
"Sayang, ayo bangun." Panggil Rizki ketika dia baru keluar kamar mandi, dan mendapati Melodi masih setia di dalam selimut.
"Mel ayo dong sayang, nanti kita terlambat kelas loh." Ucap Rizki sambil mengguncangkan lengan Melodi.
"Umm, jam berapa Mas?" Tanya Melodi sambil meregangkan tubuhnya.
"Jam setengah delapan, ayo satu setengah sejam lagi kelas mulai sayang." Ucap Rizki membuat Melodi panik sendiri.
"Astaga, ko nggak bangunin dari tadi sih. Malah udah mandi duluan.
"Hm emang kalau bangunin kamu duluan, kita bakalan mandi sama-sama gitu." Ucap Rizki sambil mengambil pakaiannya di lemari.
"Ya nggak lah, aku yang mandi duluan. Dasar otak mesum." Ucap Melodi sambil berjalan cepat masuk kamar mandi, dan dengan cepat Melodi menyelesaikan ritual mandi itu karena memang waktu yang sudah tak memungkinkan.
Setelah keluar, Melodi sudah tak mendapati Rizki di kamar lagi. Kemudian gadis itu langsung bersiap-siap dengan begitu cepat.
"Lo kamu nggak mandi, ko cepat banget Mel?" Tanya Rizki ketika Melodi sudah keluar kamar dengan pakaian rapi beserta tas kuliahnya.
"Enak aja nggak mandi, nggak cium nih udah harum gini." Ucap Melodi sambil mendekati Rizki dan meminta Rizki mencium harum tubuhnya.
"E e e, mau ngapain?" Tanya Melodi sambil mendorong bibir Rizki menggunakan telapak tangannya, karena Pria itu seperti mau mencoba mencium Melodi.
"Yah mau nyium lah, kan kamu minta di cium tadi kan." Ucap Rizki tanpa dosa.
"Benar-benar mesum." Ucap Melodi langsung menjauhi Rizki dan duduk di kursi meja makan mereka.
"Kamu yang buat Mas?" Tanya Melodi sambil mengambil Roti bakar buatan Rizki.
"Iya lah, soalnya istriku itu malas. Bangunnya aja telat." Ucap Rizki bercanda dan dia langsung ikut duduk di sebelah Melodi sambil meletakan susu buatan dirinya ke hadapan Melodi dan juga di depannya sendiri.
"Yah, sorry Mas. kebablasan tidur aku." Ucap Melodi jadi merasa bersalah.
"Hehehe, becanda sayang." Ucap Rizki meralat ucapannya tadi.
"Tapi makasih yah." Ucap Melodi sambil tersenyum hangat pada suaminya, Melodi jadi mengingat masa-masa mereka belum menikah. Rizki selalu datang ke Apartemennya pagi hari dan selalu menumpang makan di apartemennya walaupun makanannya Rizki sendiri yang buat. Mengingatnya Melodi jadi tersenyum sendiri.
"Kembali kasih sayang, tiap hari aku yang nyiapin juga nggak papa ko." Ucap Rizki tulus.
"Yang ada di marahin Mami nanti kalau tahu." Ucap Melodi.
"Yah jangan bilang-bilang lah." Ucap Rizki.
__ADS_1
"Nggak, kalau aku nggak sempat aja kaya gini kamu masak nggak papah." Ucap Melodi dan Rizki hanya menganggukkan kepalanya saja.
Setelah sarapan mereka langsung berangkat ke kampus. Dan selama perjalanan Melodi asik berbicara dengan sang mertua karena pas keluar apartemen Ibunya Rizki menelfon Melodi.
"Siap Bu, Entar aku Salami Bu. Salam juga buat Ayah sama Kakek." Ucap Melodi kemudian mematikan sambungan telfonnya.
"Mas ibu nitip salam. Oh iya Ibu juga pesan besok sabtu kita jangan lupa datang." Ucap Melodi pada Rizki yang sedang menyetir.
"Iya, besok aja jumat habis kampus. Biar waktunya lama di sana." Ucap Rizki.
"Boleh juga sih." Ucap Melodi
Kini mereka telah tiba di Parkiran kampus bersaman dengan Larisa yang juga baru keluar dari mobilnya.
"Ki, Mel. Duluan yah." Ucap Larisa sambil tersenyum kepada yang di sapa, walau terlihat jelas senyum yang begitu di paksakan oleh gadis itu.
"Ya Sa." Ucap Melodi sedikit canggung, walau Larisa sendiri belum tahu statusnya dengan Rizki.
"Iya sa." Jawab Rizki sambil menatap gadis itu bersalah, karena Larisa yang dia kenal begitu baik. Tapi dia malah menyakiti hati gadis itu, walaupun Larisa juga tampak andil dalam kandasnya hubungan mereka. Namun begitu tetap saja dia sudah jahat dengan membawa Larisa dalam pusaran hidupnya.
"Jutek banget." Ucap Saga pada Gerald ketika berpapasan dengan Larisa, namun gadis itu terlihat tak perduli dengan keduanya.
