
"Halo." Ucap Rizki mengangkat panggilannya tanpa melihat nama si penelpon, karena sedang sibuk mencari keberadaan Melodi yang sudah hilang dari sampingnya saat dia membuka mata dari tidurnya.
"Halo Ki." Sapa orang di seberang sana yang membuat Rizki langsung melihat ponselnya mengecek id name si penelpon, karena dia merasa kenal dengan suara itu.
"Mahesa." Pekik Rizki setelah melihat nama si penelpon yang sudah lama tak berkabar dengannya itu, sejak meninggalnya ibu Mahesa. Pria itu seolah menjauh dari semua orang yang dia kenal, dengan alasan ingin menyendiri untuk beberapa saat. Namun setahun lebih sudah terlewat baru kini dia menghubungi Rizki.
"Hehehe, yah. Kau masih mengingatku." Tawa pria yang bernama Mahesa itu dari seberang sana.
"Sial** lo, lo tuh yang ternyata masih mengingat untuk menelpon ku juga. Kupikir aku nggak punya sepupu lagi karena kamu yang ingin menyepi." Sindir Rizki.
"Udah gitu, menyepi nya tahunan pula." Lanjut Rizki membuat tawa Mahesa tak henti-hentinya di seberang sana.
"Udah ngomelnya, aku butuh tumpangan nih." Ucap Mahesa setelah puas tertawa.
"Lo di sini?" Tanya Rizki.
"Humm, tepatnya perjalanan ke rumah lo. Tadi aku minta alamat di MamaIbu. Aku hanya memastikan kamu ada di rumah atau nggak?" Ucap Mahesa yang memanggil Ibu Rizki dengan sebutan MamaIbu. Sebab, Mahesa adalah anak dari adik Ibu Rizki, yang berarti mereka saudara sepupu.
"Ada, hari ini kan libur." Ucap Rizki namun tiba-tiba panggilan mereka berakhir.
Mencoba menelfon lagi, namun ponsel sepupunya itu sudah tak aktif.
"Tuh anak kebiasaan banget sih." Gerutu Rizki yang begitu mengenal Mahesa, pria itu paling cuek dengan yang namanya ponsel. Jadi tak heran jika ponselnya sering mati karena tak berdaya.
Keluar kamar, Rizki langsung melangkah ke arah luar. Memberi tahu Pak Kasim jika ada tamu bernama Mahesa, langsung saja menyuruhnya masuk. Sehingga tak perlu lagi untuk bertanya padanya.
Setelah itu dia masuk dan menuju dapur di mana tadi dia melihat Bibi Sum dan Sinta sedang memasak di sana. Ingi bertanya keberadaan Istrinya.
Setelah mendapatkan info, Satria langsung memerintahkan Bibi Sum jika ada yang datang, langsung saja memintanya menemui dirinya dan Melodi di taman belakang sesuai dengan keberadaan Melodi kini.
***
Saat Melodi dan Rizki sedang berdebat romantis ala mereka, meraka di kejutkan dengan sosok yang sedang melangkah ke arah mereka.
"Siapa suruh, bangunnya telat. Sana mandi Dady bau ta.." Ucap Melodi terpotong saat dia melihat ada seorang wanita yang berjalan ke arah mereka dan di ikuti seorang pria di belakangnya yang Melodi pikir dia pernah bertemu sebelumnya dengan pria itu tapi lupa di mana.
"Kanaya, lo ikut juga ya?" Ucap Rizki dan di balas senyum saja oleh Kanaya, membuat Melodi langsung menatap ke arah Rizki, sementara seorang pria yang tadi di belakang wanita yang Rizki sebut Kanaya itu langsung menyapa Melodi membuat Rizki memicing menatap Mahesa.
"Mel, ternyata suami lo itu Rizki. Sepupu gue. Udah isi aja ternyata" Ucap Mahesa sambil berjalan mendahului Kanaya dan mendekati Melodi.
"Lo kenal istri ku Hesa?" Tanya Rizki memicing, sebab sepupunya itu tak tahu tentang pernikahannya karena dia hilang bagaikan di telang bumi tak ada kabar berita.
