Di Paksa Menikahi Teman Baikku

Di Paksa Menikahi Teman Baikku
Kabar


__ADS_3

Pagi ini Melodi sedang mengajak Baby Sky berjemur di halaman belakang rumah mereka, dengan Sky yang di letakan di atas karpet tebal beralaskan spon bayi sambil dirinya juga ikut selonjoran mengajak ngobrol Sky agar tak merasa bosan.


"Uuuu sayang, itu kenapa mukanya masam gitu. Silau yah, makanya kaca matanya jangan di lepas kalau Mami pakaikan." Ucap Melodi sambil memasangkan kacamata Sky kembali karena selalu saja di lepasnya.


"Bagaimana? nggak silau lagi kan sayang.?" Tanya Melodi seolah Bayinya itu akan meresponnya.


"Iya Mami cayang, Scay nda batalan lepacin ladi cakamatanya." Balas Melodi menirukan suara anak kecil dan itu membuatnya terkekeh sendiri dengan tingkahnya konyolnya itu.


"Hahaaha, Mami udah kaya orang agak agak ya nak. Cepat dong gedenya biar Mami ada teman bicaranya kalau di tinggal pergi Dady seperti sekarang sayang."


"Kamu tahu nggak dek, Mami serasa seperti mimpi tahu udah punya kamu aja sekarang." Ucap Melodi sambil menekan nekan pelan pipi gembul milik Sky dengan jari telunjuknya sakin gemas dengan bayinya sendiri.


"Jadi anak yang baik yah sayang." Lanjut Melodi sambil mencium pipi Sky gemas, namun anaknya itu malah tertawa dengan tingkahnya barusan.


"Geli yah sayang, apa mau lagi." Ucap Melodi yang gemas dengan tawa Sky.


Drtt


Drtt


Drtt


"Eh, sebentar yah sayang. Dady telfon ni." Ucap Melodi dan dia langsung mengangkat panggilan dari suaminya.


"Dady, Dady sedang apa?" Tanya Melodi sambil mengernyitkan keningnya bingung saat melihat Rizki yang nampak sedang tidur bertelanjang dada dengan wajah yang di tekuk.


"Kangen yang, aku pengen." Ucap Rizki dengan wajah memerahnya.


"Pengen apa? Tanya Melodi bingung.


"Itu, aku nggak kuat." Ucap Rizki memelas.


"Oh astaga By, bagaimana caranya." Ucap Melodi yang kini nampak mengerti dengan maksud sang suami.


"Bantu aku dari sana saja, nanti aku yang kerjakan sendiri di sini." Ucap Rizki memelas.


"Baiklah sebentar." Ucap Melodi sedikit panik dan dia langsung mematikan panggilan mereka dan langsung menelfon ke dalam rumah, meminta Bibi Sum untuk menemani Sky sebentar.


Tak berselang lama dari Melodi menutup panggilan mereka, Bibi Sum pun menghampirinya.


"Ya Bu." Ucap Bibi Sum.


"Tolong temani Sky ya Bi, aku ke kamar sebentar." Ucap Melodi dan dia langsung beranjak pergi dengan terburu-buru tanpa menunggu jawaban Bibi Sum lagi.


Sesampainya di kamar dia langsung kembali menelfon Rizki.


"Sekarang Yang." Pinta Rizki saat panggilan vidio mereka terhubung kembali.


"Baiklah." Melodi pun melakukan semua instruksi yang Rizki katakan padanya, walau merasa malu Melodi tetap melakukannya.

__ADS_1


Hingga setengah jam lamanya dia membantu Rizki akhirnya pria itu pun merasa puas juga.


"Terima kasih." Ucap Rizki.


"Yah, itu sudah tugasku. Tapi sebenarnya ada apa sih By, kenapa sampai bisa begitu?" Tanya Melodi karena tidak biasanya Rizki seperti itu.


"Aku nggak tahu sayang bangun tidur tiba-tiba aja pengen, soalnya kamu sih pake acara nongol di mimpi aku yah jadinya gitu kan." Ucap Rizki dengan terkekeh pelan saat melihat muka serius sang istri.


"Ah kamu By, aku kirain kamu kenapa lagi. Bikin panik saja kamu sayang ihh." Jawab Melodi cemberut ketika mendengar penuturan Rizki.


"Yah emang mikir apa sayang? Udah bagus aku mimpiin kamu kan."


"Tau ah, udah dulu By. Nanti kita telfon lagi, aku lagi ninggalin Sky jemur di bawa tahu."


"Yasudah, Bay sayang. Btw makasih yah tadi." Ucap Rizki dengan jahilnya setelah itu dia langsung menutup telfon mereka, sebelum Melodi mengomelinya.


"Awas saja kumu By, ah memalukan kamu Melodi." Ucap Melodi sambil menutup wajahnya ketika mengingat hal konyol tadi.


Setelah itu dia pun mandi sebentar dan barulah pergi melihat Sky.


