
"Sayang, bangun kamu nggak kuliah." Ucap Rizki sambil membangunkan Melodi, wanita itu masih saja asik terlelap tidur padahal waktu sudah menunjukan jam tujuh pagi. Sementara kelas mereka akan dimulai jam delapan nanti.
Kemarin keduanya menghabiskan waktu dari siang sampai malam dengan aktifitas ranjang mereka. Hanya berhenti ketika lapar, lelah dan kemudian melanjutkan lagi jika sudah segar sampai pada tengah malam barulah mereka menyudahinya.
Pantas saja, Melodi masih betah terlelap. Sedangkan Rizki sudah terbangun sejak tadi, entah terbuat dari apa tubuh pria itu. Rizki tak sedikitpun terlihat lelah, bahkan terkesan bahagia dan segar-segar saja.
"By aku absen yah kampusnya, capek By. Butuh tidur lagi. Kamu nggak capek?" Ucap Melodi masih betah menutup matanya.
"Ya udah, kamu istirahat saja kalau gitu. Nanti Abang izinin. Kalau gitu Abang berangkat yah." Ucap Rizki dan Melodi hanya menganggukkan kepalanya, setelah itu Rizki langsung mencium kepala Melodi dan barulah dia bergegas pergi.
Rizki yang tak tahu harus menyebut dirinya apa, akhirnya dia menyebut dirinya sendiri dengan sebutan Abang. Karena sebutan Mas, Melodi kurang menyukainya.
"Jangan lupa sarapan, udah Abang pesankan." Ucap Rizki sebelum benar-benar keluar kamar.
Setelah menempuh perjalanan dua puluh menit, kini sampailah Rizki di parkiran Kampus. Namun saat Rizki hendak turun dari Mobilnya, dia tak sengaja Melihat Larisa yang di antar seorang pria yang dia kenali, namun belum sempat dia menghampiri pria itu yang dia pikir Bima kakak iparnya itu keburu sudah meninggalkan parkiran.
"Apa aku salah lihat yah." Batin Rizki memikirkan sosok Bima.
"Ah, nggak mungkin lah. Jangan sampai itu kenyataan." Ucap Rizki dan dia langsung berlalu pergi meninggalkan parkiran dengan dia yang selalu menepis pikiran tentang Bima dan Larissa dalam benaknya.
Baru saja samapi di kelas, Rizki langsung di todong dengan pertanyaan tentang Melodi.
"Lo sendiri Ki, mana Melodi?" Tanya Saga saat melihat tak ada Melodi di samping Rizki.
"Iya Melodi Mana? Kalian masih berantem? Atau lo diamkan dia, makanya kalian nggak berangkat bareng sekarang." Ucap Gerald saat mengingat sarannya kemarin pada Rizki.
"Masih tidur, nggak enak badan dia. Makanya absen hari ini." Ucap Rizki santai sambil mengambil tempat duduk di sebelah Gerald.
Beberapa kali Rizki melirik pada Larisa yang sedang asik dengan ponselnya, dia masih penasaran tentang pria yang mengantar Larissa tadi. Tapi dalam hatinya berharap jika pria itu bukanlah Bima seperti yang dia lihat tadi.
"Sakit apa?" Tanya Saga, karena Melodi tergolong tak pernah sakit, apa mungkin kejadian kemarin yang mengakibatkan dia drop. Tapi mana mungkin. Kan yang kena pukulan itu Anzas, masa yang sakit malah Melodi. Pikir Saga.
__ADS_1
"Ah itu, dia hanya kecapean. Entar kalau banyakin istirahat juga sudah baikan." Ucap Rizki yang tak tau mau memberi alasan apa. Masa dia katakan jika karena ulah dirinya, sampai membuat istrinya itu kecapean. Mana mungkin.
"Baiklah, nanti pulang bersama kalau gitu. Kita mau mampir." Ucap Gerald setelah itu tak berselang lama Dosen pengajar mereka memasuki ruangan, dan mereka pun menghentikan obrolan itu.
***
Sementara Melodi yang sedari tadi tidur, kini terbangun karena perutnya yang berdemo karena meminta jatah sarapannya yang sudah terlewatkan gadis itu.
"Kau mengganggu ku." Ucap Melodi sambil mengusap perutnya, setelah itu dia langsung bergegas ke kamar mandi sebelum memutuskan untuk makan.
"Hmm, Ki. Terimakasih." Gumam Melodi sambil tersenyum menatap sarapan yang di pesan Rizki di atas meja. Ketika dia baru memasuki ruang makan mereka.
Melodi pun langsung duduk dan menyantap sarapannya. Setelah itu dia membersikan apartemen mereka selagi tak ada aktifitas apapun.
"Ah, jadi nyesel nggak ke kampus." Batin Melodi di tengah aktifitasnya membersihkan ruangan kamar mereka.
