
"Udah lama Be?" Tanya Melodi ketika dia telah sampai di restoran dan langsung duduk di hadapan Anzas.
"Nggak terlalu sayang, aku udah langsung pesan makanannya seperti biasa kan?" Ucap Anzas.
"Iya Be." Ucap Melodi.
"Sini sayang duduknya." Ucap Anzas menepuk sofa di sampingnya dan tasyah pun berpindah tempat di samping Anzas.
"Be kamu nggak kuliah hari ini?" Tanya Melodi karena setahu dia hari ini jam segini adalah jam kelasnya Anzas.
"Dosennya lagi keluar negeri sayang, makanya cuman nitip tugas doang." Ucap Anzas dan Melodi pun mengangguk mengerti.
"Sayang." Ucap Anzas menyodorkan makanannya ke depan Melodi ketika pelayan pergi setelah mengantarkan makanan pesanan mereka.
Melodi yang paham maksud dari Anzas pun melakukan hal rutin yang sering dia kerjakan itu yaitu menyuapi Anzas.
Setelah mereka selesai makan dan setelahnya memutuskan untuk pergi ke kampus.
"Sayang, Ke taman belakang aja yuk sambil nunggu jam kelas kita. Soalnya kelasku masih tiga puluh menit lagi, Sayang masih dua jam lebihkan masuk kelasnya?" Ucap Anzas ketika mereka baru saja turun dari mobil dan berjalan masuk ke lobi kampus.
"Iya Be, eh itu Gerald sama Saga. Kita ke sana aja yuk." Ucap Melodi.
"Ayok." Ucap Anzas.
"Ger, sag. tumben kalian datangnya awal banget." Ucap Melodi ketika sudah berada di samping mereka.
"Eh, Kamu sama Anzas. Rizki mana yah? Katanya tadi dia sama kamu kampus bareng." Ucap Saga karena tadi dia sudah menghubungi Rizki dan saat itu Melodi ikut bersuara.
"Oia, tadi emang bareng. Cuman kita pisah soalnya mau ketemu nih sama si tampannya aku." Ucap Melodi sambil merangkul Anzas yang senyum saja menanggapi ucapannya barusan.
"Oh." Ucap Saga.
"Ger, mana titipan aku." Ucap Melodi pada Gerald.
"Udah habis dimakan Saga, no sisanya tuh." Ucap Gerald sambil menunjukan sisa bungkusan Makanan pedas titipan Melodi itu.
"Ih jahat kamu Saga, aku nggak mau tahu kamu ganti pokonya." Ucap Melodi cemberut.
"Sudahlah yang, entar aku beliin yang baru." Ucap Anzas sambil mengambil duduk di kursi depan Saga dan Gerald itu.
"Duduk Yang." Ucap Anzas dan di ikuti oleh Melodi.
"Woe, kalian belum jawab aku tadi." Ucap Melodi.
"Pertanyaan yang mana?" Tanya Saga.
"Kamu berdua tumben datang awal banget kan masih dua jam lagi kelasnya?" Ucap Melodi mengulang pertanyaan sebelumnya tadi.
"Aku ada urusan sama dosen dan Gerald aku minta nemenin." Ucap Saga.
"Sag, telfon tanyain posisi Rizki dong." Ucap Gerald.
"Oke bentar." Ucap Saga sambil langsung menghubungi Rizki.
"Sayang aku ke temanku di sana yah." Ucap Anzas sambil menunjuk kumpulan anak anak kelasnya itu.
"Iya Be." Ucap Melodi.
"Bro aku pergi dulu." Ucap Anzas dan Saga Dan Gerald hanya mengangguk.
"Sayang." Ucap Anzas sambil mengacak rambut Melodi.
"Sayang, berantakan kan rambut aku." Ucap Melodi sambil merapikan rambutnya dan Anzas hanya tersenyum dan berlalu pergi meninggalkan mereka.
"Kamu dimana Bro?" Tanya Saga ketika telfon telah tersambung.
"Masih di apartemen satu jam lagi baru aku ke sana." Ucap Rizki di seberang sana.
"Dimana?" Tanya Gerald.
"Apartemen." Jawab Saga sambil sambil mengaktifkan speaker ponselnya.
