Di Paksa Menikahi Teman Baikku

Di Paksa Menikahi Teman Baikku
Ulah Duo Rese


__ADS_3

"Hmm, mungkin kau belum mengerti konsepnya mencuri itu seperti apa. Sepertinya kita tak perlu berbicara apapun lagi, aku rasa yang Istriku jelaskan untukmu sudah lebih dari cukup. Semoga kamu paham arti kata jodoh yang sesungguhnya. Kita menikah bukan karena mau kita, tapi mungkin itu adalah takdir tuhan mendatangkan jodoh sesuai takdir manusia itu masing-masing." Jelas Rizki panjang lebar.


"Satu lagi, walaupun pernikahan kami bukan mau kita. Tapi satu hal yang harus kau tahu, aku sangat sangat mencintai istriku." Lanjut Rizki


"Ayo, kita sarapan bersama. Istriku sudah meminta kita untuk naik." Ucap Rizki kemudian setelah sekilas dia melihat pesan di ponselnya yang di kirim Melodi.


Rizki langsung berdiri dan melangkah pergi meninggalkan Anzas yang sedang duduk terpaku setelah mendengar ucapan Rizki kepadanya.


"Dia milikku Tuhan, apa salahku hingga engkau tega membiarkan dia di miliki orang lain. Aku mencintainya Tuhan, kau tahu itu." Ucap Batin Anzas sambil memejamkan matanya.


Sungguh, ini bukan akhir yang Anzas mau. Tapi dia harus apa sekarang, Melodi yang dia jaga sudah resmi menjadi milik orang lain yang sah dari segi apapun. Apalah daya dia yang hanya berstatus pacar dan tak ada kekuatan hukum apapun tentang hubungan mereka.


Lemah, adalah satu kata yang tepat untuk hubungan mereka sekarang.


"Sayang aku pulang yah, ada urusan penting mendadak sekarang." Pesan yang Anzas kirimkan setelah susah payah mengendalikan sakit di dadanya.


Anzas tak sanggup jika harus makan bersama dengan Rizki dengan statusnya sekarang yang sudah menjadi suami Melodi. Dia terlalu takut jika dia tak mampu nanti melihat kebersamaan mereka. Maka untuk saat ini, dia lebih memilih menjaga hatinya dari luka yang mungkin saja berkemungkinan menjadi semakin besar pada akhirnya.


Sementara itu di apartemen Rizki sekarang, Melodi sedang termenung menatap ponselnya di hadapan sarapan yang tadi dia buat bersama Tante Mia.


Gadis itu sedang membaca pesan yang di kirimkan Anzas barusan.


"Apa terjadi sesuatu?" Batin Melodi bertanya soal kepergian Anzas.


"Sayang." Panggil Rizki ketika dia baru memasuki ruang makan mereka.


"Yah." Kaget Melodi saat mendengar panggilan Rizki padanya.


"Kenapa? Kau melamun?" Tanya Rizki ketika melihat ekspresi terkejut Melodi.


"Eh tidak, hanya kaget saja."


"Oh, Tante Mia mana sayang?" Tanya Rizki kerena sejak masuk dia tak melihat keberadaan Tante Mia.


"Itu, Tante Mia pamit pulang. Soalnya ada kerjaan mendadak. Tante hanya Titip salam saja untukmu Mas." Ucap Melodi.

__ADS_1


"Ayo, lebih baik kita sarapan saja Mas." Lanjut Melodi.


"Tunggu sebentar sayang, Anzas nya kan masih di bawa. Mungkin sebentar lagi naik." Ucap Rizki karena dia tak sadar jika Anzas tak mengikutinya dari belakang. Setelah memasuki lif baru dirinya sadar jika pria itu tak ada bersamanya.


"Kita sarapan saja, Anzas nya udah balik. Katanya ada urusan mendadak." Jelas Melodi.


"Kenapa dia tadi tak bilang padaku." Tanya Rizki walau dia sudah tahu akan seperti ini pada akhirnya.


"Aku tak tahu itu." Ucap Melodi setelahnya dia langsung memikirkan tentang hasil pertemuan dua pria itu.


Ingin sekali Melodi bertanya tentang obrolan Rizki dan Anzas tadi, namun dia terlalu tak berani untuk bertanya itu pada Rizki.


Rizki yang melihat kegelisahan Melodi pun langsung bersuara seakan pria itu merasakan kegelisahan Melodi saat ini.


"Semuanya berjalan baik tadi, tak usah khawatir." Ucap Rizki namun entah kenapa Melodi masih saja merasakan gelisah.


Saat Rizki ingin berbicara lagi, namun bel apartemen mereka berbunyi. Hingga pria itu pun langsung mengurungkan niatnya.