"Mel." Panggil Gerald saat melihat Rizki dan Melodi baru memasuki lobi fakultas mereka.
"Siapa?" Tanya Rizki sebenarnya paham yang di maksud Saga adalah Larisa, namun bukannya dia sudah putus kan. Jadi benarkan jika dia tanya siapa.
"Jangan pura-pura amnesia lo." Ucap Gerald sambil memukul lengan Rizki.
"lah, benar aku tanya siapa. Kan aku udah nggak punya pacar." Ucap Rizki membuat Saga dan Gerald langsung menatap tak percaya pada Rizki. Apalagi Saga dia langsung menatap Rizki dan Melodi bergantian.
"Kenapa dan kapan putusnya?" Tanya Gerald kepo maksimal.
"Ko bisa?" Tanya Saga.
"Lo udah tahu yah, udah lihat sendiri?" Tanya Gerald.
"Stop bertanya, nanti kita telat masuk. Tinggal sepuluh menit lagi ini." Ucap Rizki.
"Melodi mana?" Tanya Ketiganya mencari Melodi karena gadis itu tak ada di samping mereka.
"Kalian sih." Ucap Rizki dan langsung berjalan meninggalkan Saga dan Gerald karena yakin Melodi sudah menuju Kelas duluan.
__ADS_1
"Lo harus jelasin setelah kelas selesai." Ucap Saga sambil berjalan menyusul Rizki dan juga di ikuti Gerald.
Enam puluh menit berlalu, kini kelas mereka telah usai dan Mereka pun langsung keluar berempat dan tanpa Larisa seperti biasanya. Karena gadis itu langsung keluar setelah Dosen juga baru keluar kelas.
"Jedi benar kalian sudah selesai?" Tanya Saga karena melihat Larisa yang tanpa sapa dengan Rizki seperti biasanya.
"Begitulah." Ucap Rizki tak mau menanggapi banyak karena mereka masih berada depan kelas saat ini.
"Fix kita harus ke cafe sekarang, butuh tempat nyaman buat dengar cerita sedih Rizki." Ucap Gerald.
"Mana ada sedih, tuh lihat wajahnya aja datar gitu." Ucap Saga.
"Iya sih, tapi bagus. Itu berarti Rizki selamat dari tu.. tahu lah" Ucap Gerald dan Melodi langsung menatap Rizki.
"Mel, kamu udah tahu yah. Kok nggak komen dari tadi?" Tanya Gerald pada Melodi.
"Ayo, masuk Mel. Sana cepetan katanya mau ke cafe." Ucap Rizki sambil menarik tangan Melodi untuk memasuki Mobil, agar Melodi tak Perlu menjawab pertanyaan Gerald karena saat ini mereka sudah sampai parkiran.
Kini Rizki dan Melodi telah berada dalam Mobil menuju Cafe Rizki yang tak jauh dari kampus mereka.
"Tadi maksud Gerald apa? Apa dia udah tahu Larisa seperti yang kamu lihat Mas." Tanya Melodi ketika dia mendengar ucapan Gerald tadi.
"Yah, mereka tahu dan sudah memberitahu aku sejak lama. Tapi aku nggak percaya sebelum lihat sendiri." Ucap Rizki kemudian menjelaskan singkat tentang yang di jelaskan Saga dan Gerald pada dirinya.
"Flashback On"
"Ger, itu bukannya Larisa?" Tanya Saga sambil menarik lengang Gerald bersembunyi di balik tembok, ketika keduanya berada di sebuah Mall dan tepatnya berada di lorong menuju toilet.
"Yah, astaga." Ucap Gerald sambil menutup mulutnya saat terkejut ketika melihat Larisa bersama seseorang sedang berciuman mesra di lorong itu.
"Tu cowoknya, tua banget lagi. Walau masih cakep tapi tetap aja tua." Ucap Saga.
"Perlu di abadikan ini." Ucap saga lagi. Namun belum sempat selesai mengambil ponsel miliknya kedua orang itu sudah menyudahi aktifitas mereka dan langsung melenggang pergi tanpa tahu ada yang memperhatikan mereka.
"Terlambat deh." Ucap Saga.
"Flashback Off"
"Pernah juga sekali Gerald sendiri melihat Larisa masuk hotel bersama pria juga, namun dengan pria yang berbeda. Juga dengan kondisi yang sama seperti yang aku lihat ketika Gerald sedang mengunjungi kerabatnya yang menginap di hotel itu, tapi nggak sempat juga buat abadikan yang dia lihat karena mereka keburu masuk kamar. Makanya aku nggak percaya karena mereka nggak kasih bukti yang mereka lihat.
"Ko aku nggak di kasih tahu Saga sama Gerald juga sih?" Tanya Melodi.
__ADS_1
"Yah kamu kan sibuk sama pacar kamu Mel, mana sempat mereka kasih tahu kamu. Dimana-mana selalu ada Anzas kalau kita lagi barengan. Kalau udah kita sendiri tanpa Anzas, pasti lah udah topik yang baru lagi. Iya kan." Jelas Rizki.