Di Paksa Menikahi Teman Baikku

Di Paksa Menikahi Teman Baikku
Mulai Merasa Aneh


__ADS_3

Di ruang kelas kampus, Rizki yang sedang asik mengobrol dengan Gerald dan Saga, juga tak lupa Larisa yang berada di sampingnya itu tiba tiba saja fokusnya beralih menatap Melodi yang baru saja tiba di kelas dengan ekspresi aneh.


"Hay guys." Ucap Melodi pada teman sekawanannya itu.


"Udah selesai pacarannya Mel?" Tanya Gerald.


"Bilang tu sama cowok kamu lihat lokasi kalau mau ajak pacaran anak orang." lanjut Gerald lagi, pasalnya Anzas suka sekali menculik Melodi tiba-tiba ketika mereka sedang berkumpul. Itu sebabnya dia kurang menyukai Anzas yang terkesan memonopoli teman wanita satu-satunya mereka itu.


"Apa sih Ger." Ucap Melodi cuek.


"Tuh anak satu udah aku bilangkan, entar lama-lama Melodi dilarangnya gabung sama kita. Bucin ko segitunya." sambung Saga menimpali.


"Syirik banget sih kalian berdua." Ucap Melodi sambil memainkan mulutnya mengejek kedua temannya itu yang selalu saja sensi jika berhubungan dengan Anzas.


Rizki tak berbicara apapun dan hanya diam saja sambil memainkan ponselnya hingga tak berselang lama dosen pun memasuki ruang kelas mereka.


Enam puluh menit telah berlalu, dan dosen pun mengakhiri kuliahnya dan pamit undur diri dari kelas itu.


"Sayang temani aku ke supermarket yah, bahan makanan di apartemenku habis soalnya." Ujar Larisa setelah dosen meninggalkan ruangan kelas mereka.


"Iya sayang." Ucap Rizki sambil melirik Melodi.


"Ger Atau Saga deh, aku balik sama sala satu di antara kalian yah. Aku nggak bawah mobil soalnya." Ucap Melodi.


"Emang mobil kamu kemana Mel?" Tanya Saga mengernyit.


"Nggak usah banyak nanya, boleh nggak nih?" Ucap Melodi lagi.


"Sama aku aja, Kan searah." Ucap Gerald.


..."Astaga aku lupa lagi, kan aku sama Rizki lagi nginap di hotel." Batin Melodi....


..."Eh tapi nggak papa juga sih bisa mampir sebentar ketemu tante, kan Rizkinya juga nggak langsung pulang." Batinnya lagi....


"Oke, dengan senang hati." Ucap Melodi semangat.


"Nanti malam kita ngumpul di cafenya Rizki yah, sekalian ngerjain tugas barusan." Ajak Saga.


"Boleh." Ucap Gerald antusias, bagaimana tidak sudah pasti perut mereka akan terjamin dengan diskon yang mereka dapatkan dari sang pemilik cafe. Siapa lagi kalau bukan Rizki.


"Aku ngikut aja." Ucap Melodi.


"Gimana ki?" Tanya Saga memastikan sang pemilik tempat.


"Aku tunggu di tempat." Ucap Rizki.

__ADS_1


"Ikut ya sayang." Ucap Larisa dan Rizki hanya menganggukkan kepalanya.


Kemudian mereka pun berpencar untuk kembali ke tempat mereka masing-masing.


"Kamu nggak di jemput si bucin?" Tanya Gerald ketika dirinya dan Melodi sudah berada di mobil dan mulai menjalankan mobilnya itu.


"Kan pulang bareng kamu." Melodi menjawab singkat karena dia sedang sibuk membuka pesan masuk di ponselnya.


Pesan yang di kirimkan Rizki yang memberitahu jika dia akan menjemput Melodi setelah habis mengantar Larisa pulang.


"Kenapa?" Tanya Gerald Yang tak sengaja melihat raut wajah temannya yang berubah.


"Eh enggak papa." Ucap Melodi biasa.


Kini mobil yang di tumpangi Melodi sudah berada di parkiran apartemen.


"Makasih yah." Ucap Melodi Ketika membuka pintu untuk turun.


"Mau aku jemput entar malam nggak?" Tanya Gerald.


"Nggak usah, aku sendiri aja. Kamu balik hati-hati, jangan ngebut. Awas loh." Ujar Melodi sebelum akhirnya menutup pintu mobil milik Gerald dan melambaikan tangannya. setelahnya dia pun menuju life apartemennya yang kini telah di tempati oleh tante Mia.


Melodi langsung masuk saja ke apartemen itu karena ternyata sang tante tak mengganti pin masuknya.


"Tan, Tante Mia." Ucap Melodi menuju kamar nya.


