
Setelah mendengar semua Cerita Verry. Dion Merasa bersalah pada Arya. Salah satu stafnya Yang Paling Rajin di pabriknya itu.
Dion Mencari Arya Hingga ke rumah kontrakannya Dengan di temani oleh Caca dan Juga Verry.
"Apa menurut kamu Arya bisa memaafkan Aku. Sayang?" Tanya Dion. Dengan Wajahnya yang Sangat menyesali semua perbuatannya pada Arya.
Caca Tersenyum Seketika Menatap Suaminya.
"Iya Mas. Mas Arya itu orangnya sangat baik, Pasti Dia bisa mengerti Dengan keadaan Kita." Jawab Caca.
Tidak lama kemudian Mobil Dion Tiba di depan Rumah Kontrakan Milik Arya dan Istrinya. Dengan Penuh rasa Bersalah Dion Seakan tidak mampu untuk pergi menemui Arya di dalam Rumahnya. Akan tetapi Caca terus Berusaha Menguatkannya. sehingga ia bisa Keluar dari dalam Mobil.
Tok. Tok. Tok! Verry Mengetuk Pintu Rumah Arya. Sedangkan Dion bersama Caca sedang berdiri di Belakang Verry.
Tidak lama Kemudian Seorang Anak kecil yang berusia sekitar enam Tahunan Membukakan Pintu Tersebut. Caca Langsung Berjalan Dan Mendekati anak perempuan yang Sedang Berdiri di Depan Pintu.
"Apa kamu Anaknya Arya?" Tanya Caca Dengan Lembut pada anak Perempuan itu.
Dan Anak itu hanya mengangguk sambil menatap Caca.
"Siapa namamu cantik. bisakah Tante sama Om, Bertemu dengan papamu?"
" Aku Naura Tante, Papa Tidak ada di rumah." Jawab Anak Perempuan itu.
"Kalau mama ada nggak sayang."
"Ada di Dalam," Jawabnya kembali.
Lalu Caca bersama Dion Segera masuk kedalam rumah Itu. Dengan di ikuti oleh verry.
Caca memperhatikan Suasana di dalam rumah Arya. Hatinya Merasa Kasihan dengan apa yang ia lihat sekarang ini.
"Mama Di mana Sayang?" Tanya Kembali Caca.
lalu anak perempuan itu menunjukan Sebuah kamar kepada Caca.
Caca pun segera Berjalan ke Arah kamar itu. dan ia menemukan seorang Wanita Muda yang sedang berbaring di Kasur Dalam kondisi yang sangat Lemah.
"Mba," Sapa Caca pada Wanita muda itu.
Namun wanita itu hanya bisa menatap Mereka tanpa bisa Berkata apapun.
Setelah melihat keadaan Istrinya Arya. Dion merasa sangat bersalah Pada Keluarga itu.
"Dimana Mas Arya. Apa kami bisa bertemu dengannya?"
Namun wanita itu Tidak bisa Menggerakkan tubuhnya.
__ADS_1
"Mba. Aku Sahabatnya Mas Arya Waktu di kampung. dan ini Suamiku," Ucap Caca. walaupun wanita itu tidak bisa bicara dengan mereka. Namun Caca Terus Bicara padanya.
Karena merasa tidak tahan dengan Situasi di dalam Rumah itu. Caca Segera Keluar dari Dalam kamar. Dan ia Berlari ke Halaman Rumah Dion mengikuti istrinya hingga ke luar sana.
"Kasihan mas Arya. Ternyata selama ini Dia Begitu Sulit untuk mendapatkan pekerjaan Demi istri dan anaknya," Ungkap Caca. Sambil menahan air matanya.
"Maafkan aku sayang, Mungkin aku terlalu Berlebihan pada Arya. Aku janji akan memperbaiki semuanya dan dia akan aku Pekerjakan Kembali di pabrik kita sayang," Ucap Dion.
"Makasih mas. Dulu Keluarga mas Arya Sangat baik Kepada aku dan ayah, Ketika kami kekurangan Makanan. Keluarganya selalu datang membantu kami mas, tapi sekarang Aku Mala tidak pernah tahu dengan keadaannya yang sudah Seperti ini."
