
"Kalau gitu kita pamit yah, aku dan Gadis ada Urusan penting sekarang." Ucap Bima langsung mendapatkan omelan sang Mami.
"Nggak ada urusan-urusan, urusan apa yang lebih penting coba. Kita makan siang bersama dulu sekalian kalian harus antar Mami Papi Ayah Ibu Kakek ke bandara dulu baru kalian bisa melanjutkan rencana kalian masing-masing."
Mendengar itu Melodi langsung tersenyum senang menatap sang Abang.
"Mi." Panggil Satria namun tak di hiraukan Mami Eka.
"Udah Sat terima aja." Kali ini Kakek Burhan menimpali setelah sekian lama diam melihat adegan keluarga cucu mantunya itu.
"Tapi kek."
"Nggak ada tapi-tapian kakek kamu benar." Sela Mami Eka.
Setelah itu Mami Eka langsung mengajak Gadis mengikutinya beserta Bu Gunawan juga, mereka langsung berjalan ke arah dapur.
"Mel kamu mau ikut nggak?" Tanya Ibu Rizki pada menantunya itu.
"Ikut Bu." Ucap Melodi dan langsung beranjak meninggalkan para lelaki sambil menggandeng lengan sang Ibu mertua rasa ibu kandung itu.
Sesampainya di dapur, Mami Eka langsung menjalankan aksinya bertanya banyak hal tentang putranya itu pada Gadis.
"Gadis kamu sama Melodi duduk aja yah, Biar Mami sama Ibu yang masak." Ucap Ibu Rizki tak ingin menantunya itu kelelahan.
"Siap laksanakan Bu." Ucap Melodi dan langsung mengajak Gadis duduk di depan meja masak yang langsung berhadapan dengan Mami dan Ibunya.
Sementara Masak, Mami Eka sempatkan untuk mengulik Gadis tentang hubungannya dengan sang Anak.
"Dis, kamu kenal Satria udah lama yah?" Tanya Mami Eka dengan aktifitas menyiapkan bumbu masaknya.
"Iya aku juga penasaran Dis, udah lama kenal Bang Bima yah?" Timpal Melodi penasaran.
"Kita kenalnya baru-baru ini kok, itu juga aku yang nggak sengaja nabrak mobilnya Om Satria." Jelas Gadis tanpa canggungnya.
"Oh yah, berti baru-baru ini saja yah. Aku ingat waktu awal Ibu Mami datang pas Bang Bima Berkunjung mobilnya lecet, katanya di tabrak orang. Jangan-jangan itu kamu yah Dis." Ucap Melodi mengingat kejadian beberapa hari yang lalu.
"Hehehe iya kak." Kata Gadis sambil menggaruk tengkuknya kikuk.
"Kirain Ibu kalian udah kenal lama, soalnya akrab gitu." Kata Ibu Gunawan.
"Iya, Mami pikir juga gitu." Timpal Mami Eka.
Gadis hanya tersenyum saja menanggapi perkataan kedua ibu itu.
"Tapi kalian cocok tahu, kamu tahu nggak Dis. Abang aku itu baik, setia orangnya, tampan kamu lihat sendiri kan. Pokonya nggak bakalan nyesel deh kalau kamu sama Bang Bima, aku setuju kok kalau kalian bersama." Seru Melodi jujur karena dia suka dengan Gadis saat pertama kali jumpa gadis itu.
"Ibu juga setuju sama kamu Mel." Kata Ibu Rizki menimpali ucapan Melodi.
__ADS_1
"Mami apa lagi, setuju sekali Mami. Udah pingin Satria nikah soalnya, apalagi dapat Mantu secantik dan se imut kamu. Beruntung deh pasti Mami entar." Ucap Mami Eka serius.
"Tapi aku sama Om Satria.." Ucap Gadis langsung di selah Melodi.
"Loh kamu ko panggil Bang Bima Om si Dis, aku mau komen ini dari kemari tapi lupa mulu."
"Hehehe, suka saja panggil Om. Galak soalnya pas pertama kali ketemu." Kekeh Gadis.
Ucapan Gadis itu langsung membuat semua orang di sana tertawa mendengarnya karena bisa bisanya pria setampan itu di panggil Om oleh seorang gadis pikir mereka..
Setelah itu mereka pun melanjutkan dengan obrolan-obrolan kecil hingga makanan yang Mami Ibu siapkan pun usai.
"Sayang, tolong panggilkan suami kamu dan semuanya." Ucap Mami Eka saat Mereka usai menata makanan di meja makan.
"Siap Mami sayang." Jawab Melodi dan langsung beranjak pergi.
"Gadis ayo kita duduk." Ucap Ibu Gunawan sambil merangkul Gadis.
