
Setibanya di kantor Semua mata memandang kepada Stefan dan Caca yang sedang Berjalan memasuki kantor. Caca semakin bertambah Malu dan ia Hanya bisa menundukkan kepalanya Sambil berjalan Di Samping Stefan.
"Selamat siang pak!" Sapa Ronal Asisten pribadi Stefan.
"Selamat siang. juga Nal, Apa bisa kamu segera Membawah berkas yang harus saya tandatangan ke ruangan saya?" ucap Stefan menatap datar pada Ronal.
"Bisa Pak. Nanti Segera saya bawakan ke ruangan bapak." Timpal Ronal.
"Apa ada meeting hari ini?" tanya Kembali Stefan.
"Tidak pak." Singkat Ronal. lalu Stefan segera berjalan kembali menuju ruangannya.
"Kenapa tuan membawah ku ke sini, Kan aku harusnya di rumah saja. sambil menjaga Tuan Besar." keluh Caca.
"Jika Kamu di rumah. Yang terjadi Mala kekacauan saja dengan Bi Nita. dan rencana kita akan gagal Tau!" Balas Stefan.
Caca pun memanyunkan bibirnya Menatap Pemuda itu
Caca Merasa Khawatir dengan Mahendra yang Hanya di tinggalkan bersama Bi Nita di rumah. Ia Berusaha untuk membujuk Stefan agar bisa mengijinkan dia pulang. akan tetapi Pemuda itu Tidak ingin membiarkan Caca Kembali ke rumah. karena ia bisa memantau Ayahnya dari Kantor melalui Ponselnya.
"Lalu Apa rencana tuan Selanjutnya," Menatap Stefan.
"Entahlah. Yang jelas Rencana ku kali ini Pasti tidak akan gagal lagi!" ujar Stefan. tersenyum menatap Caca.
Sementara Caca hanya mengenakan sebelah alisnya.
Sesekali Caca teringat akan putranya yang Kini sudah tidak di ketahui keberadaannya. ia sangat merindukan Anak dan suaminya.
"Kapan aku bisa bertemu dengan suami dan anakku, Ya Tuhan. kenapa Rumah Tangga kami selalu tercerai berai Seperti ini." ungkap Caca dalam hatinya.
"Ca, Apa kamu baik-baik Saja?" Tanya Stefan
Saat melihat Caca sedang Murung.
"Iya Tuan." Singkat Caca Lalu Segera berjalan ke arah Jendela. dan menatap arah Luar Kantor dan jalanan yang banyak orang yang sedang Lalu lalang di Luar sana.
Caca Melihat ke arah samping Caffe yang Ada di depan Kantor Stefan. Ia melihat Seorang Lelaki yang sedang berdiri memakai jas Hitam dan bawahannya Juga celana panjang Hitam.
"Itu sepertinya Mas Dion," Gumam Caca lalu ia segera Berlari keluar dari ruangan Stefan. Membuat Stefan Menjadi Kebingungan ketika melihat Caca sedang Berlari ke luar.
"Ada apa dengannya. Kenapa dia tiba-tiba Keluar Sambil Berlari seperti itu, Siapa yang dia lihat di luar sana." Gumam Stefan. lalu ia pun Pergi ke arah jendela sambil menatap Sekeliling Jalanan. namun ia tidak melihat siapapun yang berada di luar sana. Kemudian Matanya Teralihkan ke arah seorang lelaki putih tinggi yang sedang berdiri di samping Caffe. Lelaki itu terlihat sangat tampan dengan Pakaiann yang serba kehitaman itu.
__ADS_1
"Siapa dia? Perasaan aku Baru melihatnya hari ini?" ucap Stefan sambil terus menatap lelaki itu. dan tidak lama kemudian Seorang Wanita mendekati Lelaki Tersebut.
"apa itu pacarnya?" Batin Stefan kembali.
Setelah tiba di luar sana. Caca segera memotong jalan Dan Ia pergi ke arah caffe untuk memastikan Dion yang sedang berdiri di sana.
