
"Terima kasih." Ucap Melodi dalam tidurnya dengan senyuman.
Rizki yang sejak tadi sedang sibuk dengan laptop di pangkuannya pun refleks melihat ke arah Istri nya yang nampak tidur namun bergumam itu.
Pria itu pun langsung meletakan barang yang ada di pangkuannya yang terhalang selimut itu dan langsung bergegas mendekati Melodi yang ada di sebelahnya.
"Sayang, hey bangun sayang." Ucap Rizki sambil dia mencium pipi Melodi.
"Ummm,." Gumam Melodi dan saat matanya terbuka dia langsung tersenyum mendapati wajah Rizki yang berada tepat di hadapan wajahnya.
"Mimpi lagi sayang?" Tanya Rizki sambil memperbaiki anak rambut Melodi yang nampak menutupi wajah istrinya itu.
"Iya, dia mendoakan kita selalu bahagia sayang." Ucap Melodi dengan mata berkaca nya mengingat orang yang dia mimpikan tadi.
Rizki langsung membawa Melodi dalam dekapannya karena hanya itu yang bisa membuat istrinya itu akan merasa membaik.
"Terima kasih." Batin Melodi sambil mendengar detak jantung sang suami yang kini nampak sangat berdetak kuat saat kupingnya menempel tepat pada dada Rizki.
Sudah empat tahun ini dia selalu memimpikan sahabatnya itu, namun kali ini mimpinya sedikit berbeda dari biasanya.
Biasanya dia hanya akan bermimpi Raja sahabatnya, orang yang sudah berbaik hati memberikan kehidupan kedua untuk suaminya itu tersenyum tanpa kata melihatnya. Namun kali ini, pria baik itu nampak mendoakan kebahagiaan untuk keluarganya kecilnya.
"Terima kasih Raja, terimakasih sudah memberikan Kehidupan kedua untukku untuk tetep hidup mendampingi wanita yang aku dan kau cintai." Ucap Batin Rizki dia sedikit iri dengan cinta pria itu pada istrinya, namun begitu dia sangat-sangat mengucapkan terimakasih pada pria baik itu. Karena berkat pria itu, dia masih bisa bersama dengan istrinya sampai detik ini.
"Apa sudah lebih baik sayang?" Tanya Rizki ketika Melodi sudah merenggangkan pelukan mereka.
"Ya Dady, yuk mandi. Entar kita telat." Ucap Melodi mengingat mereka akan ke acara ulang tahun anak sahabat mereka pagi ini.
"Iya sayang, ayo." Ucap Rizki dan dia langsung membantu Melodi untuk berdiri, pasalnya istrinya itu sedang hamil besar sekarang.
"Mami, Dady. Buka pintunya."
"Ah, alaram kita udah datang Dady." Ucap Melodi dengan sedikit tertawa saat mendengar teriakan serta ketukan pintu oleh Sky, putra pertama mereka itu. Pasalnya itu sudah menjadi kebiasaan Sky setiap paginya.
"Haha, baiklah sini Dady bantu ke kamar mandi sekalian." Ucap Rizki dan dia langsung mengangkat tubuh polos Melodi yang nampak sudah sangat berat dalam gendongannya itu.
"Apa nggak berat.?" Tanya Melodi sambil melingkarkan kedua tangannya di leher Rizki namun dia melihat wajah suaminya itu nampak memerah.
"Nggak Mami, buktinya nih bisa Dady angkat." Bohong Rizki, karena dia tak mau sampai Melodi sedih jika mengatakan istrinya itu mulai berat.
"Hehe, pintarnya kamu Dady kalau berbohong." Kekeh Melodi saat Rizki menurunkan dirinya di kamar mandi.
"Hahaha, bukan Mami yang berat. Tapi Dady yang udah lama nggak olah raga sayang." Ucap Rizki jujur, karena semenjak Operasi empat tahun lalu dia tak perah lagi olahraga alat berat. Karena itu di larang keras oleh Dokter.
"Iya deh iya, sana bukain pintunya. Kasihan putra tampanku di biarkan nunggu lama. Tapi pakai dulu celananya Dad, awas ada yang terbang." Ucap Melodi sebab keduanya masih dalam keadaan polos.