"Ayo sayang." Mami Eka ikut mengajak duduk Gadis juga.
Tak berselang lama, Melodi tiba dengan ke lima pria di keluarga itu.
"Satu Bidadari dengan empat Raja silahkan duduk." Ucap bercanda Mami Eka saat melihat kehadiran ke lima orang orang itu, membuat semuanya tertawa mendengarnya.
"Mami bisa saja." Ucap Papi Darma sambil mengambil tempat duduk di sebelah istrinya itu
"Sayang, sudah ah jangan ganggu Bang Bima terus." Bisik Rizki karena melihat sang istri suka sekali membuat Abangnya itu kesal.
"Iya iya sayang, padahal asik loh kalau jahilin Abang tahu." Kekeh Melodi.
"Dek, kamu ngomong apa sih." Ucap Bima sambil Menduduki dirinya di samping Gadis karena cuman kursi itu saja yang kosong.
"Sudahlah Sat, palingan Ade mu juga hanya bercanda." Tegur Papi Darma dan Bima tak lagi protes.
Mereka pun makan dengan sesekali membuat Bima kesal dengan celetuk-celetuk becandaan mereka.
Usai makan, semua bersantai sebentar sebelum akhirnya pergi ke bandara. Karena jadwal keberangkatan kedua keluarga siang ini.
****
"By, mampir di mall yah. Aku mau beli baju buat ke pernikahan Anzas besok." Ucap Melodi saat dalam perjalanan pulang ketika mereka baru balik dari bandar.
"Ah yah, besok Anzas nikah yah. Abang sampai lupa sayang." Ucap Rizki tak mengingat hal itu.
"Iya By, tadi aku nggak sengaja lihat undangan mereka di atas meja pas kumpul tadi yang.
"Ya udah, ke mall kita sekarang." Ucap Rizki bahagia, setidaknya dia bisa menyaksikan saingannya dulu itu resmi menjadi suami orang agar dia tak lagi khawatir dengan pria itu yang akan kembali mendekati sang istri.
__ADS_1
"Bahagia banget sih jawabnya." Ucap Melodi terkekeh melihat tingkah girang Rizki.
"Iya lah, biar Abang lega. Nggak khawatir lagi kamu di ambil bule bucin itu." Ucap Rizki sambil mengingat betapa bucinnya Anzas terhadap Melodi saat berhubungan dulu.
"Kamu tuh By, udah lama juga. Lagian aku juga nggak bakal berpaling dari kamu kali, udah terlalu di buat nyaman kamu sih." Ucap Melodi sambil mengusap perutnya.
"Hehehe, kan berjaga-jaga aja yang." Kekeh Rizki mendengar perkataan Melodi.
"By, telfon Gerald Saga dong biar ikut kita ke Mall. Katanya mereka mau balik ke rumah sakit, padahal nggak nongol-nongol." Ucap Melodi ketika mengingat kedua sahabat mereka itu.
"Kamu lah yang telfon sayang, kan aku lagi nyetir."
"Hehehe lupa aku By." Ucap Melodi dan dia langsung mengambil ponselnya untuk menelfon kedua sahabat mereka.
***
Kini Mobil Rizki dan Melodi baru saja sampai di parkiran Mall, namun mereka tak langsung keluar mobil karena lebih memilih menunggu Saga dan Gerald dahulu.
Sepuluh menit menunggu kini Gerald sudah menghampiri mereka.
Tok
Tok
Tok
"Saga Mana?" Tanya Melodi saat Rizki menurunkan kaca mobil.
"Udah di dalam, yuk masuk." Ajak Gerald.
Rizki dan Melodi pun bergegas turun dan mereka bertiga langsung menuju tempat makan dimana Saga sudah menunggu mereka di sana.
"Tuh Saga, dia sama siapa yah?" Tanya Melodi saat matanya menangkap sosok Saga dan seseorang yang sedang berbicara akrap Ketika mereka sampai di tempat makan dimana Saga menunggu.
"Itu kan, Bella." Ucap Rizki saat dia mengenali wanita itu.
"Yah, Itu Bella By." Ucap Melodi saat sudah mengingat wanita itu.
🌼Kalian pada ingat sosok Bella nggak? Komen di bawah yah kalau masih ingat☺️🌼
...Komennya jangan lupa yah, makin banyak komentar kalian makin semangat pula Author nulisnya.☺️...
...**Like,Gift, Fav & Vote sebagai tanda kalian menghargai karya tak seberapa Author ini....
...Jangan bosan-bosan yah sama karya receh ini. Salam sayang buat yang sudah setia sama cerita Author.😁**...
...Sehat sehat yah kalian semua🤗...
__ADS_1