
Empat jam berlalu setelah kepulangan Rizki dan Melodi dari rumah orang tua Melodi, kini Melodi telah siap untuk berangkat ke kampus karena satu jam lagi waktu kelas kuliah mereka di mulai.
Saat ini Melodi sedang duduk menunggu Rizki sambil memainkan ponselnya dan memakan Kue buatan dirinya dan sang Mami kemarin.
Tiba-tiba saja bel apartemen mereka berbunyi dan Melodi pun bergegas untuk membuka pintu itu tanpa sempat melihat Siapa tamu tersebut dari interkom apart itu. Sungguh kebiasaan buruk yang selalu saja Melodi lestarikan.
"Kamu udah di sini aja Mel, ko nggak ngajak kita?" Ucap Gerald saat matanya dan mata Melodi bertemu karena Saga sedang asik melihat ke arah ponsel kesayangan seluruh umat itu.
Keduanya memang sengaja datang ke apartemen Rizki hanya untuk sekedar mau berangkat kampus bareng karena berhubung dua hari mereka tak bertemu jadi adalah kangen-kangenan sedikit.
"I-Iya, mendadak juga niat kesini. Dari pada berangkat kampus sendiri." Ucap Melodi awalnya gugup namun dia langsung menguasai kegugupannya itu, sebab ini bukan kali pertama dia datang ke apartemen ini dan Gerald juga Saga pun tahu itu. Saga dan Gerald pun hanya menganggukkan kepala mereka saja menanggapi alasan Melodi.
..."Untung udah siap duluan aku."...
...Batin Melodi....
Mereka pun langsung masuk kedalam apartemen dan untuk kedua pria itu pun begitu masuk mereka langsung di suguhkan dengan keadaan yang berbeda.
"Ini benarkan Apartemennya Rizki?" Tanya Saga tak yakin.
"Iya, kok beda yah?" Tanya Gerald.
"Apanya yang beda?" Tanya Rizki ketika baru saja bergabung di antara mereka
Rizki yang tadi sudah siap pun ingin keluar kamar namun mendengar bel yang berbunyi maka dirinya langsung saja bermaksud membukanya namun sudah lebih dulu di buka Melodi jadi Rizki mengalihkan tujuannya menuju dapur untuk mengambil minuman di kulkas, sekilas dia mendengar percakapan ketiga orang itu dan langsung mengetahui siapa tamu tersebut.
"Suasana apartemen kamu lah? Apalagi coba!" Ucap Saga.
Melodi pun tak ambil pusing dengan pertanyaan kedua temannya, biar menjadi urusan Rizki saja pikirnya. Gadis itu langsung menduduki dirinya di sofa seperti semula dan mulai kembali dengan kue buatan Maminya itu.
"Gimana menurut kalian, bagusan kaya begini atau sebelumnya." Tanya Rizki.
"Yah gini lah, Cuman aneh aja seperti apartemen cewe jadinya. Kelewat rapih soalnya untuk ukuran Cowok." Ucap Gerald.
"Iya juga yah, siapa yang rapihkan. Sudah pasti bukan kamu kan Ki? Ini rapi banget sumpah." Ucap Saga.
"Ada lah, sekarang aku udah punya orang yang mau setia ngurus apartemen ini. Dia juga yang ubah semuanya, dan aku suka semuanya yang dia atur." Ucap Rizki sambil melirik sekilas Melodi namun yang di lirik asik sendiri dengan ponselnya saja.
Ketika Gerald mau bertanya lagi langsung di potong Rizki dengan sesegera mungkin.
"Hassssstttt, Jangan ada pertanyaan tambahan lagi. Kita bisa telat ke kampus ini." Ucap Rizki sambil memajukan jari telunjuknya menunjuk Gerald kemudian meletakan di bibirnya sendiri.
"Nggak asik lo." Ucap Gerald dan langsung mendapatkan tawa meledek dari Saga.
"Ayo berangkat." Ucap Rizki kemudian.
Melodi yang sadar jika dirinya yang belum mengambil tas kuliahnya di kamar pun langsung menatap Rizki sambil menunjuk tas milik Saga. Rizki yang paham maksud Melodi pun langsung meminta mereka turun terlebih dahulu baru dirinya menyusul.
"Kalian duluan aja turunnya, aku mau ambil sesuatu dulu." Ucap Rizki dan langsung dituruti ketiganya.
Saat Rizki turun kebawah tenyata ketiga orang itu sedang duduk menunggunya di lobi apartemen sambil asik dengan ponsel masing-masing.
