
"Dim, Melodi dimana kok dia nggak balik balik ke ruangan aku?" Tanya Rizki ketika dirinya dan Larisa kini sudah berada di depan meja kerja dimas.
"Udah ke kampus duluan bos, katanya ada urusan." Ucap Dimas pada Rizki Bosnya itu.
"Kenapa nggak ijin sih tu anak." Gerutu Rizki yang masih didengar Larisa dan Dimas.
"Emang kamu orang tuanya, pake izin segala sayang."Ucap Larisa kesal jika bersangkutan dengan Melodi. Yah Larisa sering cemburu terhadap Melodi karena terlalu dekat dengan rizki pacarnya itu. Dimana ada Rizki pasti disitu ada Melodi, walau pun dia tahu rizki lebih dulu berteman dengan Melodi sebelum dekat dengannya tapi tetap saja sekarang dia adalah pacar resmi dari rizki pikirnya bukan Melodi.
Rizki tak ambil pusing sindiran dari larisa, karena jika dia tanggapi pasti ujung ujungnya berakhir bertengkar. Jadi lebih baik dia diam saja.
"Nih aku bayar yang tadi dipesan Melodi." Ucap Rizki sambil memberi uang seratus ribu pada Dimas.
"Kembalinya taru aja di tempat biasa." Ucap Rizki lagi. Yah di Cafe itu Rizki menaruh kotak tips untuk karyawannya itu, jika ada pelanggan yang memberi tips maka akan mereka taruh langsung di kotak itu. Nanti setiap tanggal satu tanggal gajian mereka barulah uang itu akan di bagi rata untuk semua karyawan di cafenya itu oleh karyawannya sendiri.
"Enak banget Melodi dapat gratisan melulu."Sindir Larisa lagi tapi tetap tak di tanggapi oleh Rizki, Karena sudah seperti biasa larisa kaya gitu.
"Ayo sayang, Dim aku cabut yah." Ajak Rizki pada larisa dan kemudian pamit pada Dimas.
"Iya Bos." Ucap Dimas.
Rizki dan Larisa pun meninggalkan cafe itu dan pergi menuju kampus dengan mobilnya Rizki.
*Di kampus*
"Kamu kenapa dua hari nggak masuk kuliah Mel?" Ucap Gerald teman baik Melodi selain Rizki.
Melodi mempunyai tiga teman cowok yaitu Gerald, Rizki Dan Saga. Gerald adalah teman bawaan Rizki dari SMA yang kebetulan kuliah dengan jurusan yang sama dengan mereka yah jadilah mereka dekat sampai sekarang. Kalau Saga adalah teman temuan mereka ketika tanpa sengaja ketemu di ruang registrasi ketika Rizki sedang menemani Melodi kala itu untuk pengembalian. Hingga sekarang keempat manusia itu jadi dekat dan makin dekan sampai sekarang, dan Melodi Satu satunya wanita di antara mereka berempat.
"Ada urusan keluarga bro, udah izin juga." Ucap Melodi santai.
"Dimana Saga, kok nggak kelihatan?" Tanya Melodi lagi.
"Biasa lagi caper sama maba,Tahu lah Saga gimana." Ucap Gerald dan Melodi hanya menanggapi dengan gelengan kepala, jelas sudah alasan yang sama akan dia terima.
"Eh si Iki ko juga nggak masuk sama kaya kamu?" Tanya Gerald bingung pasalnya kedua sahabatnya itu tak pernah mangkir dari jadwal kuliah mereka sejauh ini.
"Nggak tahu." Ucap Melodi cuek.
"Hay sayang, kangen aku." Ucap seorang pria yang tiba-tiba saja duduk di sebelah Melodi sambil mengelus rambutnya sayang.
"Hay Be." Ucap Melodi sambil memperbaiki tatanan rambutnya yang baru saja di acak lelaki itu.
__ADS_1
"Kalau mau Bermesraan jangan di kampus, apalagi di depan yang jomblo." Sindir Gerald.
"Santai bro, masih wajar juga. Makanya cari pacar sana. Oh ia aku minjam Melodi sebentar yah, kalian masuk jam 2 kan masih ada 1 jam lagi bukan." Ucap Anzas, Yah lelaki itu adalah Anjas pacarnya melodi.
"Ger, aku pamit sebentar." Ucap Melodi sambil berjalan mengikuti Anzas yang sedang menggenggam tangannya sambil berjalan itu.
"Huh, main bawa kabur aja." Ucap Gerald kesal.
"Kita mau kemana be, bentar lagi aku ada kelas ini?" Tanya Melodi karena Anzas membawanya ke parkiran kampus dimana mobil Anzas sedang terparkir di sana.
