Di Paksa Menikahi Teman Baikku

Di Paksa Menikahi Teman Baikku
Rumah Sakit


__ADS_3

Setelah di tenangkan oleh Gerald, bukannya membaik Melodi malah jatuh pingsan karena saking tak terimanya mendengar kecelakaan sang suami.


Baru saja dia melihat senyum bahagia di wajah Rizki tadi pagi, namun kenapa sekarang dia malah mendengar kabar yang tek pernah terlintas di benaknya. Sungguh dia sangat takut saat ini hingga membuat kesadarannya tak bisa lagi dia kuasai.


"Mel, Melodi." Ucap Gerald panik saat mendapati tubuh lemas Melodi yang nampak seperti tak bertulang dalam dekapannya.


"Astaga sayang. Bibi Tolong jaga Sky, dan tolkng beritahu keluarga Melodi atas kecelakaan yang di alami Rizki. Saya akan membawa Melodi kerumah sakit yang kini Rizki di tangani." Ucap Gerald setelah itu dia langsung memberitahu alamat rumah sakit itu pada Bibi Sum.


Bibi sum yang nampak ikut panik namun masih tersadar dengan panggilan sayang Gerald pada Melodi berusaha fokus dengan apa yang Gerald ucapkan, namun beliau tak bisa tanggap sedikitpun.


"Maaf Den, nanti tolong kirim saja alamatnya lewat ponsel Ibu Melodi. Nomor Bibi ada di sana, Bibi Baik." Ucap Bibi Sum yang kini sedang menenagkan Sky yang nampak menangis dalam gendongannya.


"Baik Bi." Ucap Gerlad dan dia langsung mengetik cepat alamat di ponsel Melodi dan mengirimnya, setelah itu dia langsung membawa Melodi bersamanya.


"Hah" Ucap Gerald setelah menaruh Melodi dalam mobilnya.


"Semogah kamu baik-baik saja Ki." Ucap Saga sambil mengapus setetes air yang nampak metetes di sudut matanya.


Pria itu pun langsung bergegas masuk mobil dan menghidupkan mobilnya setelah sudah menguasai dirinya dari shock yang sama seperti Melodi.


Sekilas dia menatap Melodi dan mengelus surai indah milik wanita pemilik sepenuh hatinya itu, barulah dia menjalankan mobilnya meningalkan halaman rumah mewah milik kedua sahabatnya itu.


Perjalanan mereka sedikit jauh mengingat rumah sakit yang menagani Rizki cukup jauh dari kediaman Melodi yaitu dekat dengan lokasi KKN sahabatnya itu.


Sebenarnya dia ingin membawa Melodi ke rumah sakit terdekat dahulu, namun dia takut jika Melodi akan marah karena dirinya tak membawa wanita itu ketempat suaminya berada.


Setelah perjalanan kurang lebih hampir tiga puluh menit, Melodi tersadar dari pingsannya karena tadi juga sudah di kasi minyak untuk membantu membawa kesadaran wanita itu.


"Kamu baik-baik saja Mel? Tanya Gerald saat mendapati Melodi yang mulai membuka matanya.

__ADS_1


"Ger, Rizki bagaimana? Apa dia baik-baik saja? Aku takut Ger." Ucap Melodi sambil menagis histeris.


"Lo harus tenang Mel, Rizki pasti marah kalau lihat kondisi lo kaya gini. Kuasai diri lo, kalau lo mau lihat suami lo itu sehat." Ucap Gerald namun dia tetap fokus dengan kemudinya.


"Hikz hikz hikz, lo nggak boleh kenapa-kenapa Ki. Aku nggak ngijinin lo kenapa-kenapa.." Tutur Melodi dalam tangisnya...


Gerald yang melihat itu jadi merasa sedih sendiri, sebab dia tak pernah melihat sahabatnya itu serapuh ini sebelumnya.


"Sabar Mel." Ucap Gerald sambil menarik Melodi dalam dekapannya, namun tetap fokus. Dia tak bisa membiarkan Melodi seperti ini.


"Semoga lo nggak papa Ki, kasihan Melodi siapa yang akan menjaganya nanti.." Batin Gerald sambil mengusap surai Melodi yang nampak sesegukan dalam degapannya.


"Apa masih lama Ger?" Tanya Melodi yang nampak paham Gerald akan membawa dirinya kemana, sebab yang menelfonya tadi pun dari pihak rumah sakit yang sepertinya di serahkan ponsel suaminya oleh pihak penolong ke tempat itu.


