Di Paksa Menikahi Teman Baikku

Di Paksa Menikahi Teman Baikku
Tak Sengaja


__ADS_3

Tempat Anzas saat dirinya menelfon Melodi..


"Halo Be." Ucap Melodi.


"Halo sayang, maaf yah aku baru hubungin kamu lagi. Soalnya sejak tadi aku nggak mood buat pegang ponsel, kamu ngerti kan sayang." Ucap Anzas saat dia mendengar suara Melodi dari seberang sana.


"Iya nggak papa Be, yang penting kamu baik ba... Ah Mas." Ucap Melodi.


"Kenapa sayang?" Tanya Anzas panik namun seketika dia langsung menggenggam ponselnya erat saat dia mendengar kata Mas yang Melodi ucap.


"Eh nggak papa kok Be, maaf ini ada Mas Rizki."


"Mas sebentar dulu." Bisik Melodi pelan namun masih bisa di dengar Anzas dan langsung membuat pikiran Anzas traveling kemana-mana. Dan setelah itu dia kembali mendengar ucapan pria yang sudah merebut Melodi darinya, dan itu membuatnya semakin bertambah kesal.


"Kepalaku sakit yang." Ucap Rizki sok manja.


"Sayang nanti saja telfonnya lagi, kalau kamu lagi sibuk." Ucap Anzas bernada tak suka.


"Ya Be maaf nanti aku hubungi lagi Yah." Setelah mendengar Melodi mengucapkan itu, Anzas langsung mengakhiri panggilan mereka dan langsung melemparkan ponselnya ke kepala ranjang yang saat ini dia tempati.


"Kenapa lagi?" Tanya Sarah yang sedari tadi sedang memainkan rambut Anzas yang sedang tidur di pahanya sambil mendengar pria itu yang sedang menelfon sejak tadi.

__ADS_1


"Pria brengsek itu pasti sedang mengerjai Melodi agar membuatku kesal." Ucap Anzas benar-benar kesal.


"Kamu yakin dia mengerjai atau mereka sedang..." Ucap Sarah dan langsung di potong Anzas.


"Diam kau Sarah!!! Tidak mungkin mereka melakukan itu, karena Melodi tidak mencintai pencuri itu. Kau tahu, sudah hampir dua bulan menikah mereka tidak melakukannya. Dan aku pastikan mereka tidak akan melakukannya karena Melodi hanya mencintaiku." Ucap Anzas berapi api sambil mengenyahkan pikiran buruknya atas apa yang sedang Rizki dan Melodi lakukan sekarang ini.


"Terserah kau saja." Ucap Sarah pasrah saat mendengar bentakan Anzas pada nya.


"Aku jadi nyesel nggak nyentuh Melodi dulu, sekarang jadi kepikiran kan. Aahhh, Rizki brengsek!!!!" Teriak Anzas kesal membayangkan hal yang tidak-tidak.


"Kamu sih sok so an cinta, nggak mau ngerusak dia, mau jaga dia biar halal nanti jadi kejutan Preeeet. Tuh makan kejutan." Ucap Sarah ketika dia mengingat perkataan Anzas dahulu saat pria itu menginginkan hal itu, pasti ujung-ujungnya Anzas lebih memilih berakhir di tempatnya dari pada harus merusak Melodi sebelum waktunya tiba pikir pria itu katanya.


"Haaaah, mana aku tahu akhirnya kaya gini. Kalau aku tahu, udah pasti aku minta itu sama Melodi. Dan nggak berakhir sama kamu seperti ini." Kesal Anzas.


"Aku pergi sebentar." Ucap Sarah dan langsung keluar kamar mereka setelah terlebih dahulu mengambil tas dan ponselnya.


Sedangkan di kediaman Rizki tepatnya di kamar pria itu kini Melodi sedang kesal karena ulah Rizki.


"Lepasin Mas, entar handukku bisa melorot kalau kamu gini terus." Ucap Melodi ketika dia baru menutup ponselnya.


"Pijit dulu kepalaku makanya baru aku lepasin, pusing tahu." Ucap Rizki tak mau melepas Melodi.

