
Malam semakin larut namun kini Melodi tak juga bisa menutup matanya karena Rizki tak kunjung masuk ke kamar mereka sejak makan malam bersama tadi. Wanita itu pun berniat keluar melihat Rizki namun ia urungkan niatnya dan lebih memilih berbaring sambil menatap pintu kamar mereka. Hingga pukul setengah tiga pagi Rizki masih saja tak memasuki kamar itu membuat Melodi tak tahan lagi dengan rasa penasarannya akan keberadaan Rizki saat ini, sehingga Melodi pun memutuskan untuk melihat suaminya di luar.
"Pantas saja nggak masuk-masuk." Ucap Melodi saat dirinya baru membuka pintu kamar mereka dan melihat Rizki sudah tertidur lelap di Sofa seperti semalam.
Gadis itu pun kembali masuk ke kamar mereka dan mengambil bantal dan juga selimut untuk di pakaikan ke Rizki.
Setelah selesai memberikan selimut dan bantal pada Rizki, Melodi pun kembali ke kamar karena kantuk telah menghampirinya.
"Makasih sayang." Ucap Rizki ketika Melodi baru saja menutup pintu kamar mereka.
Sejak tadi Rizki pun tak dapat tidur karena memikirkan arah pernikahan mereka ke depan nanti seperti apa, sampai dia dikagetkan dengan bunyi pintu terbuka dari kamar mereka. Akhirnya pria itupun berpura-pura menutup matanya untuk sejenak. Namun dia sedikit bingung karena Pintu kembali di tutup setelah di buka, kemudian d buka lagi kembali. Dia bertambah kaget karena sebuah tangan halus mengangkat kepalanya dan memberikan batal setelahnya tangan itu pun kembali menyelimuti dirinya dengan selimut tanpa berucap sepatah katapun. Rizki begitu senang karena Melodi masih memperhatikan dirinya hingga saat ini walau kemarin dia ada membuat salah pada wanita itu, namun Melodi tetap menjalankan tugasnya dengan baik..
Keesokan harinya....
"Mas Ki." Ucap Melodi ketika Rizki baru mau keluar kamar habis bersiap setelah tadi mandi pagi.
"Yah." Ucap Rizki kaget karena Melodi mau menyapanya terlebih dahulu.
"Pagi sekali siap-siapnya." Ucap Melodi sambil mengucek matanya, karena sekarang jam masih menunjukan setengah enam pagi. Namun Rizki sudah bersiap-siap dari tadi. Padahal kuliah mereka masuk jam 8 pagi ini.
"Aku mau mampir ke cafe sebentar, udah lama nggak ngecek ke sana soalnya." Ucap Rizki.
"Boleh aku ikut." Ucap Melodi.
"Memang kamu mau ikut?" Tanya balik Rizki.
"Memangnya kamu nggak mau aku ikut?" Ucap Melodi membuat Rizki menelan Salivanya sendiri.
"Bukan begitu." Ucap Rizki kikuk.
"Tunggu sebentar, aku siap-siap dulu lima belas menit saja." Ucap Melodi langsung beranjak dari kasur dan menuju kamar mandi.
Setelah selesai Melodi pun keluar kamar mencari keberadaan Rizki, karena Pria itu tak ada di kamar sejak dia keluar kamar mandi tadi.
__ADS_1
"Sarapan dulu Mel." Ucap Rizki ketika Melodi baru keluar kamar.
"Mas yang buat?" Tanya Melodi sambil mendudukkan dirinya di samping Rizki.
"Iya." Ucap Rizki singkat.
Keduanya menyelesaikan sarapan mereka dengan tanpa obrolan.
"Kita langsung pergi aja, biar pulang baru beresin itu." Ucap Rizki ketika melihat Melodi mau membereskan piring kotor bekas masak Rizki tadi.
"Baiklah." Ucap Melodi.
Keduanya pun pergi menggunakan mobil Rizki sesuai dengan permintaan Melodi.
Sikap Melodi kali ini sangat berbeda seratus delapan puluh derajat jauh dari sikap Melodi kemarin saat mereka bertengkar. Melodi lebih sering menyapa Rizki terlebih dahulu, membuat pria itu sedikit bingung dengan perubahan Melodi padanya.
"Hay Dim." Sapa Melodi pada bartender cafenya Rizki itu.
"Hay, Mel. Lama nggak mampir." Ucap Dimas
"Sendiri aja.?" Tanya Dimas namun tak sempat di balas Melodi karena keburu Rizki datang dan menyapa Dimas juga. Tadi Melodi Masuk terlebih dahulu karena Rizki sedang menerima telfon di mobil.
