
"Mel, Melodi sayang kamu kenapa?" Tanya Rizki ketika Melodi telah membuka matanya.
Kini waktu sudah menunjukan jam tiga pagi dan Rizki terbangun karena teriakan keras melodi dalam tidurnya, hingga pria itu akhirnya membangunkan Melodi agar tak lagi berteriak.
"Mas." Panggil Melodi ketika dia melihat wajah Rizki di hadapannya kini.
"Ya sayang. Kamu kenapa? Ayo duduk dulu Mel." Ucap Rizki setelahnya langsung membantu Melodi untuk duduk.
"Kamu kenapa sayang, kenapa teriak-teriak gitu." Tanya Rizki penasaran karena dia melihat Melodi seperti terlihat shock saat ini.
"Hanya mimpi buruk Mas." Ucap Melodi sambil mengelus-elus dadanya bersyukur, jika tadi hanyalah mimpi saja.
"Aku ke dapur sebentar, mau minum." Ucap Melodi kemudian dia langsung beranjak turun.
"Sayang." Panggil Rizki, kemudian pria itu langsung berjalan mengikuti Langkah Melodi.
Setibanya di dapur, Rizki melihat istri itu yang meminum segelas air seperti orang yang sangat kehausan setelah sekian lama tak minun. Dirinya makin penasaran dengan mimpi buruk yang Melodi katakan tadi.
Setelah meminum segelas air barulah Melodi sedikit merasa lega.
"Kenapa Mas juga ikut." Tanya Melodi karena baru sadar jika Rizki sejak tadi memperhatikan dirinya.
"Mau temani kamu saja, lagian aku udah nggak ngantuk lagi soalnya." Ucap Rizki.
Tanpa menjawab ucapan Rizki, Melodi pun berjalan kembali ke kamar mereka dia masih memikirkan mimpinya tadi yang seakan nyata untuknya. Rizki pun menyusul Melodi karena gadis itu langsung saja pergi setelah bertanya tadi pada dirinya.
"Mas, menurut kamu gimana reaksi Larisa nanti kalau tahu kita menikah?" Tanya Melodi ketika mereka sudah duduk di kasur mereka. Melodi hanya mau melihat jawaban Rizki atas pertanyaannya itu, apakah akan sama dengan mimpinya atau tidak.
"Memang kamu mimpi Larisa yah?" Tanya balik Rizki karena jujur dia sendiri pun tak tahu apa reaksi Larisa nanti jika tahu dirinya telah menikah, bahkan menikahnya dengan Melodi sendiri.
Melodi yang mendengar pertanyaan balik Rizki pun hanya menganggukkan kepalanya saja, kemudian dia langsung menceritakan mimpinya itu pada Rizki.
"Itu mungkin karena kamu terlalu memikirkan tentang tanggapan Larisa saja, makanya kamu mimpi begitu. Jangan khawatir semua akan baik-baik saja, aku janji." Ucap Rizki menenangkan Melodi. Tapi sebenarnya dia pun sedikit khawatir jika sampai Larisa tahu nanti, dan berharap kejadiannya nanti tak sesuai dengan mimpi Melodi itu. Memikirkan itu saja dia sudah merasa ngeri sendiri.
"Tapi bagaimana, kalau respon Larisa sama persis seperti mimpi itu bagaimana Mas?" Ucap Melodi sambil membayangkan mimpinya tadi .
"Jangan berpikir terlalu jauh, aku janji semua akan baik-baik saja sayang." Ucap Rizki terus menenangkan Melodi agar istrinya itu berhenti memikirkan mimpinya tadi.
"Tidur lagi yah, udah terlalu larut ini. Nanti kita bicarakan besok lagi oke." Ucap Rizki dan Melodi hanya menganggukkan kepalanya saja, kemudian Rizki langsung membawa Melodi kedalam pelukannya sambil mengusap punggung istrinya itu sayang. Berharap dengan begini Melodi bisa melupakan mimpinya.
