
"Hebat yah lo, dapat Melodi tapi masih pertahankan Larisa." Ucap Saga seketika membuat Rizki menarik nafasnya perlahan.
"Bukannya mau pertahankan Larisa Sag, tapi aku nggak tahu cara melepasnya gimana?" Ucap Rizki kemudian menduduki dirinya di ranjang mereka.
"Hah, maksud kamu apa nggak tahu cara lepasnya gimana? belum cukup Melodi sebagai alasan kamu." Ucap Saga setelahnya pria itu langsung keluar meninggalkan Rizki yang sedang mencerna kata-katanya tadi. Sungguh dia tak suka dengan Rizki yang sepertu ini.
Setelah Saga menghilang di balik pintu, Rizki langsung mengusap wajahnya kasar.
"Kamu nggak tahu gimana jadi aku Sag, kamu nggak tahu. Aku bukan pria brengsek yang bisa dengan begitu saja memutuskan hubungan dengan wanita, dimana aku sendiri yang memintanya untuk memulai." Ucap Rizki sambil menatap pintu yang Saga barusan lewati.
"Nih Ger." Ucap Saga ketika dia sudah berada dekat dengan Gerald dan langsung memberikan celana Rizki pada pria itu.
"Tuh muka kenapa? Belum puas di toiletnya, sana balik lagi." Ucap Gerald karena melihat wajah Saga yang terlihat seperti sedang kesal.
"Jangan sok seperti dukun, buruan pake celananya." Ucap Saga masih dengan kekesalannya.
"Mel, urus tu teman lo lupa minum obat kali. sensi amat." Ucap Gerald sambil memakai celananya di depan mereka karena hanya dobel saja celananya.
Melodi hanya menatap saja Saga, dia tak mau bersuara takut membuat Saga bertambah marah karena yang dia lihat Saga sama seperti yang di bilang Gerald tadi. Entah apa yang terjadi di kamar tadi sehingga membuat raut majah Saga berubah seperti itu.
Tak berselang lama Rizki pun kembali bergabung dengan mereka, dan terlihat Rizki seperti biasa saja.
"Ayo berangkat." Ucap Rizki.
Mereka pun semuanya mengikuti langkah Rizki yang lebih dulu berjalan mendahului mereka. Setelah sampai di parkiran Rizki kembali bersuara.
"Naik mobil siapa?" Tanya Rizki.
"Mobil aku saja." Jawab Saga dan dia langsung menarik tangan Melodi dan membawanya untuk masuk di samping kemudinya, dia tak mau jika bersampingan dengan Rizki atau Rizki bersampingan dengan Melodi. Dia masih merasa kesal dengan sikap Rizki tadi.
Rizki yang melihat itu dia hanya menarik nafasnya saja menanggapinya, yah Saga berhak marah padanya karena pria itu tak tahu rasanya menjadi dia pikir Rizki.
"Kenapa dia, nggak seperti biasanya." Ucap Gerald melihat tingkah Saga seperti tak biasa, pria itu biasa banyak bicara dan jarang sekali melihat pria itu merasa kesal. Tapi hari ini di mata dirinya Saga seperti berbeda.
"Nggak usah di tanggapi, ayo masuk." Ucap Rizki dan langsung masuk ke dalam mobil Saga dan di ikuti Gerald.
Tiba-tiba saja ponsel Rizki berdering dan Rizki langsung melihatnya, tertera id name Larisa yang sebelumnya My love telah di gantinya menjadi nama gadis itu. Rizki pun mengecilkan volume suara panggilannya dan kembali memasukan ponselnya pada saku celananya, dia tak mau Saga bertambah marah terhadap dirinya nanti.
Saga melirik sekilas Rizki dari kaca mobilnya, dia tahu siapa di balik panggilan itu hingga membuat Rizki tak mengangkat panggilan tadi.
__ADS_1
"Munafik, biasanya kalau aku belum tahu pasti sudah sayang sayangan." Ucap batin Saga kemudian dia melihat sekilas ke sebelahnya, Melodi terlihat biasa saja tak terganggu sedikitpun.
Setelah sampai di parkiran Mall, mereka langsung saja turun dan berjalan masuk.
"Mau kemana dulu nih." Ucap Melodi bersemangat, gadis itu selalu bersemangat ketika menginjak tempat perbelanjaan. Dia paling suka yang namanya memilih belanjaan, apalagi dengan rombongan seperti ini.
"Lihat-lihat baju dulu." Ucap Gerald memberi saran.
"Ide yang bagus." Ucap Melodi langsung menarik tangan Gerald.
Rizki dan Saga yang melihat itu hanya tersenyum saja, kemudian mereka berdua langsung mengikuti langkah Gerald dan Melodi dari belakang.
"Sag." Panggil Rizki.
