
*Flashback On*
Sebulan yang lalu..
Cafe Rizki tepatnya di ruangan pribadi Rizki.
"Kak, capek yah?" Tanya Bella yang saat itu dirinya dan Rizki baru saja kelar meeting dengan orang yang bakalan memakai cafe mereka untuk acara ulang tahun beberapa waktu kedepan.
"Nggak Bell, haus aja. Boleh ambilkan aku minum Bel." Ucap Rizki sambil berjalan menuju sofa dan meletakan iped yang dia tenteng di atas meja.
"Boleh kak, mau minum apa?" Bella langsung menuju kulkas yang memeng berada di ruangan itu.
"Air mineral saja."
"Ini kak." Ucap Bella dan memberikan air mineral pada Rizki yang sudah terlebih dahulu di bukakan penutupnya untuk memudahkan pria itu.
"Terima kasih." Ucap Rizki.
Setelahnya keduanya pun kembali lagi membahas, melanjutkan pembahasan singkat mengenai hasil meeting mereka tadi.
Saat sedang dalam pembahasan Bella tiba-tiba saja makin lama makin memepetkan tubuhnya pada Rizki, hingga membuat pria itu sedikit risih namun masih tak berpikir macam-macam. Karena dia sendiri sudah menganggap Gadis sebagai adik perempuannya itu sebabnya dia tak berpikir buruk terhadap wanita itu.
Namun makin lama, tingkah Bella membuat Rizki yang mulai risih jadi menegurnya.
"Bella, bisa jauh sedikit, jarak kita terlalu dekat." Kata Rizki.
Namun tanpa Aba-aba Bella langsung mencium Rizki tanpa permisi saat pria itu berbicara cukup dekat dengannya.
Rizki yang terkejut langsung mendorong paksa Bella hingga membuat wanita itu terhempas jatuh ke pojok sofa.
"Sial!! Apa yang kamu lakukan Bella." Hardik Rizki sambil berdiri dari duduknya, tak lupa juga dia mengelap bibirnya yang bekas ciuman Bella tadi.
"Kakak, aku sayang sama kakak. Maafkan aku, aku nggak bisa lagi menampung perasaanku sendiri." Ucap Bella dengan menangis tersedu membuat Rizki pusing di buatnya.
"Tapi kamu salah Bella, perasaanmu itu nggak benar aku sudah punya istri dan kamu tahu itu. Dan hal yang kamu lakukan itu sangat salah dan memalukan, tak pantas kamu lakukan itu Bella." Kesal Rizki ketika mendengar pengakuan Bella.
"Tapi aku harus bagaimana kak, aku nggak tahu caranya ngilangin perasaan aku ke kakak. Aku rela kak, jadi yang kedua kak aku mohon. Kita diam-diam saja."
"Kamu g**a Bella." Hardik Rizki makin di buat kesal dengan ucapan Bella lagi.
"Yah, aku g**a karena mencintai kakak." Ucap Bella dan kemudian dia langsung berdiri memeluk Rizki.
__ADS_1
"Bella lepasin Bell, apa yang kamu lakukan." Ucap Rizki mencoba melepas pelukan Bella.
"Belhpppmmmm." Ucap Rizki tertahan karena Bella kembali menciumnya.
Plak
Plak
"Beraninya kamu melakukan hal serendah itu pada suamiku hah." Hardik Melodi setelah tadi dia menarik paksa Bella yang mencium Rizki dan langsung menampar kedua pipi wanita itu dengan amarah.
Melodi yang hendak menghampiri Rizki, tak sengaja dia di buat terkejut dengan Rizki yang sedang bertengkar dengan Bella. Rizki memarahi Bella karena dengan berani mencium Rizki setelah dia mengungkapkan perasaannya pada Pria itu, Melodi melihat dan mendengarnya semua. Namun dia diam saja hanya untuk memberi waktu suaminya untuk menangani Bella, namun ternyata Bella yang tetap nekat dengan memeluk dan mencium Rizki membuat Melodi langsung turun tangan.
"Kamu saya pecat. Pergi kamu." Lanjut Melodi lagi namun kali ini dia memegang perutnya yang tiba-tiba keram.
Dan karena kejadian itulah Melodi langsung di larikan ke rumah sakit dan di rujuk langsung untuk melahirkan.