"Hai Dim, juna kemana?" Tanya Rizki karena tak melihat keberadaan Juna, mungkin karena dia datang juga tak memberitahu tangan kananya itu kalau tidak sudah pasti juna orang pertama yang akan menunggunya di depan pintu cafe pastinya.
"Sepertinya lagi di ruangan Bos, Bos juna udah datang sebelum kita soalnya." Ucap Dimas.
"Baiklah, Mel aku mau keruanganku dulu. Kamu mau ikut?" Ucap Rizki sambil menatap Melodi.
"Boleh, aku juga mau numpang tidur sebentar. tadi kamu bangunnya terlalu pagi soalnya." Ucap Melodi tak sadar.
"Baiklah ayo, Dim kita tinggal dulu." Ucap Rizki dan langsung mengajak Melodi masuk.
Dimas yang melihat obrolan atasan dan teman atasannya itu menjadi bingung sendiri, namun iya tak memusingkan itu walaupun dirinya di buat penasaran tentang hubungan mereka Dimas lebih memilih membereskan tempatnya sebelum cafe nanti buka jam delapan nantinya.
__ADS_1
"Jun." Ucap Rizki ketika melihat juna sedang minum kopi sambil membaca sebuah berkas di tangannya.
"Eh ki, maaf Bos. Bos kenapa datang nggak bilang-bilang saya, kan biar saya tunggu di depan cafe seperti biasa.
"Nggak usah formal gitu kali, cuman Melodi doang." Ucap Rizki sambil duduk di sebelah Juna di sofa ruangannya itu.
"Baiklah." Ucap Juna.
"Jun Boleh pindah ke situ duduknya, biar Melodi bisa berbaring sebentar di sini." Ucap Rizki menunjuk sofa singgel di samping safa yang mereka duduki.
"Nggak usah Mas, aku di sini aja." Ucap Melodi sambil menduduki dirinya di kursi depan meja kerja Rizki.
"Sini atau aku jemput ke situ." Ucap Rizki membuat Melodi akhirnya mengikuti perintah Rizki.
"Taru kepalanya ke sini." Ucap Rizki lagi sambil menepuk pahanya.
Karena tak mau berdebat di hadapan Juna, Melodi pun merebahkan tubuhnya di sofa itu dengan beralaskan paha Rizki sebagai Bantalnya, wajahnya iya hadapkan ke perut Rizki agar tak melihat ke arah juna. Karena terlalu mengantuk Melodi pun langsung terlelap begitu saja, mengingat semalam dirinya tidur pukul tiga pagi dan terbangun jam lima karena aktifitas Rizki maka sekarang baru iya merasakan kantuknya tiba.
"Kenapa melihatku seperti itu." Ucap Rizki pelan pada Juna yang sedang menatap dirinya dan Melodi dengan eskpresi bingungnya.
"Melodi." Ucap Juna dan langsung di tanggapi Rizki.
"Dia istriku. Sekarang jelaskan perkembangan cafe-cafe kita." Ucap Rizki membuat Juna bertambah bingung, pasalnya yang dia tahu Larisa merupakan pacar dari Bos sekaligus temannya itu. Sedangkan setahunya Melodi hanya teman Rizki walaupun kedekatan mereka pun sangat amat terlalu dekat menurutnya, tapi yang dia tahu Melodi juga memiliki pacar karena pacar Melodi pun sering berkunjung kesini.
"Juna, sampai kapan kamu melihatku seperti itu." Ucap Rizki agak sedikit meninggi hingga membuat Melodi sedikit terusik dengan ucapannya. Dengan sigap Rizki langsung mengusap punggung dan kepala Melodi agar wanita itu tak terganggu dengan suaranya.
"Kamu sih." Ucap Rizki pelan kepada Juna.
"Sejak kapan kalian menikah?" Tanya Juna tak menghiraukan perintah Rizki tadi.
"Hampir sebulan, jangan tanya lagi ayo jelaskan. Bentar lagi aku ada kelas jam delapan, buruan." Ucap Rizki sambil tetap mengelus Melodi agar gadis itu tak terganggu tidurnya.
Akhirnya dengan masih penasaran Juna pun menjelaskan apapun yang di tanya Rizki padanya. Hingga hampir satu jam lamanya mereka pun kini telah usai dengan obrolan seputar pekerjaan itu dan Melodi tak terganggu sedikitpun.
__ADS_1
"Sayang." Ucap seseorang ketika baru memasuki Ruangan Rizki, membuat Juna dan Rizki pun menatap kearah sumber suara itu dengan begitu terkejut sama dengan ekspresi orang yang memanggil sayang barusan.