Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 63: Sebuah rencana


__ADS_3

Kini Suasana Kediaman rumah Yudianto Pranata. Kembali terlihat Sepi Sejak kehadiran Mila di Rumah Itu. Yudianto bersama Istrinya duduk sambil Memikirkan jalan keluar untuk menghadapi Mila yang kini Sudah Menjadi ancaman bagi rumah tangga Dion dan Caca.


Sementara di dalam kamar Dion dan Caca hanya saling berdiam diri. Caca merasa Sangat Kecewa dengan kejadian tadi siang.


"Sayang, Apa sebaiknya kita meninggalkan Kota ini saja. Agar kita merasa aman Dari Mila," Usul Dion. Sesaat menatap istrinya yang sejak tadi hanya menyusui anaknya.


"Aku juga tidak tahu mas. Kenapa ya, Sejak aku menikah dengan mas, Aku tuh Merasa nggak pernah Bahagia dan Mendapatkan Ketentraman Dalam rumah tangga kita," Jawab Caca. Membuat Dion Kembali terdiam.


"Maafkan aku sayang. Mungkin aku Memang Bukan laki-laki yang sempurna untuk kamu dan Juga anak kita, Bakan aku tidak pernah bisa membuat kalian berdua bahagia." Ucap Dion Tertunduk lesu di depan Istrinya.


"Sudahlah mas, Aku capek dan aku akan segera tidur." Wanita muda itu langsung Berbaring Setelah Melepaskan anaknya yang sudah tertidur sejak tadi.


Caca Merasa kecewa dengan apa yang selalu menimpa rumah tangganya. Sejak ia menikah dengan pemuda kaya raya. Hidupnya berubah seperti dalam Neraka. Yang ia rasakan hanya kesedihan dan air mata yang selalu menghiasi wajah cantiknya itu.


"Kenapa Aku tidak pernah merasakan kebahagiaan Didalam rumah tanggaku. kenapa?? apa aku salah memilih Suami? Sehingga aku Selalu merasakan kepedihan Seperti ini." Batin Caca. Merasa Kecewa Dengan Keadaan rumah tangganya.


Dion masih duduk di ranjang tempat tidur. Pemuda itu merasa gelisah dengan segala yang Terjadi di dalam Keluarganya.


"Apa yang harus aku lakukan untuk menjauhkan Istri dan anakku, Dari semua permasalahan ini." Gumam Dion. Terus mencari cara agar mereka bisa pergi dari Rumah itu.


Setelah melihat istri dan anaknya sudah tertidur nyenyak. Pemuda itu berjalan keluar dari kamarnya untuk mencari Udara Segar diluar sana. Karena ia merasa kesulitan Memikirkan Segala yang sudah terjadi pada Keluarganya Saat ini.


"Dion!" panggil Yudianto saat melihat putranya yang baru saja keluar dari kamar.


"Iya. Pa, Ada apa? Kenapa papa juga belum tidur." Menatap ayahnya.


"Aku tidak bisa tidur. Karena Memikirkan Permasalahan di antara kamu, Dan Amelia." jawab Yudianto menatap Dion.

__ADS_1


"Sama pa. Aku juga Masih Kepikiran Dengan Masala tadi siang, Kenapa Mila tiba-tiba Datang Ke Indonesia, Apa mereka sudah Mau menetap di sini Lagi?"


"Papa Belum Mengetahui kedatangan mereka ke Sini. Besok pagi Papa akan Mencoba untuk mencari tahu Kedatangan mereka ke Indonesia. yang Secara mendadak." Kembali menatap Dion.


"Iya pa. Aku khawatir Dengan keadaan Caca dan Juga Geral, pa."


"Kamu harus tetap bisa meyakinkan Istrimu. agar tidak terpengaruh dengan situasi saat ini."


ucap kembali Yudianto.


Dan hanya di anggukan Oleh Dion.


Di sebuah apartemen milik keluarga Bima Pratama. Kedua orang tuanya Mila sedang duduk Bercengkerama Sembari Memainkan ponsel milik mereka masing-masing.


"Kemana perginya Amelia, Bu?" tanya Pak Bima.


"Mungkin dia kerumahnya Dion, pak. Mau kemana lagi Kalau bukan kerumah itu." Jawab Arista ibunya Amelia.


Kini Amelia baru saja masuk ke dalam apartemen itu. Ia berjalan dengan raut wajahnya yang sangat Emosi. Sehingga membuat kedua orangtuanya merasa heran dengan Wajah putri mereka itu.


