Di Paksa Menikahi Teman Baikku

Di Paksa Menikahi Teman Baikku
Luka Membawa Berkah


__ADS_3

"Aku mandi dulu yah, Bay sayang." Ucap Rizki lagi sebelum dia mendapatkan amukan dari Melodi, dengan secepat kilat pria itu langsung bergegas ke kamar mandi. Namun sebelum dirinya benar-benar masuk, dia sedikit membalikan badannya dan menatap Melodi yang sedang menggerutu.


"Sayang, tolong ambilkan handuk juga buat aku yah." Setelah berkata itu, Rizki langsung berlalu masuk saat mendengar jawaban dari Melodi.


"Iya." Jawab Melodi.


"Tapi Mas, tempat handuknya sebelah mana?" Tanya Melodi ketika dia mau melangkah menuju ruangan pakaian suaminya.


"Lemari paling di pojok ruangan ganti sayang." Sahut Rizki dari dalam kamar mandi.


Setelah mendengar penuturan Rizki, Melodi pun langsung bergegas mengambil handuk yang baru untuk suaminya.


"Mas, ini handuknya." Ucap Melodi di balik pintu kamar mandi.


"Masuk sayang nggak di kunci." Ucap Rizki yang sedang mencukur bulu di area wajahnya.


Tanpa ragu Melodi langsung masuk ke kamar mandi, namun saat dia melihat Rizki yang sedang berdiri di depan kaca tempat pencucian muka dengan hanya memakai kain segitiga di tubuhnya sontak saja Melodi langsung berteriak kencang. Hingga dengan spontan juga Rizki langsung menuju istrinya dan membekap mulut istrinya yang sudah membuat kegaduhan itu.


"Aaarrgggg, Maaass." Teriak Melodi spontan keras karena kaget, dan dia langsung berbalik badan hendak melangkah keluar namun tiba-tiba saja tubuhnya di peluk dari belakang dengan mulutnya yang di bekap.


"Astaga, mulutmu itu Mel. Kaya toa saja tahu." Ucap Rizki dari balik belakang tubuh Melodi tepat di ceruk leher Melodi.


"Awww awwww." Kali ini Rizki yang berteriak karena mendapatkan gigitan di tangannya dari Melodi, hingga membuatnya melepas diri dari gadis itu. Dan hal itu langsung di manfaatkan Melodi untuk kabur.


Tanpa menghiraukan teriak kesakitan Rizki, Melodi langsung bergegas keluar kamar mandi dan tidak lupa dia juga menutup pintu itu keras karena kesal dengan Rizki.


"Dasar Mesum, kenapa aku bisa nikah sama orang se mesum Rizki Tuhan. Apa dia nggak punya malu, minta aku masuk dengan keadaan dia yang hampir bugil itu. Mataku, astaga kau sudah tidak suci lagi!!" Gerutu Melodi dari balik pintu.


Saat hendak beranjak menjauhi pintu, tiba-tiba saja dia teringat handuk yang masih di tangannya. Dengan cepat dia berbalik dan menyangkutkan Handuk itu di gagang pintu kamar mandi dan berlalu pergi untuk berganti pakaiannya.


Sedangkan dari kamar mandi, dia sudah tak mendengar suara Rizki lagi. Dan dia tak menghiraukan itu.


Usai berganti pakaian, Melodi tak lupa menyiapkan pakaian ganti buat Rizki juga. Setelah itu dia langsung duduk santai di tempat tidur dengan bersandar di kepala ranjang dan memainkan ponsel miliknya. Sambil bertukar pesan dengan Saga dan Gerald yang sedang membicarakan rumah mewah Rizki.


Tak berselang lama, Rizki keluar dari kamar mandi dengan diam tanpa melihat pada Melodi.


Hingga usai berpakaian lengkap, Rizki langsung duduk di sebelah Melodi namun kali ini tanpa menyapa Melodi sedikitpun. Hingga membuat Melodi mengerutkan keningnya heran.


"Ada apa dengan dia?" Batin Melodi bertanya, namun dia juga tak menghiraukan Rizki.


Hingga beberapa saat, keadaan pun masih tetap sama. Dan itu membuat Melodi merasa aneh, dan memilih untuk membuka suaranya lebih dulu.


"Mas?" Panggil Melodi sambil memposisikan dirinya menghadap Rizki yang sedang sibuk dengan ponselnya.

__ADS_1


"Hm." Hanya itu yang Rizki lakukan.


"Kenapa?"


"Kenapa apanya?" Tanya Rizki masih dengan menatap ponselnya.


"Kenapa diam?"


"Memang kenapa?" Masih sama pria itu tak melihat ke arah Melodi.


"Lihat aku Mas, aku lagi ngomong nih." Ucap Melodi dan langsung membuat pria itu menatapnya tanpa berucap dengan menaikan satu alisnya.


