
"Iya sayang nggak capek ko, udah seger setelah mandi." Ucap Rizki tak sadar dengan kalimat awal yang dia ucapkan membuat Melodi menatapnya tak percaya.
"Sayang?" Ucap Melodi mengulang kalimat sayang yang Rizki ucap tadi.
"Sayang?" Ulang Rizki dengan kening berkerut karena mendengar Melodi mengatakan itu.
"Iya tadi kamu manggil aku sayang?" Selidik Melodi.
"Kalo iya emang kenapa? kamu kan istri aku." Ucap Rizki yang membuat Melodi melotot menatapnya.
"Iya iya, hanya Anzas yang boleh manggil kamu sayang. Nggak usah melototi aku gitu dong." Ujar Rizki sambil menelan salivanya sendiri karena di pelototi Melodi.
"Yah benar sekali, dan kamu hanya boleh panggil sayang sama Larisa jangan ke aku." Ucap Melodi sinis.
"Nggak ada harga diri banget aku sebagai suami." Gumam Rizki pelan namun masih bisa di dengar Melodi.
"Kamu bilang apa tadi?" Ucap Melodi yang pura-pura tak mendengarnya.
"Aku bilang ni barang berat juga yah." Ucap Rizki sambil berjalan membawa barang yang di minta Melodi tadi.
Melodi yang mendengar penuturan Rizki hanya menggelengkan kepalanya dan kembali membuka barang yang lainnya.
Mereka berdua pun bekerja sama mengerjakan menata perabotan hingga tak menyadari waktu sudah menunjukan pukul satu dini hari.
"Gila capek banget Aku." Ucap Melodi sambil merebahkan dirinya di sofa mengikuti Rizki yang sudah lebih dulu berada di sana.
"Sini aku pijit." Tawar Rizki yang langsung di sambut bahagia oleh Melodi.
Melodi pun berdiri dan duduk di samping Rizki.
"Mananya yang capek?" Tanya Rizki.
"Semuanya Ki, tapi kaki yang paling pegel sih." Ucap Melodi.
"kamu baring aja dan taru kaki kamu ke paha aku biar aku pijit kaki kamu yang duluan." Saran Rizki dan langsung di turuti oleh Melodi.
"Uhhh enak banget Ki, sering-sering yah." Ucap Melodi sambil memejamkan matanya.
"Itu maunya kamu Mel." Ucap Rizki membuat Melodi tertawa mendengarnya.
"Ini juga Ki." Ucap Melodi sambil menyodorkan Tangannya pada Rizki.
"Uhh enak banget yah bu." Ucap Rizki yang melihat Melodi memejamkan matanya sakin menikmati pijitannya.
"Banget." Ucap Melodi santai.
Rizki diam-diam tersenyum karena merasa begitu bahagia melihat Melodi yang begitu menikmati pijatannya itu, meskipun dia juga sangat merasa lelah saat ini.
__ADS_1
"Ki, kamu capek?" Ucap Melodi yang merasa pijitan Rizki yang mulai agak melemah.
"Eh, enggak kok." Ucap Rizki mulai mengencangkan tenaganya lagi.
"Udah ki, udah mendingan. Ayo ke kamar biar gantian aku yang pijit." Ucap Melodi yang langsung berdiri dan berjalan menuju kamar mereka.
Rizki pun berjalan mengekor Melodi di belakangnya dengan hati yang berbunga-bunga atas tawaran dari Melodi itu.
"Kamu injak aja Mel, biar nggak capek pijitnya." Ucap Rizki yang langsung berbaring tengkurap di ranjang mereka.
"Oke." Ucap Melodi langsung menaiki tubuh Rizki.
Setelah hampir dua puluh menit Melodi bekerja dia pun memutuskan untuk menyudahinya.
"Ki?" Panggil Melodi tapi Rizki tak menjawabnya.
"Rizki." Panggilnya lagi.
"Yah, Udah tidur ni anak." Ucap Melodi setelah mengecek rezki.
"Uh, hari yang melelahkan." Ucap Melodi sambil meregangkan otot-otot tangannya kemudian mengikuti rizki berbaring di sebelahnya.
Melodi pun menatap lekat wajah Rizki yang sudah sangat pulas tidur itu dengan seksama.
"Ganteng." Ucap Melodi sambil tersenyum.
Rizki pun membuka matanya ketika merasa pergerakan Melodi di sampingnya. Dia melihat punggung Melodi yang membelakanginya dan mencoba menyentuh punggung itu tapi kemudian dia urungkan niatnya itu.
Rizki sebenarnya hanya memejamkan matanya saja tapi tidak tertidur dan dia mendengar semua yang di katakan Melodi tadi.
