
Melodi saat ini sedang berada di ruangan rawat berdua saja dengan kakek Burhan, dikarenakan suami dan kedua mertuanya ada urusan keluar sebentar. Alhasil dia sendiri yang menjaga sang kakek saat ini.
Saat ini gadis itu sedang duduk memainkan ponselnya karena sang kakek sudah terlelap setelah habis makan tadi.
"Mel?" Panggil Rizki saat baru memasuki ruangan itu.
"Hmm, darimana si Ki. Tega banget ninggalin gue sendiri di sini." Ucap Melodi pelan takut menganggu tidur kakek Burhan.
"suut, panggil aku kamu. Kalau kedengaran orang tua aku gimana." Ucap Rizki sambil berjalan mendekati Melodi dan duduk di sebelahnya.
"Is aku juga bilangnya pelan kali." Ucap Melodi agak keras sambil menatap Rizki.
"Mau panggil aku kamu atau panggil sayang? Pilih yang mana?" Ucap Rizki sambil membungkam mulut Melodi dengan tangannya karena wanita itu berbicara cukup keras.
"Lepas Ki." Ucap Melodi sambil berusaha melepas tangan Rizki dari mulutnya itu. Pasalnya dia agak merasa risih karena saat ini Rizki sedang menindihnya di sofa depan brangker sang kakek.
"Rizki jangan di sini Ki, Kamu nggak lihat ada kakek disini." Ucap Kakek Burhan saat melihat kelakuan kedua cucunya itu.
Rizki dan Melodi pun dibuat kaget oleh suara sang kakek yang menginterupsi perdebatan mereka itu. Terkhusus Melodi saat ini wajahnya sangat memerah karena saking malunya dia tak berani untuk menatap Kakek Burhan.
"Eh Kek, udah bangun? Iki kira kakek masih tidur." Ucap Rizki sambil berdiri dari badan Melodi yang tadi dia tindih itu dengan sikap cueknya.
"Gila kamu ki, aku malu tahu sama kakek." Ucap Melodi sambil menyembunyikan wajahnya di balik tubuh kekar Rizki.
"Nggak papa kali, kakek juga paham kita pengantin baru." Ucap Rizki dan langsung mendapatkan Cubitan yang cukup keras pada perutnya oleh melodi.
"Awww." Pekik Rizki sambil menahan tangan Melodi yang sedang mencubitnya itu.
"Makanya jangan asal kalau ngomong Ki, Aku mau ketempat Mami papi saja kalau gitu." Bisik Melodi di belakang punggung Rizki sambil menggigit kuat tubuh belakang suami gilanya itu.
"Ah Sayang." Ucap Rizki sambil menahan sakit.
"Kalian ini." Ucap Kakek burhan sambil menggelengkan kepalanya dan kembali menutup matanya lagi membiarkan kedua sejoli itu.
"Sakit Mel, astaga kamu." Ucap Rizki sambil Mengusap punggung dan perutnya itu.
"Makanya jangan jahil jadi orang." Ucap melodi sambil mendorong Tubuh Rizki agar menjauh dari dirinya.
Rizki pun berjalan menuju kamar mandi dan melihat hasil karya Melodi pada punggungnya itu yang terasa perih saat ini.
__ADS_1
"Mel, Melodi." Panggil Rizki dari dalam kamar mandi.
Melodi yang mendengar itu buru buru mengikuti Rizki agar pria itu tak lagi teriak dan akan mengganggu sang kakek.
"Apa sih Ki, ini di rumah sakit Ki kalau kamu lupa." Ucap Melodi pelan dan sangat menunjukan kekesalannya itu.
"Lihat ini Mel, astaga dia berdarah Mel pantas saja perih." Ucap Rizki sambil memperlihatkan punggungnya pada Melodi.
"Kecil doang, Makanya Jadi orang jangan jahil." Ucap Melodi sedikit meringis saat melihat luka yang dia buat itu walau tidak terlalu besar namun agak sedikit tergores dan mengeluarkan sedikit saja darah.
"Tunggu sebentar." Ucap Melodi dan dia pun keluar sebentar dan setelahnya balik lagi dengan membawa secangkir air hangat yang dia ambil di nakas sang kakek.
"Balik sana." Ucap Melodi sambil memutar tubuh Rizki dan mulai membersihkan punggung Rizki dengan serbet tangan menggunankan air hangat yang dia bawa tadi.
"Awww, Pelan sedikit Mel." Ucap Rizki sedikit meringis, pasalnya Melodi dengan sengaja menekan sedikit keras luka yang sedang dia bersihkan itu.
"Ih Manja banget." Ucap Melodi dengan sengaja kembali menekan luka itu lagi.
"Astaga sakit beneran Mel." Ucap Rizki yang langsung berbalik menatap Melodi.
"Ayo Ki sedikit lagi selesai." Ucap Melodi sambil sok serius.
"Ya sudah." Ucap Melodi dan berbalik untuk keluar meninggalkan Rizki di kamar mandi itu namun dia sedikit Terkejut karena Kedua mertuanya itu sudah berada di dalam Ruang rawat itu dan sedang menatapnya dengan tersenyum.