"Oh astaga, untung kamu ingatin Mi." Ucap Rizki sambil berlalu keluar kamar mandi, sebab putra mereka nampak sudah tak sabaran terus mengetuk pintu kamar mereka.
Sementara Melodi hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya itu, dan dia langsung menutup pintu kamar mandi sebelum putranya itu akan menerobos masuk minta mengelus perut buncitnya karena itu sudah menjadi rutinitas tiap pagi buat Sky.
"Dady, kenapa lama sekali buka pintunya sih. Dimana Mami? Sky udah di telfon Papi Gerald sejak tadi tahu. Kita udah di tungguin." Omel Sky sambil melihat kiri kanan mencari sang Mami.
"Mami sedang mandi sayang, kamu kan bisa pergi duluan." Ucap Rizki, mengingat rumah Gerald yang bersebelahan dengan rumah mereka. Bahkan putranya itu selalu pergi bersama Oma Ami Mamanya Raja melewati pintu yang berhubungan langsung dengan halaman rumah Gerald.
Mamanya Raja sudah Melodi minta beliau untuk tinggal bersama mereka sejak hari itu, empat tahun yang lalu. Beliau pun tak menolak, sebab ingin terus bersama Rizki yang kini sudah beliau anggap seperti anak sendiri sebab ada Separuh dari Raja yang ada bersama Rizki kini, satu-satunya jejak sang anak.
"Nggak bisa gitu Ded, Sky belum mencium perut Mami tahu. Dan lagi Kita harus pergi bersama, Sky nggak mau pergi tanpa kalian." Ucap Sky dengan dewasanya, padahal pria kecil itu masih berusia empat tahun namun cerewetnya minta ampun.
"Ya udah tunggu sebentar kalau gitu, Mami kamu masih mandi. Papi juga mau mandi dulu, biar cepat." Ucap Rizki dan dia langsung keluar kamar menumpang mandi di kamar sang putra, karena jika menunggu Melodi mereka akan semakin terlambat.
***
"Papi." Teriak Sky saat mereka baru sampai di rumah Gerald dan bocah itu langsung berlari saat melihat Gerald yang nampak berdiri membelakangi mereka.
__ADS_1
"Hay sayang." Ucap Gerald sambil berjongkok dan merentangkan tangannya ingin menyambut Sky.
"Cetop cetoooopp." Teriak Bocah kecil perempuan yang nampak berdiri di depan Gerald sambil berkacak pinggang. Padahal tadi dia nampak sibuk dengan mainannya, namun saat mendengar Sky meneriaki Papinya. Bocah perempuan yang hampir berusia tiga tahun itu langsung berlari ke hadapan sang Papi demi menghalau pesaingnya itu.
"Nada." Ucap Gerald sambil mengusap puncak kepala putrinya itu, sebab Nada akan bertingkah seperti itu saat Sky berkunjung ke rumah mereka. Putrinya itu selalu saja cemburu jika Gerald berdekatan dengan Sky.
"Tata Secai enda bole pelut pelut Papi atu." Ucap Nada dan langsung berbalik dan masuk dalam pelukan Gerald membuat semua yang ada di sana nampak tertawa melihat tingkah posesif Nada.
"Baiklah-baiklah, aku nggak akan ambil Papi kamu. Nih kado buat kamu, selamat ulang tahun Nona bernada cempreng." Ucap Sky sok dewasa sambil memberikan Sekotak kecil hadiah yang memang dia pilih untuk Nada.
Nada yang mendengar kado dia langsung melepas pelukan sang Papi dan beralih mengambil Kado dari Sky.
"Uuhhh, butain tata." Sky pun langsung membantu Nada membuka hadiahnya, Gerald yang melihat itu hanya tersenyum dan membiarkan mereka berdua dan beralih pergi ke arah Rizki dan Melodi yang sejak tadi nampak memperhatikan Sky dan Nada.
"Hy." Ucap seseorang sambil mencolek leher jenjang Melodi yang sedang asik melihat Sky dan Nada yang nampak berargumen kecil.