*Flashback Off*
Melodi yang dari jauh melihat ke arah ruang tamu di mana Bella, wanita yang belakangan ini meresahkan hidupnya terutama rumah tangganya itu langsung membuat dia kesal sendiri melihatnya.
"Ngapain sih tu orang kesini, merusak pagi ku saja." Gerutu Melodi sebelum dia melanjutkan langkahnya mendekati wanita itu.
"Kak, aku minta maaf." Ucap Bella.
Sudah beberapa lama Bella mengumpulkan keberaniannya untuk menemui dan meminta maaf pada Melodi juga Rizki, namun dia terlalu malu untuk menemui mereka.
Dia bahkan sampai di benci kakaknya Juna karena sudah membuat malu pria itu, hingga dia memutuskan untuk meminta maaf pada Rizki dan Melodi agar sang Kakak satu-satunya itu mau memaafkan juga dirinya.
"Aku maafkan, sekarang pergilah." Ucap Melodi karena tak mau berlama-lama dengan wanita itu.
"Kakak serius?" Tanya Bella berbinar.
"Yah aku maafkan, tapi tak akan aku lupakan kejadian itu. Sekarang pergilah, dan jangan pernah muncul lagi di hadapanku juga suamiku lagi.
"Baik kak terima kasih." Ucap Bella sambil hendak mendekati Melodi namun di tahannya saat mendengar perkataan Melodi.
"Berhenti, jangan mendekat. Kalau tidak ada lagi yang kamu ingin bicarakan, aku harus masuk. Bayiku sudah menungguku." Ucap Melodi.
"Baik kak, aku pamit. Dan terima kasih sudah memaafkan aku." Ucap Bella dan dia pun langsung meninggalkan rumah itu.
"Hah." Setelah kepergian Bella Melodi langsung bisa bernafas lega.
__ADS_1
"Semoga nggak akan ada lagi wanita kaya kamu yang mendekati suamiku lagi." Ucap Melodi sambil dia berbalik dan kembali ke kamarnya.
***
Sementara di tempat yang berbeda tepatnya di rumah Anzas dan Sarah..
"Huuuek."
"Huuuek."
"Sayang Kamu kenapa?" Teriak tanya Anzas saat Sarah tiba-tiba melepas tubuhnya dan berlari muntah di kamar mandi.
Anzas pun langsung memakai celananya yang di pungutnya di lantai dan berlalu mengikuti Sarah ke kamar mandi.
"Kamu kenapa sayang." Tanya Anzas sambil Memakaikan jubah mandi di tubuh polos Sarah.
Keduanya tadi sama-sama polos karena sedang menunaikan tugas suami istri mereka, dan kini terhenti karena Sarah yang mendadak mual.
"Masuk angin kali sayang, kamu sih nggak ada puas-puasnya. Mungkin karena nggak berpakaian dari malam jadi masuk angin." Ucap Sarah dengan lemas setelah tadi membuang habis cairan dari perutnya.
Sebenarnya tadi Sarah hendak mandi, namun suaminya itu malah minta dia untuk bertugas lagi.
"Kan kita pakai selimut." Kilah Anzas.
"Tapi kan tadi nggak pakai, cukup luma jug.. Huuuekk."
"Jangan bicara lagi, habis ini kita ke dokter saja kalau gitu." Ucap Anzas sambil mengurut punggung sang istri.
"Nggak usah aku hanya masuk huek huek.. angin."
"Ngeyel kamu. Nanti aku panggil dokter saja kalau gitu. Nggak ada protes lagi." Ucap Anzas dan setelah itu dia langsung membawa masuk Sarah setelah istrinya itu sudah tak mual lagi.
Anzas langsung mengelap tubuh istrinya sebelum dia memakaikan baju untuk Sarah. Dia tak membiarkan Sarah untuk mandi lagi sebelum dia di periksa dokter nantinya.
Setelah menghubungi dokter, satu jam setelahnya dokter yang di hubungi Anzas pun tiba.
"Istriku sakit apa dok?" Tanya Anzas tak sabaran setelah Dokter usai memeriksa Sarah.
"Nona Sarah nggak papa, hanya saja sepertinya Nona Sarah sedang hamil perkiraan saya. Tapi sebaiknya untuk lebih yakin lagi, kalian harus memeriksanya ke dokter kandungan." Jelas Dokter.
"Hamil." Ucap Anzas dan Sarah seketika langsung spontan mengusap perut ratanya.
__ADS_1