Di Paksa Menikahi Teman Baikku

Di Paksa Menikahi Teman Baikku
Chéri


__ADS_3

"Mel." Rizki.


"A-apa?" Tanya Melodi Gugup.


"Apa aku boleh..." Ucap Rizki terputus karena Melodi langsung menyelanya.


"Yah udah Mas, ayo makan. Aku udah lapar banget nii." Ucap Melodi membuat Rizki langsung meregangkan pelukannya. Melodi yang sudah merasa itu kemudian buru-buru bangkit dari atas tubuh Rizki dan langsung bergegas untuk keluar kamar.


"Aku tunggu di meja makan Mas." Ucap Melodi sebelum akhirnya hilang di balik pintu kamar mereka.


Melodi sudah memutuskan akan memanggil Rizki dengan sebutan Mas agar kejadian tadi tak terulang lagi, memikirkannya saja bahkan sekarang wajahnya kembali memerah.


"Aku mau bilang Mel, apa aku boleh seutuhnya jadi suami kamu Mel. Cuman itu." Ucap Rizki sambil meraup wajahnya sendiri. Setelahnya dia pun menyempatkan ke kamar mandi sebentar sebelum akhirnya menyusul Melodi ke ruang makan.


"Mel Chéri kamu masak apa?" Tanya Boy ketika baru bergabung di meja makan.


Chéri merupakan panggilan sayang dalam bahasa Prancis yang artinya, Sayang, kekasihku atau darling.


Rizki sengaja Memanggil dengan sebutan itu agar Melodi tak curiga maksud dari panggilannya itu.


Melodi yang mendengar itu membuat dia mengerutkan keningnya menatap Rizki yang sedang dalam posisi mau duduk.


"Ceri?" Ulang Melodi.


"Yah boleh aku memanggilmu Chéri?" Ucap Rizki


"Aku bukan buah Mas." Ucap Melodi tak terima.


"Chéri Tolong ambilkan itu." Ucap Rizki menunjuk udang dan tak memusingkan ucapan Melodi. Dia melakukan itu agar Melodi berhenti untuk berkomentar saat ini.. Karena dia sudah tergoda dengan spaghetti buatan Melodi. Apalagi udang tepung kesukaannya pun tak lupa Melodi buat.


Melodi yang melihat Rizki tak menghiraukan ucapannya akhirnya pun hanya pasrah saja.


Meraka makan dengan diam, karena Rizki benar-benar memfokuskan dirinya hanya pada makannya saja. Melodi yang melihat Rizki makan dengan lahapnya pun tersenyum senang melihatnya, entah kenapa hanya dengan melihat itu saja hatinya begitu tenang seperti mendapatkan kabar baik baginya.


"Berhenti melihatku Chéri." Ucap Rizki membuat Melodi pun malu sendiri, karena ketahuan melihat Rizki.


"Apa sih Mas, cuman lihat doang." Ucap Melodi menutupi rasa malunya.


"Ya udah kalau gitu aku juga boleh kan Chéri." Ucap Rizki sambil menatap Melodi.


Melodi yang mendapat tatapan jahil dari Rizki pun akhirnya menyerah.


"Ya udah lanjut makan aja, aku nggak lihat kamu lagi." Ucap Melodi, pasalnya dia malu dilihatin dengan tatapan seperti itu. Sungguh dia merasa Rizki makin hari makin menjadi jahil pikirnya.


"Tapi aku mau Mel Chéri." Ucap Rizki sambil tetap tak memutuskan pandangannya pada Melodi.


"Aku lempar ni mukamu Mas. Heran aku, kamu makin hari makin nyebelin Rizki." Ucap Melodi kesal sambil mau beranjak dari tempat itu.

__ADS_1


Bukan mengapa. Melodi hanya takut, takut jika dia mencintai Rizki sedangkan yang dia tahu Pria itu mencintai wanita lain. Dan dia tak mau jika sampai itu terjadi pada dirinya. Jangan sampai pikir Melodi.


"Iya iya, sensi sekali kamu Chéri." Ucap Rizki mengalah.


Melodi akhirnya kembali duduk setelah Rizki mengucapkan itu.


"Padahal dia sendiri yang mulai, heran." Gumam Rizki pelan namun masih bisa di dengan Melodi.


"Aku dengar Mas." Ucap Melodi tanpa menatap Rizki.


"Sengaja." Ucap Rizki namun Melodi tak lagi memusingkan ucapannya itu.


Setelahnya tak ada lagi obrolan selain bunyi sendok yang seperti sedang beradu nyaring bunyi saja mengisi ruangan makan itu.


"Chéri?" Panggil Rizki namun tak di hiraukan Melodi. Kini mereka sedang berada di kamar mereka sambil rebahan di kasur menunggu sampai kantuk menjemput.


"Mel." Ucap Rizki dan akhirnya Melodi yang sedang Memainkan ponselnya pun menatap ke arahnya.


"Apa?" Tanya Melodi.


"Belakangku Capek Chéri, pijitin yah Mel?" Ucap Rizki memelas.


