Di Paksa Menikahi Teman Baikku

Di Paksa Menikahi Teman Baikku
Tak Mungkin Cemburu


__ADS_3

"Eh, kamu ko udah udahan makannya ki kan belum selesai tu sarapan kamu juga masih banyak juga." Ucap Melodi ketika sadar Rizki berjalan melewatinya.


"Suruh aja tuh si Anzas kamu buat habisin tu makan." Ucap Rizki yang langsung memasuki kamar mereka.


"Dih. kenapa tu anak, Nggak jelas." Ucap Melodi sambil melihat kepergian Rizki.


..."Nggak mungkin kan dia cemburu. Yah nggaklah Mel emang kamu itu Larisa yang harus di cemburu."...


...Batin Melodi sambil menggelengkan kepalanya....


"Bagus juga tu idenya si Iki." Ucap Melodi sambil melanjutkan makannya kemudian dia memasukan makanan yang berlebih itu kedalam kotak dan kemudian di taruh di dalam tas jinjingnya.


Melodi pun Kemudian masuk ke kamar mereka. Fokusnya kemudian teralih melihat Rizki yang sedang menelfon di balkon kamar, kemudian dia memutuskan untuk mandi.


Hingga selesai mandi pun Rizki masih belum selesai dengan telfon di ponselnya itu namun Melodi tak memusingkan itu.


"Pasti Larisa lagi." Gumam Melodi sambil berjalan menuju lemari dan mengambil pakaiannya, setelahnya dia pun kembali masuk ke kamar mandi kembali.


"Mau kemana rapi banget? Kan nggak ada kuliah hari ini." Ucap Rizki yang melihat Melodi keluar dari kamar mandi dengan pakaian rapih seperti mau keluar.


"Mau bawa makanan buat Anzas, kan lo nggak mau makan kan masakan aku." Ucap Melodi sambil berjalan menuju meja riasnya.


Rizki yang mendengar itu langsung tak bersemangat.


"Yah udah kalau gitu aku ke rumah Ibu Ayah sendiri aja." Ucap Rizki membuat Melodi menghentikan aktifitas menghias wajahnya itu.


"Lo ko nggak bilang kalau mau ke rumah kamu sih Ki, kan kita bisa beliin sesuatu gitu buat orang rumah." Ucap Melodi sedikit kesal.


"Mana aku tahu, Ibu neleponnya aja barusan. Katanya kakek lagi masuk rumah sakit lagi." Ucap Rizki yang membuat Melodi seketika berjalan menghampiri Rizki yang sedang duduk di ranjang mereka itu.


"Ya udah nunggu apa lagi sekarang siap siap ayok, mumpung besok sabtu kan libur biar sekalian nanti kita ke kota Mami papi juga sekalian." Ucap Melodi sambil berjalan ke lemari untuk menyiapkan pakaian dan kebutuhan lain mereka berdua selama dua hari di sana.


"Kamu nggak jadi bawain makanan buat cowok kamu itu." Ucap Rizki sambil menatap Melodi yang sedang sibuk menyiapkan kebutuhan mereka.


"Entar aku kirim lewat gojek aja." Ucap Melodi sambil tetap fokus dengan kerjaannya.


"Ki coba lihat bener nggak yang gue pilih?" Tanya Melodi soal barang bawaan Rizki yang dia siapkan itu.


"Iya itu aja." Ucap Rizki tanpa melihat ke arah Melodi.


"Ih lihat dulu Rizki." Ucap Melodi kesal.


"Aku bakalan pake apapun yang kamu pilih Mel. Ya udah cepat ayo, aku udah pesan tiket dengan penerbangan satu setengah jam lagi nih." Ucap Rizki.


"Awas yah kalau nanti protes." Ucap Melodi langsung menutup koper tempat barang mereka itu.


Rizki yang melihat koper itu pun langsung mengambilnya dan membawa keluar satu koper itu.


"Ki bentar aku belum selesai ni make up nya." Ucap Melodi ketika melihat Rizki keluar kamar mereka.


"Udah bawa aja, biar nanti make up nya di mobil aja. Mobil yang gue pesan udah di lobi bawa soalnya." Ucap Rizki dari luar kamar.


Melodi pun mengikuti saran Rizki dan kemudian keluar menyusul suaminya itu.


"Ki, kakek kamu memangnya sakit apa?" Tanya Melodi ketika keduanya sudah berada di dalam mobil yang Rizki sewa itu.


