Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 126: Mencemaskan Orang Tuanya.


__ADS_3

Siang hari ini Kinan Datang Ke Perusahaan Milik Yudianto Pranata. dengan di temani seorang lelaki Muda berpakaian Serba hitam. Kinan Berjalan dengan Sangat Tegap Dan Terlihat sangat berwibawa dengan Kaca mata hitamnya Dan Memakai Jaket Berwarna Hitam dan bawahannya Rok Pendek berwarna Hitam. Sesampainya di ruang kerjanya Dion Pranata. Kinan Langsung masuk Begitu saja tanpa mengetuk pintu Terlebih dahulu.


"Dimana Mereka? Kelihatannya Dion Tidak pernah datang ke sini?" Ucap Kinan Pada Lelaki Muda Yang selalu setia menemaninya.


"Mungkin Hari ini Dion Tidak masuk Bos, Atau mungkin saja. Dia Masih belum datang!" Jawab Pemuda itu.


"Mungkin saja. Karena mereka sudah membuatku Malu. Jadi aku harus tetap menunggu mereka sampai datang!" Ucap Kinan. lalu ia duduk Diruang kerjanya Dion.


Tidak lama kemudian salah satu karyawan yang bekerja di perusahaan milik Yudianto Datang Menemui Kinan. yang sudah duduk di dalam ruangan Kerja Bos mereka.


"Maaf Bu. Apa ada yang bisa Kami bantu?" Tanya Seorang Wanita muda.


"Di mana atasan kalian? kenapa dia Tidak ada Ruang Kerjanya!" Menatap Wanita itu.


"Hari ini pak Dion, Tidak masuk Kerja. Bu," Jawab Wanita itu kembali.


"Tidak masuk kerja?! Memangnya kenapa?" Kembali bertanya.


"Kami juga tidak tahu Bu, Karena Pak Dion Tidak Memberitahukan Alasannya pada kami."


Karena mengetahui Dion tidak masuk kerja. Kinan Bersama Pemuda itu segera pergi dan Mencari tahu keberadaan Keluarga Dion.


Di tempat lain Mila juga sedang mencari keberadaan kedua orangtuanya yang Hingga saat ini belum ia Ketahui.


"Selamat Siang. Apa bisa bertemu Dengan Pak Yudianto dan juga anaknya Dion Pranata?" Tanya Mila Yang Sedang Berdiri di luar kantor Milik Yudianto.


"Siang juga Bu, Maaf bu. Saat ini Pak Yudianto dan keluarganya Tidak ada di kantor ini. Mereka Sedang ada urusan di luar kota, Jadi kalau Ada Urusan penting dengan mereka Bisa menghubungi melalui Ponsel mereka saja Bu." Jawab Lelaki Muda Seorang satpam yang bekerja di Perusahaan Milik Keluarga Yudianto.


"Kemana Perginya mereka, apa Bapak tahu alamat Mereka?" Ulang kembali Mila.


"Tidak Bu, Kami Tidak pernah di beritahukan Kemana mereka pergi." Ucap Kembali Lelaki muda itu.


"Jadi mereka pergi ke Luar kota? Lalu dimana Ayah dan Ibuku, apa mungkin mereka juga sudah Membawah kedua orang tuaku Pergi bersama mereka?" Gumam Mila Dengan Penuh Kebingungan.


Usai sarapan Bersama Dengan Dion dan juga Verry. Caca segera Membawah Segala Piring kotor ke dapur untuk di cuci. Sementara Bu Fatma Sedang menyuapi Makanan Dede Yang Sedang asik bermain Di ruang tengah.


"Ver, Apa kita bisa ke kota hari ini?" Tanya Dion Pada asisten pribadinya itu.


"Bisa bos. Memangnya Bos mau Ke kota ya?" Tanya Kembali Verry.


sekilas dianggukan oleh Dion


"Iya. aku Mau Mencari tahu keberadaan Papa sama Mamaku, karena aku merasa khawatir dengan keadaan mereka yang hingga saat ini Belum juga ada kabarnya," Ucap Dion Menatap verry.

__ADS_1


"Baiklah. Bos, Kalau Begitu aku siap-siap dulu Bos," Ujar Verry Lalu ia segera Masuk ke kamarnya untuk Menggantikan Pakaiannya.


Sedangkan Dion pergi ke dapur Menemui Sang istri yang sedang Mencuci Piring di dapur.


Caca merasa terkejut ketika Dion Memeluknya dari Arah Belakang. Membuat Wanita muda itu Menatap Ke arah Suaminya.


"Ada apa mas, Kenapa Tiba-tiba Jadi Manja Kayak Gitu si?" Tanya Caca. Sambil mendorong Suaminya.


"Memangnya aku tidak boleh Bermanja-manja Sama Istri aku Sendiri ya?" Ucap Dion Menatap Istrinya.


"Nggak Boleh! karena mas Dion masih bau Ketiak!" Ejek Caca. Membuat Dion merasa Lucu Dengan Perkataan Sang istri kepadanya.


"Aku Udah mandi Tau sayang, Masa Di bilang bau Ketiak,


"Yank, Boleh nggak aku ijin Sebentar mau ke kota, aku mau Lihat keadaan papa sama mama Di rumah. masalanya aku merasa cemas sama mereka Berdua. Sejak kemarin belum juga datang Kesini. kabarin kita pun belum," Menatap Istrinya.


"Iya juga Si mas, Apa Terjadi sesuatu sama Papa dan mama ya?"


