Di Paksa Menikahi Teman Baikku

Di Paksa Menikahi Teman Baikku
Kamar Hotel


__ADS_3

"Bang." Sapa Rizki pada Bima yang sedang duduk berdampingan dengan istrinya itu.


"Yah adik ipar, kenapa?" Tanya Bima yang pura pura tak mengerti dengan panggilan dari suami adiknya itu. Dia pikir mengerjai kedua pengantin baru ini kayanya seru.


"Emmm." Ucap Rizki yang salah tingkah sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal sama sekali, tak tahu harus berkata apa untuk abang istrinya itu.


"Aiih, kelian berdua kenapa sih." Ucap Bima jahil.


"Ih abang, ucap Melodi mencubit pinggang sang abang yang terus saja jahil.


"Aw sakit dek, galak amat sih. Ki nih bawa istri kamu sadis amat jadi ade." Ucap Bima yang pura pura kesakitan, dia berdiri dari duduknya dan berjalan meninggalkan kedua pasangan baru itu. Dia tak tega melihat mereka berdua terus saja salah tingkah, maka bima memutuskan tak lagi menggoda mereka.


"Ayo mel." Ajak Rizki yang langsung di patuhi melodi. Rizki berjalan terlebih dahulu kemudian di ikuti Melodi di samping agak belakang rizki.


"Ki kita mau kemana? tidak izin dulu sama keluarga, kok kita langsung pergi sih?" Tanya melodi karena Rizki tak berkata sepatah katapun.


"Ke kamar, udah aku minta izin tadi. ayok cepat buruan ngantuk nih gue." Ucap Rizki sambil berbalik dan menggandeng tangan melodi karena gadis itu berjalan begitu pelan.


"Pelan pelan dong ki, aku susah jalannya ni." Ucap melodi kesal.


"Iya iya bawel." Ucap Rizki sambil memelankan langkahnya mengikuti langkah melodi.


"Masih jauh kamarnya ya pak?" Tanya Rizki pada manajer hotel yang sedari tadi bejalan berdampingan dengan Rizki.


"Nih udah sampai, silahkan masuk semoga betah disini......" Ucap sang manajer saat tiba di depan kamar yang di sana sudah terdapat pelayan hotel yang sudah menunggu untuk menyambut pengantin baru itu.


Manajer hotel kemudian menjelaskan sedikit tentang fasilitas kamar yang tersedia, dan kemudian meninggalkan kedua pasangan tersebut. Di kamar itu juga sudah di siapkan dinner romantis khusus untuk pasutri baru itu.


Setelah manajer dan pelayan hotel meninggalkan mereka, kamar pun kembali sunyi tanpa suara apapun dari kedua makhluk penghuni kamar itu. masing masing sibuk dengan pikiran masing masing.


"Ki, mel." Panggil Rizki dan melodi bersamaan.


"Kamu duluan." Ucap melodi.


"Bisa nggak kita nggak jaim jaim gini, ini bukan kita banget mel. Ayolah kita bersikap biasa aja seperti biasannya, kamu pasti nggak nyaman kan di situasi seperti ini.?" Ucap Rizki mengeluarkan pendapatnya yang sudah sepanjang jalan menuju kamar ini dia pikirkan.


Dia merasa aneh dengan keadaan ini. Karena mereka sudah terlalu terbiasa dengan sikap tak tahu malau satu sama yang lainnya, maka jika sekarang dalam situasi seperti ini serasa dirinya begitu tak yaman.


"Iya aku juga nggak nyaman seperti ini, rasanya aneh banget kita mendadak jadi pendiam. Apa solusi kamu buat hubungan kita ini ki? aku mau kamu tetap jadi temenku nggak lebih." Ucap Melodi yang juga sepemikiran dengan Rizki suaminya itu.


"Gimana kalau didepan orang tua kita bersikap biasa selayaknya suami istri, tapi kalau aku sama kamu cuman berdua ya seperti biasa sebelum kita belum menikah dan tak perlu ikut campur urusan pribadi masing-masing. Gimana?" Saran Rizki untuk masalah mereka.


"Aku setuju, kalau itu." Ucap Melodi senang.

__ADS_1


"Oke kita sepakat yah, oia kamu tadi mau bilang apa ke aku." Sepakat Rizki sekaligus bertanya perihal tadi Melodi memanggilnya.


"Sudah kamu wakilkan, udah aku mau mandi dulu." Ucap melodi sambil beranjak menuju kamar mandi masih lengkap dengan balutan kebayanya itu.


Melodi tiba tiba saja mengurungkan niatnya untuk masuk setelah mengingat sesuatu.


"Ki pakaian kita ada nggak yah? kan kita nggak bawa tadi." Tanya melodi setelah sadar akan hal itu.


Melodi tak mau seperti kejadian di novel yang sering dia baca. Tahu kan kalian reader, insiden kecerobohan sang pengantin tak bawa baju ganti. Dan melodi tak mau itu terjadi padanya.


"Tuh di lemari, udah di siapin sama ibu dan mami kamu." Ucap Rizki yang sedang berbaring di tempat tidur, dia cukup capek untuk hari ini itu sebabnya dia pingin tidur sepuasnya.


