Di Paksa Menikahi Teman Baikku

Di Paksa Menikahi Teman Baikku
Rumah Melodi


__ADS_3

"Mami, Melodi datang." Teriak Melodi menggelegar ketika baru memasuki rumah yang dia rindukan itu.


"Sayang." Ucap Sang Mami ketika menuruni tangga bersamaan dengan teriakan Melodi.


"Eh kalian kok ke sini nggak ngabarin Mami sih" Ucap Mami Melodi sambil berjalan menghampiri dan menatap bergantian keduanya.


"Hehe, kejutan dong. Kangen rumah Mi." Ucap Melodi sambil memeluk sang Mami.


"Mih." Ucap Rizki kemudian menyalami Ibu mertuanya setelah adegan peluk memeluk itu berakhir.


"Ya sayang." Ucap Sang mertua sambil merentangkan tangannya untuk memeluk menantunya.


Rizki dengan sigap memeluk Mami mertuanya.


"Kita makan malam bareng yuk, kalian belum makan kan?.." Ajak Mami pada keduanya.


"Iya belum Mi." Ucap melodi.


"Kamu bawa Rizki ke kamar biar istirahat sebentar. Mami nyiapin Dulu makanannya sekalian mau manggil Papi di kamar. Mami tinggal yah." Ucap Mami sambil mencium pipi Melodi setelahnya pun bergegas ke dapur.


"Ayo Ki." Ucap Melodi sambil melangkahkan kakinya menuju tangga dan di ikuti Rizki di belakangnya.


"Rapi banget kamarnya Mel." Ucap Rizki ketika baru memasuki kamar perempuan itu.


"Selalu di beresin sama bu Siti soalnya, padahal sudah lama nggak di tempati." Ucap Melodi.


Tak lama datang Pak Samsul membawa koper milik mereka.


"Makasih yah Pak." Ucap Rizki sambil mengambil koper itu.


"Sama-sama den, Saya pamit kebawa." Ucap Pak Samsul kemudian meninggalkan majikan barunya itu.


"Mel." Panggil Rizki.


"Hmm." Ucap Melodi kemudian mendekati Rizki.


"Taruh di mana ini?" Tanya Rizki menunjukan koper mereka.


"Sini." Ucap Melodi menepuk kursi panjang yang terdapat di ujung tempat tidurnya.


Rizki pun mengangkatnya ke kursi yang di maksud Melodi.


"Mau mandi?" Tanya Melodi.


"Sebentar lagi." Ucap Rizki sambil langsung berbaring di kasur milik Melodi.


"Aku tinggal sebentar." Ucap Melodi dan di angguki oleh pria itu.


Setelah Melodi keluar dari kamar itu, Rizki dengan sigap langsung berdiri dari rebahan nya kemudian berjalan mengelilingi kamar Melodi dan memperhatikan setiap sisinya.


"Cantik ternyata kamar cewe. Pantas dia mau ubah warna kamar di apartemen." Ucap Rizki sambil melihat cat kamar warnah putih polos itu.


"Cantik dari lahir ternyata." Ucap Rizki sambil menatap foto-foto di atas nakas Melodi.

__ADS_1


"Siapa ini?" Ucap Rizki ketika melihat satu foto yang di pajang di dekat bingkai yang lainnya.


Foto dengan latar belakang pemandangan dari atas gunung di mana Tasyah sedang dirangkul seorang pria sebayanya.


Rizki begitu penasaran dengan sosok itu hingga cukup lama dia menatapnya.


Setelah puas di pun kembali merebahkan tubuhnya di kasur sambil menatap ke segala penjuru kamar itu dengan pikiran masih tertuju pada foto yang tadi di lihatnya.


Dreeettt


Dreeettt.


Dreeettt.


Rizki pun bangkit dan mengambil ponsel Melodi yang di letakan pemiliknya di atas tempat tidur tadi.


Di lihatnya ternyata yang menelfon itu ber idname Pacar❤️ dan Rizki pun hanya menatap dan tak mengangkatnya hingga panggilan pun berakhir. Kemudian Berbunyi lagi dan Rizki pun kembali meletakan Ponsel itu ke tempat semulanya. Hingga kini kembali terdengar bunyi pada ponsel itu ternyata berupa beberapa pesan yang di kirim Anzas. Rizki melihat sekilas kemudian berdiri dan berniat mandi agar mendinginkan pikirannya yang mulai sedikit bayak berfikir akhir-akhir ini.


"Papi." Ucap Melodi mengetuk pintu kamar Orang tuanya dan dia langsung masuk ketika mendengar sahutan dari dalam sana.


Melodi ternyata pamit untuk menemui sang Papi ke kamar itu karena dia pingin menjumpai beliau.


"Papi lagi ngapain?" Tanya Melodi saat melihat sang papi sedang duduk di tempat tidur sambil memangku laptopnya di atas pahanya.


"Sayang, kapan datangnya. Kok nggak ngabarin Papi sih?" Ucap Sang Papi.


"Baru saja pi. Hehe, kejutan dong." Ucap Melodi sambil Memeluk sang Papi.


"Suamimu kemana? Dia nggak datang?" Tanya Sang papi sambil membalas pelukan Melodi setelah meletakan Laptopnya di samping.


"Kamu temuin dulu suamimu, jangan sampai dia butuh apa apa. Ayo." Ucap Papi Darma sambil mengurai pelukan mereka.


"Iya pi, aku pamit ke kamar." Ucap Melodi sambil berdiri.