"Kenapa kamu nggak berangkat aja sekarang?" Ucap Saga.
__ADS_1
"Ada urusan dikit disini, Melodi udah sama kalian?" Tanya Rizki.
"Aku di sini ki, napa kangen sama aku yah?" Celetuk Melodi.
"Eh Mel, baca chat Aku." Ucap Rizki.
"Iya." Ucap Melodi langsung mengecek ponselnya.
"Eh bilang aja sekarang napa." Ucap Gerald.
"Rahasia, oh ya aku tutup dulu ya. Ada tamu soalnya." Ucap Rizki dan langsung menutup panggilan telfonnya.
"Tu anak, aku yang telfon malah dia duluan yang matiin panggilannya." Ucap Saga kesal.
"Mel ini barang, aku taruh di ruang tamu semua aja yah. Aku gak tahu beresinnya gimana. Hanya lemari yang aku urus. terus ni Lemari lama mau di apain?" isi pesan Rizki yang sedang Melodi baca saat ini.
"Taruh gitu aja ki, biar pulang kampus kita beresin sama sama. Lemari lama jangan di apa apain, masih bagus juga kan. biar pulang kampus aja kita bicaranya." Balas chat Tasyah.
"Ya udah kalau gitu." Balas Rizki.
🌼🌼🌼
"Langsung balik?" Tanya Gerald ketika dosen baru saja meninggalkan kelas mereka.
"Iya aku ada urusan soalnya." Ucap Rizki.
"Kamu mah urusan terus." Ucap Saga.
"Kamu Mel gimana?" Tanya Gerald.
"Aku juga langsung balik aja." Ujar Melodi.
"Pasti Urusan sama si bucin (Budak cinta) palingan." jawab Saga.
"Nggak lah dia udah balik duluan tadi, kelasnya kan bubar duluan." Jelas Melodi.
"Sayang, aku nggak bisa anterin kamu yah. Kamu pulang sendiri bisa?" Tanya Rizki pada Larisa.
"Nggak bisa sayang, urusan keluarga soalnya." Ucap Rizki.
Gerald, Saga, dan Melodi hanya mendengar obrolan kedua pasangan itu sambil berjalan keluar kelas.
"Ya udah, kalau gitu aku ke sana dulu." Ucap Larisa sambil menunjuk teman temannya.
"Oiya sayang." Ucap Rizki.
"Kalian mau langsung balik atau gimana?" Tanya Rizki pada Saga dan Gerald.
"Kalian duluan aja, aku mau nemuin dosen dulu. Kamu nemenin aku ya Ger." Ucap Saga.
"Siap."Jawab Gerald.
"Ya udah aku sama Melodi balik duluan." Ucap Rizki.
"Aku balik yah Sag, Ger." Pamit Melodi dan kemudian mereka berpisah di lobi fakultas mereka.
Rizki dan melodi pun menuju mobil di parkiran kampus.
"Ke supermarket mana Mel?" Tanya Rizki.
"Yang di dekat Apartemen aja Ki, biar searah." Ucap Melodi.
"Oke." Ujar Rizki.
Rizki pun mengendarai mobilnya menuju arah Supermarket yang Melodi maksud dan kini tibalah mereka di supermarket yang lumayan besar itu.
"Pakai troli yang gede aja ya Mel." Ujar Rizki dan Melodi mengangguk saat mereka sudah memasuki tempat perbelanjaan sembako itu.
Rizki pun mendorong troli sambil mengikuti kemanapun langkah Melodi yang sedang memilih barang-barang untuk kebutuhan mereka.
"Ki, di apartemen ada persediaan beras tidak?." Ucap Melodi.
"Nggak ada, aku ambil yah mau yang mana?" Ucap Rizki.
__ADS_1
"Yang ini aja." Tunjuk Melodi pada beras merek yang sering dia gunakan.
Setelahnya Melodi mengambil banyak persediaan berbagai bumbu dapur yang dia butuhkan.
"Ki mau ikan, udang, ayam, apa daging?" Ucap Melodi.
"Semuanya aja buat persediaan." Ucap Rizki dan Melodi pun mengambil semua yang dia ucap tadi.
..."Mel, lo tahu nggak gue seneng banget tahu bisa kaya gini sama lo. Apa lo juga ngerasain yang sama kaya gue."...
