
"Yang pengantin baru mah bebas bangun jam berapa aja, kita sekeluarga di suruh nunggu." Sindir Bima Abangnya melodi ketika kedua pengantin baru itu sedang berjalan ke meja mereka.
"Maaf Bang. Pagi semua." Ucap Rizki menyapa semua keluarga dan juga di ikuti Melodi.
"Sini sayang duduk dekat tante." Ucap tante Melodi yang juga sudah berada di sana, pasalnya beliau sendiri yang tak nginap di hotel melainkan nginap di apartemen keponakannya itu.
Melodi yang di ajak tantenya kemudian mendekat dan duduk di sebelahnya.
"Tan hp aku tante bawa kan?" Ucap Melodi yang sudah mendudukkan dirinya di susul sang suami di sampingnya.
"Kamu ini, Handphone yang di tanya duluan bukannya tante. Nih." Ucap Tante Mia cemberut.
"Hehehe, jangan ngambek dong. Entar kalau nginap di apartemen aku pake bayar loh kalau tetap cemberut gitu." Canda Melodi pada sang tante.
"Heh anak nakal, kamu lupa siapa yang beli tuh apartemen." Ucap Tante Mia iseng.
"Hehe, masih ingat aja sih tan." Ucap Melodi terkekeh, pasalnya yang membelikan apartemen itu adalah tantenya itu ketika di memutuskan untuk kuliah di kota ini.
"Ingat lah, kamu kan anaknya Kebandelan harus di ingatkan." Ucap Tante Mia bercanda, sebab dia ikhlas memberikan itu pada sang keponakan. Tante Mia sudah mengganggap Melodi adalah anaknya sendiri, pasalnya dirinya sudah memutuskan untuk tak akan pernah menikah karena trauma masa lalunya.
"Melodi sayang tante." Ucap Melodi mengingat bagaimana begitu baiknya sang tante padanya, Di setiap bulannya dia bahkan mendapat uang saku yang cukup fantastik dari sang tantenya itu.
Bukan Melodi menyayangi tantenya karena sering di beri sesuatu oleh beliau, tetapi kasih sayang tulusnya lah yang melodi suka dari tante semata wayangnya itu. Pasalnya dia tak mempunyai tante lain selai tante mia, karena tante mia adik satu satunya saudara papinya itu. Jika sang mami dia merupakan anak tunggal sehingga tak ada saudara kandung dari pihak maminya, itu sebabnya dia begitu menyayanginya.
"Tante lebih menyayangimu sayang, tante akan selalu ada buat kamu, mendoakan kamu semua yang terbaik dalam hidupmu sayang." Ucap tante mia sambil memeluk keponakannya itu.
Semua yang melihat keakraban kedua orang beda usia itu hanya tersenyum hangat melihatnya.
"Ayo kita mulai makannya, kasian tuh makanan udah nunggu dari tadi mau di santap." Ucap Bima agar mereka semua fokus ke makanan yang sudah tersaji sejak tadi. Pasalnya semua orang di sana pada asik mengobrol asik sendiri tanpa ada niatan untuk mulai sarapan pagi mereka.
Para orang tua yang sedang mengobrol pun memutuskan untuk sarapan dan tetap melanjutkan obrolan mereka.
Ibu Gunawan ibunya Rizki itu sedang berbicara dengan maminya Melodi, sedangkan Papi Darma sedang bercengkrama dengan sang besan Pak Gunawan, sedangkan tante mia sedang makan sambil menelfon dan Bima sedang asik dengan telfon genggamnya. Masing-masing dari mereka sedang sarapan dengan aktifitasnya masing-masing itu.
Lain halnya dengan melodi dan Rizki mereka sedang serius dengan sarapan mereka tanpa obrolan sedikitpun.
Setelah sarapan selesai mereka pun melakukan foto bersama sebelum berpisah ke tempat masing-masing.
"Mel, Ki kalian jangan lupa tiap minggu libur kuliah berkunjung ke tempat ibu dan ayah." Ucap Ibunya Rizki pada kedua pasangan tersebut sebelum balik ke kota mereka.
__ADS_1
"Iya buk, nanti iki sama Melodi sempatin kok." Ucap Rizki memeluk sang bunda setelahnya di ikuti melodi kemudian beralih memeluk sang ayah.
"Jaga istri kamu ki, mel kalau Rizki jahat sama kamu langsung lapor sama ayah. Biar ayah beri dia pelajaran." Ucap sang ayah mertua sambil mengusap sayang kepala melodi.
"Siap laksanakan Ayah." Ucap Melodi dengan sikap hormatnya membuat semua yang berada di sana tertawa di buatnya.
"Ibu sama Ayah pamit yah, jaga diri kalian. Kalau ada apa apa, langsung hubungi kami sayang." Ucap Ibu Gunawan pamit pada menantunya.
Kemudian keluarga Rizki pun pamit pada keluarga Melodi dan kemudian mengantarkan merek menuju lobi hotel.
Setelah kepergian kedua orang tuanya Rizki barulah kedua orang tua melodi dan tantenya pamit pada kedua pengantin itu.