Akan tetapi Setibanya ia di sana. ia Mala melihat Seorang Wanita sedang berpelukan dengan Lelaki itu. Dengan sedikit perlahan-lahan ia Mulai Mendekati Lelaki dan seorang wanita yang sedang berpelukan itu.
"Mas Dion?" Ucap Caca Dengan sedikit Gugup
Lelaki itu pun Menoleh kebelakang dan Melihat Wajah Caca dengan sangat Bahagia.
"Caca!" Dari mana saja kamu? Kenapa kamu bisa berada di tempat ini?" ucap Dion Dan ia segera memeluk Istrinya dengan sangat erat. Karena ia sangat merindukan Istrinya itu.
Begitu juga dengan Caca ia membalas pelukan Suaminya itu dengan begitu erat.
"Bagaimana kabarmu Mas, aku sangat merindukan kalian berdua." Ucap Caca yang masih Dalam Pelukan Suaminya.
"Aku baik sayang, Dede juga sudah Merindukan kamu." Ucap Dion Melepaskan Pelukannya dari sang istri.
Sementara dari dalam kantor. Stefan Tercengang ketika melihat Caca dan pemuda itu sedang berpelukan.
"Apa dia Suaminya? Lalu, Wanita di sampingnya itu siapa?" Stefan merasa Bingung Akan tetapi ia tidak berani untuk keluar karena takutnya Lelaki itu akan Salah paham dengannya.
"Siapa Dia, Mas?" Tanya Wanita yang berada di sampingnya Dion.
"Oh. Kenalin ini Istriku." Jawab Dion Sembari Menggandeng Tangan Caca.
Wanita itu Merasa Risih melihat Caca.
"Lalu aku gimana? Apa kamu mau meninggalkan aku begitu saja!" Ucap wanita itu dengan sangat tegas.
Caca pun Terkejut ketika mendengar ucapan Wanita itu. Seakan kehadirannya di tempat itu membuat Dion dan Wanita itu Bermasalah.
"Maksudnya apa mas, dan siapa dia. kenapa dia bisa ngomong seperti itu mas." Menatap Suaminya dengan Serius.
Dion pun terdiam karena ia memang sudah melakukan kesalahan besar selama istrinya tidak berada di sampingnya. Ia menjalani sebuah hubungan dengan wanita yang bernama Kinan. Yang tidak lain adalah Ponakan dari Rani Gunawarman istrinya Alexa Wibowo. Yang kini Di percayakan Oleh Kedua Orang tua Dion untuk menjalankan Rencana mereka.
"Aku Pacarnya! Dan Dion tidak pernah mengatakan sama aku, kalau dia sudah menikah!" Ucap Kinan dengan Tatapan yang sangat tajam pada Caca.
Perlahan Caca pun melepaskan Tangan Dion darinya. dan ia sedikit menjauh Ia sama sekali tidak percaya kalau Suaminya bisa berbuat seperti itu saat ia tidak ada di sampingnya.
__ADS_1
"Maafkan aku, Sayang. Aku Khilaf. aku janji akan memperbaiki semuanya dan aku akan Kembali sama Kamu." Bujuk Dion. berusaha menjelaskan semuanya pada Caca.
Namun Caca Semakin menjauhi Dion Sambil menggelengkan kepalanya.
"Sayang. Aku mohon, Demi Anak kita. Maafkan aku, Saat itu aku mabuk Dan aku lupa semuanya," Ucap Dion Kembali
"Sebaiknya kamu pergi dari sini. Karena aku tidak akan pernah membiarkan kamu kembali Merebut Dion dariku!" tegas Kinan.
"Ada apa dengan Caca? kenapa dia tiba-tiba Nangis Seperti itu!" ucap Stefan lalu ia pun segera keluar untuk menemui mereka di sana.
"Sayang. Aku mohon maafkan aku," Ucap Dion Kembali.
