
"Sayang cantik banget sih istriku ini." Ucap Rizki ketika melihat Melodi yang sudah siap dengan gaun pestanya.
"Cantik si cantik, tapi ini sepatu teplek nya merusak penampilanku." Gerutu Melodi sebab tadi dirinya sudah memakai hak tinggi miliknya namun Rizki malah menyuruhnya untuk melepas dan menggantinya dengan sendal sepatu yang dia kenakan sekarang.
"Jangan protes yang, itu demi kebaikan kamu dan bayi kita. Aku nggak mau kamu capek atau kenapa-kenapa kalau memakainya nanti. Ini sudah lebih dari cukup, tak menghilangkan sedikitpun kecantikan mu dalam penampilanmu ini sayang." Jelas Rizki sambil Memeluk pinggang Melodi dari belakang saat istrinya itu sedang berdiri dan menatap ke arah cermin besar kamar mereka.
"Huuuuh." Melodi hanya menanggapi Rizki dengan menghembuskan nafasnya saja.
"Ayo, berangkat sayang." Kata Rizki sambil memberi Lengannya untuk di gandeng Melodi.
"Aduh Bapak sama ibu serasi sekali sih." Ucap Bibi Sum yang sekarang sudah merubah panggilannya Aden dan non sejak tahu kehamilan Melodi.
Beliau menatap takjub penampilan elegan kedua majikannya saat baru keluar kamar.
Ini kali pertamanya beliau melihat kedua orang itu berpenampilan menawan seperti ini.
Sebab Ini juga kali pertama Rizki dan Melodi memenuhi undangan selama pernikahan mereka berlangsung.
"Bi Sum bisa aja." Jawab Melodi sambil tersenyum.
"Bibi serius Bu." Lanjut Bibi Sum lagi.
"Bi Sum benar sayang, kita terlihat sempurna malam ini. Terlebih kamu sayang, apa kita nggak usah pergi saja yah. Aku takut banyak pria yang melirik kamu di sana terutama itu pengantin prianya." Ucapan Rizki langsung mendapat cubitan di perutnya.
"Kamu ini mikir apa sih, sudah ayo berangkat." Ucap Melodi dan setelahnya dia langsung pergi meninggalkan Rizki ke arah depan.
Dia takut saja jika pria itu akan berubah pikiran dan membatalkan niat mereka untuk pergi sesuai perkataannya barusan.
"Sayang, Mami...tunggu Dady." Ucap Rizki sambil berlari mengikuti Melodi yang sudah berjalan cepat meninggalkan dirinya.
Bibi Sum yang melihat kelakuan majikan mudanya itu hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya saja.
"Mami kok Dady di tinggal sih." Ucap Rizki saat sudah di dekat Melodi membuat wanita itu langsung bersemu merah mendengar panggilan Rizki barusan.
"By, tunggu bayi kita lahir dulu baru kamu panggil akau Mami. Malu ih kalau di dengar orang." Ucap Melodi saat Rizki membukakan pintu mobil untuknya.
"Kenapa mesti malu, kita sebentar lagi akan jadi orang tua. Makanya itu, kita harus biasakan panggilan itu mulai sekarang." Kata Rizki sambil memasang seatbelt di tubuh Melodi.
"Iya sih tapi." Gumam pelan Melodi malu.
"Nggak ada tapi tapi sayang.." Seru Rizki setelahnya dia mengecup sekilas bibir Melodi setelah itu dia langsung menutup pintu mobil dan berlari kecil menuju pintu sebelah.
"Kalau di depan Saga Gerald jangan panggil gitu yah. Takut di ledekin mereka." Pinta Melodi ketika Rizki baru masuk dan duduk di kursi kemudinya.
"Tergantung mulut Dady sayang, kalau nggak keceplosan." Ucap Rizki terkekeh.
"Is kamu By." Rajuk Melodi cemberut.
__ADS_1
"Dady sayang, DADY." Tekan Rizki.
"Tahu ahh."
Mendengar Itu Rizki hanya bisa tertawa sambil menjalankan mobilnya.
***
"Tuh Saga sama Gerald By." Ucap Melodi saat mobil mereka sampai di parkiran Vila tempat acara resepsi pernikahan Anzas dan Sarah berlangsung.
Tadi mereka sempat berkabar dengan kedua sahabat mereka itu agar saling menunggu di parkiran dan ternyata Saga dan Gerald lebih dulu sampai di banding mereka berdua.
Melihat mobil Melodi dan Rizki, Saga dan Gerald langsung mendekat kearah mobil itu.
"Lama banget sih kalian." Omel Gerald sengaja, karena kini dia sedikit kesal. Sebab dia seorang yang tak berpasangan kini.