Melodi berjalan mendekat ke lemari yang tersedia di kamar itu, kemudian membukanya.


"Kenapa baju kita banyak banget ki, emang kita mau lama di sini apa?" Tanya melodi saat melihat Lemari yang cukup penuh dengan banyak baju baju mereka.


"Seminggu nginap di sini, ulah tu orang tua kita. Jangan ganggu aku lagi mel, aku ngantuk nih." Ucap Rizki yang merasa terganggu jalannya menuju dunia ternyaman dengan pertanyaan-pertanyaan Melodi.


"Hah satu minggu!!!!" Ucap melodi kaget.


"Mel." Kesal Rizki.


"Lalu kuliah kita gimana ki." Tanya melodi tak menghiraukan kekesalan rizki yang mulai terganggu oleh ulahnya.


"Iya iya, jawab pertanyaan gue yang terakhir ki. janji aku nggak bakalan ganggu lagi." Ucap Melodi kekeh dengan ke keingintahuannya.


"Kita bakalan tinggal di sini selama seminggu. Kalau kuliah kita akan tetap pergi, walaupun kita berdua udah di izinin nggak masuk. Apa lagi yang mau kamu tanya, cepat aku ngantuk nih?


Ucap Rizki menjelaskan sambil memberi melodi waktu untuk bertanya lagi.


"Nggak itu aja." Ucap Melodi langsung mengambil baju gantinya.


Rizki kemudian kembali merebahkan dirinya setelah sang istri tak bertanya lagi.


Sebelum menutup lemari Melodi melihat tas di pojok bawah lemari yang begitu di kenali nya. Melodi tersenyum akan benda itu.


"Uh Mami tahu aja sih kebutuhanku, love you mi." Ucap Melodi girang dengan suara yang tak terlalu besar, agar tak mengganggu tidur rizki lagi.


Bagai mana Melodi tak bahagia jika sang mami telah menyiapkan alat mandi sekaligus perlengkapan kecantikannya di tempat yang selalu dia bawa jika sedang pulang ke kota kelahirannya yaitu kediaman orang tuanya itu. Itu sebabnya sang mama tahu itu.


Sebelum ke kamar mandi Melodi terlebih dulu membersihkan riasannya di depan cermin meja rias kamar hotel itu, setelahnya baru di bergegas ke kamar mandi.


"Aduh kenapa susah sih resleting bajunya, masa Ku harus minta tolong iki sih. Malu dong, ah sebel." Ucap Melodi kesal kerena kesusahan membuka resleting kebayanya itu.

__ADS_1


"Ah aku bisa pasti bisa. Ayo mel usaha sedikit lagi."Ucap Melodi menyemangati dirinya sendiri.


Setelah hampir tiga puluh menit akhirnya dia bisa juga melepas baju kebaya itu.


"Uhhhh, leganya." Ucapnya setelah berhasil melepas baju itu.


Melodi pun menjalankan ritual kesukaan semua wanita itu selama kurang lebih 20 menit.


Setelah itu dia langsung berpakaian langsung di kamar mandi, barulah dia keluar.


"Ki kamu nggak mandi." Ucap Melodi yang sedang memakai krim malam rutinnya itu, namun tak mendapatkan jawaban dari Rizki.


Melodi pun menengok pada sang teman yang begitu pulas dalam tidurnya.


"Ki ayo bangun mandi, setelah itu kita makan malam. Udah lapar banget nih aku." Ucap Melodi sambil mengguncangkan tubuh rizki berharap dia akan bangun.


Dengan malas rizki pun bangun, karena dia juga merasakan lapar.


Rizki langsung bergegas menuju tempat makan tang sudah di siapkan pihak hotel untuk mereka.


"kamu nggak mandi dulu ki, ko langsung makan." Ucap Melodi sambil berjalan mengekor di belakang Rizki


"Entar aja, mau makan dulu." Ucap Rizki langsung duduk di mejanya dan di susul Melodi di depannya.


"Romantis banget nih mereka nyiapinnya, sayang salah sasaran." Ucap Melodi yang cukup kagum dengan dekorasi meja makan mini yang di siapkan oleh pihak hotel untuk mereka.


"Hum, lumayan." Ucap Rizki cuek.


Mereka pun mulai menyantap hidangan spesial itu.


"Besok aku ke kampus, kalo kamu?" Tanya Rizki.


"Yah iya lah, bisa mati bosan aku kalau cuman di kamar doang."


"Tapi gimana orang tua kita?" tanya Melodi.


"Katanya sih Nyokap bokap aku besok udah pulang, nggak tahu kalau orang tua kamu. Jadi aku bisa ke kampus besok." Ucap Rizki.


"Kata mami mereka mau nginap di apartemen aku dulu dua hari baru balik." Ucap Melodi


"Oh iya, nanti kamu tinggal di apartemen aku. Barang-barang kamu juga sudah di pindahin sama orang tua kita. Katanya apartemen kamu mau di tinggalin sementara waktu sama tante Mia." Ucap Rizki membuat Melodi Shock.


"Haaaaah..." Ucap Melodi tak percaya.

__ADS_1


__ADS_2