Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 81: Bertemu kembali dengan Istrinya


__ADS_3

Setelah melihat Pagar Halaman Rumah Yudianto sudah di Buka lebar oleh pak Yanto. Mila Langsung keluar dari mobilnya


Melihat wanita itu sudah berdiri di samping pak Yanto. Dion Segera Melajukan Mobilnya Keluar dan Hampir menabrak Wanita muda yang sedang berdiri di samping Yanto.


"Dion!" Teriak Mila Menatap mobil Dion yang sudah pergi.


"Sebaiknya non Mila segera pulang, Karena Den Dion sudah pergi bersama kedua orangtuanya." Ucap pak Yanto. Sembari Tersenyum ke Arah Gadis itu.


"Mau kemana mereka pak? Apa mereka mau pergi ke kantor?" Tanya Mila Dengan Cepat


"Saya sendiri juga tidak tahu Non, Soalnya bapa sama Istrinya tidak memberitahu kami." Jawab Yanto kembali.


"Huuuff!! Bapa ini bagaimana si! Harusnya bapa Tuh tanya sama mereka mau kemana!" Cetus Mila dengan Tatapan yang amat kesal.


Yanto Hanya menundukkan Kepalanya tanpa Menghiraukan Perkataan Wanita itu lagi. Lalu Mila Kembali ke mobilnya dan Pergi mengejar Mobil Dion. Lelaki Tua itu hanya tersenyum Tipis Ketika melihat Wanita muda itu sudah pergi.


"Pasti dia akan mengejar Mobil nak Dion," Ucap Yanto


"Kemana perginya mereka? Kenapa Mobil Dion tidak berada di kantor?" Gumam Mila.


Lalu ia kembali Melajukan mobilnya.


Sementara Mobil Dion sudah Melaju dengan Mulus di sepanjang jalan raya Menuju ke Cibubur. Lelaki Muda itu terlihat Sangat Bahagia karena ia bisa Bertemu kembali dengan anak dan istrinya.


Drink Drink..


Suara bunyi ponsel Dion berbunyi dengan sangat kuat di saku celananya.


"Ada apa Bimo?" tanya Dion


("Pak Dion, Tadi mobilnya mila berada di depan Kantor kita Pak,") Timpal Bimo Dari sebrang sana.


"Biarkan saja. perketat penjagaan di sana Jangan Sampai wanita licik itu masuk ke dalam." Pinta Dion.


("Baik Pak Dion,") Balas Bimo Lalu sambungan Panggilan Langsung terputus.


"Ada apa Dion?" Tanya Yudianto.


"Mobil Mila mengikuti kita hingga ke kantor Pa," Jawab Dion. kembali menyetir

__ADS_1


setelah beberapa jam kemudian Mobil Dion dan juga Mobil Verry. tiba di halaman rumah kediaman Heru. setelah memarkirkan mobil mereka Langsung keluar.


Tok Tok. Suara ketukan pintu


Ceklek!


"Pa, ma." Sapa Caca, Saat Membuka Pintu.


"Caca, Bagaimana Kabarmu Nak, Apa kalian baik-baik Saja?" Tanya Siska. lalu Wanita itu langsung memeluk menantunya.


"Alhamdulillah. Pa, ma. Kami baik-baik saja, Mas Dion. Maafkan Aku, mas. karena aku tidak mengabari Mas Dion," Ucap Caca. Menatap Suaminya.


lelaki Muda itu hanya tersenyum lalu ia Segera Memeluk Istrinya dan menciumi dahi kening sang istri.


"Dimana anak Kita sayang, Apa dia Sedang tidur?" Tersenyum menatap Istrinya.


"Iya mas. Dia tidur di kamar sama ayah." Jawab Caca.


"Masuk dulu pa, ma," Ajak Caca


Lalu mereka masuk kedalam rumah Dan Caca segera pergi membangunkan Ayahnya yang sedang tidur bersama anaknya.


Siska dan Fatma Sengaja Membawah beberapa bahan makanan untuk di masak di rumah menantunya.


Yudianto merasa lega karena bisa bertemu Menantu dan cucunya Kembali. Selama ini Mereka sangat merindukan Cucu kesayangan mereka yang sudah dua Minggu tidak berada di Rumah.


Di tempat lain Kirana dan Dito hendak ke rumah Yudianto. untuk mengantarkan sayuran Yang di petik oleh ibunya Dito di kebun. Wanita Muda itu tersenyum hangat ke Arah Lelaki Muda yang selalu setia menemaninya kemanapun ia pergi.