"Duduk saja, biar Mas yang buka." Ucap Rizki ketika melihat Melodi yang mau berdiri.


"Mungkin itu Anzas." Lanjut Rizki lagi setelahnya dia langsung berdiri untuk membuka pintu.


"Minggir, capek berdiri nih. ngapain sih di dalam." Ucap Gerald dan langsung berjalan masuk menyusul Saga yang sudah lebih dulu masuk meninggalkan Rizki yang berdiri bengong melihat kelakuan dua sahabatnya itu.


"Hah, nggak punya harga diri banget aku sebagai tuan rumah." Ucap Rizki sengaja keras saat Saga dan Gerald sudah tak berada di hadapan dirinya lagi.


"Wah, kebetulan kita belum sarapan." Ucap Saga dan langsung menduduki dirinya di hadapan Melodi.


"Rejeki anak solehot." Ucap Gerald dan langsung duduk di samping Saga.


"Soleh Ger." Ralat Melodi.


"Ha itu dia."


"Ei ei, stop!!!" Ucap Rizki menghentikan tangan Saga dan Gerald saat ingin mengambil makanan.

__ADS_1


"Sayang, ambil dulu buat aku. Baru mereka boleh ambil punya mereka. Enak saja, tuan rumah belum juga cicip mereka udah mau duluan." Rizki berkata ketika dia baru mau menduduki dirinya di sebelah Melodi.


"Aih, apa bedanya sih. Toh juga ujung-ujungnya makan. Dan stop panggil sayang di hadapan kita, geli tahu dengernya." Protes Gerald.


"Hahaha, Kamu juga kedepannya akan sering lo dengar gitu Ger. Jadi belajar biasa sekali mulai sekarang." Ucap Saga menimpali.


"Iuuwww." Gerald seperti merasa jijik membayangkan jika dia harus mendengar itu terus nantinya.


"Apa sih, kenapa memangnya kalau aku panggil istriku sendiri sayang. Masalah buat lo." Ucap Rizki tak terima.


"Nggak pantas ki, sudahlah. Kasian kuping aku Ki, nggak bisa nerima kenyataan ini." Ucap Gerald mendramatisir.


"Bodoh."


"SAYANG ayo tunggu apa lagi, aku udah lapar nih." Ucap Rizki membuat Gerald melotot menatapnya dan itu membuat Saga tertawa melihat ekspresi Gerald saat ini. Sepertinya ini akan menjadi hiburan tersendiri untuk dirinya nanti.


"Iya Mas." Ucap Melodi setelah sejak tadi hanya mendengarkan obrolan para sahabatnya itu. Tapi ucapnya itu lagi-lagi membuat Gerald ingin sekali hilang dari tempat itu.


"Mas? Sebutan apa lagi ini? Sumpah kalian nggak cocok nikah, fix ini salah. Kuping aku benar-benar dibuat pegang pagi ini." Ucap Gerald shock degan panggilan suami istri mendadak itu.


"Hahaha, air mata gue astaga." Tawa Saga pecah sambil menghapus air matanya di ujung mata saat mendengar penuturan Gerald apalagi melihat wajah shock pria itu, sungguh pemandangan yang membuat dia tak henti-hentinya tertawa.


Rizki yang mendengar ucapan Gerald hanya menghembuskan nafasnya kasar, sedangkan Melodi pun juga ikut tertawa saat melihat wajah shock yang Gerald tampilkan.


"Kapan kita sarapannya ini." Ucap Rizki kesal, saat melihat keadaan ruang makan yang sudah kacau dengan tawa Saga dan Melodi. Apalagi melihat wajah Gerald, membuat dirinya bertambah kesal saja.


"Iya iya Mas." Ucap Melodi setelah mendengar ucapan Rizki dan dia langsung menghentikan tawanya.


Sungguh kedatangan kedua teman rese nya itu sudah berhasil membuat moodnya kembali baik pagi ini.


"Tapi aku serius Ki, lo nggak cocok manggil Melodi sayang apa lagi lo Mel. Nggak cocok sama sekali panggil Rizki Mas. Kalian kenapa sih merusak pertemanan kita dengan menikah. Kan jadinya lucu lihatnya." Ucap Gerald masih tak terima dengan panggilan keduanya.


"Sekali lagi lo ngomong, aku usir loh." Ucap Rizki ingin sekali melakban mulut Gerald kalau tak pikir dia sahabatnya.


"Tega lo, aku kan hanya berpendapat." Ucap Gerald.

__ADS_1


"Hahaha, lanjut Ger. Aku padamu. Pernikahan mereka memang meresahkan, Hahahaha." Ucap Saga dengan tawanya.


Rizki hanya bisa memijit pelipisnya yang pening ulah kedua sahabatnya itu, terutama Gerald tentunya.


__ADS_2