Semoga saja mereka baik-baik Saja mas, Lalu Kamu Mau pergi dengan siapa mas?"


"Dengan Verry, Sayang. Aku janji Malam nanti aku akan segera balik Jika sudah bertemu papa sama mama." Ucap Dion.


Dan kembali di anggukkan Oleh Istrinya.


"Iya sayang," Singkat Dion.


Dan Tak lama kemudian Verry Segera Keluar dari kamarnya.


"Bos. Apa sudah siap?" Ucap verry


"Iya Sebentar Ver, aku mau Mengambil Ponselku Dulu," Sahut Dion.


Lalu ia pergi Mendekati Anaknya yang sedang Bermain bersama Dengan Fatma di ruang tengah.


"Dede Sayang, Papa Susul Opa sama Oma, dulu Ya. Dede Jangan nakal Di rumah." Ucap Dion Sambil Menciumi Pipi Anaknya. lalu ia Segera pergi Bersama Verry.


Di kediaman Rumah Yudianto pranata. Terlihat sebuah mobil melaju dengan mulus Hingga ke Depan Rumah Yudianto pranata. Mobil itu adalah Milik Kinan Yang Sejak tadi Mondar-mandir Di luar Pagar Depan Jalan Raya. Kinan masih memantau Kedalam sana. Karena sejak Kemarin Rumah Dion Masih tertutup dan tidak ada satu orangpun yang keluar.


"Ada apa Pa?" Tanya Siska.


"Sepertinya Kinan Masih Saja Mondar-mandir Di luar sana. Dan ini akan menyulitkan kita untuk pergi Dari rumah ini." Jawab Yudianto. Yang masih berdiri menatap Mobil Hitam yang Sejak tadi berkeliling Di Sekitar Jalan raya.


"Aku heran sama Wanita itu, Kenapa dia Tidak pernah berhenti Mengganggu Hubungan Dion Dan Istrinya. Pada hal Dia sendiri sudah tahu kalau Dion Tidak mau lagi dengannya, Tapi Dia Tetap saja mau mengganggu Kehidupan Dion." Sambung Siska.

__ADS_1


"Semua ini Adalah kesalahannya Dion, juga Ma. Jika Dion tidak menjalani hubungan itu Dengan Kinan. Mungkin Semua ini Tidak akan pernah terjadi," Balas Yudianto.


"Iya juga si Pa, Terus Bagaimana kita bisa Keluar dari Rumah Ini. Sementara Wanita itu tidak akan pernah berhenti Untuk Datang ke rumah kita."


"Aku juga tidak tahu, Semoga saja sampai sebentar kita bisa segera menemukan Jalan Keluar Dan secepatnya bisa pergi menemui Cucu kita,"


"Iya pa," Singkat Siska. Lalu mereka segera duduk Di ruang tamu.


Dari jalan Yang berlawanan arah menuju kerumahnya. Dion Melihat Sebuah mobil Yang sedang terparkir di Jalan depan rumah Mereka. Dion merasa curiga dengan mobil tersebut. Karena sebelumnya ia juga pernah melihat mobil itu.


"Tunggu Sebentar. kita berhenti di sini Dulu," Ujar Dion Pada Verry.


"Ada apa bos?" Tanya Verry.


"Coba kamu lihat kedepan sana. Itu sepertinya Mobil Sewaan dari Kinan. Kita harus Berhati-hati Jangan sampai terlihat olehnya." ucap Dion.


"Oh. Iya benar bos, Itu mobilnya Kinan. pasti dia sedang Mencari tahu Keberadaan Kita bos," Sambung Verry.


"Kita ikut jalan Belakang Saja. Agar mobil bisa kita perkirakan di Rumahnya Pak Harman."


Kembali Di anggukkan oleh Verry.


Setelah Usai menarik mobil. Dion dan Verry Langsung Keluar dan berjalan Dari belakang Agar tidak di ketahui oleh Kinan.


Tok, Tok, Tok! Suara ketukan pintu dari arah belakang Membuat Yudianto dan Siska terkejut.


"Itu siapa ya Pa, Kenapa bisa Berada di belakang sana." Ucap siksa Kebingungan.


"Sebaiknya kita lihat dulu," Jawab Yudianto. lalu mereka segera pergi ke Belakang Rumah Dan melihat dari lubang kecil yang berada di samping Yudianto.


"Itu Dion, sama Verry," Ucap Kembali Yudianto. lalu ia Segera membuka pintu.


"Pa, ma. Kenapa masih di sini?" Ucap Dion Yang sudah masuk ke dalam.


"Sejak kemarin Kami Tidak bisa kemana-mana Karena Kinan Selalu berada di luar sana. Jika Papa Memaksa keluar maka Wanita itu akan mengetahui Keberadaan Kita di sana." Ucap Yudianto.


"Sebaiknya Papa sama mama Cepat Bersiap-siap. dan Pergi dari Jalan Belakang saja Sama Verry." Ucap Dion Menatap pada kedua Orangtuanya.


"Lalu kamu Bagaimana? Apa kamu Masih ingin bertemu dengannya?" Ujar Yudianto. Menatap Serius pada Putranya.


"Nggak Pa, Aku akan Segera menyusul kalian Tetapi setelah urusanku di sini Selesai." Kembali menatap ayahnya.


Dan Yudianto hanya Menganggukkan Kepalanya Menatap keseriusan Pada putranya itu.

__ADS_1


__ADS_2