"Hm." Saga hanya menanggapi Rizki dengan bergumam.
"Lo tenang aja, secepatnya aku akan selesaikan urusan aku sama Larisa. Tapi tentu saja butuh proses, aku nggak mau membuat anak orang sedih dengan memutus sepihak hubungan tanpa ada masalah di antara kita. Aku mau Larisa sendiri yang mutusin hubungan ini, jadi mengertilah Sag." Ucap Rizki sambil melihat Saga yang tak menatapnya itu.
"Yah yah, intinya jangan pernah nyakitin Melodi. Itu saja." Ucap Saga kemudian dia melangkah cepat menuju Gerald dan Melodi meninggalkan Rizki.
Rizki paham maksud Saga terhadapnya, yah jika dirinya di posisi Saga maka dia juga akan lakukan hal yang sama tentu saja.
"Mau itu Mel?" Tanya Rizki ketika dirinya sampai di dekat Melodi yang sedang melihat baju di tangannya.
"Iya, boleh?" Tanya Melodi.
"Boleh." Ucap Rizki.
"Kamu nggak beli Mas?" Tanya Melodi karena Rizki malah melihatnya tanpa ada belanjaan di tangan pria itu.
"Mau sih, kamu yang pilihkan yah." Ucap Rizki menatap Melodi.
"Nanti nggak cocok dengan kamu gimana Mas." Ucap Melodi khawatir, karena dirinya belum pernah membeli pakaian untuk pria itu.
"Kan lihat bersama sayang." Ucap Rizki tak sengaja.
"Sayang sayang, ya udah sebentar aku coba ini dulu." Ucap Melodi merasa risi dengan kata sayang yang di ucap Rizki, karena kata itu yang sering dia dengar ketika Rizki sedang bersama dengan Larisa.
Melodi langsung melangkah menuju ruang ganti, dan tak lama kemudian Rizki langsung menyusulnya dengan beberapa pakaian yang dia ambil untuk Melodi.
__ADS_1
Ketika Melodi telah selesai berganti pakaian, gadis itu pun langsung keluar namun malah mendapatkan Rizki yang berada tepat di depan pintu yang dia buka.
"Ya ampun Mas, kalau jantung aku copot gimana?" Ucap Melodi sambil mengusap dadanya.
"Mau aku bantu usap." Ucap Rizki sambil mengulurkan tangannya ke dada Melodi namun gadis itu langsung menepis tangannya.
"Jangan gila, kenapa berdiri di sini." Ucap Melodi setelahnya.
"Nih, coba yang ini juga. dan aku harus lihat." Ucap Rizki membuat Melodi melotot kepadanya.
"Jangan berpikir mesum, kamu ganti baju aku tunggu di luar. Setelah itu tunjukan aku mau lihat." Ucap Rizki sambil mendorong pelan kepala Melodi karena paham tatapan Melodi terhadapnya.
"Isss." Ucap Melodi karena merasa Malu ketahuan telah memikirkan yang tidak-tidak.
Melodi langsung mengambil pakaian yang di bawa Rizki dan langsung masuk kembali dan menutup pintunya.
Ketika Melodi masuk, ponsel Rizki pun berdering dan ternyata panggilan dari Saga setelah Rizki melihat ponselnya.
"Lo di mana?" Tanya Saga, karena dirinya tak melihat Rizki sejak tadi.
"Di kamar pas sama Melodi." Ucap Rizki.
"Ya udah kita tunggu depan kasir." Ucap Saga setelah itu menutup panggilan mereka.
"Mel, sayang nggak usah di coba lagi. Ambil semua saja, udah di tungguin Saga sama Gerald di tempat kasir soalnya." Ucap Rizki setelah panggilan selesai.
"Mana bisa begitu, kamu saja belum lihat punya kamu." Ucap Melodi ketika dia sudah membuka pintunya.
"Udah, lain kali saja kita pergi berdua." Ucap Rizki sambil mengambil pakaian di tangan Melodi.
"Ayo ke kasir sekarang." Ucap Rizki lagi.
"Tapi nggak semua bajunya juga kali, kan belum di coba." Ucap Melodi sambil mengikuti langkah Rizki.
"Di apartemen saja cobanya." Ucap Rizki.
Kemudian mereka melangkah menuju kasir dimana Saga dan Gerald telah menunggu mereka. Namun belum juga sampai kasir malah mereka bertemu seseorang yang sudah lama tak Melodi temui.
"Melodi." Panggil orang itu dan seketika Melodi kaget di buatnya ketika gadis itu melihat ke arah sumber suara yang memanggilnya.
__ADS_1
Author kasih lebih awal Up-nya, makasih yang udah nunggu lanjutannya☺️. Makasih juga yang udah sering like🙏. Jangan bosan-bosan yah sama cerita author. Sini peluk online dari Author🤗.