Di Paksa Menikahi Teman Baikku

Di Paksa Menikahi Teman Baikku
Sedikit Lagi


__ADS_3

Keesokan harinya setelah melalui malam panjang dengan bernyanyi bersama hingga hampir menjelang dini hari, mengakibatkan kini sepasang suami istri yang masih terlelap tidur di balik selimut dan bahkan tak terganggu sedikitpun dengan silaunya matahari pagi yang menembus masuk melalui jendela yang semalam memang lupa mereka tutup.


Jika saja tak ada dering telfon yang berbunyi dari ponsel Melodi, mungkin saja kedua insang itu masih melanjutkan tidur mereka.


"Sayang, ponselmu bunyi." Ucap Rizki tepat di telinga Melodi, karena memang posisi Melodi yang ada dalam dekapannya.


"Angkat saja Mas, aku masih ngantuk." Jawab Melodi yang masih enggan membuka matanya, walau memang tidurnya sudah terganggu dengan bunyi ponselnya itu.


Dengan tanpa melihat nama si penelpon, Rizki langsung mengangkat panggilan itu.


"Halo." Ucap Rizki dengan suara khas bagun tidurnya.


"Selamat pagi, maaf udah ganggu tidur kalian." Ucap suara pria dari seberang sana membawa kesadaran Rizki seketika, pria itu langsung memicingkan matanya menatap nama si penelpon.


"Eh Ja, nggak ko. Kenapa? tumben telfon sepagi ini?" Ucap Rizki saat tahu Rizki sahabat Melodi yang menelfon.


"Aku cuman mau ngabarin kalau mingu ini nggak jadi naik gunungnya, di tunda minggu depan karena cuaca lagi nggak bagus sekarang. Makanya aku ngabarin kalian, nanti kalau jadi aku hubungin lagi." Jelas Raja.


"Oke Bro, nanti aku sampaikan buat istri." Ucap Rizki.


"Baiklah, salam buat Melodi yah." Kata Raja setelah itu mereka memutuskan mengakhiri obrolan mereka.


"Sayang, kamu nggak lapar. Udah jam sepuluh sayang, bangun." Ucap Rizki membangunkan Melodi saat dia melihat jam di ponsel istrinya setelah menutup telfon Raja tadi..


"Jam sepuluh, astaga." Ucap Melodi langsung bangkit dari tidurnya saat mendengar jam yang Rizki bilang.


"Iya sayang."


"Ya ampun mau taruh dimana muka aku Mas, aku malu ketemu Ibu nanti. Malah udah janji buat bantuin Ibu masak pagi ini, malah telat." Ucap Melodi sambil menyembunyikan wajahnya di balik kedua lututnya yang dia tekuk.


"Hehehe, nggak papa sayang. Ibu mah orangnya santai. Tapi mau aku bantuin nggak? biar nggak malu ketemu ibu nanti?" Nego si Rizki beralibi sambil tersenyum.


"Caranya?" Tanya Melodi serius, dan tak tahu niat dari sang suami.


"Cium dulu, baru aku kasih tahu caranya." Ucap Rizki mencari kesempatan.


"Nggak masalah Mel kalau cium doang, toh juga suami sendiri juga." Batin Melodi dan dia langsung mencium pipi Rizki membuat pria itu menatapnya kesal.


"Kita bukan pasangan pacaran sayang, orang pacaran aja nggak di situ juga nyium nya." Kata Rizki cemberut.


"Lalu."


"Bibir yang." Ucap Rizki dan Melodi hanya menghembuskan nafasnya mendengar itu.


"Baiklah." Ucap Melodi setelah itu dengan cepat dia mengecup bibir Rizki dan hendak menjauh namun sayang, Rizki sudah lebih dulu menahan tengkuknya dan memperdalam ciuman mereka. Hingga beberapa waktu lamanya. Bahkan Tangan Rizki pun tak tinggal diam setelah merasa Melodi memberikan kebebasan untuknya. Namun sayang ketika tubuh mereka sama-sama sudah polos, karena entah sejak kapan dan siapa yang memulainya. Pintu mereka di ketuk berulang kali dari luar, membuat Rizki berteriak frustasi akan hal itu.


"Mas." Ucap Melodi malu saat tersadar mendengar ketukan di pintu kamar mereka.

__ADS_1


"Baiklah, tunggu sebentar sayang. Jangan berpakaian dulu." Ucap Rizki sambil menutupi tubuh polos Melodi dengan selimut dan setelah itu dia memakai celana tidurnya, dan bergegas untuk membuka pintu dengan aura marah yang terpancar dari wajahnya.


Namun ketika pintunya di buka, Rizki langsung menghembuskan nafasnya. Urung memarahi orang yang sudah mengganggu aktifitas yang sudah lama dia nantikan itu.


"Sayang, kalian baru bangun atau?" Tanya Ibu Rizki tak melanjutkan ucapannya saat sadar setelah melihat muka anaknya yang memerah.


"Maaf sayang ibu nggak tahu." Ucap Ibu Rizki yang langsung faham saat melihat kondisi sang putra.


"Nggak papa Bu, aku yang nggak tahu waktu." Ucap Rizki sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Ya udah, kalian lanjut saja. Tapi jangan lama yah, kasian Melodi udah hampir siang belum sarapan. Ibu turun dulu." Ucap Ibu Rizki yang mengerti, karena dia pun pernah muda dan ada di posisi mereka..


"Iya bu." Hanya itu yang bisa Rizki ucapkan dan langsung masuk kembali setelah sang Ibu pergi.


"Huuuuuh, Gagal lagi." Ucap Rizki saat melihat Melodi sudah tak berada di tempat tidur mereka..