"Mungkin Ini Adalah jalan untuk Arya Agar bisa Di pertemukan dengan kamu Kembali Sayang, Tapi aku Mala Membuat situasi menjadi Rumit seperti ini. Maafkan aku ya Sayang,"
Caca hanya mengangguk.
Satu jam Kemudian Arya Datang dan Ia sangat terkejut ketika melihat Dion Dan Caca Sedang Berada di Dalam rumahnya. Lelaki muda itu Segera masuk dan Menemui Dion bersama Caca yang sedang Duduk Di Ruangan kecil yang hanya Beralaskan karpet untuk bisa mereka Duduki.
"Pak Bos, Bu Caca?" Ucap Arya. Seketika baru Masuk di dalam rumahnya.
"Iya Arya, Kedatangan kami ke sini hanya untuk meminta maaf atas semua kesalahpahaman Di Pabrik tadi pagi. Saya Sungguh Menyesal telah Melakukan hal Bodo sama kamu, Maafkan Saya Arya." ucap Dion. Penuh penyesalan.
"Iya pak Bos. Tidak apa-apa kok, Saya Juga mengerti dengan apa yang sudah terjadi pada kita tadi pagi. Mungkin jika aku di posisinya pak Bos, Mungkin saja aku juga akan melakukan hal Yang sama juga seperti yang di lakukan oleh pak bos kepada Saya," balas Arya
Dan Dion Tertunduk Malu di depan Arya.
"Mas Arya, Sebenarnya apa yang sudah terjadi sama Istrimu mas. Kenapa dia Seperti itu?" tanya Caca
Arya Hanya Menundukkan wajahnya. ia tidak bisa menceritakan apa yang Sedang terjadi pada Istrinya saat ini.
"Sebenarnya istriku Mengalami Kelumpuhan Ca. Dan dia Sudah tidak bisa di sembuhkan lagi," Ucap Arya. dengan sangat Sedih.
Dion turut prihatin dengan apa yang menimpa Istrinya Arya.
"Memangnya apa yang sudah terjadi sama Istrimu Arya. Apa Sebelumnya dia sakit atau mengalami Kecelakaan?" Sambung Dion.
"Setelah Usia putri kami Naura Menginjak Empat tahun. Istriku Mengalami penyakit yang Aneh Sehingga ia Menjadi seperti itu. Aku sudah berusaha untuk Membawahnya ke Rumah sakit Di kota ini, Namun Tidak ada yang bisa menyembuhkan Dia."
Tutur Arya.
"Jadi Selama ini kamu tidak pernah ke kampung Karena Istrimu sedang sakit. Lalu kenapa kamu tidak mengabari Orang Tua kamu Arya. Apa kamu Tidak Mencemaskan mereka?" Ulang kembali Dion.
Dan Arya Kembali menundukkan wajahnya di depan Dion.
"Aku tidak bisa Memberitahu mereka pak bos, Karena aku merasa malu dengan Kekuranganku. Aku Takut Setelah mereka tahu keadaan istriku seperti ini Mala membuat mereka Bertambah Cemas dan Menghawatirkan Kami,"
"Tapi Jika kamu Bisa mengabari paman Dan Bibi. Mungkin mereka bisa menerima Kenyataan Ini Mas Arya, Mereka juga Orang tua kamu. apa salahnya mereka tahu tentang keberadaan kamu Di sini, Apa lagi sekarang ini Kamu sudah memiliki Seorang anak Yang Cantik. Pasti mereka sangat Bahagia bisa mendapatkan Seorang Cucu dari Kalian." Sambung Caca
"Iya ca, Semoga saja Ayah dan ibuku. Bisa menerima Keadaan Vania Yang seperti ini," ucap Arya.
__ADS_1
"Paman dan bibi pasti Bisa menerima Kekurangan Istri kamu mas Arya. Jadi sebaiknya kamu harus pergi untuk Menemui mereka atau mengabari mereka,"
Arya Mengangguk Pelan.
Tanpa Sepengetahuan Caca. Dion Menyuruh Verry untuk Mencari Keperluan untuk keluarga Arya. Karena Dion Merasa bersalah atas Perbuatannya Yang sudah Sewenang-wenangnya Memecat Arya.
