Di Paksa Menikahi Teman Baikku

Di Paksa Menikahi Teman Baikku
Kehangatan Keluarga Melodi


__ADS_3

"Mel cepat dikit dong, udah lapar ni aku." Ucap Rizki karena Melodi Tak kunjung selesai mandinya.


"Kamu duluan ke bawa aja Ki, sebentar lagi aku nyusul." Teriak Melodi dari dalam kamar mandi.


"Nggak, barengan kita. Ayo cepat." Ucap Rizki lagi.


"Ish, ganggu banget orang lagi berendam juga." Ucap Melodi saat baru keluar kamar mandi.


"Lagian orang kalau mau berendam itu sore hari, ini malah pagi." Ucap Rizki bagai emak-emak.


"Yah suka-suka aku lah, setelah kita nikah kamu makin kesini makin cerewet Ki. Heran aku." Ucap Melodi sambil melangkah menuju walk in Closet miliknya hanya dengan menggunakan piyama mandinya serta handuk kecil yang membungkus rambutnya yang basah.


Melodi memutuskan untuk memakai pakaian rumah miliknya yang sudah lama tak ia pakai itu.


Rizki yang melihat itu, kemudian dia langsung menuju balkon kamarnya agar Melodi lebih leluasa untuk berganti pakaian.


Sejak menikah sampai sekarang keduanya selalu mengerti tanpa diminta jika saat salah satu di antara keduanya mau berganti pakaian, mereka akan dengan sendirinya langsung keluar untuk membiarkan yang lain bebas bergerak.


"Ayo ki, aku udah selesai." Panggil Melodi ketika dirinya telah selesai berganti pakaian tanpa memoles wajahnya sedikitpun, karena mengingat tadi Rizki mengatakan dirinya sudah sangat lapar. Bahkan rambutnya pun di biarkan tanpa di sisir namun tetap terlihat sedap di pandang pokonya.


"Itu rambut kenapa nggak di sisir dulu?" Tanya Rizki ketika melihat rambut Melodi yang masih basah dan di biarkan begitu saja tanpa di sisir.


"Cerewet banget sih, katanya lapar. Pake acara rambut aku di komen segala." Ucap Melodi langsung berjalan mendahului Rizki.


"Aku cuman nanya doang, malah diomelin." Ucap Rizki sambil menggaruk kepalanya yang tiba-tiba saja minta untuk di garuk sambil mengikuti langkah Melodi.


"Pagi Mi, Pi." Ucap Melodi sabil mencium pipi Mami Dan Papinya bergantian.


"Pagi Pi, Pagi Mi." Ucap Rizki dan langsung duduk di kursi seberang depan Papi mertuanya.


"Pagi sayang sayangnya Mami." Ucap Mami Eka menyambut anak dan menantunya.


"Pagi juga sayang, pagi Ki. Gimana tidurnya, nyenyak?" Ucap papi Mertua Rizki itu.


Ucapan Papi Darma membuat Melodi langsung menatap kearah Rizki menunggu jawaban dari pria itu sambil dirinya memposisikan diri duduk di sebelah suaminya itu.


Seketika Rizki langsung mengigat kejadian tadi di pondok taman belakang itu membuat dirinya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Papi mertuanya itu.


"Ki Kok senyum doang." Ucap Papi Darma lagi.


"Eh maaf Pi. Nyenyak Pi nyaman lagi." Ucap Rizki sambil tersenyum menatap Melodi. Dan hal itu tak lepas dari pandangan Mami Eka dan beliau pun ikut tersenyum akan hal itu. Itu tandanya Rizki bahagia berada dekat dengan Putri semata wayang mereka.


"Udah Pi nggak usah di tanya lagi, ayok kita mulai aja makannya." Ucap Mami Eka sambil Mengambil nasi dan lauk pauk untuk suaminya.


"Hey Mel ambil dulu buat suamimu, masa kamu ambil duluan buat kamu." Sewot Mami Eka saat Melihat melodi hanya mengambil makanan untuk dirinya sendiri.


"Iya ini juga mau di ambilkan." Ucap Melodi sedikit terpaksa


"Mau yang mana mas?" Tanya Melodi menggunakan sebutan mas untuk Rizki sesuai dengan perintah Maminya pagi tadi.

__ADS_1


"Sama kaya kamu aja." Ucap Rizki sambil tersenyum dan fokus melihat pergerakan Melodi.


"Coba kaya gini tiap hari Mel, pasti bahagia setiap hari aku." Batin Rizki.


"Makasih sayang." Ucap Rizki menerima piring dari tangan Melodi.


"Hmmm." Ucap Melodi dengan gumaman saja.


"Pi, Bang Bima nggak balik minggu ini yah." Tanya Melodi saat sudah di perjalanan makan.


"Katanya sih nggak balik, soalnya lagi sibuk buat buka cabang cafe yang baru." Jelas Pak Darma


"Abang sekarang hebat yah, udah berhasil buktiin dong sama Papi. Iya kan Pi." Ucap Melodi sambil menaik turunkan keningnya.


"Iya iya, Tapi suamimu juga hebat masih kuliah tapi sudah punya beberapa cafe juga. Iya kan Ki." Ucap Papi Darma tak mau kalah.


Rizki hanya membalasnya dengan senyum.


"Cuman satu pi Cafenya, Iya kan Mas cuman satu." Ucap Melodi karena yang dia tahu Rizki hanya memiliki satu cafe saja yaitu kafe yang sering dia dan teman-temanya datangi itu.