"Kenapa diam saja." Tanya Melodi ketika Rizki sudah menatapnya.


"Memang kenapa?" Tanya Rizki mengulang perkataannya lagi.


"Nggak seperti biasanya saja." Ucap Melodi yang mulai malu di tatap Rizki seintens itu.


"Memang seperti biasanya kaya gimana?" Sungguh pertanyaan Rizki membuat Melodi kesal sendiri, apalagi tatapan pria itu membuatnya menelan Saliva nya sakin tak bisa menerima tatapan itu.


"Berhenti menatapku seperti itu Mas, ya udah kalau kamu mau diam saja terserah. Sepertinya lebih bagus." Ucap Melodi menyerah tak sanggup di tatap Rizki seperti itu.


"Dih, tadi kamu yang minta buat lihat kamu sekarang malah gitu. Nggak peka." Ucap Rizki membuat Melodi yang sudah mulai fokus kembali ke ponselnya itu akhirnya kembali menatapnya.


"Nih lihat kamu melukai tanganku sayang, aku pikir nanti kamu nanya keadaanku setelah kamu gigit tadi. Nyatanya aku keluar kamar mandi kamu cuek-cuek saja." Ucap Rizki sambil memperlihatkan luka yang Melodi buat di tangannya.


"Astaga, sampai sobek. Pantas mulutku rasa amis tadi, kenapa nggak bilang." Ucap Melodi sambil melihat tangan Rizki.


"Kamu kan langsung kabur, gimana bilangnya coba. Tapi udah aku kasih air panas di dalam tadi." Jelas Rizki.


"Maaf Mas, nggak ada niat buat kamu luka kok. Aku hanya spontan tadi. Maaf." Ucap Melodi menyesal.


"Kamu ada obat merah nggak Mas?" Tanya Melodi.


"Tunggu akun telfon mang Asep dulu, biar beliau bawain kesini." Ucap Rizki dan langsung menelfon Mang Asep.


"Selang beberapa menit saja pintu kamar mereka sudah di ketuk dari luar.


"Tunggu sebentar Mang." Ucap Melodi dan langsung bergegas membuka pintu.


"Makasih yah Mang, maaf udah ngerepotin." Ucap Melodi pada Mang Asep setelah menerima kotak P3K nya.


"Sama-sama non, Mang permisi dulu." Ucap Mang Asep dan kemudian beliau berlalu pergi, dan Melodi langsung kembali masuk.

__ADS_1


"Sini Mas biar aku obati." Ucap Melodi.


Gadis itu pun langsung memberikan obat merah pada luka Rizki dan setelahnya langsung berikan plester pada luka itu, yang ternyata tak begitu besar lukanya.


"Selesai." Ucap Melodi.


"Terima kasih." Rizki.


"Sekali lagi maaf yah Mas udah buat kamu luka." Ucap Melodi setelah meletakan kotan kesehatan itu di meja samping tempat tidur mereka.


"Aku maafin tapi ada syaratnya." Ucap Rizki dengan sedikit senyum jahilnya.


"Apa? Tapi jangan aneh-aneh." Ucap Melodi karena dia mencium gelagat jahil dari Rizki saat ini.


"Nggak kok, malahan dapat pahala kalau kamu setuju." Ucap Rizki dengan menaik turunkan alisnya, membuat Melodi menelan saliva nya susah payah.


"Tidak jangan sekarang." Batin Melodi yang sudah mulai berpikiran mesum kemana-mana.


"Jangan aneh-aneh yah Mas." Ucap Melodi yang mulai gugup.


"Nggak kok." Ucap Rizki sambil Mendekatkan dirinya pada Melodi.


"Jangan Macam-macam Mas." Ucap Melodi karena jarak mereka semakin Dekat.


"Nggak kok cuman satu macam." Ucap Rizki setelah itu di langsung berhenti bergerak ketika wajahnya dan wajah Melodi hampir bersentuhan.


"Aku boleh peluk yah, tapi kalau kamu mau lebih dari peluk juga nggak papa." Ucap Rizki sangat dekat dengan Melodi, hingga nafas pria itu pun degan jelas menerpa wajah gadis itu.


"Yah boleh." Ucap Melodi cepat sebelum Suaminya meminta lebih, dan Melodi yang langsung lebih dulu memeluk Rizki.


"Nyaman sayang." Ucap Rizki sambil menghirup aroma Melodi.


"Harum." Sumbunya Lagi.


"Jangan Mas, nanti ada tanda lagi.." Ucap Melodi saat suaminya itu mulai menjahili lehernya.


"Satu tanda saja yah." Ucap Rizki dan akhirnya Melodi hanya pasrah saja, Hitung-hitung sebagai permintaan maafnya untuk Rizki pikirnya.


*


Like ,komennya jangan lupa yah. Itu sebuah vitamin semangat buat author soalnya☺️.


*

__ADS_1


__ADS_2