Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 138: Ceo Bima Sakti


__ADS_3

Setelah Melewati Beberapa jam Perjalanan Kini Mobil Mereka Mulai Memasuki halaman Rumah pak Heru Ayahnya Caca.


Caca Tertidur Pulas Sejak dalam Perjalanan.


"Non Caca Ketiduran ya Bos." Menatap Dion.


dan Di anggukkan oleh Dion.


"Kasihan non Caca, pasti dia sangat Kecapean." Ujar Verry.


Lalu Dion Segera membangunkan Istrinya yang Sedang Tertidur Nyenyak di mobil.


Caca mengusap matanya lalu menatap sekeliling Luar mobil.


"Apa kita sudah sampai ya Mas?" Tanya Caca.


"Iya sayang, kita keluar yuk." Ajak Dion


Dan Wanita Muda itu Mengangguk Pelan.


dan Segera Keluar dari Mobil Tersebut.


"Pasti ayah Sudah tidur, Ini kan sudah Jam Sembilan Malam." Ucap Dion.


lalu mereka segera Mengetuk Pintu Rumah Heru.


Dan tidak lama kemudian Heru keluar dari dalam sana.


"Dion, Caca?" Kenapa kalian Malam-malam ke sini. Di mana Anak kalian?" Menatap Anak-anaknya.


"Kami Tidak mampir di rumah ayah. karena kami Baru Saja Kembali dari Surabaya," Jawab Dion.


"Surabaya?" Ucap Heru Termenung.


Caca Menatap wajah ayahnya.


"Ayah. ada yang harus aku Ceritakan sama ayah." Menatap ayahnya.


"Apa itu?" Tanya Heru Penasaran.


"Tapi aku tidak bisa Ceritakan sekarang sama ayah. Nanti Esok saja Soalnya aku masih ngantuk." Ucap Caca. Lalu ia segera Berjalan ke kamar. Sementara Dion dan Heru saling bertatapan Penuh Kebingungan.


"Apa Yang Terjadi Pada Istrimu Nak Dion. kenapa dia Terlihat Sangat Lesu Seperti itu,"


"Mungkin karena perjalanan kami Cukup jauh ayah, Sehingga membuat Caca Terlihat Seperti itu," Timpal Dion. Heru Hanya Mengangguk.


"Apa kalian sudah makan?" Kembali bertanya


Dan Dion Menggelengkan Kepalanya dengan sedikit malu.

__ADS_1


"Sebaiknya kalian berdua Ke dapur Dulu lalu Makan. biarkan Saja Caca Tidur," Ujar Heru. Dan Verry bersama Dion langsung berjalan menuju ke dapur. sementara Heru Masih Duduk di ruang tamu Sambil Membaca Selembar koran.


\*\*\*\*\*


Pagi itu Yudianto Sudah bersiap Berangkat ke kantor. Kini Pria dewasa itu Menikmati Sarapan Di meja makan hanya Berdua Dengan Istrinya.


Suasana Terlihat canggung Karena hanya Mereka berdua di meja makan Itu.


Berkali-kali Yudianto menghembuskan Napas kasar Ketika Melihat Hanya Mereka berdua.


"Bi. Apa Dede Masih tidur?" Tanya Siska. Seketika melihat Bi Fatma keluar dari Dalam kamar.


"Iya Bu. Kelihatannya Dede Merindukan Ayah dan Ibunya, Sehingga semalaman ia Tidak bisa Tidur dengan baik." Ucap Bi Fatma.


Siska hanya Menundukkan wajahnya.


"Sebenarnya Saya juga Tidak bisa membiarkan Caca Dan Dion Pergi. Akan tetapi ini Adalah cara yang terbaik untuk mereka berdua, Agar bisa Saling Mendukung Dalam Pekerjaan Yang akan Mereka lakukan di sana." Ujar Yudianto. Menatap Siska dan Pembantunya.


"Semoga saja Mereka bisa Segera kembali, Suasana rumah ini Terlihat Sangat sepi tanpa Ada Caca," Ucap Siska.


"Sabar Bu. Mereka pasti akan Segera Kembali Setelah semua Pekerjaan Mereka Selesai di sana." sambung Yudianto.


Dan Fatma Hanya Menatap kedua majikannya itu.


Terdengar suara Bel Berbunyi Di ruang tamu. Siska Menoleh ke arah Fatma.


"Siapa yang datang ya Bi,"


Setelah pintu pagar Di rumahnya Sudah Terbuka lebar. Seorang Pemuda Berdiri Sambil Tersenyum kepada Yudianto.


"Selamat pagi. Pak," Sapa Pemuda itu dengan Ramah.


"Pagi Juga, Apa ada yang bisa saya Bantu?" Menatap pemuda itu.


"Saya Rehan Aliando Wijaya. Pak, Dan kedatangan saya ke Sini Untuk mencari ibu Saya, yang sedang bekerja di Rumah Bapa," Ucap Anaknya Bi Fatma.


"Siapa ibumu. Atau kamu adalah anak dari Bu Fatma?" Tanya Yudianto Penasaran. Dan Pemuda itu Mengangguk Pelan Sambil Tersenyum.


"Tapi bagaimana mungkin Kamu ini adalah anak Dari Bi Fatma. Sementara Cara Berpakaianmu Terlihat Mewah dan Memiliki mobil Sport seperti ini." Merasa penasaran.