"Nih Mel tas kamu ketinggalan di sofa." Ucap Rizki.
"Tas segede itu bisa lupa kamu Mel, ckckck." Ucap Gerald.
__ADS_1
"Lo kaya nggak tahu aja, yang dia ingat kan cuman Anzas doang kan hahaha." Ucap Saga langsung dapat timpukan keras dari Melodi.
"Cemburu lo Sag, aku lihat lihat kayanya..." Ucap Melodi sok memicingkan matanya menatap Saga.
"No no no, aku bukan Anzas." Ucap Saga sambil menggoyangkan jari telunjuknya di depan Melodi.
"Sudah sudah, Dan ini Buat kalian berdua, cobain deh." Ucap Rizki sambil memberikan se toples Kue buatan Mami mertuanya itu pada Gerald dan Saga sekalian menghentikan drama tak penting itu.
"Wah oleh-oleh nih, Kok cuman satu?" Ucap Saga sambil menerima toples itu.
"Nggak mau sudah balikin sini, kesukaan gue nih." Ucap Rizki sambil mau mengambil toples itu kembali.
"Ayo jalan Sag." Ucap Gerald sambil mengambil toples dari Saga sebelum di ambil kembali Rizki dan Dia langsung berjalan meninggalkan mereka menuju parkiran.
Rizki, Saga, dan Melodi pun melongo melihat kelakuan Gerald barusan dan akhirnya ketiganya pun tertawa dan berjalan di belakang Gerald.
Mereka pun berangkat barengan kekampus namun dengan mobil yang berbeda, Rizki dan Melodi kemudian di susul Gerald dan Saga berikutnya.
Sesampainya di kampus mereka langsung di sambut dengan kemarahan Larisa pada Rizki. Pasalnya satu hari full Rizki tak memberi kabar sedikitpun pada dirinya hingga hari ini tiba pun begitu.
Saga, Gerald, dan Melodi yang tak mau ikut campur masalah mereka pun akhirnya pergi meninggalkan kedua pasangan kekasih itu tanpa berniat pamit sedikitpun.
"Malu dilihatin orang yang." Ucap Rizki ketika Larisa mulai menunjukan Raut wajah sedihnya setelah tadi sempat marah sebentar terhadap Rizki.
"Ayo masuk kelas aja yuk, janji deh aku akan nurutin semua keinginan kamu hari ini yang, sebagai tanda maaf aku." Ucap Rizki membuat Larisa mengembangkan senyum bahagianya, pasalnya akhir-akhir ini dia merasa Rizki agak sedikit menjauh darinya. Dan ini merupakan kesempatan baik bagi Larisa untuk membuat Rizki seperti sebelumnya lagi.
"Janji?" Ucap Larisa sambil Menatap serius Rizki.
"Janji Sayang." Ucap Rizki dan akhirnya mereka berdua pun masuk kelas setelah Larisa bisa tenang berkat janji Rizki tadi.
Biar bagaimanapun dirinyalah yang sudah memulai ini, Rizki memang akui dia bersalah karena sudah membawa Larisa untuk objek membuat Melodi cemburu sejak awal. Karena dari awal hatinya telah terpatri untuk Melodi seorang sebelum mengenal Larisa tentunya.
Semakin lama Rizki menjalani hubungan dengan Larisa, dia sudah mulai sedikit-sedikit membuka hatinya terhadap gadis itu setelah tahu Melodi menjalin hubungan dengan Anzas.
Namun sayangnya kini keadaannya berbeda.Takdir telah membawa dia kembali pada Melodi, wanita yang membuat dia membuktikan arti kata cinta pada pandangan pertama itu benar adanya juga tentu saja karena intensitas pertemuan yang juga sering menambah kuatlah perasaan itu. Kini wanita itu telah resmi menjadi istri sahnya, pasangan yang tak pernah dia bayangkan sejauh itu.
Walau kini Melodi juga sama seperti dirinya yang memiliki kekasih juga, tapi dia percaya ikatan suci pernikahan atas restu dua keluarga lebih kuat dari ikatan sekedar pacaran menurutnya.
*Cafe Rizki*
Setelah Kelas usai kini Rizki, Larisa, Melodi, Gerald dan Saga telah berada di Cafe sekedar ngopi santai sambil menunggu waktu kuliah sore nanti.
"Aku ke bawa sebentar yah." Ucap Melodi ketika dirinya mendapatkan pesan di ponsel miliknya.
Rizki yang melihat itu dia pun mengerutkan kening tanda pingin tahunya urusan Melodi.
