Di Paksa Menikahi Teman Baikku

Di Paksa Menikahi Teman Baikku
Dosa Menolak Suami


__ADS_3

Sepanjang malam Rizki tak dapat tidur karena memikirkan jawaban Melodi tadi, sungguh kenapa Melodi tak sedikitpun memahami perasaannya.


Saking memikirkan itu hingga tak sadar Rizki pun tertidur hampir menjelang pagi baru ia bisa terlelap.


"Ki. Bangun Ki." Ucap Melodi sambil menggoyangkan tubuh Rizki.


"Ummm, bentar lagi Mel." Ucap Rizki sambil semakin erat memeluk gulingnya.


"Iss, kita kan ada penerbangan pagi ini Ki. Ayo bangun." Ucap Melodi karena saat ini dirinya pun sudah siap sejak tadi, dia sengaja bersiap siap terlebih dahulu baru ia membangunkan Rizki.


Dengan malas dan mata masih terpejam Rizki pun bangun dan duduk sambil menunggu kesadarannya benar-benar hadir.


"Haus Mel." Ucap Rizki masih setia dengan mata terpejam.


Melodi pun memberikan segelas air yang semalam ia sudah siapkan untuk mereka, jikalau di tengah malam mereka haus jadi tak perlu lagi turun untuk mengambilnya.


"Ini Ki." Ucap Melodi sambil mengambil tangan Rizki dan memberikan segelas air.


Rizki pun meminumnya dan barulah matanya yang sejak tadi terpejam akhirnya terbuka juga.


"Ayo sekarang mandi, Mami sama Papi juga udah tunggu kita di bawah." Ucap Melodi.


"Lah kenapa Mami sama Papi udah siap duluan dari kita." Ucap Rizki.


"Bukan kita, tapi kamu. Lagian Mami sama Papi udah biasa kaya gitu kalau ada anak yang mau pergi pasti mereka dulu yang udah siap duluan. Ayo cepetan mandi, jang buang waktu lagi." Ucap Melodi dan Rizki pun langsung bergegas menuju kamar mandi.


Hanya membutuhkan waktu 10 menit saja Rizki selesai dengan ritual mandi bebeknya.


"Ha Kamu mandi nggak Ki, ko cepat banget." Kata Melodi dengan ekspresi kagetnya.


"Yah aku mandilah, ngaco kamu. Biar Mami sama Papi nggak nunggu lama." Ucap Rizki sambil mengelap wajahnya dengan handuk kecil di tangannya.

__ADS_1


"Ei, mau kemana. Biar aku berganti pakaiannya di kamar mandi aja, tunggu di sini biar keluarnya bareng." Ucap Rizki saat melihat Melodi yang mau keluar kamar. Kemudian Rizki pun mengambil pakaian yang sudah di siapkan Melodi di tempat tidur, dan setelahnya dia pun kembali masuk ke kamar mandi lagi.


Setelah Rizki telah siap, keduanya pun turun kebawa sambil Rizki membawa Koper mereka yang sudah lebih penuh dan berat tentunya dari sebelum mereka datang. Karena Sang Mami mertua begitu banyak memberikan mereka barang untuk di bawah. Yah pasti kan semua orang tua pasti seperti itu untuk sang anak kan Reader.


"Pagi Mami, pagi Papi." Ucap Rizki dan Melodi bersamaan.


"Iss kenapa bareng sih." Ucap Melodi.


"Pagi sayang." Ucap Papi Darma.


"Pagi sayang, Kenapa gitu Mel sama suami kok gitu ngomongnya. Dosa kamu." Ucap Mami Eka.


"Denger tuh, dosa kamu." Bisik Rizki sambil menahan tawanya melihat ekspresi kesal Melodi.


"Is iya iya maaf." Ucap Melodi dengan nada tak sukanya.


"Minta maaf ko nadanya gitu si Mel." Ucap sang Mami sambil menahan tawanya karena melihat ekspresi kesal Melodi saat ini. Pikirnya begitu gemes melihat kedua pasutri baru ini, iya jadi mengingat kembali waktu dulu iya juga seperti ini yang selalu di tegur mamanya kalau berlaku tak sopan pada suaminya.


"Maaf Mas Ki, nggak ada maksud nggak sopan ko sama Mas Ki." Ucap Melodi mendramatisir dengan selembut mungkin agar sang mami tak lagi mengomentari dirinya.