"Ck, Anzas nggak lucu." Ucap Melodi tanpa berbalik. Dia yang sudah hafal jika ada yang mencoleknya itu pasti Anzas, karena beberapa tahun ini itu sudah menjadi kebiasaan pria itu.
"Hahaha, belum lihat udah ketahuan kamu sayang" Ucap Sarah yang sudah biasa dengan tingkah suaminya itu.
"Nggak kapok ya loh, aku iris juga tuh jari." Ucap Rizki sambil berbalik menatap Anzas.
Belakangan ini mereka menjadi dekat karena selain kerjasama mereka, para istri pun suka sekali kumpul bersama.. Dan itu akhirnya membuat mereka semakin dekat sampai sekarang.
"Iris saja Ki, biar nggak gatel lagi tuh tangan." Seloroh Sarah.
"Mau aku bantu." Nimbrung Gerald.
"Haha, aku setuju kalau itu." Ucap Melodi.
"Kejam kalian semua." Kata Anzas.
"Loh, mana Biru? Ko nggak ikut?" Tanya Melodi saat melihat Anzas hanya berdua saja dengan Sarah datangnya.
"Hay." Sapa Kanaya dari arah belakang Gerald, Gerald yang melihat istrinya itu dia langsung mengapit pinggang kanaya.
"Hay calon besan." Ucap Melodi.
"Haha, masih kecil anak kita yang." Ucap Rizki.
"Nggak papa ih, aku suka sama Nada. Pokonya Sky, nggak boleh sama yang lain. Aku cuman mau Nada jadi menantu aku kelak." Tegas Melodi tak mau di bantah.
"Iya deh iya sayang." Ucap Rizki sebelum ibu hamil itu akan mengamuk.
"Udah ku pelet soalnya Ki, aku nggak dapat emaknya. Anaknya harus aku dapat lah, kita bakalan besanan Ki." Bisik Gerald pada Rizki.
"Mau bagaimana lagi." Balas Rizki membuat Gerald terkekeh.
"Sayang, jaga mata. Awas saja aku colok nanti." Bisik Kanaya saat melihat Gerald yang nampak melirik Melodi. Sebab dia sudah tahu tentang cinta pertama suaminya itu.
"Hehehe, cemburu yah. Melodi sudah ku anggap saudara perempuanku ko. Kamu kan sudah menyandra semua hati aku yang." Balas Gerald jujur.
Semenjak kejadian empat tahun lalu, dia jadi sadar jika cintanya itu salah untuk Melodi. Dia tak berhak mencintai Melodi apalagi wanita itu sangat sangat amat mencintai suaminya. Itu sebabnya di memutuskan untuk mengubur dalam-dalam cintanya untuk wanita itu dan kembali belajar mencintai Kanaya.
Untuk hilang kabarnya lima bulan empat tahun lalu itu pun sengaja dia lakukan untuk mendekatkan dirinya dengan Kanaya. Dan Tepat setelah kesembuhan Rizki paska operasi, Gerald pun memutuskan untuk menikahi Kanaya saat perasaannya sudah benar-benar ada untuk wanita itu, apalagi cintanya itu berbalas membuat dirinya akhirnya menemukan yang namanya bahagia mencintai dan di cintai sesungguhnya.
***
"Eh, kayanya kita kurang orang deh ini." Ucap Melodi saat dia merasa ada yang kurang padahal sebentar lagi acara tiup lilin Nada akan segera mereka mulai.
"Hay hay hay, aku datang." Ucap Saga yang baru datang, membuat konsen semua orang beralih menatap ke sumber suara.
"Nah itu dia." Ucap Melodi saat melihat Saga dan Bella yang nampak di ambang pintu rumah Gerald.
__ADS_1
"Akhirnya calon manten kita datang juga." Seru Gerald.
Semenjak kejadian Bella terhadap Rizki dulu, wanita itu memutuskan untuk menerima cinta Saga dan akhirnya dia mulai mencintai pria itu dan kini mereka sudah hampir ke tahap pernikahan.
