
Keesokan harinya...
Saat ini semua keluarga sedang sibuk mempersiapkan barang-barang yang akan mereka bawa ke rumah Gadis sebagai salam perkenalan sesama keluarga.
"Mami, apa semuanya sudah beres. Melodi perlu bantu nggak?" Tanya Melodi saat menemui sang Mami yang sedang sibuk melihat barang.
"Sudah sayang, hanya lagi ngecek ulang saja niih. Kamu bantu lihat Mami saja, sini duduk di sebelah Mami."
"Asiapp Mii."
"Mami tahu nggak, calonnya Bang Bima itu cantik banget loh masih mudah lagi. Anaknya manis banget Mi." Melodi yang tak membantu apa-apa akhirnya membuka topik pembicaraan tentang Gadis calon dari Abangnya itu.
"Oh yah sayang, Mami mau lihat dong fotonya." Kata Mami Eka sambil menghentikan kegiatannya karena sudah tertarik dengan perkataan Melodi.
"Tunggu Mi, ponsel Melodi masih di kamar. Melodi ambil dulu." Ucap Melodi dan dia langsung berdiri perlahan. Dia sangat semangat jika berbicara mengenai Gadis, sebab dia sudah merasa dekat dengan gadis itu.
"Baiklah, hati-hati sayang jangan lari."
Tak butuh waktu lama, kini Melodi sudah kembali dengan ponsel di tangannya.
"Mami nih lihat cantik kan?" Tanya Melodi sambil menunjukan foto Melodi.
"Manis sekali sih, ko bisa tuh Satria nemu nya pucuk gini. Beruntung banget Abang kamu Mel." Ucap Sang Mami gemes saat melihat foto Gadis.
"Hehehe, namanya juga beruntung Mi. Berkat doa Mami tuh." Jahil Melodi.
"Tentu dong, ini pasti karena doa Mami. Makanya anak-anak Mami dapatnya sesuai harapan. Berharap juga parasnya sama seperti hatinya yah." Kata Mami namun akhir kalimat syarat akan harapan..
"Aamiin Mi. Mami pasti tak akan kecewa saat bertemu dengan Gadis, dia gadis yang baik Mi. Sama seperti aku yang langsung suka saat pertama kali bertemu."
__ADS_1
"Semoga sayang." Ucap Mami Eka tak sabaran.
***
Sore harinya..
Saat ini Melodi dan keluarganya baru saja kembali dari kediaman rumah keluarga Gadis. Padahal baru juga mereka pergi dan kini sudah kembali secepat ini.
Saat pulang pun, keadaan mereka tak se semangat pas pergi tadi bahkan terkesan suasananya sangat tegang.
Sepanjang perjalanan pulang, tak ada yang berani membuka suara sedikitpun saat melihat wajah marah Papi Darma dan wajah tegang Mami Eka juga Tante Mia. Sebab tadi ada sedikit kejadian yang tak terduga bisa terjadi.
Saat baru saja bertemu keluarga dari calonnya Bima, tiba-tiba suasana menjadi tak baik saat sang Papi tiba-tiba mengambil keputusan untuk tak melanjutkan hubungan dengan keluarga Gadis bahkan tampa berkenalan sedikitpun beliau memutuskan hal itu.
Tak tanggung-tanggung Papi Darma pun sampai meminta agar Bima mencari istri yang lain langsung di hadapan keluarga Gadis begitu saja.
Sungguh ini sangat di luar dugaan mereka semua. Bahkan keputusan Papi Darma pun tak mengalami protes sedikitpun dari Mami Eka atau Tante Mia, mereka bahkan dengan patuhnya mengikuti perintah Papi Darma untuk segera pergi dari sana saat Papi Darma mengucapkan penolakan yang secara tidak langsung untuk Gadis calonnya Bima.
"Baik Pi." Ucap Mami Eka tanpa Bantahan sedikitpun.
"Mel sayang, tolong antar kan Tante kamu ke dalam yah. Mami urus barang-barang dulu." Ucap Mami Eka yang juga baru turun sambil membantu Tante Mia.
Melodi yang tak tahu apa yang sedang terjadi pun hanya mangut saja, namun Rizki langsung membantunya saat melihat Tante Mia yang saat ini sedang tak baik-baik saja. Dia juga tak mau istrinya itu kerepotan sendiri.
Setelah semua orang keluar kini tinggallah Bima dan Maminya yang sedang sibuk di jok belakang mobil.
