
"Mas sudah, geli tahu." Ucap Melodi sambil mendorong kepala Rizki dari lehernya.
"Belum, sebentar dulu." Ucap Rizki dan kembali ke aktifitasnya lagi, namun ketukan di pintu kamarnya membuat Melodi kembali menjauhkan kepalanya.
"Apa sih Mel." Ucap Rizki sedikit kesal.
"Itu ada yang ketuk pintu Mas, kamu nggak dengar."
"Ya udah kamu tunggu sini, aku belum selesai yah." Ucap Rizki dan kemudian dia beranjak dari kasurnya untuk membukakan pintu untuk si pengganggu yang sudah mengganggu aktifitasnya.
"Kalian, tahu dari mana kamar aku?" Ucap Rizki ketika melihat Saga dan Gerald berada di depan pintu kamarnya.
"Di antar Putra tadi." Ucap Saga dan Gerald langsung nyelonong masuk kamar Rizki dan langsung di susul Saga selanjutnya.
"Hey, siapa yang nyuruh kalian masuk." Ucap Rizki sambil berjalan masuk menyusul si duo rese.
"Kita bosan di kamar tanpa kalian, jadi kita di sini dulu sambil nunggu makan malam sebentar lagi." Ucap Gerald sambil membaringkan tubuhnya di samping Melodi, karena memang sudah menjadi biasa untuk mereka seperti ini sebelum Melodi dan Rizki menikah dahulu.
Rizki langsung berlari cepat dan duduk di antara Gerald dan Melodi.
"Mas, apa sih." Ucap Melodi ketika tiba-tiba Rizki langsung memeluknya.
"Jangan protes yang, kalau nggak mau aku lanjutkan yang tadi sekarang juga." Bisik Rizki pelan tepat di telinga Melodi.
"Issss." Hanya itu yang bisa Melodi lakukan.
"Biasa aja kali Ki, nggak bakalan kita ambil." Sindir Saga sambil berbaring di sisi sebelah Melodi yang kosong.
"Hey, kalian ngapain sih di sini. Sana di sofa saja." Ucap Rizki pusing melihat tingkah Saga dan Gerald.
"Nggak." Jawab bersamaan Saga dan Gerald.
"Sayang kita duduk di kursi aja yah, biar mereka juga ikut." Bisik Rizki.
"Iya." Keduanya pun langsung bergegas turun.
"Kenapa kalian turun?" Tanya Saga saat melihat suami istri itu turun dari tempat tidur.
"Nggak muat kalau berempat semuanya di situ." Jawab Rizki beralibi, padahal tempat tidurnya lebih dari cukup jika hanya menampung mereka berempat.
"Alasan kamu, mana ada nggak cukup. Kamu buta yah." Ucap Gerald walau sambil matanya fokus menatap Ponsel di tangannya, namun Rizki tak ambil pusing ucapan sahabatnya itu.
Melodi pun lanjut memainkan ponselnya lagi sesaat setelah duduk di sofa bersama Rizki dan tak menghiraukan para sahabatnya yang sedang mengobrol.
__ADS_1
Rizki memutuskan untuk berbaring di sofa yang sedang mereka duduki dan beralaskan paha Melodi sebagai bantalnya. Pria itu juga membawa tangan Melodi yang bebas untuk memainkan rambutnya.
Melodi yang sedang memainkan sosial medianya sedikit mengerutkan kening saat melihat postingan sang Abang dengan seorang wanita namun wanita itu sedang membelakangi kamera karena posisinya sedang di peluk oleh sang Abang.
Dengan cepat Melodi langsung menghubungi Abangnya itu karena penasaran.
Sedangkan Rizki yang kepalanya berhenti di usap pun langsung menengok pada Melodi yang sedang menelfon seseorang.
"Telfon siapa sayang?" Tanya Rizki membuat Saga dan Gerald langsung menatap kearah mereka berdua.
"Bang Bima." Jawab Melodi.
"Halo Bang?" Ucap Melodi ketika panggilannya sudah di terima.
"Ya sayang, tumben kamu telfon Abang. Ada apa?" Tanya Bima.
"Siapa perempuan itu Bang?" Tanya Melodi to the poin.
"Perempuan yang mana?" Tanya Bima pura-pura tak tahu.
"Itu yang di sosmed nya Abang." Jelas Melodi sambil menepiskan Tangan Rizki yang memainkan perutnya sambil memasang kupingnya mendengar obrolan kakak beradik itu.
"Hehehe, calon kakak ipar kamu dek. Siap-siap aja." Ucap Bima sambil terkekeh.
"Belum lama, baru juga seminggu. Tapi Abang udah serius sekarang, nggak mau main-main lagi. Mau secepatnya nyusul kamu aja dek." Ucap Bima semangat.