"Andai saja kamu bisa tahu Isi hatiku mas, Mungkin aku Aku akan lebih bahagia." Gumam Kirana dalam hatinya. sambil terus menatap wajah Dito.


Karena merasa dirinya sedang di perhatikan oleh Kirana. Dito Langsung menghentikan langkahnya dan Menatap Kirana tanpa berkedip. membuat Wanita muda itu menjadi Salting di depan Dito. ia Bakan tidak Tahu harus berkata apa saat Dito Sedang Memandanginya. kini Wajah Wanita Muda itu Memerah Bagaikan tomat masak Saat tatapan mata Dito semakin Indah Di pandangannya.


"Kamu sangat tampan mas, Rasanya aku Ingin selalu berada di sampingmu." Ucap kirana dalam Hatinya. lalu Lelaki itu membelai rambut Gadis itu Dan memeluknya Tanpa memperdulikan dimana mereka sedang berada.


Dari sebrang sana sebuah mobil Melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi Menuju Ke arah Dito dan Kirana yang sedang berdiri. setelah melihat Mobil yang Berjalan dengan cepat. Menuju ke Ara mereka. Kirana Mendorong tubuh Dito hingga Terjatuh ke bawah tanah Yang cukup jauh.


Melihat tubuh Kirana sudah tergeletak di jalan raya pemuda itu sangat histeris dan ia pun berlari mendekati Kirana yang sudah tertabrak oleh mobil. demi menyelamatkan Dito Kirana harus menjadi korban tabrakan itu. Dito meminta Pertolongan kepada setiap orang yang berada di situ agar bisa Membawah Kirana Ke rumah sakit. Dito sangat menyesal karena ia tidak bisa melindungi gadis yang sangat ia cintai itu.


Setelah Kirana di bawah ke rumah sakit. Dito Langsung mengirim pesan kepada Verry. Agar bisa membantunya untuk Membayar Biaya rumah sakit untuk Kirana.

__ADS_1


"Ada apa Ver, Kenapa wajah kamu Tiba-tiba Pucat Seperti itu." Ucap Dion


"Non Kirana, Bos!"


"Ada apa dengan Kirana. apa mereka datang ke rumah?" Tanya Kembali Dion.


Namun Verry Menggelengkan kepalanya dengan sangat cepat


"Lalu Kenapa, Apa dia sedang menuju kesini?"


"Non Kirana di tabrak oleh seseorang saat mereka mau Ke rumah kita bos," Ucap Verry.


"Apa? Kirana di tabrak? Siapa yang sudah menabraknya Verry?" Sambung Yudianto dengan terkejut.


"Dito juga tidak tahu Pak. Katanya mobil yang menabrak Kirana berwarna putih." Jawab Verry kembali.


"Sebaiknya Papa bersama Verry, segera ke rumah sakit. kasihan Dito, Pasti dia tidak memiliki Biaya yang cukup untuk pengobatan Kirana." Ucap Dion.


"Iya pa, Sebaikanya ibu juga ikut." Timpal Siska.


Dan di anggukkan oleh Yudianto.


"Siapa yang sudah menabrak Kirana?" Gumam Dion dalam hatinya.


"Siapa mas, kenapa tadi Papa dan mama, Bicara soal rumah sakit. Memangnya siapa yang sedang sakit?" Tanya Caca penasaran


"Kirana. Sayang, Dia di tabrak." Jawab Dion.


Dan wanita itu pun Menjadi lemas Seketika Tubuhnya tidak memiliki kekuatan sehingga gelas teh yang berada di tangannya pun Terlepas begitu saja.


"Sayang, apa kamu baik-baik saja?" Lirik Dion lalu ia segera memberikan tempat duduk untuk Istrinya.


Dan ia membersihkan Bekas Pecahan gelas yang berhamburan di lantai.


"Siapa yang menabrak mba Kirana, mas. Kenapa orang itu sangat tega sama mba Kirana." Ucap Caca Bergelimang air matanya.


"Aku juga tidak tahu sayang, Tapi kamu Tenang saja. Verry akan mencari tahu orang yang sudah mencelakai Kirana." Ujar Dion


"Aku sangat yakin pelakunya adalah Mila. Karena hanya dia yang selalu Menjadi sumber masalah dalam keluarga kami." Ucap Dion dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2