Di Paksa Menikahi Teman Baikku

Di Paksa Menikahi Teman Baikku
Suami Istri


__ADS_3

"Begini, sesuai kesepakatan awal kita kamu sendiri kan yang meminta agar kita tak mengurusi urusan pasangan kita masing-masing. Kamu masih ingat kan?" Jelas Melodi sambil Bertanya balik pada Rizki.


"Bolehkah kita menghilangkan kesepakatan itu mulai saat ini?" Ucap Rizki dengan menampakkan wajah seriusnya membuat Melodi menatap aneh ke arah pria yang berstatus suaminya itu.


Saat Melodi hendak menjawab ucapan Rizki, namun tiba-tiba saja kaca mereka di ketuk dari luar. Seketika keduanya langsung melihat kearah sumber ketukan itu.


"Kenapa di saat lagi serius begini malah ni anak muncul sih." Ucap Rizki kemudian menurunkan kaca mobilnya.


"Kalian mau kemana?" Tanya orang yang sudah menganggu situasi serius mereka.


"Lo pagi-pagi ngapain sudah di sini Saga?" Ucap Rizki kesal kerena Saga sudah membuatnya tak bisa mendengar Reaksi Melodi atas permintaannya barusan.


"Biasa aja kali, Tuh Melodi juga pagi-pagi sudah bersama kamu. Aku kasih tahu Larisa baru tahu rasa lo. Buka pintunya, Aku mau ikut." Ucap Saga ngeselin.


"Apa sih, Lah tu ada mobil kamu. Ngapain ikut segala." Ucap Rizki sambil menunjuk mobil Saga yang terparkir dua mobil dari tempatnya sekarang.


"Bawel. Ayo lah ki, capek ni berdiri terus." Ucap Saga dan akhirnya Rizki pun membuka tombol pintu dan Saga langsung tersenyum dan beranjak masuk.


"Kalian mau kemana?" Tanya Saga ketika dirinya baru duduk di kursi penumpang.


"Mau sarapan di ajak Melodi tadi." Ucap Rizki.


"Kebetulan dong aku juga belum sarapan nih. Oh yah bentar lagi Gerald sampai, mau nungguin atau minta dia langsung ke tempat sarapan aja?" Tanya Saga.


Berhubung hari ini adalah jadwal kosong kuliah mereka, maka Saga dan Gerald sengaja datang ke Apartemen Rizki hanya sekedar untuk menghabiskan waktu luang mereka saja.


"Tungguin aja kalau gitu." Ucap Rizki.


"Mel, lo diam-diam bae dari tadi. Lagi sariawan yah. Tadi padahal aku sama Gerald sengaja mau minta Rizki buat ke apartemen kamu, eh kamunya udah disini aja." Ucap Saga sambil mendorong bahu Melodi.


Sebenarnya Melodi sejak tadi tak konsen dengan obrolan Rizki dan Saga, karena gadis itu sedang memikirkan ucapan Rizki tadi. Dia jadi heran dengan jalan pikiran Pria itu sekarang. Pasalnya Rizki sering melanggar kesepakatan mereka dan malah sekarang mau menghilangkan kesepakatan itu, sedangkan dia sendiri tak pernah mengurusi urusan Rizki jika bersangkutan dengan Larisa, pikir Melodi. Padahal tadi dia hanya mau mengingatkan Rizki jikalau memang pria itu lupa soal itu.


"Habis kalian berdua asik sendiri, kita ke apartemen Rizki aja yuk. Biar nanti pesan saja sarapannya." Ucap Melodi karena dirinya sudah tak memiliki mood untuk keluar seketika.


"Boleh juga, ayok." Jawab Saga cepat.


Rizki hanya menganggukkan kepalanya saja menanggapi mereka, kemudian ketiganya pun keluar mobil dan berjalan menuju apartemen Rizki kembali.


"Sag, Telfon Gerald biar dia sekalian beli makanan saja." Ucap Melodi ketika mereka baru memasuki pintu apart mereka.

__ADS_1


Tanpa menjawab ucapan Melodi, Saga langsung menelfon Gerald secepatnya kerena khawatirnya Gerald keburu sampai di sini.


"Mau minum apa, biar aku buatin." Ucap Melodi Pada Rizki tanpa panggilan Mas karena Saga ada bersama mereka.


"Kopi saja." Ucap Rizki.


"Masih pagi Mas, teh saja yah." Ucap Melodi karena kebetulan Saga sedang berjalan menuju balkon apartemen mereka.


"Kalau gitu nggak usah nanya Mel." Ucap Rizki gemas dan hanya di tanggapi Melodi dengan senyum tanpa dosanya, kemudian gadis itu beranjak pergi meninggalkan Rizki.


"Kalau nggak pikir lagi ada Saga, sudah ku gigit tu bibir." Batin Rizki sambil melihat Melodi yang sudah berjalan menuju dapur.


"Kaya berani aja lo Ki." Batin Rizki lagi sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal, kemudian dirinya berjalan mengikuti Saga yang sedang menelfon Gerald di balkon. Sejenak Pria itu melupakan kalau dirinya sedang marah terhadap istrinya itu.


