
Saat ini Hati Caca Benar-benar hancur Berkeping-keping. Ia tidak mengerti dengan apa yang sudah Dion perbuat kepadanya.
"Kenapa kamu tega lakuin itu sama aku, Mas. Kenapa?
"Selama ini aku selalu menjaga perasaanku dari orang lain, tapi nyatanya kamu Mala Membuat Aku Menyesal menikah denganMu." Ucap Caca Terus bergelimang air matanya.
"Jangan pernah Mengeluarkan air Mata. Hanya untuk menangisi lelaki seperti itu. Sebaiknya kamu Bangkit dan Perbarui permasalahan di antara kalian Berdua," Ucap Stefan. Mendekati Caca.
"Aku tidak bisa memaafkan atas apa yang dia perbuat sama aku, Tuan. Mungkin memang ini Jawaban dari Cinta kami yang Tidak pernah kami inginkan dari sebelumnya," Balas Caca.
"Tapi kamu masih punya seorang anak. Dan dia masih butuh kasih sayang dari kalian berdua, Apa kamu tega melihat anakmu tumbuh tanpa Seorang ayah?"
"Nggak tuan. masih ada ayahku. Anakku akan terbiasa tanpa seorang ayah." Menatap Stefan.
"Baiklah. Aku Hanya Memberi kamu saran saja, Jika Memang Kamu belum bisa memaafkan dia. Sebaiknya Pikir-pikir Dulu baru kamu bisa Memutuskan Apa yang terbaik untuk kamu dan Anakmu." ucap Kembali Stefan.
"Kita pulang yuk. Ini sudah Sore Ayah pasti sudah mencari kita," ajak Stefan
Dan hanya di anggukan oleh Caca.
"Iya tuan." singkat Caca Lalu Ia pun segera Pulang bersama Stefan.
Sementara di kediaman Baru milik Yudianto Pranata. Dion Baru saja Kembali bersama dengan Verry. pemuda itu terlihat lesu dan Dan tak bersemangat. Membuat Yudianto dan Siska Menatap Dion Penuh Kebingungan.
"Ada apa dengan Dion, Verry?" Tanya Yudianto pada Verry.
"Aku juga tidak tahu Tuan. soalnya saat aku Kembali dari makan siang. Bos Dion sudah terlihat seperti itu." Jawab Verry.
"Apa dia mengalami Masalah saat Kalian Bertemu dengan Klien di sana?" sambung Siska.
Dan Verry Kembali Menggelengkan Kepalanya.
"Setahu Saya, tidak ada Masala di sana Bu." Jawab kembali Verry.
"Lalu apa yang membuatnya seperti itu."
"Tidak tahu Tuan." Singkat Verry.
Mungkin kali ini hubungan Di antara Dion dan Caca akan berakhir. Karena Caca sama sekali tidak bisa memaafkan Dion.
__ADS_1
Tok Tok! Suara ketukan pintu Di depan kamar Dion.
Namun pemuda itu sama sekali tidak mempedulikan suara ketukan pintu itu.
Ceklek.
Pintu di buka oleh Siska.
"Dion! apa yang terjadi denganMu. kenapa Kamu Terlihat Murung Seperti itu nak, Apa yang sudah terjadi?" Tanya Siska Sambil Duduk di samping Putranya.
"Ma. Apa aku masih pantas untuk memperbaiki Hubungan pernikahanKu dengan Caca, Ma?" tanya Dion Menatap serius pada ibunya.
"Memangnya ada apa. Kenapa kamu bertanya seperti itu, Apa kamu sudah bertemu dengan istrimu?" kembali bertanya.
"Tadi aku bertemu dengannya Di Samping Caffe.
Tapi aku sudah melakukan kesalahan besar sama dia. Dan mungkin dia tidak akan pernah kembali sama aku lagi Ma,"
"Apa yang kamu sudah perbuat sama dia, Dan kenapa istrimu bisa berada Di Jogja Dion?"
"Seseorang sudah menemukan dia terdampar di pantai. Dan katanya ada orang yang sudah Berusaha Mencelakai dia sehingga membuangnya ke pantai dan di temukan oleh Sepasang suami-istri. Tapi Masalahnya Aku sudah menduakan Dia ma."
"Apa yang sudah terjadi sama Pikiran kamu Dion! Kenapa kamu bisa melakukan hal itu sama Caca, Apa Kamu tidak bisa menahan PikiranMu itu Hingga Istrimu kembali? Mama benar-benar Kecewa sama kamu Dion, Mama pikir Kamu bisa menjaga perasaan istrimu dengan baik. Tapi nyatanya kamu sendiri yang sudah membuat api dalam rumah Tangga Kalian berdua." Menatap Dion dengan sangat marah.
