
"Ini mau ngerjain tugas apa mau pacaran sih." Ucap Saga sewot, pasalnya dia agak merasa terganggu dengan kedatangan Anzas. Siapa lagi yang bakalan ngikutin Melodi kalau bukan Anzas pacarnya itu.
"Elah biasa aja kali Sag. iya nggak Mel?" Ucap Larisa menanggapi perkataan Saga. Dia pikir lebih bagus jika ada Anzas sehingga Rizki tak terlalu perhatian dengan temannya itu.
"Aku tunggu di luar aja sayang, kayanya ada yang nggak suka aku di dini." Ucap Anzas langsung saja keluar tanpa menyapa atau pamit pada penghuni ruangan itu.
"Awas kamu Sag." Ucap Melodi langsung keluar mengikuti Anzas.
"Mulut lo kaya cewe saga, tersinggung kan tu anak." Ucap Larisa.
"Idih gitu doang baper banget si. Heran gue punya teman pacarnya pada nggak banget, satunya bucin (Budak Cinta) akut eh satunya lagi... Ah sudahlah." Ucap saga yang pedas.
"Lo sindir gue." Ucap Larisa kesal.
"Lo mau baper juga, sono loh ikut si bucin (Budak Cinta) keluar." Ucap Saga santai, akhirnya Larisa tak bersuara lagu.
"Ini pada mau ngerjain tugas nggak sih?" Tanya Gerald.
"Jadi lah. Ki kamu ko aku lihat lihat makin jadi pendiam sekarang yah, kenapa?" Ucap Saga, pasalnya sedari tadi Rizki tak bersuara sedikitpun hingga Saga sampai lupa kalau ada iki di sana.
"Iya ki, kamu diam bae dari tadi." Sambung Gerald.
"Biasa saja, Ayok lanjut kerjanya. Kapan selesai ini kalau pada bicara terus." Ucap Rizki sedikit malas. Entahlah Rizki juga bingung dengan dirinya saat ini.
*Di luar ruangan*
"Be." Ucap Melodi sambil duduk di samping Anzas.
"Kamu lanjut aja sayang, aku tunggu disini. Tapi nggak lama kan sayang." Ucap Anzas se biasa mungkin, dia tak mau terlihat tidak suka dengan temannya Melodi itu.
"Be ayolah, masa duduk sediri di sini. Yang bener aja kalau ada tante-tante yang godain kamu gimana." Ucap Melodi becanda.
"Apa sih sayang, nggak lucu." Ucap Anzas.
"Emang siapa yang lagi ngelucu sih. Ayok kedalam yuk, anggap aja nggak ada si saga. Kan kamu aku yang ajak masa bodoh sama tu rempong. Yah, mau yah." Ucap Melodi masih mencoba membujuk pacarnya itu.
"Nanti langsung pesan makan aja, biar nggak usah pusing sama yang di dalam yah." Lanjutnya lagi masih berusaha.
"Tapi suapi boleh?" Tanya Anzas pada akhirnya. Toh ngapain dia pikirin orang lain, yang penting Melodi tetap nyaman.
"Siap Bos." Ucap Melodi senang.
Keduanya pun kembali masuk kedalam ruangan itu. Dengan cuek Anzas Langsung duduk tanpa Menegur yang lain lagi, dia masih kesel sama mereka.
Saga, Gerald, Rizki dan Larisa hanya menatap sekilas dan mereka pun melanjutkan obrolan mereka yang sempat terjedah karena Melodi yang masuk bersama Anzas.
"Udah sampai mana?" Tanya melodi yang mulai bergabung mengikuti obrolan mereka.
Tak berselang lama pintu pun di ketuk dan seorang pelayan masuk dengan membawa nampan makanan dan secangkir copi.
"Di sini mba." Ucap Melodi menunjuk meja depan Anzas duduk di sampingnya itu
__ADS_1
"Makasih yah." Ucap Melodi setelahnya pelayan pun meninggalkan ruangan itu.
Anzas yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya pun mulai fokus pada Melodi yang udah kembali fokus dengan mengerjakan tugas itu.
Karena merasa di abaikan Anjas pun mengambil sebelah tangan Melodi untuk di mainkan. Melodi yang melihat itu hanya tersenyum kemudian bertanya pada pria itu.
"Mau langsung makan Be?" Tanya Melodi dan pria itu mengangguk tanda setujj.
"Gais kita makan aja dulu, nanti baru lanjut lagi tugasnya." Ucap Melodi yang kemudian mereka pun menyetujuinya. Kebetulan mereka sudah langsung memesan makanan terlebih dahulu.
Melodi pun menyuapi Anzas seperti biasanya tapi kali ini berbeda, karena saat ini aktifitas mereka di awasi oleh beberapa pasang mata yang melihat dengan tatapan geli.
"Aaa Sag aaa." Ucap Gerald sambil Menyodorkan kentang ke mulut Saga, Saga pun mengikuti instruksi dan menerima suapan dari Gerald. Keduanya melakukan itu dengan sedikit drama. Bukan apa, tapi mereka hanya kesal dengan Anzas si bule Manja itu.
"Sayang mau dong di suapi juga." Ucap Larisa pada Rizki.
"Makan sendiri Sayang, udah besar juga. Nggak malu sama yang lain." Ucap Rizki tak ada niat sedikitpun untuk menyindir Anzas.
"Kamu nyindir kita Ki." Ucap Melodi yang langsung di tanggapi Saga dan Gerald ketawa lepas.
"Nggak ada niat, itu murni untuk Larisa." Ucap Rizki tak terima Melodi menuduhnya.