"Mami Papi sama tante balik ke apartemen yah, kalian sebentar jangan lupa mampir. Besok Mami sama Papi sudah balik soalnya pagi." Ucap Mami Ekawati
"Siap mami cantik, tan titip mami yah. Suka nakal soalnya." Canda Melodi pada maminya itu.
"Tenang ada pawangnya." Ucap Tante Mia menunjuk Papi Melodi.
Kalian ini nggak sopan sama orang tua, entar mami jewer nih." Ucap Mami Melodi ikut menanggapi candaan mereka.
Akhirnya mereka pun berpisah di lobi itu, dan tinggallah Melodi sama Rizki sendiri sekarang.
Yah rizki memang memiliki Cafe yang dia kembangkan sendiri semenjak sebelum memulai kuliah dengan masih tahap pendaftaran saat ini.
Cafe tersebut kini sudah mulai besar karena Rizki memang sudah ahli di bidang itu berkat sedikit belajar dari pengalaman sang ayah yang juga berkecimpung di dunia perbisnisan. Apalagi Rizki juga merupakan mahasiswi yang cukup populer di kampusnya menambah keuntungan ter sendiri untuknya. Pasalnya dia tak perlu repot untuk mempromosikan cafe itu, karena berhubung banyak yang kepo dengannya maka dia patut bersyukur dengan hal itu.
"Iya, lagian ini juga masih terlalu tempo untuk ke kampus. yang lain pasti masih di kelas." Ucap Melodi antusias, dia senang kerena dia akan mendapatkan copi gratis di sana.
"Wih semangat amat neng, yang suka gratisan." Ucap Rizki yang sudah hapal dengan tingkah temannya itu.
"Haha, tau aja kamu ki. Soalnya yang gratisan rasanya beda gimana gitu." Ucap Melodi sambil menghayal minuman kesukaannya apalagi jika itu gratis.
Rizki hanya menggelengkan kepalanya sambil berjalan mengambil kunci mobilnya.
"Ayok." Ajak Rizki.
Mereka berdua pun pergi menuju ke cafe Rizki yang jaraknya tak terlalu jauh dari kampus mereka.
Tak berselang lama mereka pun telah sampai dan Rizki pun memarkirkan mobilnya di parkiran khusus miliknya itu.
__ADS_1
"Pagi Bos." Ucap karyawan lelaki kepercayaan Rizki yang ditugaskan sebagai tangan kananya itu. Dirinya sudah menunggu sang pemilik kafe itu di depan pintu masuk cafe tersebut, pasalnya rizki sudah memberitahu perihal kedatangannya terlebih dahulu.
"Pagi, gimana keadaan kafe tiga hari belakangan ini?" Tanya Rizki sambil berjalan memasuki cafe tersebut dan di ikuti Melodi di sampingnya.
Rizki pun menuju ruangannya sambil bercerita dengan dengan pegawainya itu.
Melodi yang bosan dengan obrolan mereka pun memutuskan untuk beranjak menuju meja barista untuk memesan copi kesukaannya.
"Kak Dim, aku pesan yang biasa yah." Ucap Melodi pada barista dengan nametag Dimas itu.
"Tumben udah tiga hari nggak nongol Mel?" Tanya Dimas yang sudah begitu mengenal dimas dari bosnya itu.
"Ada sedikit urusan keluarga." Jawab melodi sambil serius melihat Dimas yang sedang meracik kopinya itu.
"Bos juga udah tiga hari nggak datang ke cafe." Ucap Dimas.
"Kalau itu tanya langsung aja sama Bos kamu." Ucap Melodi satai.
"Eh mel, Rizki ada?" Tasnya seseorang yang sudah mengambil tempat duduk di samping melodi itu.
"Larisa, tuh di ruangannya. Udah selesai kelas yah?" Tanya Melodi karena pikirnya ini masih jam kelas mereka.
"Dosen hanya nitip tugas, soalnya ada urusan penting katanya. Kalau gitu aku keruangan Iki dulu yah." Ucap Larisa kemudian langsung bangkit dan berdiri dan berjalan menuju ruangan kekasihnya itu.
"Ini Mel." Ucap Dimas memberikan copi pesanan melodi yang sidah selesai dibuatnya itu.
"Oia makasih yah." Setelah meminum kopinya Melodi pun pamit untuk menuju kampus.
"Dim kalau Bos loh nanya aku, bilangin aku udah ke kampus duluan."Ucap Melodi pada Dimas, pasalnya dia tak mau menggangu Rizki dan pacarnya itu. Sudah pasti mereka berdua akan ke kampus bersama sama.
"Sip. Lah ini nggak di bayar." Canda Dimas, karena dia sudah tahu kalau Rizki yang akan membayarnya seperti yang sudah sudah.
"Hahaha, aku di traktir bos mu lagi." Ucap Melodi sambil berjalan keluar cafe.
Dimas hanya senyum saja menanggapi Melodi sambil menggelengkan kepala.
..."Kenapa bos nggak sama Melodi aja, anaknya supel ramah lagi. Nggak seperti pacarnya itu sombong banget."...
...Batin Dimas sambil melihat kepergian Melodi....
__ADS_1