"Sebentar lagi, kamu tenangkan diri dulu. Banyak berdoa untuk suamimu." Ucap Gerald dan langsung di angguki Melodi.


Wanita itu nampak tak bersuara lagi, namun badannya masih bergetar dan air mata nampak terus berjatuhan. Duduknya pun terasa tak nyaman di lihat Gerald.


Melodi pun menelfon Mertua juga orang tuanya satu-persatu yang ternyata mereka sudah dalam perjalanan menuju kota mereka setelah di hubungi Bibi Sum Tadi.


Setelah menelfon, Melodi pun meletakan kembali ponsel miliknya, fokusnya kini nampak tak jelas. Pikirannya ngelantur ke sana kemari memikirkan keadaan Rizki yang dia tak tahu bagaimana keadaannya itu.


"Ger, aku takut?" Ucap Melodi tiba-tiba sambil kembali masuk lagi dalam pelukan pria itu.


"Kenapa? apa kamu nggak percaya sama Rizki Mel. Dia bisa sedih jika tahu kamu seperti ini, berdoalah." Ucap Gerald yang entah sudah ke berapa kalinya dia mengatakan itu pada Melodi.


"Kamu benar, suamiku pasti baik-baik saja. Dia pasti sedih jika aku kacau seperti ini." Ucap Melodi dan dia langsung berjauhan dari Gerald dan memperbaiki penampilannya.


"Apa aku sudah terlihat lebih baik Ger, Rizki nggak boleh lihat aku berantakan." Ucap Melodi dan kemudian dia kembali menangis mengingat suaminya itu.

__ADS_1


Sementara Gerald, dia sudah tak bisa berkata-kata lagi Hanya bisa berharap mereka segera sampai dan tahu keadaan Rizki seperti apa secepatnya.


***


Setelah kurang lebih hampir tiga jam perjalanan, kini Gerald dan Melodi telah sampai di rumah sakit di kota dekat perkampungan tempat Rizki KKN.


"Pelan-pelan Mel." Tegur Gerald saat Melodi hendak berlari masuk rumah sakit, pria itu langsung menggenggam tangan Melodi agar mengikuti langkahnya.


Gerald pun menuju ke resepsionis dan menanyakan tentang korban kecelakaan yang baru saja terjadi, dan mereka pun di antar ketempat itu setelah memastikan nama Rizki memang korban tersebut


Setelah sampai di depan ruang tindakan di mana Rizki yang sejak tadi di tangani, bersamaan itu pula Dokter dan parah stafnya mengeluarkan Rizki menuju ruang yang baru saja mereka siapkan.


"Sayang." Teriak Melodi histeris saat melihat Rizki yang nampak tak berdaya di atas brangkar.


"Maaf Bu, tolong jangan di sentuh dulu." Ucap Suster mencegah Melodi yang hendak mendekati Rizki. Dan mereka pun kembali membawa Rizki dari hadapannya.


"Permisi, apa anda keluarga pasien?" Tanya Dokter mendekati Melodi juga Gerald yang nampak menenangkan Melodi yang kini sedang dia bawa dalam dekapannya.


"Yah, saya istrinya." Ucap Melodi pelan, dia masih mengingat suaminya tadi.


"Bagaimana keadaan suami saya dok? apa dia baik-baik saja? tolong katakan dia baik-baik saja." Ucap Melodi dengan tangisan yang tak sanggup dia tutupi.


"Maaf, tapi pasien dalam keadaan tidak baik-baik saja. Beliau perlu donor jantung secepatnya, sebab benturan keras akibat kecelakaan itu membuat jantungnya tidak berfungsi dengan baik. Itu sebabnya, suami anda harus sesegera mungkin melakukan operasi secepatnya jika sudah menemukan pendonor yang cocok untuk nya. Dan saya sarankan, suami anda harus segera di pindahkan ke rumah sakit yang memang memiliki peralatan lengkap untuk melakukan operasi besar itu. Dan untuk temannya, maaf kami tidak bisa selamatkan, karena memang nyawanya sudah tiada sejak kecelakaan itu terjadi." Ucap Dokter menjelaskan membuat Melodi kehilangan kesadarannya kembali.


Terima kasih yang masih setia baca cerita ini, makasih juga buat yang sudah sering like komen dan kasih hadiah🤗


Sehat-sehat yah kalian semua🙏🥰🥰


Peluk jauh dari Author buat kalian yang masih setia di lapak Author ini🤗🤗🤗🥰🥰

__ADS_1


............................


__ADS_2