"Mas. Di mana Mas Verry?" Tanya Caca. Ketika melihat Suaminya sedang Berdiri di luar.
"Verry Keluar Sebentar sayang," Jawab Dion.
"Masuk Yuk Mas, Kita Bicara di dalam saja," Ujar Caca.
Dion Hanya Mengangguk Dan Mengikuti istrinya hingga ke dalam.
Suasana rumah Kontrakan Milik Arya. Sangat Kecil Dan juga Sempit. Membuat Dion Merasa Gerah di dalam Ruangan Sekecil itu. Namun ia Tetap berusaha tenang agar Tidak Menyakiti Perasaan Dari pemilik rumah.
Tidak lama kemudian Mobil Verry Mulai Memasuki Halaman Rumah Kontrakan Milik Arya. Kini Mobil itu Berhenti Di depan Rumah Arya Dengan di ikuti Satu mobil di belakangnya.
Sang sopir dan Dua Anak buahnya sudah Keluar dari mobil dan Berjalan Menemui Verry.
"Mau Di Taru di mana Semua barang-barang Ini Pak?" Tanya Sopir itu.
"Tolong Antarkan Ke dalam Saja pak," Jawab Verry.
"Siap Pak," Sahut mereka dan segera menurunkan Segala Keperluan untuk keluarga Arya.
Caca merasa terkejut ketika melihat Dua Orang Lelaki yang masuk sambil membawah beberapa kardus kecil Dan juga Segala Beras. Dion Hanya Tersenyum Menatap Istrinya. Lalu Verry juga segera masuk sambil membawakan Kursi Ke dalam Rumah itu. Dion sengaja Menyuruh Verry Untuk Membelikan Segala Perabotan yang kosong di dalam rumah itu. tanpa Sepengetahuan Istrinya Karena ia merasa Kasihan kepada keluarga Arya.
"Mas?" Makasih banyak. Karena mas Udah Membantu Keluarga Arya, aku Sangat Senang Memiliki Suami Seperti kamu mas," Ucap Caca.
Dion Tersenyum.
Arya Merasa Malu kepada Dion. yang sudah mencarikan Beberapa kepentingan Rumah yang Seharusnya Menjadi tanggung Jawabnya.
"Makasih bos Dion, Aku tidak bisa membalas Kebaikan Kalian Berdua. Semoga Saja rejeki Kalian semakin Lancar," ucap Arya.
"Amin, Mas Arya." timpal Caca. Sembari tersenyum
Setelah Ketiga lelaki yang sudah mengantarkan Perabotan Dan juga kepentingan di dalam Rumah itu sudah Pulang. Verry Dan Arya Merapikan isi rumah. Sementara Caca Sedang sibuk Memasak di dapur. Dion hanya Duduk Sambil memperhatikan Istrinya yang sedang masak di dapur yang Berukuran Kecil.
Setelah semua Tertata Rapi. Arya Pergi ke dalam Kamarnya. Dan Mengangkat Istrinya hingga ke atas Kursi roda dan membawahnya ke luar dari kamar.
"Pasti kamu Sangat Senang Melihat Suasana rumah kita yang Seperti ini Sayang, Semua ini Bos Dion dan Mba Caca. yang sudah membelikan Untuk Kita," Ucap Arya. Menunjukkan Tv dan Barang-barang Lainnya di Dalam Rumah mereka.
Akan tetapi Wanita itu Hanya bisa Menatap Tanpa bisa Mengucapkan apapun.
"Semoga saja kamu bisa Segera Sembuh. Agar kita bisa Jalan-jalan Ke rumah Bos Dion."
__ADS_1
Kini hanya air mata yang Mengalir di wajah Wanita itu. Membuat Caca Merasa kasihan melihat Istri Sahabatnya itu.
"Mba Vania, Aku Harap Mba Bisa kuat Untuk melewati Semua ini. Aku sangat yakin Kalau suatu saat nanti mba Akan Kembali Sehat dan kita bisa Sering Bertemu mba," Ucap Caca. Menyemangati Wanita itu.