"Iya sayang sampai ketemu makan malam nanti sayang." Ucap Papi Darma dan setelahnya Melodi pun melangkah keluar dan berjalan kembali ke kamarnya.


Setelah berada di kamar namun Melodi tak melihat keberadaan Rizki dan ternyata saat dia hendak keluar terdengar suara air dari kamar mandi menghentikan langkahnya.


"Mandi ternyata." Ucap Melodi setelah itu dia pun menuju koper mereka dan membukanya kemudian megambil satu pasang baju rumah milik Rizki dan meletakan di atas tempat tidur beserta ********** sekalian. Awalnya dia agak malu namun hampir seminggu dia yang sering menyiapkannya jadi dia sudah mulai terbiasa dengan itu.


Setelah menyiapkan pakaian milik Rizki kemudian Tasyah pun kembali keluar kamar dan pergi menuju dapur menemui sang Mami yang sedang menyiapkan makan malam untuk mereka.


"Mi, buat apa sih. Melodi bantu yah." Ucap Melodi ketika sudah berada di dapur dan mendapati Sang Mami sedang memasak sambil di bantu dua asisten rumah tangga mereka.


"Sini sayang, kamu goreng ini aja. Asih biar Melodi yang goreng itu, kamu bisa kerja yang lain." Ucap Sang Mami dan Melodi pun Menggantikan Asih menggoreng perkedel.


"Mami lagi buat Tumis sayur sayang. Kamu kan suka sayur ini." Ucap Mami sambil meletakan Sayur buatannya yang telah siap ke dalam Piring lebar yang sudah di siapkan itu.


Melodi mengangguk dan dengan antusias membantu kerjaan Maminya itu. Hingga kini ke empat wanita itu dengan sedikit candaan menemani aktifitas memasak mereka.


"Sayang, bersih-bersih gih. setelah itu ajak suami kamu turun makan malam. Mami juga mau bersih-bersih juga." Ucap sang Mami setelah mereka sudah selesai menyiapkan masakan mereka di atas meja.


"Iya Mi. Ka Asih Bu Siti aku pamit ke atas dulu." Pamit Melodi pada Mami beserta asisten rumah tangga maminya itu.

__ADS_1


Asih adalah anaknya Bu Siti yang kebetulan bekerja mengikuti keluarga mereka dari Bu siti masih belum menikah hingga saat ini anak bu Siti pun ikut bekerja juga.


🌼🌼🌼


"Dari mana?" Tanya Rizki beralih tatapannya dari ponsel di genggaman tangannya ketika melihat Melodi baru memasuki kamar.


"Habis bantuin Mami masak." Ucap Melodi setelahnya dia langsung melangkahkan kakinya ke dalam kamar mandi.


Rizki pun kembali fokus ke ponselnya setelah Melodi sudah memasuki kamar mandi.


Setelah kurang lebih Lima belas menit Melodi pun mengakhiri mandinya, namun dia langsung sadar jika dia tadi masuk tak membawa apapun ke dalam kamar mandi itu.


Dulu ketika dia masih menempati kamar otomatis di kamar itu terdapat persediaan handuk. Namun karena sudah lama tak di tempati makanya tak ada persediaan itu lagi.


"Ki." Ucap Melodi.


"Yah." Jawab Rizki.


"Tadi kamu mandi pakai handuk dari mana?" Tanya melodi masih di kamar mandi.


"Nggak pakai handuk soalnya nggak ada


aku pake baju aja tadi." Ucap Rizki jujur.


"Astaga, Tolong ambilkan handuk di lemari paling atas sebelah pojok pintu dong Ki." Ucap Melodi lagi.


Rizki pun mengikuti instruksi Melodi tadi. Setelah dapat dia pun mengetuk pintu kamar mandi dan melodi membuka sedikit untuk mengambilnya.


Rizki pun keluar kamar untuk membiarkan Melodi untuk berganti pakaian seperti biasanya.


Setelah menuruni tangga ternyata Rizki tak melihat seorang pun di sana, alhasil dia memutuskan kembali lagi ke kamar namun sebelumnya di mengetok pintu terlebih dahulu.


"Mel udah belum ganti pakaiannya." Ucap Rizki dari luar kamar.


"Udah masuk aja." Ucap Melodi.


Rizki pun masuk dan melihat melodi sedang duduk di meja rias milik wanita itu.


Setelah selesai dengan ritual wanitanya itu. melodi pun mengajak Rizki untuk turun ke bawa.


"Ke bawa yuk Ki." Ucap Melodi.


"Tadi aku turun nggak ada siapapun." Ucap Rizki mengekor di belakang Melodi.


"Masih di kamar kali." Ucap Melodi.


"Oia Mel tadi Ponsel kamu berdering terus." Ucap Rizki ketika mereka baru sampai di pintu kamar.


"Oh yah. Aku sampai lupa ngecek ponsel. Tunggu sebentar Ki." Ucap Melodi sambil kembali masuk ke dalam kamar dan mengambil ponselnya.


"Kamu duluan aja Ki ke bawanya. Aku telfon Anzas sebentar." Ucap Melodi.


"Aku tunggu di sini aja sampai kamu selesai telfonnya." Ucap Rizki dan kembali masuk mengikuti Melodi.

__ADS_1


Akhirnya Rizki pun dengan setia menunggu Melodi menelfon Anzas sampai selesai. Dalam hatinya begitu sakit saat melihat Melodi begitu bahagia saat menelfon dengan pacarnya itu.


"Sabar sabar." Ucap batin Rizki menguatkan dirinya sendiri sambil dia memfokuskan dirinya pada ponselnya sendiri.


__ADS_2