__ADS_1


"Perasaan tadi kamu bilang ngantuk mau tidur, kenapa sekarang malah pusing Mas." Jawab Melodi yang merasa aneh dengan Rizki, dia merasa pria itu sedang membohonginya.


"Tadinya emang ngantuk dan nggak pusing, tapi sekarang pusing karena dengar kamu masih panggil mesra Anzas dengan sebutan Be sedangkan aku hanya Mas. Itu nggak adil untuk aku, makanya aku pusing sekarang. Kamu tahu tidak nasib aku udah kaya ayam potong tahu?" Ucap Rizki membuat Melodi memelototi matanya mendengar penuturan Pria itu. Namun belum sempat dia menjawab perkataan panjang lebar suaminya itu, Rizki malah kembali bersuara lagi.


"Kau tahu kenapa aku bilang nasib aku kaya ayam potong?" Tanya Rizki dan Melodi hanya menggelengkan kepalanya saja, bingung mau jawab apa.


"Hmm, karena istri aku berani banget angkat telfon mantannya di depan aku suaminya sendiri. Malah santai lagi ngobrolnya, kaya tanpa beban aku lihat. Miris kan jadi aku?.... Yah miris banget." Ucap Rizki dramatis di akhir kalimatnya sambil membalik wajahnya yang semula menghadap perut Melodi kini menjadi menatap Wajah Melodi yang sejak tadi sudah menatap kearahnya. Sebisa mungkin pria itu menahan tawanya saat melihat ekspresi terkejut Melodi akan kalimatnya itu, dan dia berusaha sebisa mungkin memasang wajah serius walau di hati sudah cekikikan sendiri.


"Mas aku minta maaf soal itu, aku hanya tak ingin lagi menyakiti Anzas dengan tidak mengangkat telfonnya. Aku sudah menganggap Anzas masa lalu aku, tapi untuk saat ini tolong jangan biarkan aku jadi wanita yang kejam dengan tak memperdulikan dia. Sebab biar bagaimanapun dia pria baik yang pernah aku kenal Mas. Dan masalah panggilan Be itu, karena memang sudah terbiasa seperti itu Mas." Ucap Melodi merasa bersalah, namun mau bagaimana lagi. Posisinya saat ini sulit sekali mau memposisikan dirinya bagaimana.


"Ya ya ya, baiklah. Tapi boleh nggak kamu juga memikirkan posisi aku sebagai suami kamu, bukan hanya kamu yang memikirkan perasaan Anzas doang. Panggil lah aku pakai kata sayang juga selain Mas, aku juga pengen kali di panggil sayang sama istri sendiri." Ucap Rizki mengalah, namun dia juga tak mau kalah jika soal panggilan.


"Astaga Mas, aku panggil kamu Mas aja udah kerasa aneh di kuping dan mulut aku. Ini malah kamu mau nyuruh aku panggil kamu sayang, ya ampun Mas kita ini sahabatan dan kamu minta gitu ke aku, malu tahu Mas nggak bisa. Mas aja yah? itu yang udah mulai biasa aku ucap, jangan aneh-aneh lagi." Ucap Melodi jujur, dia tak bisa membayangkan jika dia menyebut sayang untuk Rizki. Tidak, dia merasa aneh untuk hal itu.


"Kita udah nikah Mel, ayolah masa kamu masih malu sama aku." Ucap Rizki dan langsung bangkit dari pangkuan Melodi namun sayang gerakan spontan itu tak sengaja hingga membuat handuk yang Melodi kenakan tiba-tiba terlepas, namun dengan cepat Rizki langsung memakaikan kembali handuk itu pada tubuh Melodi.


"Hehe maaf, udah aku pasang lagi." Ucap Rizki cepat saat melihat Mata Melodi terlihat terkejut.


"Kamu Mas." Ucap Melodi kesal sambil melototi Rizki.


"Ikhlas Mel, itu juga udah halal milik aku kan? Nggak sengaja juga." Ucap Rizki dengan senyuman canggungnya sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.

__ADS_1


Melodi yang mendengar kalimat Rizki pun akhirnya hanya menghembuskan nafasnya pelan.


__ADS_2