Di Paksa Menikahi Teman Baikku

Di Paksa Menikahi Teman Baikku
Hari Penuh Tawa


__ADS_3

Saat ini, Rizki sedang di landa beberapa ocehan tak penting dari kedua sahabatnya. Setelah baru saja Bima dan Larissa pamit untuk pulang, karena telfon mendadak yang di terima Bima.


"Lo keren Ki." Ucap Gerald heboh saat baru saja Rizki dan Melodi menutup pintu saat mengantar Bima dan Larissa.


"Salut aku sebagai sahabat lo Ki, tapi apa lo nggak terlalu tega buat Larissa tadi." Ucap Saga, sedikit prihatin dengan Larissa. Dia prihatin bagaimana nanti caranya wanita itu menjelaskan untuk Bima nantinya.


"Lebih tega lagi aku kalau nggak bilang gitu sama Bang Bima." Ucap Rizki kemudian dia langsung menghempaskan tubuhnya di sofa.


"Sayang, buatin minum boleh? Abang haus, habis maraton tadi." Ucap Rizki membuat Saga dan Gerald saling bertatapan.


"Iya By, sebentar." Ucap Melodi kemudian dia berlalu ke dapur meninggalkan ketiga pria itu.


"Tunggu tunggu, apa aku salah dengar Ger. Ko panggilan mereka udah beda lagi." Ucap Saga.


"Iya, kemarin Mas sekarang Abang. Itu juga panggilan Melodi apa tadi?" Kata Gerald sambil bertanya pada Saga. Keduanya berbicara seakan tak menganggap Rizki ada di antara mereka.


"By, apa itu Hubby?" Ucap Saga.


"Mungkin, kira-kira besok panggilan apa lagi yah, Hahahha." Ucap Gerald dengan tawanya.


"Sungguh hari ini, banyak kejutannya Sag. Keren ei." Sambung Gerald lagi di sela-sela tawanya.


"Hahahhaaha." Hanya tawa yang bisa Saga persembahkan saat mendengar penuturan yang Gerald lontarkan. Sungguh, hari yang menyenangkan.


"Kenapa kalian kelihatan puas banget. Dan soal panggilan yah suka-suka kita lah." Ucap Rizki berkomentar saat melihat kedua sahabatnya heboh sendiri.


"Senang soalnya lihat orang yang udah noda hi kepolosan kita pucat kaya tadi Ki, sumpah puas banget. Siapa suruh selalu saja buat kita nonton adegan live 18+ nya. Mana aku jadi terpengaruh cobain rasanya gimana lagi, kan sesat jadinya. Dan soal panggilan kalian itu sebagai bumbu pelengkap lah buat kita puas gini ketawanya, kapan lagi kan hahaha " Sahut Gerald serius setelah sejenak menghentikan tawanya mendengar penuturan Rizki yang seperti biasa saja menanggapi hal menegangkan tadi. Namun kemudian tawanya kembali pecah lagi dengan kalimatnya sendiri.


"Setuju Ger, nggak salah sedikitpun. Hahaha." Tambah Saga Membuat Rizki hanya menggelengkan kepalanya saja. Sungguh keduanya sahabatnya se receh itu ternyata.


"Wih seru banget ketawanya." Ucap Melodi saat tiba dengan membawa minuman buat ketiganya.


"Makasih sayang, Itu Gerald lagi ngelawak receh. Makanya Saga kaya orang gila sekarang." Ucap Rizki namun tak menyurutkan tawa keduanya.

__ADS_1


"Suami lo tadi keren yah Mel, keren buat mantannya deg deg ser tadi. Aku yakin sepanjang perjalanan pulang, pasti Larissa di buat pusing sendiri ngumpulin alasan buat jelasin ke Abang lo pasti. Btw panggilan kalian yang baru lumayan kece, hahaha." Ucap Saga kembali mengingatkan tentang panggilan suami istri itu. Membuatnya tak bisa berhenti tertawa sekarang.


"Hahahaha, Hari yang indah bukan." Kata Gerald sudah tak sanggup tertawa lagi, namun sulit untuk di hentikan.


"Hari ini apartemen kita di sponsori oleh tawa mereka Sayang. Nikmati saja." Ucap Rizki dan langsung menarik Melodi hingga tubuh istrinya itu menimpah dirinya yang sedang berbaring.


"By apaan sih." Ucap Melodi sambil mencoba bangkit dari tubuh Rizki, namun pria itu langsung menahannya.