Pria itu pun memutuskan merebahkan tubuhnya di kasur, sambil kembali membayangkan aktifitas mereka tadi. Membuatnya tersenyum, namun juga kesal karena tak bisa menuntaskan yang sudah dia mulai.


Hingga beberapa saat dia membuka matanya saat mendengar pintu kamar mandi yang terbuka dan menampakan Melodi yang keluar dalam keadaan menunduk tak menatap kearahnya.


"Sayang." Panggil Rizki.


"Mandi Mas, kita udah terlalu lama di kamar. Pasti yang lain udah nungguin kita." Ucap Melodi sambil melangkah ke ruang ganti tanpa menoleh sedetikpun ke arah ranjang mereka.


Saat merasa tak ada jawaban dari Rizki, Melodi langsung menoleh ke belakang dan ternyata suaminya itu menuruti perintahnya.


"Hooh, jantungku." Ucap Melodi saat mengingat kejadian tadi sambil memegang dadanya.


"Gila." Gumam Melodi saat mengingat sisi lain dari Rizki yang baru dia tahu tadi. Pria itu seperti orang yang tak dia kenal sebelumnya.


"Apa memang seperti itu, caranya berhubungan suami istri. Oh astaga berhentilah memikirkan itu Mel, kenapa otakku jadi se mesum ini." Ucap Melodi sambil merinding karena bisa-bisanya bayangan tadi berputar-putar di otaknya.


Tak mau larut dalam pikiran joroknya, Melodi langsung berpakaian dan setelah itu baru dia siapkan pakaian untuk suaminya.


Sambil menunggu Rizki, Melodi memutuskan untuk membersihkan kekacauan di kamar mereka karena ulah keduanya tadi.


Hingga selesai dengan aktifitas membersihkan kamar, barulah dia mendengar pintu kamar mandi yang terbuka..


"Tumben lama banget mandinya." Batin Melodi.


"Sayang." Ucap Rizki sambil mencium pundak Melodi yang terekspos saat dirinya memeluk gadis itu dari belakang setelah dirinya berpakaian.


"Entar malam yah." Ucap Rizki membuat Melodi mengerutkan keningnya.


"Entar malam apa?" Tanya Melodi dengan perasaan jantung yang tak karuan saat di peluk Rizki seperti ini.


"Yang tadi." Ucap Rizki membuat wajah Melodi langsung memerah karena malu.

__ADS_1


"Lapar Mas, kita turun yuk." Melodi mengalihkan pembicaraan saat paham arah ucapan Rizki.


"Jawab dulu." Kekeh Rizki mau mendengar jawaban Melodi.


"I iy-iya Mas." Ucap Melodi ragu-ragu, namun begitu perkataannya mampu membuat mood Rizki kembali baik dan Senyum yang timbul di bibir pria itu, menandakan puas dengan jawaban sang istri.


"Manis." Ucap Rizki setelah usai berbuat ulah di punggung Melodi..


"Iuuuwww, basah Mas ihh." Ucap Melodi mengelap punggungnya.


"Sedikit doang, tadi yang banyak nggak marah, Malah...." Ucap Rizki men jeda kalimatnya membuat Melodi memelototi matanya dan menatap Rizki yang sudah berlalu keluar kamar dengan tertawa lepas meninggalkan dirinya yang mematung di tempat.


"Eh lupa istri." Ucap Rizki setelah kembali lagi dan menarik Melodi untuk ikut keluar kamar bersamanya.


Saat keduanya baru keluar kamar, tiba-tiba saja Melodi mengingat sesuatu yang mengganjal di pikirannya.


"Tunggu Mas." Ucap Melodi menahan langkah mereka.


"Kenap?" Tanya Rizki bingung.


"Kau sudah menipuku Mas." Ucap Melodi menatap Tajam Rizki dan membuat pria itu menelan saliva nya takut.


"Menipu?" Tanya Rizki.


"Yah, tadi hanya tipuan kamu kan bilang kalau mau bantu aku agar tak malu sama ibu karena kita bangun kesiangan. Dan lihatlah ini, kita hampir saja melewatkan makan siang lagi setelah melewatkan sarapan pagi tadi karena ulah mu Mas." Ucap Melodi dengan nada kesalnya saat tersadar sudah di tipu suaminya itu.


"Hehehe, kebawa suasana soalnya. Tapi kamu tenang aja aku udah kasih alasannya buat ibu tadi. Jadi jangan khawatir, dan nggak usah malu. Ibu ngerti kok." Ucap Rizki santai.


"Alasan apa?" Tanya Melodi memicing curiga menatap Rizki.


"Apa yah." Ucap Rizki dengan terkekeh geli.


"Apa Mas?" Tanya Melodi Tak sabaran.


"Aktifitas kita tadi." Ucap Rizki dan langsung mendapat Tebokan dari Melodi.


"Aw sakit sayang."


"Mau taruh di mana mukaku ini, Tuhan. Itu memalukan Mas." Ucap Melodi seperti anak kecil takut ketemu orang tua setelah melakukan kesalahan fatal.


Melihat tingkah Melodi membuat Rizki bingung sendiri.


"Sudah yang, jangan khawatir." Ucap Rizki iya menenangkan.


"Jangan khawatir kamu bilang Mas." Ucap Melodi menatap tajam Rizki membuat pria itu tak berkutik.


"Baiklah, aku batalkan kata iya ku untuk jawaban lanjut atas aktivitas kita yang tadi menjadi Tidak ada lanjutan malam nanti. Karena kau sudah membuatku bertambah malu untuk bertemu Ibu." Ucap Melodi ketus dan langsung meninggalkan Rizki yang mematung mendengar penuturan Melodi.

__ADS_1


__ADS_2