"Iya lah, nggak ada kita nggak seru. Ayo sayang." Ucap Saga dan dia langsung mengajak Bella masuk.
Mereka pun melanjutkan acara ulang tahun Nada yang sempat tertunda itu.
****
"Sayang, sedang apa?" Ucap Rizki sambil Merangkul Pinggang Melodi, saat istrinya itu nampak terlihat melamun walau matanya tertuju pada Sky dan Nada. Sementara yang lain nampak sibuk dengan pasangan mereka masing-masing.
"Aku hanya flashback ke masa lalu By, nggak nyangka yah kita udah sampai ke tahap ini." Ucap Melodi dengan mengulas senyumnya.
"Iya sayang, aku pun nggak nyangka. Kamu tahu nggak, menjadi istri kamu itu sangat sulit tahu." Ucap Rizki membuat Melodi menatapnya sengit.
"Kenapa menatapku seperti itu, aku berkata benarkan. Lihat saja Anzas sama Gerald juga Bella. Untung nggak Ada Larissa di sini. Kalau nggak lengkap sudah Reunian cerita masa lalu kita." Ucap Rizki membuat Melodi terkekeh karena paham akan perkataan suaminya itu. Soal perasaan Gerald, Melodi sudah tahu akan hal itu dari Rizki. Namun dia bersyukur karena sahabatnya itu akhirnya melupakan dirinya dan membuka hati untuk Kanaya hingga memutuskan menikahi wanita itu.
"Ini juga." Ucap Rizki sambil membawa tangan Melodi pada dadanya.
"Hmm, kalau ini anugrah terindah dari tuhan untuk kita sayang." Ucap Melodi sambil Memeluk Rizki dan meletakan kepalanya tepat di dada Pria itu.
"Terima kasih Raja, terima kasih suamiku. Terima kasih atas cinta besar kalian untukku." Batin Melodi.
"Ngomong-ngomong soal Larissa apa kabar yah By, terakhir kita ketemu pas nikahan Anzas kan By." Tanya Melodi..
"Aku dengar sih dia udah nikah, kayanya sama itu pria yang kita temui di nikahan Anzas."
"Syukurlah kalau gitu."
"Ki Mel kita foto dulu." Teriak Gerald karena kini mereka sedang siap untuk berfoto.
"Oke." Sahut Melodi dan Riki langsung membantu istrinya itu untuk berdiri dari duduknya.
***
"Kalian sadar nggak siih, kita semua semua menikah antar sahabat loh." Ucap Gerald usai mereka foto bersama.
"Ini pasti karena Melodi yang di paksa menikah sama Rizki nih makanya menular ke kita semua, nikahnya nggak jauh dari circle kita sendiri." Sahut Saga.
"Iya lah coba kalau aku nggak di paksa nikah sama sahabatku ini. Pasti cerita kita bakal beda lagi endingnya." Sahut Melodi membuat semuanya tertawa.
"Iya juga yah." Ucap mereka kompak.
"Mami Mel mami Mel, nita itu apa Mami Mel?" Tanya Nada yang berlari ke arah Melodi membuat semua menatap ke arah Nada.
"Nikah?" Ucap Melodi mengerutkan keningnya.
"Iya nita, tata tata Secai batalan nitain atu." Ucap Nada dengan gemesnya.
"Bukan kata aku, tapi kata Mami iya kan Mi." Ucap Sky.
"Benar sekali sayang." Sahut Melodi dengan semangat, membuat yang lainnya menepuk jidat mereka masing-masing.
................................Selesai...............................
Terimakasih Buat Readers Author, makasih banyak buat kalian semua yah yang sudah mengikuti cerita halunya Author sampai tahap ini. 🤗
Terima kasih buat kalian yang selalu like komen dan Kasih bonus hadiah buat cerita Author ini. Author doakan Hal baik selalu ada buat kalian🙏
Dan buat Para Author yang saling suport terimakasih banyak yah, Sehat-sehat kalian semua yah🙏🤗
Jangan lupa mampir di cerita Bima yah judulnya SATRIA. Author nggak kasih endingnya di sini, soalnya sudah ada ceritanya sendiri.
__ADS_1