"Sudah, sampai mana dia Sag?" Tanya Rizki karena ketika dirinya menghampiri Saga, pria itu baru saja menyudahi panggilannya.


"Hampir nyampe sini, tapi karena kita mau nitip makan makanya dia lanjut ke tempat makan." Ucap Saga.


"Untung lo cepat telfonnya." Ucap Rizki sambil duduk di kursi.


Tak berselang lama Melodi pun tiba dengan membawa minuman yang dia buat sedikit banyak di cangkir besar agar mereka menuangkan sendiri di gelas masing-masing.


Tak berselang lama terdengar pintu apartemen mereka berbunyi, kemudian Melodi langsung bergegas beranjak untuk membuka pintu itu.


Dan betapa terkejutnya dia karena yang datang bukanlah Gerald melainkan Bima Abangnya.


"Bang Bima." Ucap Melodi langsung memeluk Bima dengan begitu erat.


"Lepas dek, abang nggak bisa napas." Ucap Bima berpura-pura.


"Kenapa nggak bilang kalau mau kesini sih." Ucap Melodi masih dengan memeluk Abangnya.


"Karena emang nggak di rencanakan dek, ini juga Abang hanya sebentar doang soalnya siang ada urusan di sini habis itu langsung sorenya balik lagi. Abang nggak di suruh masuk nih." Ucap Bima setelah Melodi melepas pelukannya pada tubuh Bima.


"Hehehe, lupa bang." Ucap Melodi sambil menarik lengan Bima untuk masuk.


"Suami kamu mana?" Ucap Bima membuat Melodi teringat pada Saga yang berada di apartemen mereka.


"Astaga." Ucap Melodi seketika bersamaan dengan Rizki dan Saga yang masuk dari balkon.

__ADS_1


"Mati aku, kenapa bisa lupa kalau ada Saga sih. Alamat nggak selamat ni status aku sama Rizki." Batin Melodi


"Bang Bima." Ucap Rizki kaget namun dia tak begitu ambil pusing jikalau nanti kedua temannya akan tahu pernikahannya dengan Melodi. Pria itu malah berharap agar Saga dan Gerald secepatnya tahu tentang hubungannya dan Melodi, biar mereka tak harus lebih lama lagi menutupi hubungan mereka.


"Hey Ki, ternyata kalian ada tamu yah." Ucap Bima sambil salam kepalan tangan dengan Rizki dan kemudian Saga.


"Hay, Aku Bima kakaknya Melodi." Ucap Bima pada Saga dan di balas Saga dengan memperkenalkan dirinya juga.


"Saga Bang." Ucap Saga.


Sekilas Melodi menatap Rizki seakan meminta bantuan pada Pria itu, namun Rizki hanya cuek saja menanggapi Melodi dan malah mengalihkan tatapannya pada Bima.


"Ki gimana istri kamu, bandel nggak dia?" Ucap Bima membuat Saga dan Melodi melotot ke arah Bima namun tidak dengan Rizki, Pria itu nampak bersikap biasa saja seolah tak terbebani sedikitpun dengan kalimat tanya itu.


Belum sempat Rizki menjawab ucapan kakak iparnya itu, malah Melodi lebih dulu menyelah.


"Duduk dulu Bang, masa kita bicaranya berdiri terus." Ucap Melodi mengalihkan pembicaraan, berharap Bima melupakan pertanyaannya tadi.


"Oh iya Abang sampai lupa." Ucap Bima ketika mereka sudah duduk di ruang tamu.


Sedangkan Saga masih memikirkan tentang ucapan Bima soal istri yang di maksud pria itu pada Rizki. Namun begitu, dia tetap berusaha untuk sabar tak langsung menanyakan perihal hal itu pada Rizki dulu.


"Ini Abang bawa kado buat kalian, kan waktu nikahan abang belum sempat kasih kan." Ucap Bima sambil memberikan sebuah kantong kepada Rizki.


Saga yang mendengar itu semakin membuatnya penasaran, namun dia masih mencoba bersabar mendengar kelanjutannya dari Bima.


Rizki melihat sekilas pada Melodi kemudian dia langsung mengambil kantong itu dari Bima.


"Makasih Bang." Ucap Rizki.


"Kalian harus pakai yah. Oh iya gimana istri kamu nakal nggak dia? Kamu belum jawab kan pertanyaan abang tadi." Ucap Bima pada Rizki kemudian beralih menatap Melodi.


Melodi yang ditatap seperti itu sama sang Abang membuatnya jadi kesal sendiri.


"Apa sih Bang." Ucap Melodi sambil mendorong pelan lengan sang abang.


"Tunggu tunggu. Maksudnya apa ini Ki, Mel kalian nikah?" Ucap Saga karena sudah mulai paham arah bicara Bima karena tatapan pria itu seolah menegaskan bahwa kedua sahabatnya itu memiliki hubungan.


"Jadi kamu belum tahu kalau kedua temanmu ini udah sah jadi suami istri?" Tanya Bima membuat Saga lagi-lagi melotot tak percaya.

__ADS_1


__ADS_2