"Yah aku sih terserah Abang, lebih cepat lebih baik. Biar ada yang ngurusin Bang Bima nanti. Tapi kalau Melodi boleh saran, Abang kenal dulu pasangan Abang lebih jauh lagi dulu. Biar kedepannya nggak ada masalah. Oke." Ucap Melodi entah kenapa perasaannya mulai tak enak, namun sebisa mungkin dirinya menepis kegelisahannya itu.
"Iya sayang, tapi jangan dulu bilang Mami Papi yah. Abang masih dalam tahap saling kenal dulu." Ucap Bima.
"Iya Bang, ship dah."
"Ya udah, Abang Tutup yah. Salam buat suami kamu." Ucap Bima.
"Iya Bang Bay." Ucap Melodi setelah itu mereka sama-sama mengakhiri panggilan mereka.
"Kenapa?" Tanya Rizki pura-pura tak tahu sambil memasukan tangannya di balik baju rumah Melodi dan mengusap pinggang istrinya itu, namun tak berselang lama karena Melodi kembali menepis tangannya lagi.
"Tangan mu Mas, ih." Namun Rizki tak menghiraukan teguran Melodi dan melakukannya lagi.
"Abang punya pacar baru." Ucap Melodi.
"Oh, bagus dong."
__ADS_1
"Iya bagus, tapi semoga Abang bahagia sama pilihannya itu. Karena entah kenapa perasaan aku nggak enak saat lihat foto mereka tadi." Ucap Melodi jujur sambil menahan tangan Rizki yang semakin naik.
"Doakan aja yang terbaik buat Bang Bima Sayang." Ucap Rizki.
"Iya, itu pasti Mas."
"Hey kalian, masih ada kita di sini loh." Ucap Gerald saat melihat dua orang di hadapannya itu yang nampak romantis.
"Kita nggak buta." Ucap Rizki.
"Makanya cepat nikah biar bisa kaya mereka." Kali ini Saga yang bersuara.
Tak berselang lama Pintu kamar Rizki kembali di ketuk dan pria itu langsung bergegas keluar, dan ternyata sang ibu yang berada di balik pintunya.
"Sayang, Ayo ajak istri kamu dan teman-teman kalian makan Malam. Kakek sudah tunggu di bawa." Ucap Ibu.
"Iya Bu."
Setelahnya mereka semua turun ke bawah untuk makan malam bersama.
"Ibu maaf, Melodi nggak ikut masak tadi." Ucap Melodi tak enak saat dirinya dan ibu mertuanya berjalan berdampingan menuju ruang makan keluarga Rizki.
"Nggak papa sayang, kan kamu juga baru datang kan pasti capek. Lagian Ibu ada Bu Aisyah dan orang kerja lain yang bantuin masak, dan masakannya enak-enak selalu." Ucap Ibu Rizki santai.
Bu Aisyah adalah istrinya Mang Asep, mereka sekeluarga sudah ikut bersama keluarga Rizki sejak pertama kali orang tua Rizki menikah dulu hingga sampai saat ini..
"Makasih yah Bu, Melodi janji besok deh bakalan bantuin Ibu masak."
"Siap sayang."
Sakin asiknya mengobrol, kini mereka telah tiba di jalan depan ruang makan yang terpisah dengan rumah utama.
"Tumben makan di sini Bu?" Tanya Rizki, karena tempat itu jarang sekali mereka gunakan jika hanya berempat saja yang makan.
"Iya sayang, kan kita rombongan nih. Jadi ibu milih disini biar sekalian nikmatin suasana luar."
"Kakek." Panggil Melodi ketika melihat Kakek Burhan yang sedang berbincang dengan Ayah mertuanya.
"Hey sayangnya kakek, kenapa dari tadi nggak temuin kakek di kamar. Kata Ayah kamu, kalian udah datang dari sore tadi. Tahu gitu kan kakek nggak tidur banyak biar bisa ngobrol sama kalian." Ucap Kakek Burhan saat membawa Melodi dalam pelukannya.
"Nggak enak, kan kakek lagi istirahat tadi. Jadi kita memutuskan buat ketemu kakek pas makan malam ini saja." Jelas Melodi.
Kemudian Saga dan Gerald pun ikut berkenalan dengan Kakek Burhan, dan setelahnya mereka pun makan dengan sangat bahagia. Banyak sekali obrolan yang mereka bicarakan. Hingga di ujung akhir makan malam mereka pun masih saja ada dalam obrolan asik di antara mereka.
__ADS_1
"Karyamu indah, kakek suka Bro. Leher istrimu makin cantik." Bisik Kakek Burhan pada Rizki sebelum beliau meninggalkan ruang makan karena harus istirahat lebih awal, meninggalkan yang muda yang masih larut dalam perbincangan.