Di Paksa Menikahi Teman Baikku

Di Paksa Menikahi Teman Baikku
Diam


__ADS_3

"Oh iya aku sampai lupa, ada yang mau aku temuin di dalam." Ucap Sazkia sambil menunjuk Outlet bakso yang baru di kunjungi kedua pasangan suami istri itu. Dia menjadi tak enak hati akan pertanyaan konyolnya itu.


"Iya, sekalian aku pamit sama istri." Ucap Rizki sedikit dingin dan mereka pun pamitan dan saling meninggalkan.


"Kayanya dia beneran suka sama kamu Ki." Ucap Melodi ketika mereka baru memasuki lobi hotel. Dia pun tak mengambil hati ucapan Sazkia tadi, toh memang kenyataannya Larisa itu pacarnya Rizki kan.


"Iya tahu kok." Ucap Rizki santai.


"Lah kalau tahu ngapain kamu ngerjain dia kaya gitu. aku sih ogah suka sama orang jahil kaya kamu." Ucap Melodi sambil melepas rangkulan tangan Rizki di pinggangnya setelah dia sadar jika sepanjang jalan Rizki masih saja merangkulnya.


"Ngapain di lepas sih." Ucap Rizki.


"Awas aja kalo sampai suka nanti." Ucap Rizki lagi.


"Nggak lah, Anzas tetap di hati." Ucap Melodi seketika membuat Rizki langsung tak bersemangat lagi. Hingga sampai di kamar pun dirinya tak bersuara sedikitpun.


"Kamu Kenapa jadi diam gini Ki. Di rumah sakit aja banyak ngomong, ko sampai kamar jadi pendiam gini." Ucap Melodi yang masih belum sadar jika karena omongannya lah yang membuat Rizki tak bersemangat.


"Ayo buruan mandi, aku udah pesan tiket pesawat buat dua jam lagi." Ucap Rizki tanpa mau meladeni ucapan Melodi.


Rizki pun langsung meniggalkan Melodi dan menuju balkon hotel mereka.


Melodi yang masih merasa heran dengan berubahnya sikap Rizki pun tak ayal langsung memasuki kamar mandi tanpa berkata lagi.


Setelah beberapa saat Melodi pun keluar dan mendapati Rizki sedang duduk di tempat tidur sedang melakukan Vidio call dengan seseorang yang sudah pasti Melodi kenal itu.


"Sayang aku mandi dulu yah, entar aku telfon lagi." Ucap Rizki setalah melihat Melodi keluar dari kamar mandi.


Dengan Cuek Rizki pun langsung memasuki kamar mandi setelah dia menyudahi vc dengan sang kekasih itu. Sebenarnya tak ada niat dia untuk menelfon Larisa, namun kebetulan dia sedang kesal dengan Melodi dan Larisa juga terus menghubunginya alhasil dia pun memutuskan untuk vc dengan Larisa hanya untuk melihat tanggapan yang akan melodi tunjukan ketika melihat dirinya menghubungi Larisa.


Namun yang didapat Rizki tambah membuat dirinya kecewa dengan mendapati wajah Melodi yang terlihat biasa biasa saja itu seperti tak terusik sedikitpun.


Hanya sebentar saja Rizki berada di kamar mandi dan keluar menggunakan handuk yang di lilitkan sebatas pinggangnya itu.


Melodi yang sudah siap pun melihat ke arah Rizki kemudian dia memutuskan untuk berlalu ke balkon kamar dan membiarkan Rizki untuk berganti pakaian di kamar itu.


Baru sampai di depan balkon Melodi pun dikagetkan dengan ponselnya yang berdering bersamaan dengan ponsel Rizki. Melihat itu Dengan sigap Melodi langsung menutup Pintu balkon dengan rapat agar suaranya dan Rizki tak tabrakan jika mereka mengangkat telfon itu.


"Pake acara Vc segala lagi ni anak." Ucap Rizki tak ayal dia pun mengangkatnya namun sekilas dia melihat ke arah Melodi untuk memastikan istrinya itu.


"Bro kamu kemana aja sih, aku sama Gerald ke cafe. katanya kamu belum berkunjung." Ucap Saga saat Rizki sudah bergabung sambil memakai kaosnya.


"Aku ada urusan." Ucap Rizki tak lama Melodi pun bergabung dengan mereka.

__ADS_1


"Hay." Sapa Melodi.


"Mel datang ke cafe Rizki sekarang dong, nongkrong bareng kita." Ucap Gerald.


"Hay Mel. Eh emang ada urusan apa sih Ki, kalau udah kelar langsung aja ke sini." Ucap Saga


"Aku lagi pulang kampung, jadi nggak bisa ngikut kalian." Ucap Melodi.


"Iya aku juga nggak bisa kakek aku sakit, makanya gue ke sini. Mungkin minggu malam baru aku balik." Ucap Rizki.


