Di Paksa Menikahi Teman Baikku

Di Paksa Menikahi Teman Baikku
Aku Tak Membencinya


__ADS_3

Setelah meninggalkan Gerald Rizki langsung menuju mobilnya dengan langkah bersalahnya, namun ini harus dia lakukan demi kelangsungan persahabatan dirinya juga Gerald.


"Maafkan aku, tapi sepertinya begini lebih baik." Batin Rizki mengingat dia yang tadi sudah bersikap dingin pada Gerald.


***


"Sayang, sebaiknya kamu ambil cuti saja yah. Perutmu makin membesar. Dan aku juga nggak mau kamu kelelahan harus bolak balik kampus terus, kasihan bayi kita." Ucap Rizki ketika dirinya dan Melodi sudah dalam perjalanan pulang menuju rumah mereka.


"Kok mendadak sih By, lagian aku kan masih belum merasakan apa-apa kok. Aku baik-baik saja, nggak ada keluhan apa-apa. Nanti kalau memang aku nggak sanggup lagi baru ambil cutinya yah By. Aku bosan jika harus di rumah saja, apa lagi tanpa kamu By." Ucap Melodi memohon, membayangkan dia akan berada di rumah seharian full sudah membuatnya pening seketika.


"Ini demi bayi kita sayang, mengertilah. Aku takut ada apa-apa dengan kalian" Ucap Rizki tak mau di bantah.


"Iss, nggak asik kamu By." Ucap Melodi kemudian dia langsung melipat kedua tangannya di dada, dan langsung menatap ke arah luar jendela. Kesal dengan keputusan mendadak Rizki itu.


Melodi memang tahu niat baik suaminya, namun untuk saat ini dia masih merasa baik-baik saja. Bahkan dokter yang mereka percaya untuk menangani kehamilannya pun mengatakan jika kandungannya baik-baik saja bahkan begitu kuat. Itu sebabnya tak ada larangan berarti untuk dia aktifitas di luar rumah kecuali hanya makanannya saja yang harus di jaga kata sang dokter demi kesehatan sang bayi, selain itu semua baik-baik saja.


"Maafkan aku sayang, ini satu-satunya cara agar Gerald tak intens lagi bertemu denganmu, dan berharap rasanya untukmu akan segera menghilang sedikit demi sedikit. Aku tak membencinya, itu sebabnya aku akan membantunya untuk bisa melupakan kamu pelan-pelan dengan cara menjauhkan kalian berdua sebentar." Batin Rizki.


Untung dia cepat menyadari perasaan Gerald walau menurutnya sudah terlalu terlambat untuk dia ketahui, ketika Gerald di minta Melodi untuk memfoto dirinya dan Melodi di tempat air terjun tadi.


Kalau tidak mungkin saja dia tak akan pernah menyadarinya, dan itu pasti akan membuat Gerald terus menerus tersiksa dengan perasaan yang dia punya pada Melodi.


Saat mereka di foto Gerald tadi, satu hal yang dia tangkap jika sahabatnya itu selalu memandang Melodi penuh cinta. Sama sepertinya yang memandang Melodi dalam diam dulu.

__ADS_1


Dan itu bukan kali pertamanya dia memergoki Gerald seperti ini, namun untuk kali ini dia benar-benar tak bisa membiarkannya lagi. Itu sebabnya tadi Rizki menanyakan langsung hal itu pada Gerald dan berharap jika pikirannya selama ini sudah salah, dan berniat akan meminta maaf karena sudah menuduhnya yang tidak-tidak. Namun sayang dia begitu terkejut ketika Gerald malah membenarkan kecurigaannya itu.


Ingin sekali dia menghajar Gerald saat itu juga, namun dia masih menahannya karena Rizki tahu bagaimana menjadi Gerald saat ini. Sebab dia pun pernah berada di posisi yang sama seperti sahabatnya itu. Bagaimana sakitnya mencintai dalam diam, apalagi saat melihat orang yang kita cintai bahagia dengan orang lain di depan mata kita sendiri. Sungguh sangat menyakitkan pikirnya.