"Kamu salah Mel, aku bahagia Mel sangat bahagia kamu yang jadi pendamping aku." Ucap Rizki kemudian dia membalikan badannya dan ikut memunggungi Melodi.
Kedua pasangan itu kemudian terlelap dengan membawa semua pemikiran mereka.
🌼🌼🌼
Rizki yang baru terbangun dari tidurnya karena mencium aroma masakan yang memasuki indra penciumannya itu. Dia pun keluar dari kamar dan menuju sumber bau harum itu.
Di pun tersenyum karena melihat Melodi yang sedang memasak di dapurnya itu. Dengan semangat dan senyum yang terus mengembang Rizki pun mendekati Melodi dan memeluk erat pinggangnya sambil menumpukan wajahnya tampannya pada bahu kanan Melodi sambil melihat kesibukan yang melodi lakukan.
"Sayang Masak apa sih harum banget sampai di kamar." Ucap Rizki sambil mencium pipi Melodi.
"Sayang ih minggir dulu, udah mau selesai ini." Ucap Melodi sambil terus fokus pada penggorengannya itu.
"Nggak mau, maunya gini aja. Lanjut aja sayang aku nggak ganggu kok." Ucap Rizki tetap pada posisinya itu.
"Kamu ih." Ucap Melodi namun tetap membiarkan suaminya menempel pada dirinya.
__ADS_1
Melodi pun Menyelesaikan masakannya dan menatanya di atas maja dengan Rizki yang masih tetap menempel pada badannya itu.
"Manis banget sih." Ucap Rizki.
"Apanya yang manis?" Tanya Melodi.
"Ki." Panggil Melodi.
"Ki, Rizki." Panggil Melodi lagi namun yang di panggil tak kunjung menjawab panggilannya.
"Ya ampun nih anak tuli apa bagaimana si." Ucap Melodi sambil berjalan mendekati rizki.
"Woeee." Ucap Melodi sambil berteriak di kupingnya Rizki.
"Gila kamu Mel kuping aku bisa pecah nih." Ucap Rizki berjingkrak kaget karena teriakan Melodi di kupingnya itu.
"Habisnya kamu berdiri terus di depan pintu kamar, di panggil ulang-ulang sampai nih mulut berbusa lo tetap aja nggak dengar. Pake acara senyum senyum sendiri lagi. Stres ya kamu?.
"Ah emang gitu.?" Tanya Rizki sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Menurut kamu?" Ucap Melodi memutar bola matanya malas dan hanya di tanggapi Rizki dengan cengengesan tak jelasnya itu.
"Eh tadi kamu juga bilang Manis banget tuh apanya yang manis Ki?" Tanya ulang Melodi lagi.
"Apa?" tanya Rizki bingung.
"Tadi kamu bilang manis banget sih. Apa yang manis coba?" Ulang Melodi lagi.
"Emang aku bilang begitu tadi?" Tanya Rizki karena dia mulai sadar kalau tadi hanya khayalannya semata.
"Au ah gelap. kamu mau mandi apa mau langsung makan aja?" Tanya Melodi.
"Aku makan aja dulu, mumpung masih anget tu masakan." Ucap Rizki dan langsung berjalan menuju meja makan mereka dan kemudian di ikuti oleh Melodi di belakangnya.
"Mau apa?" Tanya Melodi ketika melihat Rizki yang sudah duduk kemudian mau berdiri lagi itu.
"Ambil air." Ucap Rizki.
"Udah kamy duduk aja biar aku ambilkan." Ucap Melodi dan kemudian langsung dengan sigap mengambilnya dan Rizki pun mengurungkan niatnya sambil tersenyum melihat pergerakan melodi.
"Nih." Ucap Melodi sambil meletakan gelas di samping piring Rizki dan juga di samping piringnya itu.
Mereka pun sarapan dengan serius sambil mengecek ponsel masing-masing.
Rizki yang melihat Melodi tersenyum sambil melihat ponselnya pun menjadi tak semangat lagi seperti tadi. Dia tahu pasti Melodi sedang berbalas chat bareng dengan si Anzas pacarnya itu. Karena tak tatahan melihatnya Rizki pun memutuskan pergi meninggalkan meja makan tanpa bersuara sedikitpun pada melodi.
"Eh, kamu ko udah udahan makannya ki kan belum selesai tu sarapan kamu juga masih banyak juga." Ucap Melodi ketika sadar Rizki berjalan melewatinya.
__ADS_1
"Suruh aja tuh si Anzas kamu buat habisin tu makan." Ucap Rizki yang langsung memasuki kamar mereka.