"Nggak terlalu, tapi cukup tahu dia sudah menikah. Iya kan Mel." Ucap Mahesa menatap Melodi. Sambil mengingat pertemuan pertama mereka dengan di awali sikap Melodi yang konyol hingga membuat dirinya berpikir jika wanita itu tenggelam bunuh diri di pantai Villanya beberapa bulan yang lalu itu. [Menyendiri Untuk Sementara Bab 32].
"Hehe, lo masih ingat saja." Ucap Melodi saat dia sudah mengingat pria itu.
"Kalian kenal dimana? ko aku nggak tahu?" Tanya Rizki penasaran.
__ADS_1
"Di vila ku, kayanya waktu itu kalian lagi ada masalah yah?" Tebak Mahesa membuat Rizki mengingat kembali masa dimana dia bertengkar hebat dengan istrinya waktu itu dan Membuat Melodi menghilang seharian full.
"Yang kamu bilang ke pantai itu ya sayang, di Villanya Mahesa ternyata." Ucap Rizki sambil merangkul Melodi, karena dia teringat kembali hari itu saat menuduh Melodi yang tidak-tidak.
"Humm." Hanya gumaman yang di respon Melodi, kehamilannya ini membuat dia sedikit sensitif. Dia jadi mengingat kembali hari itu, hari dimana dia di cap wanita murahan oleh suami sekali gus sahabatnya sendiri itu.
"Kau mengingatnya sayang, Maafkan aku untuk hari itu." Bisik Rizki di telinga Melodi saat melihat air muka Melodi yang berubah.
Sementara Mahesa dan Kanaya hanya menatap dua orang itu saja dalam diam. Mahesa jadi merasa bersalah kini, karena kedatangannya membuat luka lama pasangan di depannya ini jadi terbuka lagi.
"Maafkan aku." Ucap Mahesa membuat Rizki dan Melodi langsung menatap ke arahnya.
"Eh, kenapa minta maaf. Aku yang terlalu sensitif." Sanggah Melodi tak enak dengan permintaan maaf Mahesa.
"Oh yah, ada yang bisa jelasin nggak. Ko kalian saling mengenal. Dan ini?" Ucap Melodi lagi, setelahnya dia menatap kearah Kanaya yang sejak tadi hanya diam saja.
"Biar aku jelasin sayang. Kalian ayo kita duduk." Ucap Rizki dan mereka semua duduk di bangku taman belakang itu.
"Gini sayang, Mahesa ini sepupuku. Anak dari adiknya Ibu. Sedangkan Kanaya itu tetangga rumah kita dan udah jadi sahabat kita sejak kecil." Ucap Rizki menjelaskan.
Melodi tak mengenal Mahesa atau Ibu pria itu sebab, di hari pernikahannya mereka tak hadir. Di karenakan ibu Mahesa yang sudah meninggal, Mahesa sendiri menghilang dan baru kini bertemu Rizki lagi.
"Oh, Hay Kanaya. Melodi sahabat sekaligus istrinya Rizki." Sapa Melodi sambil menyodorkan tangannya ke arah Kanaya, karena sejak tadi mereka belum sempat berkenalan.
"Hay, Mel. Senang bertemu denganmu." Ucap Kanaya Ramah dengan senyum manisnya.
"Btw, kalian dari mana mau kemana?" Tanya Rizki.
"Ah, kita habis dari kota B. Dan kebetulan rumahmu lebih dekat di banding Villa ku yang di pelosok sana. Makanya kita numpang mampir buat istirahat sebentar, nanti sore balik. Sambil menikmati pemandangan Malam." Ucap Mahesa.
"Oh kebetulan dong. Kita mau ke Vila sore ini. Kayanya kita nggak perlu repot lagi nih nyari Villa nya." Ucap Melodi sambil menaik turunkan alisnya menatap Mahesa, dia jadi teringat tawaran pria itu yang mengundangnya kembali bersama suaminya.
"Hehehe, aku masih mengingatnya Mel tenang saja." Ucap Mahesa dengan terkekeh kecil melihat tingkah imut Melodi.
"Mengingat apa Hesa, Mel?" Penasaran Rizki.
"Itu, Mahesa pernah janji. Kalau aku bawa kamu ke Villanya nanti di gratisin, anggap saja hadiah bulan madu buat kita." Jelas Melodi membuat Rizki mengangguk-anggukan kepalanya.
