
"Ini rumahmu Mas?" Tanya Melodi ketika mobil yang membawa mereka telah tiba di sebuah rumah klasik moderen dengan halaman yang begitu luas di dalamnya.
"Iya sayang, ayo turun." Ucap Rizki.
"Keren juga rumah loh Ki, oh kalau begini pasti kita bakalan terus mau balik kesini, karena rindu suasana asri seperti ini." Ucap Saga yang sudah terlebih dahulu turun.
"Gila, tenyata lo kaya juga Ki." Ucap Gerald menimpali saat dia juga baru turun dari mobil dan matanya langsung di manjakan dengan melihat rumah perpaduan klasik moderen mewah dihadapannya.
"Orang tuaku yg kaya, bukan aku." Protes Rizki.
"Tunggu sebentar." Ucap Rizki setelahnya dia langsung mengambil ponsel dan menelpon seseorang.
"Halo mang, tolong bukain gerbangnya aku udah di depan." Setelah mendapat sahutan dari orang yang dia telfon, Rizki pun langsung mengakhiri panggilannya.
Tak berselang lama, kini gerbang pintu rumah Rizki pun dibuka bersamaan dengan dua orang lelaki. Yang satu paru baya dan satu pemuda seusia Rizki.
"Den selamat datang, Ibu sama Bapak udah menunggu Aden di halaman belakang." Ucap lelaki paru baya yang menghampiri Rizki.
"Oh iya Mang Asep, terima kasih. Aku boleh minta tolong mang bawa satu koperku yah, ada tiga soalnya. Putra kamu juga yah bawa satu koper, biar aku bawa yang satunya." Ucap Rizki sopan.
"Iya Den siap, ah yah ini istrinya Aden yah?" Tanya Mang Asep saat melihat wanita cantik yang berdiri di sebelah Majikannya itu.
"Iya Mang, kenalin Melodi istri aku. Sayang ini Mang Asep orang kepercayaan Ayah soal rumah ini. Dan ini putranya Mang Asep si Putra." Ucap Rizki saling memperkenalkan mereka
"Cantiknya." Ucap Mang Asep.
"Mang bisa saja." Ucap Melodi.
"Kalau ini Saga sama Gerald Mang. Sahabat kami." Ucap Rizki lagi memperkenalkan duo rese.
"Hay Mang." Sapa Gerald dan Saga bersamaan.
"Bro." Ucap Duo rese pada Putra.
"Iya Den." Jawab Putra.
Setelah sesi perkenalan selesai, mereka pun langsung masuk dengan masing-masing membawa koper di tangannya. Terkecuali Melodi yang hanya menenteng tas tangannya saja.
"Mang Tolong antar Saga sama Gerald ke kamar tamu yah. Aku mau ke kamar sebentar." Ucap Rizki ketika mereka sudah berada di dalam rumah.
"Baik Den, hayu Aden aden ikut Mang Asep." Ucap Mang Asep setelahnya langsung di ikuti oleh kedua pria itu.
"Kalian istirahat saja dulu." Ucap Rizki dan hanya di balas oke sama Saga dan Gerald.
"Ayo sayang." Ajak Rizki pada Melodi dan langsung menggandeng tangan istrinya dengan satu tangan lainnya memegang koper.
Setelah sampai depan kamarnya, Rizki langsung berterimakasih pada Putra yang sudah membantunya membawa koper mereka.
"Put makasih yah." Ucap Rizki.
__ADS_1
"Sama-sama den, aku permisi dulu." Balas Putra.
Setelah kepergian Putra Rizki langsung mengajak Melodi untuk masuk.
"Kamu istirahat saja sayang kalau capek, nanti malam baru kita temui Ibu sama ayah." Rizki berkata begitu karena dia melihat Melodi yang terlihat kelelahan sehabis perjalanan mereka.
"Yah nggak bisa gitu dong Mas, kita temui Ibu Ayah sama kakek dulu. Setelah itu baru kita istirahat." Jawab Melodi saat mendengar penuturan Rizki.
"Baiklah kalau gitu, ayo sekarang saja biar cepat istirahatnya."
Keduanya pun langsung keluar kamar, namun sebelum ketemu orang tua Rizki. Mereka terlebih dahulu pergi ke kamar Saga dan Gerald, agar sekalian mengajak keduanya untuk sama-sama bertemu sang pemilik rumah.
"Ibu, Ayah." Sapa Melodi ketika mereka sudah sampai di halaman belakang, tepatnya di sebuah paviliun kecil depan taman bunga.
"Sayang, kalian sudah datang." Ucap Ibu Rizki sambil berdiri dan memeluk Melodi saat gadis itu menghampirinya yang sedang duduk santai dengan sang suami.