"Sudah sayang, biarin saja." Ucap Anzas, dia pikir membuat teman-teman Melodi kesal boleh juga.
"Lagi Sayang." Ucap Anzas lagi.
Melodi pun lanjut menyuapi Anzas dengan tetap di lirik sama teman temannya itu tak terkecuali juga Rizki.
Anzas dengan setia berada di samping Melodi sambil satu tangannya memegang tangan Melodi dan satu tangannya lagi memainkan ponselnya.
Rizki yang melihat itu entah kenapa dia begitu kesal, tapi dia tetap bersikap biasa.
"Sayang kenapa." Tanya Larisa yang melihat sedari tadi iki tak fokus dan terus sanja menarik dan menghembuskan nafasnya seakan sedang memikirkan sesuatu.
"Nggak papa." Ucap Rizki se biasa mungkin.
..."Nih anak sadar nggak sih kalau dia itu udah menikah."...
Gumam hati Rizki karena merasa risih dengan apa yang Anzas lakukan pada melodi juga sebaliknya.
Akhirnya mereka merampungkan tugas mereka dan selesai sudah semuanya.
"Akhirnya." Ucap mereka serempak.
"Kalian mau langsung balik apa masih mau nongkrong dulu." Tanya Gerald ketika mereka sedang membereskan barang masing-masing.
"Langsung balik aja deh." Kata Melodi.
"Ya udah kita langsung balik aja semua kalau gitu." Ucap Saga dan di setujui oleh semuanya karena waktu yang sudah menunjukan pukul Sepuluh itu.
"Ayo sayang." Ucap Anzas yang membuat Melodi bingung sendiri.
__ADS_1
Rizki yang melihat itu jadi paham dan langsung mengirim pesan pada melodi.
"Eh bentar Be." Ucap Melodi sambil Membuka ponselnya karena ada pesan masuk.
"Kamu pulangnya ke apartemen kamu aja Mel, entar aku nyusul. Tapi tunggu aku di lobi biar nanti masuknya bareng, besok kan Mami sama Papi balik tuh. Biar sekalian nginap di sana saja." Isi pesan yang Melodi baca yang ternyata pesan dari Rizki. Melodi tak membalas dan hanya mengangguk kecil sambil melirik Rizki.
Mereka pun Satu persatu meninggalkan Cafe itu terakhir baru Rizki dan Larisa, karena Rizki ada sedikit mengontrol Cafenya dulu sebelum balik.
"Sayang, kenapa teman kamu pada nggak suka aku sih?" Tanya Anzas ketika mereka sudah di dalam mobil dan Anzas sudah mulai menjalankan benda besi itu.
"Cuman Saga sama Gerald doang kan, Maklumi aja Be jomblo mah suka gitu. Sensitif nggak jelas." Ucap Melodi.
"Hahahah, kamu ini yang yang." Ucap Anzas tertawa menanggapi ucapan Melodi itu.
"Be mampir di tempat jagung bakar itu yuk, aku pengen." Ucap Melodi ketika melihat tempat jagung bakar yang sudah mereka lewati sedikit.
Anzas pun menepikan mobilnya tanpa putar balik lagi. dan mereka hanya berjalan sebentar ke sana.
"Kamu mau Be?" Tanya Melodi sebelum dia memesan jagung itu.
"Boleh, tapi pedas manis yah." Ucap Anzas.
Melodi pun memesan yang sama seperti Anzas. Melodi pikir Dari pada dia menunggu Rizki lama mengantar Larisa mending dia menghabiskan waktu sebentar untuk jagung ini.
"Mas dua yah jagungnya Pedas manis, tapi bungkus aja." Ujar Melodi pada penjual itu.
Tak berselang lama pesanan pun siap dan mereka kembali berjalan menuju mobil.
"Suap sayang" Ucap Anzas seperti biasa.
Melodi pun menyuapi Anzas sambil dia juga memakan punyanya juga.
Hingga akhirnya kini mereka telah tiba di Apart nya Melodi.
"Makasih Be, kamu hati-hati yah jalanya. Jangan ngebut, ingat be." Ucap Melodi sebelum turun.
Setelah berpamitan dan Anzas meninggalkan Apartemen itu, melodi pung melangkah masuk menuju lobi apartemen yang kebetulan Rizki sudah menunggunya di sana.
"Eh ki, baru nyampe atau dari tadi?" Ucap Melodi.
"Baru nyampe, Kok kamu baru datang. Lanjut pacaran lagi yah kalian?" Tanya Rizki agak Sinis.
"Nggak cuman mampir beli jagung doang." Ucap Melodi sambil mengikuti langkah Rizki yang sudah berjalan menuju life.
"Mel ingat kamu itu istri aku sekarang, jangan lah kamu terlalu biarkan orang lain menyentuh kamu se enaknya." Ucap Rizki ketika mereka telah memasuki Life.
Rizki masih terbayang perlakuan Anzas pada Melodi itu. Dan dia entah kenapa tak suka melihat itu.
Melodi yang mendengar itu melototkan matanya tak percaya.
"Bukannya kamu sendiri yang bilang bahwa kita bersikap biasa saja seperti sebelum menikah, dan tak perlu mengurusi urusan hubungan masing masing." Ucap Melodi tak percaya, karena hal ini mereka sudah membahasnya sebelumnya. Ada apa dengan Rizki, pikir Melodi.
__ADS_1
Padahal melodi tak pernah mempermasalahkan hubungan Larisa dan Rizki. Tapi apa ini, Rizki seakan memperingati Melodi tentang status mereka.