Tak berselang lama dia menerima telfon dari Rizki, yang mengabari jika dia tak langsung pulang karena dia harus mampir ke cafe mereka sebentar.
Tapi sebelum itu dia memutuskan untuk pergi berbelanja sebentar ke supermarket dekat Apartemen mereka, karena apa yang ingin dia masak tak tersedia di kulkasnya.
Saat sampai di supermarket, Melodi tak banyak membeli barang. Wanita itu hanya membeli seperlunya saja, sesuai dengan yang akan dia masak. Setelah itu dia pun memutuskan kembali ke apartemen tanpa mampir kemanapun lagi.
Namun baru juga keluar dari lift apartemen matanya langsung di sambut dengan pemandangan yang membuatnya mematung saat matanya melihat pada dua orang yang sedang berdiri sambil menekan pintu apartemennya.
"Abang." Gumam Melodi, dia tak terkejut dengan kedatangan pria itu. Namun yang membuat dia terkejut yaitu wanita yang sedang berdiri di samping sang Abang.
"La larissa." Gumamnya lagi, sambil menelan Saliva nya. Terkejut dengan kedekatan mereka, sudah pasti.
Setelah tersadar, Melodi langsung melangkah maju melawan rasa yang entah apa yang tiba-tiba melandanya. Melodi berjalan pelan seakan tak bersemangat melihat objek di depannya..
"Abang." Sapa Melodi lirih saat dia berada tepat di belakang Bima dan Larissa.
__ADS_1
Sontak saja dua orang yang berada di depannya itu langsung berbalik saat nama Bima di panggil Melodi.
"Ade, dari mana? Abang telfon dari tadi." Ucap Bima saat melihat sang adik.
"Melodi belanja di bawa dan nggak bawa hp Bang." Ucap Melodi namun matanya tertuju pada Larissa yang sedang menatapnya dengan ekspresi terkejut sama sepertinya. Karena larissa sendiri tak tahu jika Melodi adalah Adiknya Bima.
"Ah, iya ini Larissa pacar Abang dek." Perkataan Bima membuat Melodi pening seketika. Ah, kenapa harus larissa. Batinnya.
"Risa, ini Melodi adikku." Ucap Bima memperkenalkan keduanya.
"Ah ya Melodi kenal kak, kan sekelas Melodi di kampus. Iya kan Sa." Ucap Melodi dan Larissa hanya mengangguk dan tersenyum lembut.
"Kalau gitu ayo masuk." Ucap Melodi sambil berusaha menyembunyikan keterkejutannya dari sang Abang.
Kemudian mereka pun masuk, dengan Melodi yang pikirannya berkelana pada cerita Rizki tentang Larissa yang tak benar. Oh tidak, kenapa harus Larissa Bang. Batin Melodi sedikit tak terima, namun dia belum bisa mengutarakan hal itu sekarang.
"Suamimu kemana sayang?" Tanya Bima ketika mereka sudah duduk di ruang tamu dan hal itu menarik perhatian Larissa, karena yang dia tahu Melodi belum menikah dan masih berstatus pacaran dengan Anzas.
"Lagi ke kampus, tapi sekalian mampir ke cafe. mungkin sebentar lagi sudah balik." Ucap Melodi sengaja tak menyebut nama Rizki, karena dia tahu Larissa belum tahu tentang pernikahannya dengan Rizki. Karena Gadis itu hanya mengetahui Rizki telah menikah, namun tak mengetahui siapa istrinya Rizki.
"Lalu kamu nggak ke kampus, bukannya kalian sekelas kan?" Tanya Bima lagi-lagi membuat keningnya Larissa berkerut, berarti suaminya Melodi orang yang dia kenal. Itu berarti bukan Anzas suaminya Melodi, karena pria itu berbeda jurusan dengan mereka. lalu siapa suaminya dan kapan mereka menikah, Batin Larissa di buat bertanya-tanya dengan kenyataan yang baru dia dengar.
"Aku nggak enak badan tadi bang, makanya absen kelas hari ini." Ucap Melodi beralasan
"Hahaha, enak aja." Tawa orang-orang yang baru memasuki ruangan pintu apartemen membuat Melodi dan dua orang di hadapannya beralih memandang ke arah pintu dimana Rizki Saga dan Gerald yang sedang tertawa heboh ketika baru memasuki pintu apartemen.
"Eh baru juga di tanyain udah nongol aja tuh ade ipar." Ucapan Bima membuat semua yang ada terdiam dan saling menatap.
Semua seperti nampak terkejut satu sama lain terkecuali Bima dan Melodi yang sedang menahan pelipisnya.
Saga, Gerald dan Rizki seolah mematung menghentikan tawa mereka seketika. Saling tatap dengan Larissa yang juga sedang menatap ke arah mereka bergantian dengan pikiran masing-masing.
__ADS_1