"Iya Bu, Ayah". Ucap Melodi setelah itu dia beralih memeluk sang Ayah mertua setelah habis berpelukan dengan Ibu mertuanya.
"Selamat datang sayang." Ucap Pak Gunawan membalas pelukan menantunya.
"Tante, Om." Sapa Saga dan Gerald bersamaan dan langsung mendapatkan anggukan dari Pak Gunawan yang baru berpelukan dengan Melodi.
"Hey, semoga betah yah tinggal di sini." Ucap Ibu Rizki.
"Ayo, kita ngeteh sore sama-sama." Tawar Ibunya Rizki.
"Ibu, masih ada aku loh." Ucap Rizki saat sang ibu dan Ayah tak menghiraukan keberadaan dirinya.
Setelah pelukannya terurai Rizki langsung beralih memeluk Ayahnya..
"Bu kakek dimana?" Tanya Melodi saat mereka sedang menyantap teh dan pendampingnya.
"Kakek baru saja Istirahat, nanti makan malam saja yah baru ketemunya." Jawab Ibu Gunawan dan Melodi hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
Mereka pun sedikit berbincang bincang sambil menikmati teh dan cemilan sore mereka.
Setelah usai semuanya pun langsung kembali ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri sambil menunggu jam makan malam nanti.
"Mas, ini oleh-oleh gimana? kapan kita kasihnya?" Tanya Melodi ketika mereka sudah berada di dalam kamar.
"Selesai makan malam saja sayang." Ucap Rezeki sambil merebahkan dirinya di kasur yang sudah lama iya tak tempati.
"Ya udah deh." Setelah itu Melodi langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
"Mas, handuknya di mana?" Teriak Melodi saat dirinya sudah selesai mandi namun tak mendapati handuk di kamar mandi Rizki.
Rizki yang tadinya sudah tertidur, akhirnya pun bangun karena mendengar teriakan Melodi.
"Sebentar sayang." Rizki.
__ADS_1
Pria itu pun langsung berjalan menuju walk in closed untuk mengambil handuk yang Melodi minta.
"Sayang, ini handuknya."
"Makasih Mas." Ucap Melodi setelah menerima handuk itu.
Setelahnya Melodi langsung keluar kamar mandi dengan hanya memakai handuk pemberian Rizki.
"Sayang, rambutnya basah kenapa nggak bilang biar aku ambilkan handuk kepalanya." Ucap Rizki saat melihat Melodi yang keluar kamar mandi dengan kepala yang basa tanpa ditutup apapun.
Dengan sigap Pria itu langsung kembali menuju tempat handuk.
"Sini sayang aku bantu keringkan." Rizki berkata sambil menggosok kepala Melodi dengan Handuk yang dia bawa.
"Sayang, tunggu sebentar yah. Aku ke kamar ibu dulu." Ucap Rizki setelah itu dia langsung bergegas keluar kamar.
selang beberapa menit, pria itu pun sudah kembali dengan membawa hairdryer di tangannya.
"Punya Ibu Mas?" Tanya Melodi.
"Iya punya ibu, aku pinjem. Kamu nggak bawa punya kamu kan sayang." Ucap Rizki dan langsung memberikannya pada Melodi dan langsung diterimanya.
"Makasih Mas, kamu nggak mandi?"
"Bentar lagi sayang, aku ngantuk." Ucap Rizki sambil kembali merebahkan tubuhnya di kasur.
Dreettt
Dreettt.
Mendengar ponselnya berbunyi Melodi langsung mengambil ponselnya dari dalam tas miliknya dan langsung mengangkat panggilannya setelah melihat idname si penelpon.
"Halo Be." Ucap Melodi dan langsung menarik perhatian Rizki ketika dia mendengarkan ucapan gadis itu.
Dengan sigap pria itu langsung berdiri dan mendekati Melodi yang sedang duduk di ujung kasur mereka dengan mengembangkan senyum jahilnya.
"...." Ucap dari seberang telfon Melodi yang tak bisa Rizki dengar.
"Iya nggak papa Be, yang penting kamu baik ba... Ah Mas." Ucap Melodi terpotong karena ulah Rizki yang langsung Memeluk pinggangnya dari samping, bahkan pria itu langsung merebahkan kepalanya di paha Melodi yang masih terbungkus handuk itu.
"....."
"Eh nggak papa kok Be, maaf ini ada Mas Rizki."
"Mas sebentar dulu." Bisik Melodi pelan.
"Kepalaku sakit yang." Ucap Rizki sok manja namun diam diam dia tersenyum puas di depan perut Melodi.
"....."
__ADS_1
"Ya Be maaf nanti aku hubungi lagi Yah." Setelah mengucapkan Itu Melodi langsung mengakhiri panggilan mereka.