...Batin Rizki sambil menatap Melodi yang sedang asik memilih barang....
"Mel habis ini kita ke tempat sayuran sama buah yah" Ucap Rizki.
"Iya, sekarang aja. Aku udah selesai di sini." Ucap Melodi.
Mereka pun menuju tempat buah dan sayuran yang mereka maksud.
"Kamu mau Sayur yang mana ki?" Tanya Melodi.
"Yang bisa kamu masak aja." Ucap Rizki.
"Ya udah, kalau gitu ki kamu tolongin ambil Buah dong selagi aku milih sayur." Ucap Melodi.
"Mau buah apa?" Tanya Rizki.
"Yang kamu mau aja Ki." Ucap Melodi.
Keduanya pun menghabiskan waktu hampir satu jam di tempat itu dan akhirnya mereka pun kembali ke apartemen setelah melalui drama berbelanja tadi.
"Capeknya." Ucap Melodi langsung menghempaskan tubuhnya di sofa setelah memasuki apartemen mereka.
"Ki kenapa barangnya banyak banget." Tanya Melodi ketika matanya melihat tumpukan karton di depannya.
"Kan kamu sendiri yang milih tadi. Kalau masih capek biarin aja dulu seperti itu, biar besok saja baru kita beresin. Besok kan juga libur kampus kan" Ucap Rizki.
"Iya besok aja kalau gitu. Capek soalnya." Ucap Melodi sambil memejamkan matanya.
"Mau makan apa biar aku pesan di restoran bawah aja." Tanya Rizki karena dia pun merasa lapar saat ini.
"Nasih goreng seafood boleh kayanya ki." Ucap Melodi dan Rizki hanya mengangguk dan setelahnya dia pun bergegas keluar apartemen.
Melodi yang melihat kepergian Rizki kemudian dia pun berdiri menuju kamar mereka.
Awalnya Melodi keberatan tinggal sekamar dengan Rizki tapi berhubung di Apartemen Rizki hanya menyediakan satu kamar maka mau tak mau Melodi pun menerimanya.
"Hey, Dia udah rapikan semua pakaian aku." Ucap Melodi ketika dia masuk di kamar dan melihat semua telah tertata rapi. mulai dari meja rias yang mereka beli hingga pakaian mereka sudah Rizki tata dengan baik.
"Pasti dia capek banget ngerjain semuanya sendiri." Ucap Melodi lagi.
Kemudian Dia menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya berharap lebih segar setelahnya.
"Udah selesai." Ucap Rizki ketika Melodi baru keluar kamar dengan masih memakai handuk di kepala namun sudh berpakaian santai baju rumah.
"Udah, mau langsung makan atau mau mandi dulu ki?" Ucap Melodi ketika melihat Rizki sedang menata makanan di atas meja.
"Makan dulu aja udah lapar soalnya. Ayo." Ucap Rizki setelahnya dia duduk dan memakan makanannya dan kemudian di susul oleh melodi.
"Ki, air hangatnya udah aku siapin. langsung mandi aja." Ucap Melodi ketika tadi sehabis makan di langsung menuju kamar.
"Iya." Ucap Rizki beranjak dari sofa depan tv dan langsung masuk ke kamar mereka.
Melodi yang sudah segar setelah tadi mandi dan habis makan tadi, dia pun memeriksa belanjaan sembako yang tadi dia beli dan menaruhnya di kulkas dan kabinet yang tersedia di dapur apartemen itu.
Setelah itu dia pun melihat barang-barang perabotan dapur yang dia beli dengan Rizki tadi dan membukanya satu persatu.
"Eh kenapa nggak besok aja mel." Ucap Rizki ketika keluar dari kamar dan mendapati istrinya sedang membuka setiap kardus belanjaan mereka.
"Sekarang aja, gregetan lihatnya. Kamu capek nggak ki? bantuin bawa yang berat berat ini ke dapur dong." Ucap Melodi.
"Iya sayang nggak capek ko, udah segar setelah mandi." Ucap Rizki membuat Melodi menatapnya tak percaya.
"Sayang?" Ucap Melodi mengulang kalimat sayang yang Rizki ucap tadi.
__ADS_1