"Tidak mas. Aku tidak bisa memaafkan orang yang sudah Menghianatiku. Aku tidak bisa," Ucap Caca. Sambil bergelimang air matanya
lalu Stefan segera datang dan Berdiri di samping Caca. Membuat Dion Merasa Marah ketika melihat Pemuda yang sedang berdiri di samping Istrinya. Dengan cepat ia mendekati Stefan dan Memukuli Stefan dengan sangat kuat. sehingga membuat Stefan terjatuh.
"Jadi kamu Juga sudah Berhianat sama aku! siapa Pemuda itu! kenapa Kamu bersamanya!" menatap Caca.
"Cukup Mas! Saya bukan wanita seperti dugaan Kamu! dia adalah Tuan stefan. Yang selama ini Sudah menolongku. Dan kami tidak pernah melakukan apapun, Bukan Seperti kamu mas!" Bentak Caca.
"Lalu kenapa dia tidak mengantarkan kamu Pulang. Jika memang dia bukan Siapa-siapaMu!"
"Maaf. Bukannya saya mau Mencampuri urusan rumah tangga kalian. Tapi Seminggu yang lalu Saya sudah mengantarkan Istrimu ke rumah kamu. Akan tetapi kata penghuni Rumah itu. kamu sudah tidak tinggal di sana lagi. Dengan terpaksa saya kembali mengajak Caca ke rumah Saya, Tapi bukan berarti saya Tidak punya prinsip harus menyukai istri orang!" Tegas Stefan menatap Tajam pada Dion.
Membuat Dion Merasa Malu di depan Caca dan Pemuda itu.
"Dan perlu Kamu Ketahui kehadiran Istrimu di keluarga kami. Bukan Karena aku membawanya ataupun dia lari ke rumahku. Akan tetapi Seseorang sudah membuang istrimu ke pantai. Dan saat itu yang menemukan Caca. adalah Paman dan Bibiku, Yang tinggal di Pinggiran pantai Di Daerah Pangkawan. Apa kamu Juga masih mau menuduh istrimu selingkuh dari kamu?"
"Maksud kamu? Istriku Di buang ke laut, Lalu di temukan oleh paman dan bibimu. Begitu ka?"
"Apa kamu tidak mau percaya dengan omangan saya? Kita bisa datang ke rumah paman dan bibiku. agar kamu bisa lebih percaya!"
"Bisa kamu jelaskan siapa yang sudah membuang kamu ke pantai Ca? Apa itu semua Memang benar?"
"Kalau pun saya bilang Iya. Kamu tidak akan pernah percaya mas. Lebih baik Kamu Urus saja urusan kamu sendiri Tidak usa mencari aku lagi, Dan Tolong Suruh ayahku dan anakku. pergi dari rumah kamu!" ucap Caca Lalu ia segera pergi meninggalkan suaminya dengan perasaan yang sangat Terluka dan Kecewa.
"Suami macam apa kamu ini, Tiap hari istrimu selalu memikirkan Kamu dan anaknya. Sementara kamu, Mala Asyik-asyikkan dengan SelingkuhanMu. Andai saja aku Seperti Kamu, mungkin aku juga sudah Merebut Istrimu dari kamu. Tapi Saya bukanlah pria Kotor sepertimu!" Ucap Stefan lalu ia segera pergi menyusul Caca.
Sementara Dion Hanya bisa berdiri mematung Seperti Tidak memiliki pikiran apa-apa Lagi.
"Apa yang sudah aku perbuat padanya, Kenapa aku Bisa Lakuin hal ini sama Dia," Batin Dion Dan ia Pun Segera tersungkur Ke bawah.
__ADS_1
"Udahlah. Tidak Usa Perdulikan dia lagi! Kan masih ada aku yang bisa membuat Kamu Melupakan Dia!" Ucap Kinan. Namun Dion menghempaskan Tangan Kinan Dari Pundaknya. Hingga Kinan Merasa kesakitan.