__ADS_1
Setelah memastikan Melodi telah terlelap, Rizki pun sendiri sudah tak dapat tidur lagi. Karena dia memikirkan Mimpi Melodi itu, dan sepanjang menjelang pagi Rizki terus memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa melepas Larisa tanpa menyakiti wanita itu. Agar kedepannya, Melodi tak akan disalahkan, atas perpisahan mereka. Hingga menjelang jam lima subuh, barulah Rizki bisa tertidur karena terlalu lama berpikir.
"Siapa sih, pagi-pagi begini sudah bertamu." Ucap Rizki ketika dirinya kaget bangun karena bunyi bel apartemen mereka. Dengan malas pria itu duduk dari berbaring nya dan melihat Melodi yang masih tidur dan bahkan seperti tak terganggu sedikitpun dengan bunyi bel itu.
Rizki pun dengan pelan langsung turun dari tempat tidurnya, agar pergerakannya tak menganggu tidur istrinya. Dengan kesal dia pun langsung keluar untuk melihat tamu pengganggu tidurnya itu.
"Pag..." Ucap Rizki yang berniat marah pun terpotong setelah membuka pintu, karena melihat tamu yang menurutnya sudah mengganggu tidurnya itu.
"Pagi sayang, kalian masih tidur tadi yah. Maaf yah, jika Mami udah ganggu tidur kalian." Ucap Mami Eka ketika melihat wajah bantal menantunya itu.
"Eh nggak kok Mi, ayo masuk. Mami sendiri." Tanya Rizki karena mertuanya itu hanya sendiri saat ini.
"Sama Papi, tapi masih di parkiran Mami naik duluan soalnya. Melodi mana Ki?." Ucap Mami Eka sambil masuk.
"Masih tidur Mi. Nah itu pasti Papi." Ucap Rizki karena mendengar bel kembali berbunyi kemudian dia langsung berbalik kembali membuka pintunya.
"Pagi Pi." Ucap Rizki ketika dia baru membuka pintu.
"Pagi juga ki, oh iya ini." Ucap Papi Darma sambil memberikan karton pada Rizki dan pria itu langsung menerimanya.
"Itu kue-kue buatan Mami kamu Ki." Ucap Papi Darma sambil berlalu masuk.
"Makasih yah Mi." Ucap Rizki sambil meletakan kardus itu di atas meja.
"Silahkan Mi, baru hari ini doang ko Mi." Ucap Rizki membolehkan sekaligus membelah istrinya.
"Astaga Melodi, kamu ini udah jadi istri ko bangun kesiangan. Malah suamimu yang bangun duluan." Ucap Mami Eka menggelengkan kepalanya ketika baru masuk kamar anaknya itu dan melihat Melodi yang masih bergulung dengan selimutnya.
"Sayang ayo bangun." Ucap Mami Eka sambil menyibakkan selimut yang menutupi tubuh Melodi.
"Mami, kapan datangnya. Kok nggak ngabarin sih." Ucap Melodi ketika dia baru membuka matanya.
"Baru saja, mendadak soalnya. Ayo bangun bersih-bersih, Mami tunggu di luar." Ucap Mami Eka setelah itu langsung beliau keluar kamar itu meninggalkan Melodi.
Mami Eka pun langsung beranjak ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk mereka semua, karena kalau menunggu Melodi pasti bakalan lama menurutnya. Beliau kasian kepada menantunya itu karena sampai jam begini ternyata anaknya itu belum menyiapkan sarapan pada suaminya dan malah asik tidur sampai jam segini.
"Untung ni isi kulkasnya lengkap." Gumam Mami Eka ketika baru membuka kulkas.
Sedangkan di ruang tamu Rizki sedang mengobrol asik dengan sang mertua mengenai bisnis cafenya, karena memang Papinya Melodi lebih berpengalaman makanya Rizki suka bertukar pikiran dengan Papinya Melodi.
__ADS_1
Tak berselang lama, Melodi pun keluar kamar mereka dengan keadaan yang sudah segar selepas dirinya mandi tadi. Melodi langsung menuju dapur karena dia mencium aroma makanan khas buatan sang Mami, dan sudah pasti kalau Maminya itu pasti sedang memasak sekarang.