***


"Eh Bibi, Sky nya udah di mandiin toh." Ucap Melodi saat dia menghampiri Sky dan mendapati Baby nya sedang tidur pulas di kamar bayinya setelah tadi dia ke taman belakang dan tak mendapati mereka di sana.


"Iya Bu, maaf Bibi langsung mandiin. Soalnya udah habis berjemur sejak tadi." Ucap Bibi Sum sambil membereskan bekas memandikan Sky tadi.


"Nggak papa Bibi, makasih yah. Maaf jadi lama nungguin Sky nya."


"Hehehe, Makasih Bibi."


***


Di tempat lain. Rizki yang sehabis telfon dengan Melodi, dirinya langsung membersihkan diri setelahnya langsung bergegas menuju posko pertemuan sesama mahasiswa KKN, di mana hari ini mereka akan membagi tugas untuk setiap orang dalam rangka kerja lapangan mereka.


"Wiih, fresh banget tuh muka." Ucap Hadi teman berangkat ke posko sekaligus tetangganya di sini saat menjemput Rizki.


"Iya nih baru habis minum vitamin soalnya." Ucap Rizki mengingat sang istri.


"Wah bagi dong, aku juga mau."


"Maaf, vitaminnya nggak bisa di bagi-bagi. Udah ah yuk, entar kita telat." Ucap Rizki dan Dia langsung berjalan duluan meninggalkan Hadi.


"Tumben lo pelit." Ucap Hadi yang kini mulai mengikuti langkah Rizki.


"Kalau soal Vitamin memang bukan pelit lagi tapi memang sudah paten, nggak mungkin di bagi."


"Oke oke, entar biar ku minta di kirimin saja." Ucap Hadi.


"Good." Kata Rizki dengan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Vitamin ku ini spesial hadi, lo kalau udah nikah baru tuh bisa lo rasain." Batin Rizki tersenyum.


***


"Akhirnya bisa jalan-jalan juga ke kota Ki." Ucap Hadi semangat pasalnya dia dan Rizki yang di tugaskan untuk pergi ke kota untuk membeli perlengkapan barang yang mereka butuhkan untuk memenuhi tugas mereka.


"Iya Di, bisa jalan-jalan sebentar kita." Sahut Rizki.


"Hm, tepat sekali. Tapi lo yang nyetir apa gua?" Tanya Hadi, pasalnya mereka pergi dengan mobil yang di pinjamkan kepala desa.


"Ganti-gantian pulang-perginya." Jawab Rizki


"Baiklah kalau gitu, aku yang pergi. Kamu yang baliknya." Ucap Hadi karena dia mencari aman, karena sudah pasti perjalanan pulang akan sangat melelahkan.


"Baiklah, aku ngikut aja." Sahut Rizki.


Sementara di kediaman Melodi kini sedang heboh dengan kedatangan Gerald, pasalnya Sudah lama Melodi tak berjumpa dengan sahabatnya itu sejak kepulangan mereka dari Vila hingga baru saat ini dia melihatnya lagi.


"Ger, kemana aja sih loh. Aku kangen tahu, nomor kamu juga nggak aktif lagi. Terus lo nggak KKN." Ucap Melodi heboh sendiri saat dia menghampiri Gerald yang sedang menunggunya di ruang tamu.


Wanita itu langsung memeluk Gerald tanpa permisi, membuat yang di peluk terkekeh pelan.


"Kamu juga nggak datang pas aku lahiran, tega kali kamu Ger." Lanjut Melodi.


"Aku harus jawab yang mana nih, banyak banget pertanyaannya." Kekeh Gerald dalam dekapan erat Melodi.


"Semuanya." Ucap Melodi dan mengurai pelukannya.


"Baiklah, pertama-tama aku mau lihat dulu ponakan ku baru aku cerita ke kamu." Sahut Gerald sambil berjalan mengambil Sky yang nampak di gendong Bibi Sum.


"Uuh lucunya ponakan Om ini, mirip sekali dengan Dady mu. Tampan." Ucap Gerald sambil mencium pipi Sky.


"Iya lah, kan Dady nya." Ucap Melodi terkekeh.


"Iya-iya, oh yah maaf yah aku nggak datang pas kamu lahiran. Soalnya aku..."


"Tunggu Ger, Rizki telfon." Ucap Melodi saat ponselnya berdering dan dia langsung mengangkat panggilan itu.


"Halo By."


"....."


"Nggak, nggak mungkin hikz hikz hikz.." Ucap Melodi dengan tangisan histerisnya.


"Kamu kenapa Mel?" Tanya Gerald panik.


"Rizki nggak mungkin kecelakaan kan Ger, mereka bohong kan." Teriak Melodi histeris.


Dengan cepat Gerald langsung mengambil alih telfon yang sudah Melodi abaikan.

__ADS_1


Setelah mendengar dengan jelas orang yang menelfon tadi, Gerald langsung memeluk erat Melodi sekedar untuk menguatkan sahabatnya itu.


"Rizki akan baik-baik saja Mel, berdoalah doa istri akan selalu di dengar." Ucap Gerald sambil mengusap punggung Melodi.


__ADS_2