"Maaf Pak, Jujur Ibu saya Seorang CEO Di Perusahaan Bima Sakti. Akan tetapi Keserakahan Kakakku yang telah membuat Ibuku Pergi dari rumah," Tutur Rehan.


Yudianto bertambah Bingung Karena Sudah Hampir Dua tahun Bi Fatma tinggal di dalam Rumahnya. Namun wanita itu tidak pernah Menceritakan Tentang latar belakangnya pada Keluarga Yudianto.


"Jadi Ibumu Adalah Pemilik Perusahaan Bima Sakti yang sangat Terkenal itu. Berarti Dia adalah Fatmawati Bima Kusuma?"


Rehan Kembali Mengangguk. Membuat Yudianto Merasa Terkejut Karena Selama ini ia Sudah memperkerjakan Orang yang paling Terkenal Di Kota itu.


Yudianto Segera Mengajak Rehan Untuk Bertemu dengan ibunya yang sedang bekerja di dapur.

__ADS_1


"Bu." Panggil Rehan Dengan Nada Suaranya Yang pelan. Sehingga Membuat Siksa terkejut ketika melihat Kedatangan seorang pemuda tampan ke Dalam rumahnya.


"Siapa Dia pa, Kenapa Dia Bisa Ke sini?" Tanya Siska. Namun Yudianto Hanya Berdiri sambil menatap Tegang pada Rehan Dan Fatma.


"Kenapa kamu ke sini. Dan Dari mana Kamu tahu tempatku Bekerja." Menatap Putranya.


"Bu, Mau Sampai kapan ibu Bekerja Seperti ini. Perusahaan kini Sudah mulai Kehilangan Karyawannya Karena ulahnya Andro dan Istrinya, Apa Ibu tidak mau Mengembalikan Semua itu?! Menatap ibunya.


Sementara Siska Terkejut Ketika Mengetahui bahwa Fatma adalah seorang CEO Di Perusahaan Bima Sakti. Yang sangat terkenal itu


"Aku sudah nyaman dengan pekerjaanku Seperti ini. Dan Sebaiknya kamu Kembali dan Urus saja Karena saya tidak akan Pernah Kembali ke Sana."


"Bu. Aku tahu Ibu sangat marah sama aku, tapi apa Ibu Ingin membiarkan Andro dan Istrinya Menguasai apa yang sudah ibu Perjuangkan selama ini? apa Ibu Tidak ingin Bertemu dengan Om Mahendra, Yang saat ini Sedang Sakit?"


Seketika Fatma menoleh Ke arah Putranya.


"Di mana Pamanmu. Dan sakit apa Dia?"


"Sekarang paman di rumah sakit, Dan Stefan juga Di sana."


Tunggu-tunggu. apa Maksud kalian Mahendra Ariyanto Kusuma?" Potong Siska Dengan Penasaran.


Lalu Rehan Mengangguk.


"Iya Bu. Itu adalah Pamanku, Adik dari Ibuku." Jawab Rehan.


Siska Melotot pada Suaminya. Seakan Ia Menjadi Tidak Berdaya di Depan Fatma.


"Apa Bapa Sama ibu, Mengenal Pamanku?" Kembali bertanya.


"Kami tidak terlalu mengenalnya. Hanya saja Menantu Kami yang Memperkenalkan Pamanmu Pada kami," Jawab Yudianto.


Kini Suasana Terlihat Hening Dan Canggung. Seketika Siska Hanya bisa menoleh pada Yudianto. Sementara Rehan Masih berusaha Membujuk Ibunya untuk segera kembali. Namun di Sisi lain Fatma tidak bisa Meninggalkan Putranya Dion Dan juga Caca. karena ia Sudah menganggap Dede Sebagai cucu kandungnya Sendiri.


"Gimanapun Ibu harus Tetap kembali, Karena perusahaan Sangat Membutuhkan pemimpin yang Seperti ibu. Dan Para Karyawan Juga sangat berharap agar ibu segera kembali Dan bisa Membelah mereka Yang kini Sudah Di perlakukan Secara Tidak baik Oleh Andro dan Nitha Bu,"


"Dimana Andro Dan Wanita itu." Menatap Rehan.


"Saat ini Andro dan Nitha Sedang Berada Di Bali Bu, Mereka Sedang Berlibur di sana. Sementara para pekerja sudah beberapa bulan ini Belum menerima hak milik mereka,"


Fatma Merasa sangat kecewa pada Putranya itu.


"Sebaiknya Kamu kembali Saja dulu, Nanti Ibu akan Menyusul kamu. Berikanlah Hak Para Pekerja, Karena mereka sangat membutuhkan Uang Mereka untuk Membiayai Istri dan anak-anak Mereka," Menatap Rehan


Dan Rehan Hanya bisa mengangguk.


"Baiklah Bu, Aku Akan Melakukan apa yang sudah Ibu perintahkan Padaku. Dan aku akan mengambil Semua hak Milik Ibu Yang Sudah Mereka Rebut," Ujar Rehan. menatap Ibunya.


"Lakukanlah Dengan baik. semoga Kamu Akan Berhasil anakku,"

__ADS_1


Fatma meminta Putranya untuk Tetap Merahasiakan Tempat tinggalnya Pada Siapapun. Karena ia tidak ingin Meninggalkan Rumah Yudianto Dalam keadaan apapun. Rehan Hanya bisa mengikuti semua yang di inginkan oleh Ibunya.


__ADS_2