"Tapi kan kita bawa rombongan." Ucap Rizki.
"Hadeh, lo kaya siapa aja Ki. Santai, hitung-itug sebagai kado liburan pernikahan buat kalian dari aku." Ucap Mahesa membuat Rizki tersenyum.
"Ini ni yang aku suka, bisa pengiritan kita Sayang." Ucap Rizki membuat Melodi terkekeh.
Setelah itu, mereka melanjutkan obrolan-obrolan kecil. Karena memang sudah lama tak bertemu juga.
"Kalian istirahat gih, Bibi Sum sama Mbak Siska udah nyiapin kamar tuh. Entar sore aku bangunin kalau semua sudah pada ngumpul." Ucap Rizki ketika mereka sudah di ujung obrolan.
__ADS_1
Tadi mereka sedikit mengobrol juga akan kepergian mereka nanti sore, bahkan obrolan mereka pun melibatkan Saga dan Gerald dalam panggilan Vidio yang Melodi lakukan.
****
"Sayang, sudah semuanya?" Tanya Rizki menghampiri Melodi yang sedang menyusun pakaian mereka untuk semalam di Villa nanti.
"Sudah Ded, ini hanya tinggal masukin perlengkapan mandi kita aja yang belum." Sahut Melodi sambil mengusap Tangan Rizki yang sedang merangkul lehernya dari belakang.
"Ya udah biar itu, nanti aku yang lakuin. Kamu pakai baju gih. Biar nggak kedinginan." Ucap Rizki karena setelah makan siang mereka semua langsung istirahat. Dan Habis mandi tadi Melodi baru bisa menyiapkan keperluan mereka.
"Iya Dady sayang." Ucap Melodi dan langsung di hadiai Ciuman di pipinya oleh Rizki.
"Sini Dedy bantu." Ucap Rizki sambil membimbing Melodi berdiri dari duduknya.
"Makasih Dady sayang." Ucap Melodi setelah itu dia langsung beranjak untuk berpakaian, karena sejak tadi dirinya hanya memakai juba mandinya.
Usai dengan bersiap, Rizki dan Melodi langsung keluar kamar dan mendapati Mahesa dan Kanaya yang sudah segar dengan penampilan baru mereka. Duduk santai dengan ponsel di masing-masing tangan.
"Maaf, lama yah." Ucap Melodi membuat dua orang itu langsung melihat ke arah mereka.
"Nggak, baru juga keluar Mel." Sahut Kanaya dan di iyakan Mahesa.
"Berarti tinggal nunggu yang lainnya." Ucap Rizki bersamaan dengan kegaduhan dari arah pintu utama mereka.
"Dua gaduh udah muncul tuh." Kekeh Melodi melihat kehebohan Saga dan Gerald.
"Kita datang." Teriak Gerald membahana dan di ikuti juga Saga, berbeda dengan Bella yang kalem saja mengekor di samping Saga.
Saga membawa Bella karena wanita itu meminta ikut saat Saga mengabari jika dirinya akan berlibur dengan sahabat sahabatnya yang Bella tahu Melodi Juga Rizki.
"Uuupps." Ucap Gerald saat melihat dua orang yang tadi muncul di Vidio cool tadi.
"Santai." Sahut Mahesa mengerti, dalam pertemanan itu hal biasa menurutnya.
"Dia sama gilanya dengan kalian." Ucap Rizki mengingat kelakuan Mahesa yang tak jauh beda dengan kedua orang yang baru datang itu.
"Duduk dulu, kita masih nunggu Bang bima sama calon kakak ipar." Ucap Melodi mempersilahkan Saga dan Gerald duduk.
Hingga hampir setengah jam menunggu Abang Bima nya Melodi tak kunjung tiba.
"Coba di telfon dulu." Ucap Rizki namun belum sempat Di telfon, mereka sudah mendengar mesin mobil yang memasuki halaman rumah mereka.
"Akhirnya datang juga." Ucap Melodi sambil beranjak hendak melihat sang Abang.
Saat baru melangkah Bima sudah memanggilnya dari arah Pintu.
"Ade maaf telat." Ucap Sang Abang sambil menggandeng Gadis melangkah ke arah mereka.
__ADS_1