"Mendadak tan, Papi sama Mami kemana? Kok tadi Melodi nggak lihat sepatu mereka di rak depan." Ucap Melodi Karena setahunya besok pagi baru kedua orang tuanya itu balik ke kota mereka.


"Lagi jalan jalan sayang, biasa lah kamu pasti tahu Mami kamu kan shoping dulu baru bisa pulang." Ucap sang Tante terkekeh jika mengingat kelakuan kakak iparnya itu.


"Hahaha, Paham aku Tan." Ucap Melodi ikut tertawa.


"Eh kamu sendiri Mel, mana suamimu?" Tanya Tante Mia karena tak melihat keberadaan Rizki.


"Ada urusan Tan, bentar lagi juga nyusul ke sini." Ucap Melodi.


Kedua orang beda generasi itu pun mengobrol banyak, mulai dari kedatangan sang Tante ke sini sampai dengan urusan percintaan Sang Abang Bima.


Hingga akhirnya terdengar langkah bunyi pintu apartemen yang terbuka, mengakibatkan Melodi berlari keluar karena dia berpikir itu pasti kedua orang tuanya. Dan benar saja itu mereka.


"Mami, Papi." Ucap Melodi menyapa.


"Eh sayang, udah lama datangnya yah?" Ucap sang Mami.


"Nggak terlalu lama Mi." Jelas Melodi.

__ADS_1


"Eh iya sayang nih mami beliin kado pernikahan buat kamu sama Rizki, tapi nanti bukanya bareng suami kamu aja." Ucap sang Mami ketika mereka sudah duduk di sofa ruang tamu.


"Pi mana kado dari papi." Ucap Melodi beralih pada sang Papi.


"Nih." Ucap Pak Darma sambil menyodorkan tiket bulan madu yang tinggal di kroscek tanggal resmi keberangkatan saja menuju Turki.


"Pi ini bener ke turki?" Tanya Melodi bahagia soalnya saat ini tempat yang ingin dia kunjungi saat ini adalah Turki tepatnya di Cappadocia dan tentunya Istiklal Street yang terkenal di turki itu.


"Ya sayang, sesuaikan dengan jadwal libur panjang kuliah kalian aja sayang. Baru setelahnya beri tahu Papi." Ucap sang papi yang begitu paham keinginan anaknya itu, pasalnya Melodi pernah memberi saran kepada keluarga besarnya untuk pergi ke sana. Namun karena kesibukan masing-masing akhirnya mereka tak kunjung pergi.


"Papi tahu aja sih, makasih Pi" Ucap Melodi sambil mencium pipi sang Papi.


"Mami nggak di cium ni, itu ide Mami juga loh." Ucap Sang mami hingga membuat Melodi ikut mencium serta memeluk Maminya juga.


"Asiknya yang mau ke tempat impian" Goda sang Tante yang hanya sedari tadi melihat obrolan keluarga bahagia itu.


"Ikut kita aja Tan." Ucap Melodi serius.


"Nggak mau jadi obat nyamuk." Seloroh Tante Mia.


"Yasudah." Ucap Melodi Kemudian terdengar pintu apartemen yang di buka dari luar dan tampaklah sosok Rizki yang baru saja masuk.


"Sore Mi Pi Tan." Ucap Rizki menyapa.


"Sore sayang, Kalian nggak barengan datangnya?" Tanya Mami Melodi.


"Tadi Iki ada urusan penting Mii, makanya Melodi kesini dulu." Ucap Melodi mewakili Rizki.


"Mami bawa apa nih, kayanya enak." Ucap Melodi mengalihkan agar Maminya tak banyak bertanya lagi sambil dia membuka kemasan makanan yang di bawa Maminya itu.


"Oh iya tadi Mami beli banyak seafood, ayo kita makan bareng Ki." Ajak Mami.


"Iya Bun."


Mereka pun makan bersama sebelum akhirnya Rizki dan Melodi pamit balik ke hotel.


"Sayang, besok jangan lupa datang yah. Anterin Mami sama Papi balik besok." Ucap sang mami di ambang pintu mengantar mereka berdua.


"Siap Mami." Ucap Melodi sebelum akhirnya Pamit pulang pada semua.


Mereka pun kembali pulang dengan Rizki sebagi pengemudi. Hanya ada keheningan sepanjang perjalanan mereka.


"Kamu baliknya kok lebih awal, Larisa nggak jadi belanja?" Tanya Melodi pada akhirnya, dia merasa aneh dengan situasi ini. Situasi yang tak pernah terjadi di antara mereka.


"Jadi, tapi aku tinggal." Ucap Rizki membuat Melodi melongo menatapnya.

__ADS_1


"Hah, Kok bisa?" Ucap Melodi tak percaya.


__ADS_2