"Biasalah udah umur jadi sering keluar masuk rumah sakit" Ucap Rizki dan Melodi hanya mengangguk-anggukan kepalanya.


"Astaga." Ucap Melodi sambil Menepuk jidatnya.


"Kenapa?" Tanya Rizki.


"Aku lupa kirim tuh makanan buat Anzas, aku ko bisa lupa sih." Ucap Melodi sambil mengambil ponsel dan menghubungi Anzas.


"Halo Be."


"..."

__ADS_1


"Maaf Be aku lupa kirimin makanan ke kamu soalnya aku buru-buru mau ke tempat Mami Papi." Ucap Melodi.


"..."


"Janji deh entar senin aku masakin lagi deh." Ucap Melodi.


"..."


"Kalau gitu aku tutup yah, kalau udah sampai aku hubungi lagi, bay Be." Ucap Melodi setelahnya teleponpun berakhir.


"Yang ada tu dapur kita bau pas kita balik Ki gara gara tu makanan." Ucap Melodi.


"Entar aku minta bibi Ami buat buang." Ucap Rizki santai.


"Bi Ami siapa?" Tanya Melodi.


"Yang biasa beresin apart aku tiap dua hari sekali." Ucap Rizki dan di balas Melodi dengan ucapan oh tanpa suara.


Kini kedua pasangan itu telah tiba di airport dan sedang melakukan ceking. setelahnya mereka pun menuju pesawat mereka.


kurang lebih satu jam perjalanan mereka pun telah tiba di kota kelahiran Rizki itu. Dan di sinilah mereka sekarang.


"kenapa kita nggak ke rumah kamu aja ki." Ucap Melodi karena Rizki malah membawanya ke hotel.


"Nggak sempat Mel, disini untuk sementara aja. Aku sengaja soalnya rumah sakitnya di depan hotel ini biar nggak jauh kita jalannya." Ucap Rizki.


"Masih capek nggak?" Tanya Rizki saat melihat melodi yang sedang berbaring.


"Udah nggak, ayo kita ke rumah sakit sekarang aja." Ucap Melodi sambil berjalan ke kamar mandi.


"Sekarang tapi masuk kamar mandi." Ucap Rizki.


"Emang kamu nggak mau cuci muka dulu gitu biar seger." Ucap Melodi dan Rizki pun memutuskan mengikuti Melodi masuk ke kamar mandi.


"Eh ganti gantian lah Ki." Ucap Melodi saat Rizki sudah berada di sampingnya yang sedang berada di depan wastafel tempat cuci muka itu.


Melodi pun tak berkomentar lagi dan memutuskan melanjutkan membersihkan wajahnya.


"Nggak usah di poles lagi Mel, entar lama lagi." Ucap Rizki saat melihat Melodi kembali untuk make up.


"Sebentar doang ih." Ucap Melodi tetap melanjutkan aktifitasnya itu.


"Udah cantik tanpa make up Mel." jelas Rizki.


"Udah Tahu." Ucap Melodi santai.


"Yah kalau udah tahu ngapain di poles lagi." Rizki.


"Biar lebih cantiknya." Ucap Melodi sambil tertawa mendengar ucapannya sendiri.


Rizki yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya saja.


"Udah puas lihatnya?" Ucap Melodi saat sadar Rizki terus melihatnya sejak tadi.


"Puas apa?" Tanya Rizki sok tak tahu apa apa.


"Lihatin aku, awas aja kalau entar lo naksir. Kasihan Larisa tahu." Ucap Melodi terkekeh geli.


..."Dah dari lama naksir nya Mel, kamu aja yang nggak peka."...


...Batin Rizki....


"Naksir istri sendiri mah nggak papa kali, kalau naksir bini orang baru itu salah." Ucap Rizki.


"Ayo Ki aku udah selesai." Ucap Melodi tanpa menanggapi perkataan Rizki tadi.


"Ayo." Ucap Rizki.

__ADS_1


Mereka pun keluar hotel dan berjalan kaki sebentar menuju rumah sakit di depan hotel tempat mereka tadi.


"Ibu." Ucap Rizki saat melihat Ibunya baru keluar dari kamar inap kakeknya itu.


"Bu." Sapa Melodi.


"Kalian baru sampai yah." Ucap Ibu Gunawan sambil memeluk Rizki dan Melodi bergantian.


"Iya Bu." Ucap Rizki.


"Ayo masuk aja, ada Ayah di dalam." Ucap Ibu gunawan dan mereka bertiga pun masuk.