"Ibu, Ayah." Ucap Melodi salah tingkah menatap kedua mertuanya yang juga sedang menatapnya itu.
..."Mati aku. Pasti Ayah sama Ibu mikirnya macam-macam ini, ya ampun mau taruh dimana ini muka aku."...
...Batin Melodi sambil tersenyum canggung terhadap kedua mertuanya....
"Eh Ayah sama Ibu udah selesai urusannya?" Ucap Rizki yang muncul di balik tubuh Melodi dengan sikap santainya itu.
"Kalian ngapain di dalam berduaan dan biarin kakek tidur sendiri di sini." Ucap Ibu sedikit mengerjai mereka.
"Biasa Bu." Ucap Rizki membuat Melodi langsung menatapnya horor.
"Hey Anak nakal." Ucap Ibu sambil mendekat dan menjewer kuping sang putra dengan gemas. Beliau sengaja melakukan itu karena tak tega melihat wajah menantunya yang sudah sangat memerah karena malu oleh ulah anaknya itu.
"Maafin anak Ibu yah Mel." Ucap Ibu sambil Tetap menjewer kuping Rizki dan membawanya menjauhi Melodi.
__ADS_1
Melodi yang melihat itu agak sedikit lengah setidaknya pandangan keduanya mertuanya itu sedikit teralih darinya.
Gadis yang masih sedikit canggung itu pun berjalan ke sofa dan duduk di tempatnya.
"Ki lain kali jangan gitu. ini kan rumah sakit."Ucap sang Ibu agak pelan agar tak di dengar sama menantunya itu. Karena pikir sang Ibu Rizki tadi membuat tak senonoh di dalam kamar mandi bersama menantu barunya itu.
"Iya iya Bu, Lepas dulu. Nggak bunda, nggak Melodi napa pada ganas banget sih." Gerutu Rizki membuat kedua wanita itu memelototinya hingga yang di tatap menelan salivanya sendiri.
"Sudahlah Bu, Mereka kan juga sudah menikah jadi biarin saja." Ucap Ayah Gunawan akhirnya berbicara setelah hanya menonton sejak tadi.
Ibu Gunawan pun melepas tangan yang sedang menjewer kuping putranya itu.
"Sayang, ini merah nggak?" Ucap Rizki dengan sedikit manja terhadap Melodi. Namun Melodi tak menghiraukannya. Dia pikir jika dia meladeni Rizki maka pria itu akan makin menjadi jadi nanti.
Rizki yang tak mendapatkan Respon dari Melodi pun membuatnya sedikit tersenyum jahil dan mendekati Melodi dan langsung merebahkan Kepalanya pada paha Melodi dan dia mulai berbaring di sofa yang Melodi tempati sendiri itu.
"Ki astaga jangan gini ya ampun." Ucap Melodi kaget sekaligus panik namun tak dihiraukan oleh Rizki. Malah lelaki itu dengan santainya mengambil tangan melodi yang sedang berusaha mendorongnya itu untuk di letakan di kuping yang tadi di jewer oleh sang ibundanya itu.
"Dielus bentar aja Mel, panas tahu kupingnya." Ucap Rizki memelas sambil menggerakkan tangan melodi untuk mengelus kupingnya yang masih terasa panas itu.
"Ki." Ucap Melodi lirih, dia benar benar sungguh kesal saat ini.
"Sebentar aja Mel." Ucap Rizki membuat Melodi mau tak mau pun menuruti permintaan teman gilanya itu.
Ibu dan Ayah Rizki pun hanya menatap mereka dengan senyum bahagia. Diam-diam Mereka berharap agar segera mendapatkan keturunan dari kedua pengantin baru itu sebab mereka hanya memiliki Rizki penerus satu satunya di keluarga mereka saat ini. Kedua Orang dewasa itu pun memaklumi kelakuan anak mereka karena mereka pun pernah berada di posisi mereka sebagai pengantin baru.
"Mel kalian nginap disini?" Tanya Ibu.
"Nggak Bu, sore kita udah balik. Soalnya mau lanjut ke rumah orang tuanya Melodi. Nggak papa kan Bu, yah?" Rizki yang membalas pertanyaan sang Ibu karena dia pikir nanti Melodi akan canggung untuk mengutarakan hal itu.
"Iya nggak papa, Lagian kakek juga udah baikan kok. Besok juga udah balik."Kali ini adalah suara Sang Ayah.
"Iya betul. Tapi lain kali Datang lagi yah. jangan tunggu ada yang sakit dulu baru kalian datangnya." Ucap Sang Ibu.
Melodi yang Sedang mengusap kuping Rizki itu sedikit tersenyum akan sikap Rizki yang mau menuruti permintaannya itu. Tadi dia agak sedikit bingung mau menjawab pertanyaan dari ibu mertuanya namun beruntung Rizki yang menjawabnya.
"Sayang kita ke hotel sekarang aja yuk." Ucap Rizki sambil menatap Melodi.
"I- iy- iya." Ucap Melodi terbata karena masih canggung dengan sebutan yang Rizki berikan padanya itu, walaupun dia tahu itu hanya agar kedua mertuanya tahu mereka baik-baik saja. Namun begitu Melodi agak merasa tak nyaman dengan hal itu.
__ADS_1