"Tolong maafkan aku, Ma. Aku tahu aku salah Dan aku akan mencoba memperbaiki Kesalahan aku sama dia ma." Ucap Dion Bersujud di Bawah kaki ibunya.
"Bukan sama mama Kamu minta maaf. Tapi kepada istriMu, Mama harap kamu tidak mengecewakan Hati Ayahmu Dion,"
"Apa menurut mama. dia akan Memaafkan aku, Setelah apa yang sudah aku lakukan ini Ma," Menatap ibunya.
"Mama sendiri Tidak terlalu yakin apa dia bisa memaafkan kamu, atau tidak. Karena hati seorang wanita Sekali ia terluka maka Ia tidak bisa memaafkan Apa yang sudah terjadi. Tapi Sebaikanya kamu harus berusaha Untuk membuktikan Semua itu kepada istrimu."
Sementara dari luar sana. terdengar suara klakson mobil dengan berulang-ulang kali. membuat Pak Yanto harus segera keluar untuk Melihat Siapa Yang ada di luar sana.
Pintu Gerbang di buka lebar-lebar oleh pak Yanto. Dan mobil itu segera memasuki halaman rumah kediaman Yudianto dengan Cepat.
Setelah menutup kembali pintu gerbangnya. Pak Yanto pergi menemui seseorang yang baru saja datang itu.
Seorang wanita keluar dari dalam mobil itu sambil membawa Sebuah Koper Pakaian.
__ADS_1
"Selamat malam Non." Sapa Pak Yanto dengan ramah pada wanita itu.
dan Kinan Hanya Tersenyum sinis pada lelaki Dewasa itu.
"Dimana Dion? Apa dia sudah kembali ke rumah?" Tanya Kinan.
"Den Dion sedang berada di kamarnya. mungkin dia kecapean Non." Balas Pak Yanto kembali.
Lalu dengan cepat Wanita itu menarik kopernya dan segera masuk ke dalam Rumah.
Pak Yanto hanya menatap Punggung Gadis yang sudah berjalan masuk ke Dalam Rumah itu.
"Kinan?" lirik Yudianto Dengan sangat terkejut ketika melihat Kinan Membawah sebuah koper Pakaian ke dalam rumahnya.
"Om, Dion dimana. Aku mau ketemu sama dia!" ucap Kinan Manja.
"Dion di kamarnya. memangnya ada kepentingan apa kamu mau menemuinya Malam-malam Begini Kinan?" menatap Kinan
"Ada yang harus aku bicarakan dengan Dia Om. Ini menyangkut Harga diriku." Jawab Kinan
"Memangnya apa yang sudah terjadi sama kamu, Dan apa yang sudah anakku perbuat sama kamu Kinan?" Kembali bertanya.
"Jadi om Belum tahu ya, Kalau Seminggu ini Dion Sudah Tidur bersamaku. Dan aku juga baru tahu Kalau Dion Sudah memiliki seorang istri dan anak. Tapi bagiku itu tidak penting! Karena yang aku Minta adalah pertanggungjawaban Dari Lelaki yang sudah Menghamili aku!" Tegas Kinan Penuh Kebohongan di depan Yudianto.
Mendengar Perkataan Wanita muda itu. Jantung Yudianto terasa Sesak Dan ia kesulitan untuk Berbicara Hingga Ia pun Menjatuhkan dirinya di sofa ruang tamu.
Dengan cepat pak Yanto Membawah Yudianto ke kamarnya. dan Segera Memberikan Air mineral dan obat Jantung untuk Yudianto.
"Minumlah Tuan. Jangan terlalu Pikirkan perkataan Non Kinan Tuan, Mungkin saja ia mencoba untuk Merusak Rumah tangganya Den Dion dan Non Caca." Ucap Pak Yanto.
Setelah melihat Kinan sedang duduk di ruang tamu. Siska Langsung menemui wanita yang sedang duduk sambil meminum secangkir Teh Hangat yang ia pesan pada Bi Fatma.
Wanita itu terlihat sangat Egois dan tidak mempunyai rasa malu sedikitpun.
"Apa yang kamu lakukan di sini Kinan?" Tanya Siska Sambil Duduk di samping Kinan.
"Aku mau Tinggal di sini Tante! Kan sekarang aku sudah menjadi Calon menantu di rumah ini juga!" Ucap Kinan dengan Santai.
"Apa? Kamu ingin tinggal di sini? Sejak kapan kamu menjalani hubungan secara diam-diam dengan anakku, Dan apakah kamu tidak tahu kalau Dion sudah beristri dan memiliki seorang anak?" tanya Siska dengan sangat marah.
__ADS_1
"Utsssss. Aku tidak perduli Tante! Bagiku Dion harus segera menikahi aku, Jika tidak maka aku akan Membuat Semua rencana kalian berantakan!" ancam Kinan Menatap Siska dengan tajam.