"Tolong bilangin Dimas buat aku satu kopi lagi yang sama Mel" Ucap Gerald dan Melodi hanya menganggukkan kepalanya sebelum menuruni anak tangga.
"Be, kenapa nggak naik aja sih." Ucap Melodi ketika sampai ke depan meja Dimas." Ucap Melodi pada Anzas yang ternyata sedang asik berbicara dengan Dimas.
"Oh iya Dim buat Gerald kopi kaya tadi lagi." Ucap Melodi pada Dimas dan langsung di buat segera oleh dimas.
"Barengan kan sayang ke atasnya sayang, tapi nggak apa apa kan aku gabung?." Ucap Anzas.
"Yah nggak apa apalah, ya udah ayo." Ucap Melodi sambil menggandeng tangan Anzas.
__ADS_1
"Dim kita naik dulu." Ucap Melodi dan Dimas hanya mengatakan "Siap Mel."
"Mana oleh-oleh buat aku sayang?" Tanya Anzas ketika mereka baru menaiki tangga.
"Aku nggak keluar rumah Be makanya nggak bawa apa apa, tapi aku bawa ini buat kamu." Ucap Melodi sambil mengambil sesuatu dari saku celananya yang ternyata tak ada apapun melainkan jarinya saja yang iya tunjukan pada Anzas, yaitu jari jempol dan telunjuknya yang iya satukan agar membentuk love.
Anzas pun langsung dengan sigap mengambil bentuk love itu dan di arahkan tangannya untuk menaruh itu di dadanya, sontak saja mereka pun tertawa menangapi kelakuan mereka.
Tawa itu pun terdengar hingga mereka sampai di atas. Semua yang di atas tentu saja melihat kearah pasangan yang sedang asik itu tanpa terkecuali grup Rizki dan kawan-kawan juga.
"Asik benar Mel." Ucap Gerald.
"Hay Bro." Ucap Anzas sambil salam kepalan tangan ke semuanya.
Rizki mendadak tak semangat sekarang, namun dia juga mencoba mengerti jika dirinya juga ada Larisa di sampingnya.
..."Konyol banget status kita Mel." Batin Rizki....
Mereka pun mengobrol santai sebentar dan kemudian pun memutuskan untuk kembali ke kampus karena sebentar lagi waktu kelas mereka di mulai.
Melodi tentu saja di antar Anzas dan Rizki sudah pasti bersama Larisa sedangkan Saga bersama dengan Gerald. Mereka bertemu setelah di kampus lagi.
Setelah kelas usai mereka pun keluar bersama namun karena banyaknya yang berdesakan akhirnya Rizki menarik Melodi bersama dirinya dengan secepat kilat.
"Kamu kenapa sih Ki, nanti di cariin Saga sama Gerald loh." Ucap Melodi Karena Rizki membawanya melewati pintu samping menuju parkiran mobil tanpa memberitahu yang lain terlebih dahulu.
"Aku ngantuk Mel, capek. Mau pulang cepat." Ucap Rizki santai.
Sekarang mereka telah di mobil Rizki dan pria itu mulai menjalankan mobilnya.
"Kita makan dulu atau langsung balik aja." Tanya Rizki.
"Balik aja, biar aku masak nanti." Ucap Melodi.
Setelah sampai Apartemen Melodi langsung menuju dapur dan menyiapkan bahan-bahan untuk dia masak.
Tak membutuhkan waktu yang lama cukup tiga puluh menit akhirnya masakan buatannya pun selesai, dan dia langsung ke kamar dan melihat Rizki yang ternyata sedang pulas tidur. Dirinya pun memutuskan untuk membersihkan diri setelahnya baru membangunkan Rizki untuk makan bersama.
"Ki ayo makan." Ucap Melodi sambil menggoyangkan tubuh Rizki.
"Mas!! Melodi." Ucap Rizki masih dengan mata terpejam.
"Ih cuman berdua doang juga." Ucap Melodi.
"Yah harus di biasakan Mel." Ucap Rizki.
"Ribet." Ucap Melodi dan langsung mau berdiri namu Rizki langsung menarik tangannya hingga Melodi jatuh menimpa Tubuh Rizki di tempat tidur.
"Aduh, apa sih ki." Ucap Melodi malu karena wajahnya kini sangat dekat dengan wajah Rizki sekarang.
"Mel." Rizki.
"A-apa?" Tanya Melodi Gugup.
"Apa aku boleh..." Ucap Rizki.
__ADS_1