Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 17: Sebuah Rencana


__ADS_3

Seminggu Kemudian Caca Beraktivitas Seperti Biasanya Mencuci Pakaian dan juga Memasak Dan Membersihkan Rumah. Melihat Caca yang Terlalu sibuk Siska langsung Datang Mendekati Caca Yang Sedang Mengepel lantai.


"Ca?" Mama kan Sudah bilang kamu Jangan Terlalu Capek. Ntar bayinya Sakit Lo," Ucap Siska Melarang Caca Untuk beraktivitas.


"Tapi ma, Ini kan Cuma Mengepel lantai saja. Dan Tidak terlalu Berat kok,"


"Pokoknya Mulai hari ini Kamu tidak boleh Kerja lagi. Biar nanti mama akan Cari Pembantu Untuk Mengerjakan Semua Pekerjaan di rumah ini." pangkas Siska


Mendengar hal Itu Caca Merasa Bersalah atas semua yang Terjadi kepada dirinya. Hingga saat ini Caca Masih Takut untuk Mengatakannya yang Sebenarnya pada Siska dan Yudianto.


"Kenapa semua jadi Seperti ini si? Lalu gimana aku bisa Mencari uang untuk ayah?" keluh Caca Menatap Punggung Siska yang Sudah berjalan Ke arah mobil.


"Kenapa kamu melamun?" tanya Dion Yang tiba-tiba Sudah berdiri di belakang Caca.


"Gimana aku nggak melamun, Ibu Menyuruhku untuk tidak Bekerja lagi, Dan ibu Ingin mencari Pembantu lain di rumah ini. Sementara aku Kan Nggak hamil kenapa aku Jadi Seperti ini ya?" gumam Caca Menatap Suaminya.


Mendengar hal itu Dion merasa kasihan pada Caca.


"Gimana kalau kamu Pura-pura Jatuh Dan Kita buat seolah-olah Kamu Keguguran?" usul Dion


"Gimana kalau ibu Sama bapa Mala Kecewa sama aku?"


"Mereka tidak akan pernah kecewa jika itu memang Tidak di sengajakan."


Caca pun Mengikuti Rencana Suaminya itu untuk Berpura-pura Keguguran.


Saat mereka sedang merencanakan hal Yang sudah mereka Buat itu. seseorang datang Tanpa Mengetuk Pintu Terlebih dahulu. Dan ternyata Itu adalah Kirana yang datang untuk menemui Dion. karena Yang ia tau Dion Sudah Kembali ke rumahnya lagi.


Sambil menepuk Kedua tangannya Kirana memasuki Kamar Dion Dengan Tanpa sopan


"Waduuu.. Ternyata Kedua pasangan suami-istri Sedang Berencana untuk Melakukan Sesuatu yang Tidak di ketahui Oleh Om sama Tante." Sindir Kirana Menatap sinis pada Caca.

__ADS_1


"Apa maksudmu Kirana? kenapa kamu bisa ke sini." Tegas Dion


"Aku Sengaja tidak memberitahu Kamu sayang, Karena Aku pengen Bertemu dengan Kamu. Dan aku Minta Maaf Soal Kemarin yang Tidak sempat Mengabari kamu, kan kamu Sudah tau Sendiri kalau aku Orangnya sangat sibuk." Ucap Kirana memainkan Sandiwaranya Di depan Dion.


"Oya? Lalu mana Uang aku? apa kamu Sudah menghabiskannya?" Bentak Dion Menatap tajam Pada Kirana.


"Kok, kamu Ngomongnya Seperti itu si sayang? Mana mungkin aku mau pakai Uang kamu. Sementara aku juga punya uang sendiri Berbeda Dengan istri Aneh kamu itu yang tidak punya Masa depan!" Singgung Kirana


"Cukup Kirana!! Sekarang saya minta kamu Pergi dari rumahku!" menatap Kirana


"Ok. Saya akan Pergi Dari sini, Tapi saya akan Mengirim Vidio rekaman tentang kebohongan Yang Istrimu dan kamu lakukan. Sama Om Dan Tante, Biar mereka tahu kalau kalian sedang membohongi Mereka." Ancam Kirana Sambil Mengambil Ponselnya dari dalam Tas


Dion Merasa Sangat marah pada Gadis itu. Ia Bakan Tidak Bisa Melakukan apa-apa untuk melindungi Caca.