"Selamat malam Pa, ma," Sapa Amelia. dengan wajahnya yang Terlihat Emosi.


"Kamu dari mana saja Mila? Kenapa sudah larut malam begini baru pulang?" Tanya Arista Kusumo. Saat Mila duduk Di Samping ayahnya.


"Aku baru saja Menemui Dion. ma," Jawab Mila Sembari Meminum kopi Milik Bima. yang sejak tadi belum ia minum karena masih panas.


"Terus Bagaimana dengan Keluarganya Dion. Apa mereka Masih Mengingat kamu?" Lirik Arista.

__ADS_1


"Iya ma! Tapi Masalanya Dion itu Sudah Menikah, Dan Dia juga sudah punya Anak. Ma, Pa!" Menatap kedua orangtuanya dengan Sedikit Kesal.


"Apa? Dion sudah menikah?" Ulang Arista Dengan Raut wajahnya yang hampir Tidak percaya dengan apa yang Mila Katakan itu.


"Mama kenapa si! Harus berteriak seperti itu! Memangnya aku tuli ya!" Ucap Mila dengan Marah Menatap pada ibunya


"Memangnya Apa yang kamu Ucapkan itu benar ya? Kalau Dion sudah menikah?" Tanya Bima Menatap Anaknya dengan sangat dekat.


"Iya. Pa, Dion Udah nikah! dan aku Sia-sia datang ke Kota ini!" Menatap ayahnya penuh kekesalan.


"Kurang ajar! Ternyata mereka sudah tidak Bisa menepati janji mereka sama Kita! Kamu tenang Dulu, Jangan kamu membuat Masala ini Bertambah Rumit. Kedatangan kita ke Indonesia, Karena Ingin mengambil Semua harta milik mereka. Jika kamu Selalu emosional seperti Ini Maka Harapan kita Semua Sia-sia Saja," ujar Bima. Melotot pada Amelia.


"Apa yang di katakan oleh papa kamu Itu benar Mila, Sebaikanya kamu bersikaplah biasa-biasa Saja. Sampai Keadaan Akan Berbalik sama kita lagi." Arista menatap Amelia. Sembari tersenyum.


"Maksud mama sama papa Apa si?" Aku sama sekali tidak mengerti dengan perkataan kalian." ucap Mila. Yang belum Memahami Ucapan Dari kedua orangtuanya itu.


"Jadi begini Mila, Besok pagi Kamu Kembali lagi ke rumah Itu, dan Bersikaplah Profesional seakan kamu Tidak Memperdulikan Pernikahan mereka, Kamu Paham kan, maksud mama sama Papa?"


Gadis muda itu pun tersenyum Hangat menatap kedua orangtuanya.


"Baik Ma, pa. Besok pagi aku akan Kembali ke rumah itu lagi, untuk memainkan Sandiwaraku di depan Dion dan juga orang tuanya. Agar mereka bisa Menilai Siapa yang terbaik untuk menjadi Istrinya Dion."


"Kamu Sangat Pintar Mila. Papa bangga sama kamu, Lakukan apa yang bisa kamu perbuat Tapi ingat. jangan sampai keluarganya Dion, mengetahui Kalau Keluarga kita sudah bangkrut." Menatap Putrinya.


Dan Segera di anggukan oleh Amelia.


"Jadi mulai besok Kamu harus bisa merayu Dion dan Juga Yudianto, Untuk bisa bekerja sama dengan perusahaan abal-abal kita. agar Kita bisa mendapatkan keuntungan Yang banyak dari perusahaan milik mereka," ujar Bima Menatap Putrinya itu dengan Sangat Serius.

__ADS_1


"Siap. Pa, Besok aku akan Segera menjalankan semua rencana kita, Dengan baik." Jawab Mila Tersenyum hangat menatap ayahnya.


Bima dan Arista pun Merasa Senang dengan Rencana yang akan segera mereka Jalankan untuk hari esok. Karena Bima dan Arista sangat ambisius untuk Menguasai Perusahaan Milik Keluarga Yudianto. Sejak dulu Keluarga Bima memang sudah terkenal kaya raya. Namun karena kecerobohan Istrinya. akhirnya mereka Mengalami Kebangkrutan dalam Perusahaan yang mereka miliki. dan kini Bima Ingin melakukan Kecurangan pada perusahaan milik Yudianto. Melalui Kerja sama yang Sudah mereka rencanakan sebelumnya.


__ADS_2