Di Paksa Menikahi Teman Baikku

Di Paksa Menikahi Teman Baikku
Masih Di Resepsi


__ADS_3

"Tadi katanya jangan urusi urusan orang, lalu kenapa sekarang malah tertahan di sini melihat itu. Ayo, antrian udah kosong tuh." Ucap Rizki sambil menarik Melodi agar tak ikut campur masalah Larissa.


"Iya iya By." Sahut Melodi.


"Ada ada saja tuh orang." Ucap Saga sambil menarik Bella mengikuti Melodi dan Anzas.


"Aku tarik siapa dong ini." Gerutu Gerald sambil bergerak menarik tangannya sendiri.


"Begini lebih baik." Batinnya saat menarik tangannya sendiri.


Sementara Larissa dan pasangan pestanya malam ini, keduanya berjalan mengantri di belakang Melodi dan rombongannya setelah Larissa usai memberi pelajaran untuk mulut pedas yang sudah membuat moodnya rusak malam ini..


Mata Larissa tak lepas dari rangkulan tangan Rizki pada pinggang Melodi.


Wanita itu sedikit merasa iri dengan kebahagiaan Melodi kini, kebahagiaan yang seharusnya menjadi posisinya namun dengan gampangnya semua berubah seketika.


"Kenapa hany?" Tanya Orang yang sedang Merangkul pinggang Larissa kini. Pria itu sedari tadi melihat Larissa terus saja memandang ke arah Melodi dan Rizki pasangan tiga baris di depan mereka.


"Tidak, aku hanya ingin segera pulang saja." Jawab Larissa berbohong, namun tak sepenuhnya. Karena memang dia juga sudah tak betah di sini lebih lama lagi..


"Kau sudah tak sabar sepertinya yah." Ucap Pria itu sambil sedikit terkekeh.


"Humm." Hanya itu sahutan Larissa karena moodnya sedikit buruk akibat kejadian tadi.


Dia tahu, dia memang wanita tak baik. Tapi haruskah mereka menghardiknya di acara penting orang seperti ini, apa hak mereka atau apa manfaat mereka setelah melakukan hal itu terhadapnya.


Mereka selalu menilai orang dengan apa yang mereka lihat namun tak tahu di balik seseorang yang terlihat buruk di depan mereka itu, ada sakit yang begitu besar di balik semua itu. Memikirkan hal itu Larissa hanya bisa menghembuskan nafasnya pelan.


***


"Mantan terindah mu Za." Ucap Sarah ketika melihat Melodi dan suaminya berjalan ke arah mereka di pelaminan.


"Hanya masa lalu yang. Kan aku sudah punya kamu." Ucap Anzas walau jauh di lubuk hatinya masih ada sedikit Melodi di sana, namun dia berharap posisi itu akan segera di gantikan dengan nama Sarah biar dia tak menyakiti wanita yang sudah resmi menjadi istrinya kini.


Sarah tak menanggapi ucapan Anzas karena dia tahu Melodi adalah perempuan yang mungkin saja sulit di lupakan Anzas, mengingat betapa bucinnya suaminya itu terhadap Melodi dulu.


Dia lebih memilih menampilkan senyum terbaiknya untuk menyambut wanita pemilik hati pria yang kini sudah resmi menjadi suaminya itu.


"Selamat yah atas pernikahan kalian." Ucap Rizki ketika mereka telah sampai di hadapan Anzas dan Sarah.


"Makasih ki, Mel." Ucap Anzas sambil menatap Melodi lekat seakan dia sedang menguji hatinya, apakah wanita itu masih berada di dalam sana atau tidak.


"Hey, kenapa menatap istriku seperti itu." Tegur Rizki tak suka Melodi di tatap lekat Anzas seperti itu.


"Tidak, siapa yang tatap coba.. Lagian aku udah ada istri juga." Ucap Anzas kaget dan dia langsung menatap kearah Sarah yang diam saja.


Anzas langsung menggenggam tangan Sarah, karena dia tahu wanita itu pasti salah mengartikan tatapannya terhadap Melodi tadi.

__ADS_1


"Kalau udah tau punya istri, jaga tuh mata." Kata Rizki pedas.


"By, kamu apa-apaan sih. Ayo cepat banyak yang ngantri tuh." Tegur Melodi membuat Rizki mendengus kesal.


"Za, selamat atas pernikahan kalian. Langgeng terus yah." Ucap Melodi sambil menatap Anzas dan Sarah bergantian.


"Satu lagi moga cepat dapat momongan yah, biar bisa temenan sama bayiku ini." Ucap Melodi sambil mengelus perutnya.


"Aamiin, makasih yah." Kali ini Sarah yang bersuara, sebab perkataan Melodi langsung mengingatkan dirinya pada bayinya dan Anzas yang sudah tiada.


Anzas pun tak lupa mengaminkan sambil mengelus lengan Sarah, karena dia tahu Sarah pasti mengingat akan bayi mereka yang sudah tiada. Sebab terlihat jelas dari tatapannya pada perut Melodi yang sudah membuncit itu.


"Yah, kalau gitu kita pamit yah." Ucap Melodi lembut sambil memegang satu lengan Sarah.


"Tunggu Mel." Ucap Sarah menghentikan langkah Melodi dan Rizki.


"Boleh aku mengelus perutmu sebentar?" Pinta Sarah dan langsung di iyakan Melodi.