"Emang kamu nggak tahu Mel." Ucap Papi Darma sebelum Rizki menjawab.


"Rizki belum sempat cerita aja Pi sama Melodinya. Entar kapan-kapan pasti Rizki ajak kok untuk lihat langsung cafe yang lainnya." Ucap Rizki membuat Melodi memicingkan matanya.


Melodi jadi bingung kenapa Papinya lebih mengenal Rizki di bandingkan dirinya yang sudah lebih mengenal Rizki lebih lama dari sang Papi. Bahkan Papinya hanya bertemu paling tiga hari doang.


"Yah kita kan sibuk kuliah, sibuk beliin perabotan apart, sibuk beresin, dan juga langsung kemari. Mana sempat buat ngobrol santainya ya kan." Ucap Rizki menjelaskan.


"Iya Mel, mungkin Rizki belum nemuin waktu yang tepat kan. Toh juga baru menikah sebentar." Ucap Mami Eka menengahi.


Melodi pun akhirnya tak protes lagi. Mereka makan sambil Papi Darma dan Rizki mengobrol soal bisnis dengan papi mertuanya, sedangkan Mami Eka dan Melodi hanya menjadi pendengar setia saja.


Setelah Sarapan selesai Rizki langsung di ajak Papi darma untuk bermain Badminton di halaman belakang khusus ruang olahraga di rumah itu.


Sedangkan Melodi dan Maminya menghabiskan waktu untuk membuat cemilan kesukaan Melodi agar di bawa pulang nanti.


Sudah kebiasaan jika Melodi sedang libur dan berkunjung, maka wajib baginya untuk membawa pulang cemilan buatan sang Mami untuk di bawa ke apartemen.


"Mi kita buat yang Isi selai nanas juga yah, soalnya Mas Rizki suka itu." Ucap Melodi karena dia mengingat ketika Rizki datang berkunjung ke apartemennya pasti Nastar selainya pasti habis di makan sama Rizki.


"Siap laksanakan." Ucap Sang Mami semangat.


Dengan di bantu Kedua asisten Rumahtangga di rumah itu akhirnya semua cemilan pun selesai dan hanya menunggu antrian di oven saja.


"Akhirnya selesai juga, tinggal tunggu matang doang nih." Ucap Melodi.


"Makasih Bu siti, kak Asih udah bantuin kita yah." Ucap Melodi ramah.


"Sama-sama non, kan ini juga tugas kita non." Ucap Bu Siti sekalian mewakili sang anak.

__ADS_1


Melodi hanya tersenyum menanggapi itu.


"Mi Melodi tinggal ke kamar sebentar yah, mau lihat hp soalnya lagi ngecas." Ucap Melodi.


"Iya sayang." Ucap Sang Mami dan Melodi langsung menuju ke kamarnya.


"Bi tolongin buat Minuman buat Bapak sama Rizki yah dan langsung di antar ke ruang olah raga, aku mau ke kamar dulu. Asih tolong lihatin kuenya yah, Mami ke kamar bentar doang ko." Ucap Mami Eka lembut.


"Siap Bu." Ucap ibu Siti dan Juga Asih anaknya.


Setelah kepergian kedua majikan langsung Asih berbicara santai dengan sang ibu.


"Bu beruntung banget yah kita dapat majikan yang baiknya nggak ketulungan, mana gaji kita juga besar banget." Ucap Asih.


"Yah disyukuri aja toh nak." Ucap ibu Siti.


"Tuh Suami Non Melodi ganteng pisan, serasi sama non Melodinya." Ucap Asih sambil membayangkan wajah Rizki.


"Ya iya lah, Jodoh itu namanya. Sudah jangan ngobrol terus, nih bawain minuman buat Bapak sama Den Rizki biar ibu yang lihat kuenya." Ucap ibu Asih dan langsung Asih menganggukkan kepalanya.


***


"Hey lagi ngapain?" Tanya Rizki ketika baru memasuki kamar mereka.


"Udah selesai mainnya?" Tanya Melodi tanpa menjawab pertanyaan dari pria itu.


"Di tanya suami itu di jawab, bukan balik nanya Mel." Ucap Rizki sambil menekankan setiap katanya namu dengan nada bukan emosi.


"Hehehe lagi rebahan doang sambil main mainin hp, nggak lihat?" Jawab melodi terkekeh namu tetap judes di kalimat terakhirnya.


"Biasa aja kali." Ucap Rizki.


"Habisnya udah jelas orang lagi rebahan malah nanya lagi." Ucap Melodi.


"Kamu juga sama, udah tahu aku udah masuk kamar berarti sudah pasti juga udah selesai main. Ini pake segala di tanya lagi." Jawab Rizki Songong.


"Tau ah, Mandi lagi sana tuh baju udah basa semua." Ucap Melodi pada akhirnya.


"Bentar lagi, capek butuh istirahat." Ucap Rizki sambil Berbaring di sebelah Melodi.


"Ih jorok kamu Ki, Itu kan bajunya basa. Entar basanya transfer lo ke selimutnya." Ucap Melodi.


"Rizki langsung melepas bajunya kemudian mengelap seluruh tubuhnya dengan baju itu dan dia merebahkan tubuhnya kembali.


"Ada yah orang kaya gini, jorok banget." Ucap Melodi menggelengkan kepala melihat sikap Rizki.


"Bawel kamu Mel." Ucap Rizki dan langsung memeluk Melodi.


"Ih, lepas Ki lengket banget kamu." Ucap Melodi sambil mendorong Rizki.

__ADS_1


__ADS_2