Bagaimana tidak, Rizki dan Saga menggandeng pasangan mereka sementara Dirinya sendiri yang kosong.
"Bete dia nggak ada pasangan." Bisik Saga pada Melodi yang baru turun dari mobil.
"Hay Kak Iki, Kak Mel." Sapa Bella yang setia di samping Saga.
Bella di ajak Saga, karena memang dia tak mau terlihat jomblo malam ini.
"Hay Dek." Sahut Rizki sementara Melodi hanya menyahut dengan senyuman saja, entah kenapa moodnya menurun setelah melihat Bella.
"Ayok masuk yuk, kayanya kita sedikit telat." Ucap Melodi dan langsung menggandeng lengan Rizki melangkah dahulu.
"Duduk dulu deh By, masih panjang tuh antrian." Jawab Melodi.
Mereka pun langsung berjalan ke kursi kosong dan menunggu di sana.
"By." Panggil Melodi.
"Apa sayang?" Tanya Rizki.
"Bisa ambilkan aku makanan, aku pengen By." Ucap Melodi.
"Baiklah tunggu sebentar." Ucap Rizki dan mau beranjak namun Melodi memanggilnya kembali.
"Kenapa sayang?"
"Ambilkan semua lauknya yah, nggak boleh ada yang tertinggal." Ucap Melodi dengan seriusnya seakan dia sedang membayangkan sesuatu.
"Kamu yakin?" Tanya Rizki tak yakin Melodi akan menghabiskan itu.
"Yakin se yakin yakinnya By.." Ucap Melodi namun matanya tertuju pada Gerald yang sedang fokus dengan ponselnya karena setiap pasangan yang bersamanya pada sibuk dengan pasangan mereka masing-masing.
__ADS_1
Mendengar itu Rizki hanya menggelengkan kepalanya saja, dan langsung berlalu mengambil permintaan sang istri.
"Kalian nggak makan?" Tanya Melodi pada Gerald Saga dan Bella.
"Habis salaman dulu." Sahut Gerald, sementara Saga langsung bertanya pada Bella.
"Kamu mau makan, biar aku ambilkan." Tawar Saga pada Bella.
"Boleh, tapi kue saja." Ucap Bella dan Saga langsung beranjak mengambil permintaan wanita itu.
Tak berselang lama Rizki telah kembali dengan sepiring besar makanan di tangannya yang hanya di penuhi banyak lauk pauknya dan sedikit nasi.
"Ini Sayang." Ucap Rizki sambil memberikan piring pada Melodi.
"Mel lo yakin bisa makan sebanyak itu." Ucap Gerald terkejut melihat porsi makanan di piring Melodi.
"Yah nggak lah, mana bisa aku makan sebanyak ini." Ucap Melodi yang juga menatap ngeri piring di tangannya.
"Sayang, tadi katanya bisa." Protes Rizki.
"Hehehe maksud aku Gerald yang bisa By." Ucap Melodi membuat Gerald terkejut di buatnya.
"Hahaha, syukurlah aku kira kamu sayang." Ucap Rizki lega namun tak bisa menahan tawanya membayangkan Gerald.
"Ko aku, kan kamu yang mau makan Mel." Protes Gerald tak terima.
"Ger, ini bukan mau aku tahu. Tapi mau ponakan kamu ini, mau yah makan ini buat aku dan ponakan mu ini." Sahut melodi dengan penuh permohonan membuat Gerald mendesah frustasi.
"Untung sayang Mel." Batin Gerald pasrah.
"Baiklah sini kan piringnya." Ucap pasrah Gerald membuat Melodi berbinar.
Rizki tak henti-hentinya berusaha menahan tawanya takut tak bisa di kontrolnya melihat wajah masam Gerald sekarang.
Sementara Saga yang baru datang bingung dengan keadaan yang ada.
"Kenapa mereka Bell?" Tanya Saga pada Bella.
"Melodi meminta Gerald yang menghabiskan itu makanan." Ucap Bella menjelaskan.
"Hahahaha, selamat menikmati Ger. Aku tuntun dengan doa dari sini." Tawa Saga pecah membuat hingga membuat sebagian orang menatap ke arah mereka.
"Diam kalian berdua, mau ku suruh ambil yang sama kaya Gerald dan menemaninya makan ha." Ucap Melodi langsung menghentikan tawa Rizki dan Saga cepat.
To Be Continued⬇️
...Komennya jangan lupa yah, makin banyak komentar kalian makin semangat pula Author nulisnya.☺️...
__ADS_1
...Like,Gift, Fav & Vote jika berkenan😁...
...Sehat sehat yah kalian semua🤗...