"Udah ikut aja sayang, cuman sebentar doang ko." Ucap Anzas sambil membuka pintu mobil agar Melodi masuk kedalamnya.
Anzas pun berjalan memutari mobil dan menyusul masuk kedalam mobilnya.
Melodi yang sudah berada di dalam mobil itu hanya melihat aktifitas Anzas yang sedang sibuk mengambil bungkusan yang berada di jok penumpang itu dan di berikan pada Melodi.
"Seperti biasa sayang, kan udah dua hari ini alpa kan?" Tanya Anzas dan melodi hanya tersenyum melihat tingkah pacarnya itu.
Melodi pun membukanya dan Anjas menyiapkan meja khusus yang selalu dia bawa di mobilnya itu dan dia menaruhnya di antara dia dan melodi.
Melodi dengan sigap menata semua makan itu di atas meja. Yah isi dari kantong yang di berikan Anzas adalah makanan. Mereka sering melakukan ini hampir tiap hari jika di kampus.
Entah mengapa Anzas suka sekali di suapi oleh Melodi, dia begitu nyaman ketika melakukan itu, entahlah. Tapi kebiasaan ini sudah rutin mereka lakukan.
"Lagi be?" Tanya melodi karena Satu porsi makanan yang dia suapi untuk Anzas telah tandas dan dia menawari lagi yang bagian miliknya yang masih banyak karena dia terlalu sibuk menyuapi pacarnya itu.
"Kenyang sayang, kamu lanjut makan aja yang. aku udahan." Ucap Anzas
"Ya iyalah udahan, kamu makan aja dua bungkus gitu gimana nggak kenyang coba." Ucap Melodi heran pasalnya tak biasanya Anjas makan sebanyak itu.
"Hehehe, Balas dendam dua hari nggak kamu suapi yang." Ucap Anzas cengengesan.
Melodi yang mendengar itu hanya tersenyum saja dan melanjutkan makannya itu.
Anzas hanya melihat dengan serius Melodi yang sedang serius makan itu.
"Kamu cantik banget sih." Ucap Anzas tiba tiba yang membuat Melodi meliriknya.
"Jangan gitu dong be, aku tahu kok aku cantik tapi nggak usah di perjelas dong. Kalau aku makin cinta gimana." Ucap Melodi sambil memasang muka sok jaimnya itu.
"Berarti sering aja yah aku ngomong kaya gitu, biar kamunya makin cinta terus." Ucap Anzas sambil mencubit sebelah pipi Melodi.
__ADS_1
"Sakit be." Ucap Melodi mengusap pipinya.
"Pelan doang juga." Ucap Anzas terkekeh sambil mengusap sayang kepala Melodi.
Dreeettt
Dreeettt
Dreeettt
Kedua insan itu menjedah obrolan mereka karena bunyi ponsel dari tasnya Melodi.
"Lanjut makan aja sayang biar aku yabg angkat." Ucap Anzas.
"Rizki." Ucap Anzas ketika sudah memegang ponsel Melodi dan memberitahu sang penelpon untuk melodi.
"Di mana kamu mel?" Tanya sang penelpon ketika Anzas sudah menekan tombol berwarna hijau itu.
"Kenapa, Melodi lagi sam aku." Ucap Anzas dan melodi hanya menatapnya sekilas dan kembali serius pada makanannya.
"Oh ia sudh, maaf ganggu. eh tapi tolong bilangin melodi bentar lagi udah mau kelas." Setelah mengucapkan itu Rizki langsung mematikan ponselnya.
"Rizki bilang apa be?" Tanya melodi ketika anjas sudah mengembalikan ponsel di dalam tasnya.
"Katanya bentar lagi kelas." Ucap Anzas.
"Emang jam berapa sekarang?" Tanya Melodi karena dari tadi tak melihat jam di ponselnya.
"Kurang 20 menit jam dua." Ucap Anzas sambil melihat jam tangannya.
"Lama juga kita makannya. Kalau gitu aku udahan aja deh, udah kenyang juga." Ucap melodi sambil membereskan meja tempat mereka makan tadi.
"Aku antar sayang?" Tawar Anzas.
"Kamu langsung balik aja be, istirahat udah nggak ada kelas lagi kan." Ucap melodi yang sambil membuka pintu mobil Anzas.
"Ya udah kalau gitu. Pulang mau aku jemput nggak?" Tanya Anzas lagi.
"Nggak usah be, aku pulang bareng teman aja." Ucap Melodi dan setelahnya pamit.
Anzas pun melajukan mobilnya setelah memastikan Melodi sudah masuk kembali di pekarangan Fakultas mereka itu.
__ADS_1