Ekspresi Rizki jangan di tanya, kalau tak memikirkan kedua mertuanya sudah pasti dia akan tertawa menjerit bahkan bisa jadi guling-guling melihat ekspresi Melodi saat mengucapkan itu tadi. Sungguh Mami mertuanya membuat moodnya kembali baik pagi ini, rasanya ia pengen lebih lama lagi berada di sini kalau tak mengingat siang nanti mereka ada kuliah.


"Sudah sudah, ayo sarapan dulu." Ucap sang Papi agar istrinya tak lagi mengganggu putrinya itu.


Setelah sarapan mereka pun bergegas Menuju Bandara dengan di antar oleh Mami dan Papi.


Sepanjang perjalanan Melodi tak bersuara sedikitpun. Di mobil hanya terdengar obrolan antara Rizki dan kedua mertuanya saja.


Sesekali Rizki menatap sekilas kearah Melodi yang sedang asik Menatap ke luar jendela. Akhirnya Rizki tak tahan untuk membuat Melodi agar mau bersuara saat ini. Dengan ide jahilnya pun Rizki akhirnya bereaksi hingga membuat Melodi terkejut di buatnya.


"Ki, apa sih." Ucap Melodi pelan takut di dengar oleh sang Mami yang sedang duduk di sebelah Rizki.

__ADS_1


Pasalnya saat ini Rizki sedang merangkul pinggangnya dan bahkan dengan beraninya dia turut mengelus pinggang itu. Dengan keadaan Rizki tetap setia mengobrol dengan mertuanya.


"Ki lepasin ih." Ucap Melodi karena merasa geli dan tak nyaman diperlakukan Rizki seperti ini.


Padahal dulu sebelum menikah Bahkan tidur di paha Rizki pun tak masalah. Bahkan Melodi sering bersandar dan bahkan sering merangkul dengan Rizki waktu masih berteman karena dia sudah menganggap Rizki bagaikan abangnya sendiri. Namun entah kenapa setelah menikah hal-hal itu menjadi tabu untuk dirinya, ada saja rasa aneh yang menjalar begitu saja di benak dirinya.


"Dosa kamu Mel nolak suami, cuman rangkul doang." Bisik Rizki membuat Melodi tak bersuara lagi. Dalam hati Melodi, dirinya ingin agar mobil mereka segera sampai bandaran dan dia bisa terbebas dari yang katanya Dosa Menolak suami itu. Sungguh Rizki memang benar-benar mengambil kesempatan saat ini menurutnya.


"Nih orang manfaatkan keadaan banget jadi orang. Nggak ingat apa sama si Larisa, dasar cowok suka seenaknya sendiri. Nggak mikirin perasaan cewek." Batin Melodi sambil melirik Rizki dengan ekspresi kesalnya.


"Mukanya di kondisikan Mel, jangan gitu. Masih pagi aja udah buat banyak dosa kamu sama aku." Bisik Rizki yang tiba-tiba menatap Ke arah Melodi membuat yang di tatap salah tingkah sendiri.


"Dosa terus yang di bawa." Ucap Melodi Kesal.


"Apanya yang dosa Mel." Tanya Mami Eka karena tak sengaja mendengar perkataan Melodi barusan.


"Enggak kok Mi." Ucap Melodi masih dengan salah tingkahnya. Sungguh dia sangat membenci keadaan ini, ini bukan dirinya sama sekali. Ingin rasanya di menghilang saja saat ini. Rizki benar-benar membuat dia menjadi bukan dirinya. Apalagi masih dengan intensnya Rizki tetap mengelus pinggang rampingnya itu.


"Oh, kirain Mami apa." Ucap sang Mami.


"Ki." Bisik Melodi membuat Rizki menatap kearahnya.


"Apa sayang." Ucap Rizki sengaja tak berbisik membuat mata Melodi melotot di buatnya.


"Kenapa sayang" Ulang Rizki lagi dengan senyum jahilnya.


"Lepasin tangan kamu Ki, geli tahu." Bisik Melodi.


"Iya sayang, ini juga udah peluk dan dielus kan." Ucap Rizki yang berhasil membuat semua yang ada di mobil itu menatap ke arah mereka. Dan itu membuat Melodi ingin sekali menggetok kapala si tukang jahil ini. Melodi begitu malu melihat ke arah Mami dan Papinya yang hanya tersenyum menatap dirinya..


Rizki benar-benar membuat dirinya malu terhadap kedua orang tuanya sendiri.

__ADS_1


..."Awas saja kamu Rizki." ...


...Batin Melodi....


__ADS_2