"Jangan Pernah Kirim Vidio itu sama Papa dan mamaku. Kirana!" Ujar Dion


"Memangnya kenapa? Apakah kamu Takut jika Istrimu ini Akan Di Marahi oleh om Sama Tante?"


"Jika kamu mau mengabulkan Permintaanku. maka apapun yang kamu inginkan dari aku, akan aku Penuhi Asalkan kamu Jangan pernah Mengirimkan Video itu." pinta Dion


"Kenapa kamu Tiba-tiba ingin Melindunginya Gadis aneh Itu si sayang? Bukannya Dulu Kamu Sangat Membencinya?"


"Itu urusanku bukan Urusan kamu." Singkat dion Menatap Kirana.


Kirana hanya Tertawa Sambil Mengerutkan Dahinya


"Tadi kamu bilang Sama aku, Kalau Kamu Akan Mengikuti Semua yang aku mau. Sekarang aku Mau tanya sama kamu, Apa kamu Mau Nikah sama aku, dan Menceraikan Istri Kampung mu itu?"


"Maksud kamu apa ya? kenapa Mala bawah-bawah pernikahan dalam Masalah Kita?"


"Ya iya, kan kamu sendiri yang Bilang. Kalau kamu akan Mengikuti semua mau aku, dan aku mau Kamu Itu Harus nikah sama aku!" Tegas Kirana

__ADS_1


"Ya, kalau kamu Memang tidak mau Tidak apa-apa Juga si, aku Bisa langsung Kirim Vidio ini Sama tante atau Om Yudi." kembali mengancam Dion.


Membuat Caca Sudah tidak Tahan lagi dengan Sikap Kirana yang sudah semakin keterlaluan itu.


Karena Kirana Sudah Menjadi-jadi maka Terpaksa Caca Menampar wajah gadis itu hingga Memerah.


pakkk... Kirana merasa kesakitan dengan tamparan dari Gadis itu. membuat Dion Terkejut melihat Keberanian Caca Di depannya itu


"Saya diam bukan karena saya takut Sama mba. Tapi saya masih menghargai Tuan Dion Bersama Kedua orang tuanya. Jadi sebaiknya Mba pergi saja dari Rumah ini sebelum saya melaporkan Semua kejahatan mba Kirana sama Om Dan Tante." ungkap Caca Memberanikan Dirinya melawan gadis jahat itu.


"Memangnya kamu Siapa? bisa mengacam aku Seperti itu?" tegas Kirana sambil Memegangi Pipinya yang terasa sakit itu.


"Saya memang bukan Siapa-siapa. Tapi saya bisa menjadi siapapun jika mba menantang saya!" Ancam Caca Melotot pada Kirana


Dion Sama Sekali tidak bisa berpikir apa-apa Lagi Setelah melihat kedua wanita itu sedang Bertengkar.


"Cukup!! Kirana. Sekarang aku minta kamu pergi dari rumah ini!" bentak Dion


"Ok saya akan pergi dan saya akan mengirimkan bukti Kebohongan kalian sama om dan Tante."


Dengan cepat tangan Caca Merebut ponsel Milik Kirana dan Membantingnya. Lalu ia kembali mengambil sisa Ponsel yang sudah rusak itu


"Kalau Sudah begini apa ada yang bisa mba Kirim lagi?" menatap Kirana


"Dasar kamu wanita jalan!! Kamu pikir ponsel saya itu bisa kamu belih dengan harga gaji perbulan kamu yang hanya Dua jutaan saja? Awas kamu. Saya akan Membalas semua Perlakuan kalian sama aku. camkan itu!! Tegas Kirana lalu ia segera meninggalkan Rumah Kediaman Yudianto dengan di penuhi amarah.


Sementara Dion Mala menatap istrinya dengan beribu-ribu pertanyaan yang Sangat sulit untuk ia Ungkapkan pada Istrinya itu.


"aku nggak nyangka ternyata kamu bisa sehebat itu." puji Dion Tersenyum pada Istrinya.


"nggak kok, tuan. Habisnya dia benar-benar sudah kelewatan."

__ADS_1


"M'mm. gimana kalau kejadian tadi itu kamu bikin Seolah-olah Ini ulahnya Kirana. Mama Pasti akan percaya sama kamu, apa lagi Mama akan melihat Ponsel milik Kirana Masih berada di Lantai ini." usul dion kembali Mengubah Rencana mereka


Caca Pun mengangguk Dengan cepat. Karena menurutnya itu adalah ide yang paling brilian untuk rencana mereka.


__ADS_2