"Tentu saja boleh, ayo." Ucap Melodi dan dia langsung mengambil satu tangan Sarah untuk dia letakan di atas perutnya.


"Terima kasih." Kata Sarah setelah beberapa kali mengelus perut Melodi.


"Santai, yah udah kita balik yah." Sahut Melodi dan setelahnya mereka langsung turun.


***


"Ki." Panggil seseorang saat Rizki dan Melodi baru saja turun habis bersalaman dengan pengantin.


"Lo kenal ama pengantinnya juga yah?" Lanjut Rizki bertanya karena dia tak menyangka bisa bertemu Sazkia di sini.


"Bukan aku sih, tapi bokap temannya Ayahnya pengantin. Aku hanya nemenin aja. Oh yah Hay, mm Melodi kan Istrinya Iki." Ucap Sazkia sambil mengingat nama Melodi, sebab mereka pernah bertemu sekali ketika Rizki dan Melodi berkunjung menjenguk Kakek di rumah sakit…[Ada di Bab 19]


"Iya, ketemu lagi kita." Ucap Melodi basa basi.


"Hay, Aku Saga teman nya Rizki." Ucap Saga datang-datang langsung memperkenalkan dirinya pada Sazkia.


"Hay, Sazkia." Ucap Sazkia.


"Sazkia." "Bella." Ucap Bella saat Sazkia juga bersalaman dengannya.


"Ini Gerald. Masih jomblo" Kali ini Melodi yang memperkenalkan Gerald sebab pria itu hanya diam saja saat datang. Namun ucapannya itu langsung membuat Pria itu melotot menatapnya.


"Nggak harus memperjelas juga status aku Mel." Gerutu Gerald namun dia langsung menyambut sambutan tangan Sazkia padanya.


Setelah itu mereka mengobrol kecil sampai tak sadar mereka telah akrab kini.


"By, lapar pulang yuk." Ucap Melodi saat Rizki dan lainnya masih asik cerita.

__ADS_1


"Yuk, mau makan di luar nggak?" Tanya Rizki.


"Boleh." Sahut Melodi.


Dan setelahnya mereka pun pamit pulang pada Sarah yang memang masih menunggu Ayahnya yang sedang terlihat mengobrol asik dengan Papinya Anzas.


***


"Mau makan di mana sayang?" Tanya Rizki ketika keduanya sudah di dalam mobil.


"Sate boleh?"


"Boleh sayang." Ucap Rizki.


Rizki langsung mengarahkan mobilnya pada satu tempat sate yang dia tahu, tak jauh dari apartemen mereka dulu.


Tak butuh waktu lama kini mereka telah sampai di tempat sate tersebut.


"Sayang kamu tunggu sini saja yah, Biar Dady saja yang pergi beli satenya." Ucap Rizki sebab tempat sate kini cukup ramai lagi pula dia juga tak mau Melodi keluar karena angin malam tak bagus untuk ibu hamil sepertinya.


"Iya sayang." Sahut Melodi dan Rizki pun langsung turun dari mobil mereka.


Karena antrian yang cukup panjang, akhirnya hampir dua puluh menit baru Rizki kembali setelah mendapatkan satenya.


Namun saat masuk dalam mobil Rizki mendapati Melodi yang sudah tertidur dengan ponsel ditangannya.


"Hum, Gimana nggak makan terus. Orang nontonnya saja makanan semua.." Ucap Rizki sambil mematikan tontonan pada ponsel istrinya dan setelah itu dia langsung bergegas membawa mobilnya.


"Pak kasim tolong parkir kan mobilnya yah." Ucap Rizki saat dia akan menggendong Melodi yang masih tertidur saat mereka sudah sampai di rumah.


"Baik pak." Kata Pak kasim


"Nanti sekalian bawa satenya yang di belakang, kasikan buat Bi Sum biar kita makan bareng." Ucapnya lagi sebelum meninggalkan Pak kasim.


"Hey, maaf yah kamu jadi kebangun." Usap Rizki saat dia hendak membaringkan Melodi di ranjang kamar mereka.


"Satenya mana sayang." Tanya Melodi tanpa menghiraukan perkataan maaf Rizki.


"Mungkin sudah di meja makan sayang." Jawab Rizki.


"Baiklah, aku ganti baju sebentar setelah itu kita makan. Aku lapar sekali soalnya." Ucap Melodi sambil menduduki dirinya yang sempat berbaring.


"Tanpa Basa basi Melodi langsung membuka gaunnya di depan tempat tidur dan barulah dia melangkah ke arah Wardrobe mereka, namun hal itu membuat Rizki langsung menangkap tubuhnya dan membawa kembali Melodi pada ranjang mereka.


"By, kamu apa-apaan sih. Kaget tahu." Kesal Melodi karena kini dia sudah berbaring kembali di tempat tidur mereka.


"Kita bermain sebentar yah, kamu sih mancing-mancing." Ucap Rizki sambil membawa tangan Melodi ke salah satu anggota tubunya yang sudah siap karena melihat tubuh polos Melodi, namun tak polos polos amat karena masih ada dalaman yang dia kenakan.

__ADS_1


"Tapi.."


"Sebentar saja, aku janji." Mohon Rizki dan langsung di angguki Melodi karena memang dia juga menginginkannya tiba-tiba, sampai melupakan jika dia sedang lapar sekarang.


__ADS_2