Hanya saja dia sedikit menyayangkan jika sampai saat ini, pria itu masih saja memiliki perasaan yang sama di saat dia dan Melodi sudah resmi menikah bahkan sebentar lagi mereka akan menjadi orang tua. Tapi kenapa perasaan pria itu tetap sama. Itu saja yang dia tak habis pikir akan hal itu.


Yah dia tahu, perasaan memang siapa tahu dan siapa biasa atur. Tuhan pemilik semua rasa, rasa sayang benci suka terhadap orang lain. Tuhan mengendalikan semuanya, dia tahu akan hal itu.


Tapi, apakah tak ada niat sedikit saja dari Gerald dengan memandang Melodi sebagai istrinya. Memikirkan jika wanita yang dia cintai itu kini sudah tak pantas lagi untuk dia cintai, apa lagi mengingat meraka adalah sahabat baik.


Dia bisa saja menganggap Gerald sebagai penipu dalam hubungan persahabatan mereka, hanya saja rasa persahabatannya dengan Gerald melebihi anggapan itu. Sehingga dia akan menganggap jika Gerald hanya tak tahu saja bagaimana caranya melupakan perasaannya terhadap Melodi. Itu sebabnya, dia akan memisahkan sang istri untuk sementara waktu dengan Gerald. Dengan cara sang istri akan di minta cuti lebih awal dari rencananya sebelumnya seperti yang dia katakan pada wanita itu tadi.


****


Saat keduanya dalam keadaan diam karena Melodi yang sedang ngambek, tiba-tiba saja ponsel Rizki berbunyi.


"Humm." Gumam Melodi masih dengan mode ngambeknya namun dia tetap mengikuti perintah Rizki.


"Mami." Ucap Melodi saat melihat id name sang Mami di ponsel Rizki dan dia langsung melirik ponselnya yang ternyata kehabisan baterai karena memang semenjak datang di Villa dia begitu tak memperdulikan ponselnya. Melainkan ponsel Rizki yang sering dia pakai untuk berfoto.


"Halo Mi." Ucap Melodi ketika menekan tombol hijau penghubung dua suara itu.


"Halo Sayang, kalian belum balik? Mami Papi sama Tante Mia udah di rumah kamu nih." Ucap Sang Mami membuat Melodi mengerutkan keningnya. Sebab dia tak di kabari Sang Mami sebelumnya jika mereka akan berkunjung.

__ADS_1


"Mami datang, kalian semua datang. Ah senangnya." Ucap Melodi girang sakin bahagianya hingga membuat Rizki tersenyum sekilas menatapnya.


"Mami sama yang lain udah di rumah By." Ucap Melodi memberitahu Rizki dengan semangatnya sambil menahan paha Rizki. Sementara Rizki hanya menanggapinya dengan senyuman.


"Iya sayang, Abang mu nggak bilang yah kalau Mami dan semua akan datang hari ini?." Tanya Mami yang menyangka jika putrinya itu sudah di kabari tentang kedatangan mereka.


"Nggak, Abang nggak ada omong apa-apa sama Melodi Mi."


"Ya sudah sayang, Mami tutup yah. Sampai rumah baru kita lanjut ngobrol lagi. Mami mau lihat barang yang Mami pesan dulu.


"Oke Mami sayang, sampai ketemu di rumah."


Keduanya pun langsung mengakhiri panggilan mereka.


"Dady, Mami Papi sama Tante Mia udah di rumah." Ucap Melodi memberitahukan lagi dengan semangat, bahkan dia melupakan jika tadi dia sedang marah dengan suaminya itu.


"Iya sayang, Mami senang?" Tanya Rizki.


"Tentu Dad, Mami sangat senang." Sahut Melodi bahagia.


"Oh yah, tapi dalam rangka apa yah By Bang Bima minta Mami Papi datang. Aku aja nggak di kasih tahu padahal kita sama-sama di villa."


"Kalau Mami tanya Dady, terus Dady tanya siapa dong. Kan kita sama-sama nggak tahu." Ucap Rizki sambil mengacak rambut Melodi gemas.

__ADS_1


"Hehehe, iya juga sih." Sahut Melodi dengan cengiran manisnya.


"Ahh, untung ini bukan di kamar yang." Batin Rizki


__ADS_2