"Ya udah sini." Ucap Melodi sambil meletakan ponsel di tangannya ke atas kasur mereka.


Dengan semangat empat lima Rizki langsung merebahkan tubuhnya di depan Melodi.


"Pijit yang mana?" Tanya Melodi.


Melodi pun akhirnya dengan sabar memijit Rizki mulai dari kaki hingga tangan.


"Pundak belakang juga ya Chéri." Ucap Rizki disertai dengan dia mengganti posisinya menjadi tengkurap. Melodi pun lanjut memijit sesuai dengan apa yang Rizki mau hingga dia pun menyerah karena sudah mulai kecapean sendiri.


"Capek Mas, udah yah." Ucap Melodi.


"Ya udah, sekarang giliran kamu." Ucap Rizki santai.


"Nggak usah, aku mau main hp aja." Ucap Melodi dan langsung mengambil ponselnya.


"Nggak ada main hp, ayu rebahan biar aku balas pijitnya." Ucap Rizki sambil merebut ponsel Melodi dan mendorong Melodi untuk tengkurap.


"Ihhh, pemaksaan banget kamu Mas." Ucap Melodi.


"Kamu yang keras kepala Chéri." Ucap Rizki sambil mulai memijit tangan Melodi.


Sakin asiknya pijitan Rizki hingga kini Melodi pun telah terlelap tidur hingga tak mendengar apa saja yang di ucapkan Rizki tadi.


"Lah, pantas nggak menyahut." Ucap Rizki sambil melihat wajah Melodi.

__ADS_1


Rizki yang sudah segar setelah di pijit Melodi tadi kini kembali lemas dan dia memutuskan untuk menyusul Melodi. Di lihatnya tak ada pergerakan dari Melodi, Rizki pun dengan berani membawa wanita itu kedalam pelukannya membuat seolah-olah Melodi lah yang memeluk dirinya. Dan benar saja Melodi langsung memeluk dirinya bagaikan guling saat ini.


Rizki yang mendapatkan angin segar itu pun tersenyum menatap wajah lembut Melodi yang terlelap kemudian tidur menyusulnya.


Keesokan harinya...


Melodi yang duluan terbangun pun dikagetkan


dengan posisinya saat ini, apalagi dirinya sendiri yang memeluk erat Rizki membuat gadis itu salah tingkah sendiri.


Dengan perlahan Melodi berusaha melepas diri dari Rizki namun dirinya dikagetkan dengan Rizki yang sudah membuka kedua kelopak mata menatap dirinya dengan senyum.


"Pagi Mel Chéri." Ucap Rizki sambil tersenyum.


"Pagi Juga Mas, bisa lepas aku kebelet pipis." Ucap Melodi pelan.


Rizki pun langsung melepas Melodi tanpa mau mengerjai Melodi dengan pelukan itu. Dia tidak mau merusak pagi bahagia ini dengan walau hanya sedikit keributan saja saat ini.


"Aku mau kopi Mel." Ucap Rizki saat Melodi mau memasuki kamar mandi.


"Setelah ini." Ucap Melodi.


Selesai Membersihkan dirinya dengan cepat Melodi pun menyiapkan sarapan kepada mereka berdua tak lupa juga kopi untuk Rizki tentunya setelah dia siap dulu dengan pakaian kampusnya terlebih dulu.


"Mel Chéri, kamu lihat nggak copyan dosen Sky tidak?" Ucap Rizki saat menghampiri Melodi yang sedang memanggang roti untuk mereka.


"Ada di Ruang nonton Mas, aku taruh di atas meja." Ucap Melodi.


"Katanya hari ini kuis Mel, aku baru lihat Pesan di grup. Semalam padahal infonya." Ucap Rizki.


"Astaga, mana kita nggak belajar lagi. Gara gara kamu Mas pake acara jangan main ponsel segala." Ucap Melodi kesal.


"Yah mana aku tahu Mel, ya udah sarapan sambil baca aja saja. Masih ada waktu sejam kan." Ucap Rizki.


Setelah Menaruh roti di meja, Melodi pun bergegas mengambil copyan miliknya di kamar dan kembali ke ruang makan menyusul Rizki.


Keduanya pun makan dengan di temani copyan di tangan masing-masing..


Tiba-tiba saja ponsel yang berada di samping rizki bergetar berdering membuyarkan konsentrasinya. Setelah melihat Idname sang penelpon pun Rizki langsung mengangkatnya.


"Halo" Ucap Rizki.


"Iya iya." Ucap Rizki dan kemudian memutuskan panggilan itu.


"Siapa?" Tanya Melodi yang penasaran.


"Larisa, kita berangkat masing-masing yah. Larisa minta di jemput soalnya." Ucap Rizki dan Melodi hanya menganggukkan kepala saja menanggapinya.

__ADS_1


..."Gitu aja, aku kira kamu mau larang aku Mel. Bilang jangan gitu. Aku pasti akan nurutin kamu Chéri"...


...Batin Rizki menanggapi sikap cuek Melodi....


__ADS_2