"Sebentar saja sayang, lihat yah bentar lagi sponsor tawa kita akan berhenti melihat ini." Ucap Rizki dan benar saja tawa Saga dan Gerald langsung berhenti dan seketika tatapan mereka berfokus pada keduanya.


"Lihat kan." Bisik Rizki sambil mengecup sekilas kuping istrinya itu.


"Hey kalian apa-apaan sih, nggak menghargai banget perasaan para jomblo." Ucap Gerald membuat tatapan Saga langsung tertuju padanya.


"Lo aja yang jomblo, aku mah nggak." Ucap Saga berhasil membuatnya sekarang menjadi pusat perhatian semuanya.


"Lo punya pacar." Tanya ketiganya serempak, membuatnya menelan saliva nya sendiri.


"Siapa?" Tanya Gerald dan di angguki Melodi dan Rizki. Kedua pasangan itu, langsung duduk dan memfokuskan diri pada Saga kini.


"Kalau jadi, baru tuh aku spill orangnya. Jadi jangan tanya lagi. Aku lapar ada makanan nggak?" Ucap Saga mencoba mengalihkan perhatian mereka.


"Itu berarti masih jomblo Sag." Komen Gerald.


"Terserah, ayolah ada makanan nggak Mel?" Ucap Saga.


"Belum masak aku, keburu tadi Bang Bima datang.


"Biar kita pesan saja." Ucap Rizki dan dia langsung mengambil ponselnya untuk memesan makanan untuk mereka.


***


Selagi menunggu pesanan mereka datang, Melodi langsung bergegas menyimpan belanjaannya tadi yang tak sempat dia rapikan karena kedatangan sang Abang.

__ADS_1


Namun saat dirinya sedang asik menaruh belanjaannya di kulkas, Melodi tiba-tiba dikagetkan dengan Rizki yang memeluknya dari belakang.


"Ngapain sayang?" Tanya Rizki sambil menumpukan dagunya di bahu sang istri.


"Nyusun Ini belanjaan, tadinya mau masak. Tapi nggak mood lagi." Ucap Melodi.


"By tangannya kondisikan dong, kalau di lihat Saga Gerald gimana." Kata Melodi lirih, karena merasa gali dengan perlakuan tangan Rizki yang sudah melata nakal di balik kaosnya.


"Bentar doang yang." Ucap Rizki namun Melodi langsung melepas tangan suaminya ketika mendengar langkah kaki yang mendekati mereka..


"Kalian lagi ngapain." Ucap Saga saat melihat Rizki yang berdiri di belakang tubuh Melodi.


"Lihatin Melodi nyimpan barang di kulkas, kenapa?" Tanya Rizki santai.


"Tuh, pesanan makanan udah datang. Buruan bayar." Ucap Saga songong, dan dia langsung mengambil tempat duduk terlebih dahulu di ruang makan.


"Dih bukannya bayarin aja, pake bilang segala. Pelit lo pada." Ucap Rizki dan berlalu ke depan..


"Kita kan tamu kalo lo lupa." Sahut Saga namun tak terdengar Rizki lagi, dan Melodi yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya saja. Ah, beginilah pertemanan mereka.


Tak berselang lama, Rizki dan Gerald datang dengan membawa bungkusan makanan yang di beli Rizki.


"Sini biar aku bukain." Ucap Melodi.


"Nggak usah yang, duduk aja biar di bukain Saga nanti. Iya kan Ger."


"Iya, ayo Sag. Buruan udah lapar nih." Ucap Gerald dan dia langsung menaruh bungkusan makanan mereka di hadapan wajah Saga, membuat Pria itu berdecak tak suka.


"Tega lo pada." Ucap Saga, namun tetap dia lakukan sesuai yang di bilang Rizki tadi.


Setelah itu mereka pun makan dengan nikmat, namun tiba-tiba saja Saga dengan jahilnya membuka percakapan tentang Larissa yang di tujukan pada Rizki membuat pria itu langsung melotot kan matanya menatap Saga.


"Ki, setelah aku pikir-pikir. Ada bagusnya juga loh kalau Bang Bima pacaran sama Larissa, apalagi kalau sampai nikah. Lo bakalan ipar sama dia tahu. Jadi kalau di novel kan bisa tuh judulnya, kakak ipar ku menikahi mantanku atau juga bisa istriku adik iparnya mantanku. Gimana bagus kan? Atau lo mau rekomendasikan judul lo sendiri?." Ucap Saga membuat semuanya menatap tajam ke padanya, namun tidak dengan Gerald. Pria itu sampai tersedak karena perkataan Saga yang ngelantur.

__ADS_1


__ADS_2