"Kamu kenapa nggak bilang kita Ki, kan bisa kita ngikut sekalian liburan kita." Ucap Saga.


"Kalian Berdua pulang kampung nggak ngabarin, jangan lupa oleh-oleh buat kita." Ucap Gerald.


"Siap." Ucap Melodi.


"Ini bukan liburan kali, lain kali deh kita berempat kesini lagi." Ucap Rizki.


"Baiklah, Jadi kita berdua doang ni ga." Ucap Gerald.


"Yah nggak ada diskonan dong." Ucap Saga dan mereka pun kompak tertawa.


"Eh Maaf yah gue udahan dulu vc nya, ada urusan soalnya di sini." Ucap Rizki ketika dirinya melihat Jam di ponselnya itu.


"Iya salam buat Kakek kamu juga Ibu sama Ayah kamu ya ki." Ucap Saga dan Rizki pun akhirnya pamit dan menutup ponselnya.


"Tumben kamu Mel nggak banyak bicara, salam kek buat kakek Ibu serta Ayahnya Iki juga enggak." Ucap Gerald sadar dengan Sikap Melodi.


"Iya Mel tumben" Sambung Saga.


"Entar baru aku hubungi, santai." Ucap Melodi ketika dia menyadari pertanyaan gerald itu, memang dia sengaja karena pikirnya dia kan sudah ketemu langsung ngapain ngomong lagi.


"Eh kalian berdua, aku udahan juga yah. Di panggil nyokap soalnya." Ucap Melodi ketika dia Melihat Rizki sudah berada di depannya.


Setelahnya mereka pun menyudahi obrolan itu.


"Ayok." Ajak Rizki ketika melihat Melodi sudah Memutuskan sambungannya.


Melodi pun mengikuti langkah Rizki kedalam kamar itu. Mereka pun bersiap siap untuk segera meninggalkan tempat itu.


Selama dalam perjalanan Menuju bandara pun Mereka bagaikan dua orang asing yang tak saling kenal.


"Tumben diam aja kamu Ki dari tadi." Ucap Melodi Pada akhirnya.

__ADS_1


"Kenapa Memangnya?" Ucap Rizki santai.


"Nggak, ya sudah nggak usah ngomong kalau gitu." Ucap Melodi kesal.


"Emang aku nggak ngomong dari tadi." Ucap Rizki menambah kekesalan pada Melodi.


"Tau Ah terserah kamu." Ucap Melodi namun diam-diam Rizki tersenyum melihat tingkah Melodi itu, kenapa Membuat Melodi kesal malah dia merasa senang akan hal itu. Menurutnya Tingkah kesal Melodi dapat membuat dia bisa saja tersenyum.


"Gemes." Ucap Rizki Tak sadar.


"Apa?" Tanya Melodi karena dia dengan jelas mendengar ucap pria dia sampingnya itu.


"Apa?" Ucap Rizki sengaja mengulang kalimat Melodi.


"Tau ah." Ucap Melodi bertambah kesal.


Hingga keduanya sampai di pesawat hingga sampai di kota kelahiran Melodi pun masih saja keduanya diam membisu.


"Ah akhirnya,.." Ucap Melodi saat sudah menginjakan kakinya di kota itu.


Keduanya pun memesan taksi untuk langsung meluncur ke kediaman Melodi.


Setelah menempuh perjalanan dengan taksi yang memakan waktu satu jam itu pun akhirnya mereka telah sampailah di depan pintu pagar mewah rumah milik keluarga Melodi.


"Pak tolong di klakson dong." Ucap Melodi pada supir taksi itu.


Setelah Dua kali klakson di bunyikan barulah Satpam rumah mewah itu datang dan melihat tamu rumah itu.


"Eh Non Melodi." Ucap Satpam itu dan langsung membukakan pintu gerbang pada majikan mudahnya.


"Pak Sam, nanti tolongin bawain kopernya yah." Ucap Melodi kemudian beralih menatap sopir taksi yang mengantar mereka tadi.


"Siap Non." Jawab Pak Samsul satpam rumah melodi itu.


"Makasih ya pak." Ucap Melodi setelah lebih dulu Rizki berterima kasih tadi sambil membayar ongkos mereka.


"Den, Suaminya Non Melodi yah. Ganteng amat sih." Ucap Pak Samsul ketika megambil koper dari tangannya Rizki.


"Iya, Bapak bisa aja." Ucap Rizki.


"Emang Ganteng kok, tuh muka kinclong amat den." Ucap Pak Samsul lagi.


"Nggak usah di puji gitu pak, entar tambah sok ganteng dia mah." Ucap Melodi sambil langsung berjalan meninggalkan keduanya.

__ADS_1


"Emang ganteng kok aku. Makasih yah Pak, aku masuk duluan." Ucap Rizki dan langsung mengekor dibelakang Melodi.


__ADS_2