukan oleh Dion.
Diluar sana Terdengar suara keributan Yudianto dan Istrinya segera Pergi Melihat apa yang sedang terjadi di luar Rumahnya.
"Apa yang sedang ia lakukan di sana! Kenapa dia Ke sini lagi." Ucap Siska Menatap sinis pada wanita Muda yang sedang Berdiri Di depan pagar halaman Rumah mereka.
"Entahlah. Mungkin dia Ingin Bertemu Dion," Jawab Yudianto.
"Dasar wanita tidak Tahu malu! Berani-beraninya dia datang ke sini lagi Setelah apa yang sudah ia perbuat pada keluarga kita!"
"Tidak Usah perdulikan dia. Sebaiknya kita Segera siap-siap untuk menemui Cucu dan menantu kita," Ujar Yudianto. Lalu mereka kembali ke dalam dan membiarkan wanita Muda yang masih Berteriak di luar sana.
"Siapa di luar sana pa?" tanya Dion
"Mila, Entah apa yang Ingin ia lakukan di sini." Menatap Dion.
Dan Pemuda itu hanya mengerutkan dahi keningnya.
"Mungkin saja dia mau Mencari Sesuatu yang bisa ia Curi lagi di sini." Jawab Dion
"Sudahlah. Sebaiknya kita segera berangkat Biarkan saja dia di sana."
"Bagaimana kita bisa keluar pa, Jika Wanita licik itu masih berada di sana." Ucap siska.
"Biar nanti Jadi urusan kami saja pak," Timpal Yanto.
__ADS_1
Dan di anggukkan oleh Yudianto dan Istrinya.