"Kakek, Ayah." Ucap Rizki saat melihat Ayahnya sedang menyuapi Sang Kakek.


"Ki, ini cucu menantu kakek." Ucap Burhan Kakeknya Rizki.


"Ayah, Kakek." Ucap Melodi salim pada Ayah Gunawan setelahnya salim juga pada Kakek Burhan.


"Iya ke, ini Melodi istri aku " Ucap Rizki sambil merangkul pinggang Melodi dan membawanya mendekati sang kakek.


"Cantik, kamu pintar ki pilih istrinya. Sini nak duduk di samping kakek." Ucap Kakek Burhan sambil menepuk sebelah berangkernya itu.


Melodi pun mengikuti mau sang kakek dengan duduk di sebelahnya.


"Sudah ada belum?" Tanya Kakek burhan sambil mengusap perut Melodi membuat Rizki dan Melodi salah tingkah di buatnya.


"Doakan aja kek." Ucap Rizki sambil tersenyum menatap sang kakek.


"Kalian nggak nunda kan, jangan yah biar kakek bisa cepat lihat cicit kakek selagi kakek masih hidup gini." Ucap Kakek sambil tersenyum menatap Melodi. yang di tatap hanya menampilkan senyum terpaksanya itu.


"Kakek, mereka kan juga baru nikah baru mau seminggu." Ucap Ayah Gunawan.


"Pi ayo lanjut makannya dulu, kan belum selesai." Ucap Ibu Rizki.


"Mel kamu yang suapi Kakek yah." Ucap Kakek Burhan pada Melodi dan di iyakan oleh cucu menantunya itu.


"Rizkinya nakal nggak Mel?" Tanya Kakek.


"Mana ada aku nakal Kek." Ucap Rizki tak terima.


"Nakal sih nggak kek, cuman nggak mau makan masakan aku kek." Ucap Melodi sengaja, soalnya dia kesel Rizki tak menghabiskan makanan buatan dirinya pagi tadi.


"Rizki." Panggil Kakek Burham Sambil melotot.


"Enggak Kek, Sayang kok kamu gitu sih." Ucap Rizki sambil mendekati Melodi dan memeluknya dengan sengaja. Dia tahu Melodi sedang mau mengerjai dirinya agar dimarahi sang kakek.


"Ki apa apaan si kamu." Bisik Melodi pelan sekali di kuping Rizki yang sedang menempel di pipinya itu.


"Siapa suruh jahil duluan." Bisik Rizki sambil mencium pelan telinga Melodi.


..."Awas kamu Ki, ambil kesempatan banget nih anak."...


...Batin Melodi sambil Bergidik kegelian atas tindakan Rizki itu....


"Ki." Ucap Melodi dan Rizki pun melepas pelukannya.


Tindakan dua sejoli itu pun tak lepas dari pandangan ketiga orang dewasa yang berada di ruangan itu. Kakek Burhan Ayah Gunawan dan istrinya itu hanya tersenyum bahagia melihat kedua pengantin baru itu.


"Kamu ini, main nyosor aja Ki. Tuh lihat Melodi jadi malu kan." Ucap Sang Ibu.


Melodi pun dengan kekesalannya terhadap Rizki tak membuat dia berhenti untuk menyuapi Kakek Burhan. Sebab Melodi seakan teringat pada kakeknya ketika melihat kakek Burhan saat ini. Dan dengan Ini dia seakan menemukan sosok kakek kembali, dan dia sangat bahagia untuk itu.


"Sayang aku tinggal sebentar yah, mau ke ruang dokter dulu." Ucap Rizki dan dengan nakal mencuri ciuman di pipi Melodi hingga pemilik pipi itu memelototinya dengan wajah memerah sakin kesalnya namun tetap mencoba tersenyum.


"Gila nih Rizki memanfaatkan keadaan banget nih orang. Awas lo Rizki." Ucap Melodi kesal, tentu hanya di dalam hatinya sebab ketiga mertuanya sedang menatap kearah mereka.


Rizki yang melihat wajah merah Melodi itu hanya tersenyum saja dan kembali mengacak rambut Melodi sebelum memutuskan untuk keluar. Dia tahu saat ini Melodi pasti sangat kesal dengan perlakuannya itu, tapi dia tak peduli soal itu.

__ADS_1


"Hm, awal yang baik." Ucap Rizki sambil tersenyum bahagia dengan semua ide gilanya terhadap Melodi semasa mereka berada dekat dengan keluarga mereka itu.


__ADS_2