"Mami." Panggil Bima membuat fokus Mami Eka beralih menatap putra pertamanya itu.
Belum juga Bima bertanya, sang Mami Eka langsung menjawabnya.
__ADS_1
"Dia wanita itu Satria, wanita yang merebut suami Tante mu. Dia Ibunya Gadis." Kata Mami Eka setelahnya beliau langsung pergi sambil meminta suaminya Bibi Sum untuk mengambil barang-barang itu untuk mereka.
Setelah mendengar itu, Bima langsung mematung beberapa saat. Dan setelahnya Bima pun keluar mobil dan langsung menuju mobilnya sendiri, membawanya meninggalkan kediaman Melodi tanpa pamit pada siapapun.
***
"Apa dia pergi?" Tanya Papi Darma saat melihat sang istri yang masuk rumah sendiri, apalagi tadi beliau mendengar suara mesin mobil seperti meninggalkan rumah ini.
"Yah Pi, Mami sudah memberitahunya." Jawab Mami Eka sambil menduduki dirinya mengikuti yang lain. Namun kali ini Mami Eka memilih duduk di sebelah adik iparnya yang kini sedang duduk bersama Melodi.
"Dek, maafkan kami. Kami tak tahu apa-apa." Ucap Mami Eka lagi sambil mengusap lengan Tante Mia.
"Yah aku tahu itu, sudahlah itu hanya masa lalu." Ucap Tante Mia.
"Kau bilang apa Mia, kau bilang hanya masa lalu." Tanya Papi Darma dengan sedikit menaikan nada bicaranya.
"Yah Kak, itu hanya cerita lama. Kita tidak bisa membawa masalah itu untuk di tanggung Satria di masa kini kak. Lupakan masa lalu kak, aku sudah mengikhlaskan nya." Ucap Tante Mia tanpa ekspresi. Wanita itu terlihat lemah namun kalimat yang beliau keluarkan seolah beliau baik-baik saja saat ini.
"Itu untukmu, tapi tidak untukku. Pria ba**ngan itu tak akan aku maafkan, tak akan aku biarkan keluargaku menyatu dengan keluarga mereka dengan merestui Satria menikahi putri mereka. Jika sampai Satria melanggar keputusanku ini maka dia akan ku anggap mati di keluarga kita." Ucap Papi Darma setelahnya beliau langsung meninggalkan mereka semua.
Setelah Papi Darma pergi, kini giliran Tante Mia yang juga berlalu menuju kamarnya. Kamar yang di siapkan khusus oleh Melodi untuk sang Tante tempati jika berkunjung ke rumah mereka.
"Mami, apa ibunya Gadis wanita itu?" Tanya Melodi saat kini tinggal Rizki juga Mami Eka.
"Iya sayang, wanita yang sudah merebut pamanmu dan membuat Tante Mia kehilangan Bayinya." Jelas Mami Eka sambil mengingat masa lalu, masa di mana adik iparnya itu mengalami keterpurukan karena kehilangan Bayi sekaligus suaminya atas perselingkuhan yang di lakukan oleh suami adik iparnya itu.
Mendengar itu Melodi menjadi diam seketika, karena masalah ini dia juga Bima sudah di beritahu sebelumnya. Karena cukup lama Tante Mia mengalami keterpurukan hingga Melodi menginjak bangku sekolah menengah pertama baru Tantenya itu bisa kembali seperti semula setelah mengalami perawatan khusus. Itu sebabnya dia tahu bagaimana perasaan sang Papi kini hingga bisa mengambil keputusan seperti itu untuk Sang Abang.
"Tolong nanti kamu bicarakan ini dengan Abang mu yah. Dia bisa memilih wanita manapun asal jangan Gadis ya sayang, Papi mu pasti akan menentangnya kamu dengar sendiri tadi kan." Ucap Mami Eka yang tahu bagaimana perasaan suami juga anaknya kini.
__ADS_1
"Akan Melodi coba Mi." Sahut Melodi yang sediri tak yakin, sebab dia tahu bagaimana bucinnya sang Abang terhadap Gadis dan bagaimana pula bencinya sang Abang akan orang yang sudah membuat Tante satu-satunya mereka itu terpuruk hingga hampir kehilangan kewarasannya waktu itu.
Yang mau baca kejadian selengkapnya ada di cerita satunya yah "SATRIA" Bab 28-29.