"Harum banget Mi." Ucap Melodi ketika sudah berada di belakang sang Mami sambil tersenyum senang, bahkan dia sampai melupakan mimpinya semalam.
"Sayang, tolongin Mami tata itu yang udah masak di meja sayang dan panggilkan suami dan Papi kamu biar kita sarapan." Ucap Mami Wati yang sedang mencuci perabotan yang beliau gunakan tadi untuk masak.
"Papi, Mas ayo sarapan. Mami udah masak." Ucap Melodi saat dia sudah berada di ruang tamu setelah menata makanan di meja tadi.
Mereka pun akhirnya makan dengan di temani ocehan Mami Eka yang terus menasehati anaknya itu. Namun begitu, Rizki selalu saja membelah Melodi hingga membuat kedua mertuanya itu diam-diam bersyukur karena menantunya begitu menyayangi putri mereka.
"Sayang, Mami sama Papi pamit yah ke apartemen Tante kamu. Soalnya sebentar lagi Papi harus berangkat meeting siang nanti." Ucap Papi Darma ketika mereka sudah di ruang tamu setelah menyelesaikan sarapan mereka sejam yang lalu.
"Nanti malam, kalian ke apartemen tante Mia yah kita makan malam bersama " Ucap Mami Eka.
"Siap Mi Pi." Ucap Melodi berlagak hormat.
"Mami sama Papi hati-hati di jalan." Ucap Rizki ketika mengantarkan kedua mertuanya itu ke depan pintu.
"Yakin Mi Pi nggak perlu antar ke parkiran." Ucap Rizki karena tadi dia sudah menawarkan diri namun tak di ijinkan kedua mertuanya itu.
"Nggak usah, udah ada pahlawan Mami kok. Iya kan Pi." Ucap Mami Eka membuat mereka pun tertawa di buatnya.
Selepas kepergian Mami Eka dan Papi Darma, Rizki pun langsung masuk ke kamar untuk membersihkan dirinya. Sedangkan Melodi dia langsung menuju dapur untuk membersihkan sisa-sisa sarapan mereka tadi.
"Sayang, aku ketemu Larisa sebentar yah." Pamit Rizki pada Melodi yang sedang duduk di depan tv ruang tamu mereka, setelah tadi habis bersih-bersih di dapur.
"Yah." Ucap Melodi sedikit kaget ketika mendengar nama Larisa, karena kini dia kembali mengingat mimpi itu lagi. Padahal dari bangun tidur hingga tadi, dia sudah melupakan itu namun kini Rizki kembali membuat dia mengingatnya lagi.
Rizki yang melihat raut Melodi yang tak biasa pun paham, jika istrinya itu pasti kembali teringat mimpinya semalam.
"Sayang, jangan khawatir yah. Semua akan baik-baik saja." Ucap Rizki menenangkan.
Setelah Melodi terlihat mulai tenang, Rizki pun pergi setelah mendapatkan izin dari istrinya itu.
Pria itu langsung menuju apartemen Larisa tanpa memberi tahu wanita itu sebelumnya.
Sesampainya di parkiran apartemen Larisa, Rizki langsung bergegas masuk gedung itu setelah sebelumnya telah memarkirkan mobilnya.
"Jadi benar yang di katakan Saga dan Gerald selama ini." Ucap Rizki ketika dirinya hampir sampai di unit apartemen Larisa. Dia melihat Wanita itu baru saja keluar pintu apartemen sambil berciuman mesra dengan seorang pria yang dia yakini usianya sama persis dengan usia Ayah juga Papinya Melodi.
__ADS_1
"Menjijikan." Ucap Rizki ketika tatapannya bertemu dengan Larisa ketika wanita itu baru saja menyudahi aksi menjijikan itu. Larisa yang melihat Rizki menatapnya dengan tatapan jijik pun shock seketika.
"Sayang." Ucap Larisa lemas.