Di Paksa Menikahi Teman Baikku

Di Paksa Menikahi Teman Baikku
Tak Berjalan Lancar


__ADS_3

Dengan tak sabaran Melodi melangkahkan kaki dengan langkah besarnya menuju parkiran. Dirinya sudah tak sabar lagi ingin membicarakan soal Larisa untuk sang Abang.


Namun seketika senyumnya surut saat melihat dari kejauhan Bima sedang duduk di depan mobilnya dengan di temani orang yang ingin dia bahas dalam pertemuan ini.


Pupus sudah harapannya untuk bicara berdua dengan sang abang, pikir Melodi. Namun begitu dia tetap melangkah ke arah keduanya.


"Bang." Sapa Melodi dengan tak bersemangat.


"Hey sayang, boleh kan Larissa ikut. Dia nggak mau di tinggal sendiri soalnya. Nggak papa kan dek?" Ucap Bima saat melihat raut tak suka di wajah Melodi.


"Nggak papa kan Mel, aku ikut." Ucap Larissa dengan senyum terbaiknya.


"Yah nggak papa, Ayo Bang Melodi mau ke mall aja takut kemalaman." Ucap Melodi setelah itu dia langsung melangkah menuju pintu sebelah kemudi, dia sengaja melakukan itu agar Larissa tak bersebelahan dengan Bima di hadapannya.


Tadinya Melodi ingin mengajak sang Abang pergi ke restoran terdekat apartemen mereka saja, namun karena berhubung Larissa juga ikut dengan mereka. Maka dia lebih memilih ke mall, dari pada harus melihat mereka duduk berdua di hadapannya nanti.


Sedangkan Larissa yang melihat Melodi sudah duduk di tempatnya pun langsung meradang. Namun sebisa mungkin dia bersikap santai saja.


"Sayang, nggak papa kan kalau duduk di belakang?" Ucap Bima pada Larissa yang sedang menatap ke arah Melodi.


"Yah, nggak papa." Sahut Larissa langsung berlalu masuk mobil meninggalkan Bima, dan setelahnya pria itu pun melangkah masuk mobil juga.


"Suami kamu nggak ikut Mel?" Tanya Larissa mengikis kesunyian di mobil itu, setelah Bima baru saja melajukan mobilnya.


"Nggak, sengaja memang. Soalnya pengen jalan berdua aja sama Bang Bima." Sahut Melodi membuat Larissa merasa di sindir akan ucapan Melodi.


"Suruh ngikut aja kalau gitu, supaya kita double date aja. Iya kan sayang" Ucap Larissa tanpa malu karena tak tahu harus menanggapi ucapan Melodi padanya barusan.


"Iya boleh tuh dek, kasihan suami kamu di tinggal sendirian. Sekalian kita makan malam bersama." Sahut Bima menimpali.


"Baiklah." Ucap Melodi dan langsung membuat Larissa tersenyum puas.


Melodi langsung mengirimkan pesan pada Rizki saat itu juga, kesal memang. Namun mau apa lagi, dari pada dia menjadi obat nyamuk buat pasangan baru itu. Lebih baik Rizki ikut bersama mereka biar dia tak merasa sendiri nantinya.


Tak berselang lama, kini mereka telah tiba di parkiran mall. Namun mereka tak langsung masuk, karena harus menunggu Rizki yang memang sudah di jalan.


"Kalian tunggu sebentar, Abang ke toilet bentar yah." Ucap Bima dan dia langsung keluar meninggalkan Larissa dan Melodi berduaan sendiri di dalam mobil.


"Mel." Panggil Larissa saat dia melihat Wanita itu tak memusingkan keberadaannya.

__ADS_1


"Hm." Sahut Melodi.


"Aku harap kau tak berbuat macam-macam terhadap hubunganku dengan Abang mu. Sama halnya dengan diriku yang terima saja kau merebut Rizki dariku. Kamu mengerti kan maksudku." Ucap Larissa lembut namun mengisyaratkan sebuah ancaman di dalamnya.


"Aku tahu, mantan pacarku itu sudah menceritakan semua tentangku padamu. Tapi harus kau tahu, aku tak akan biarkan kau merebut orang terdekatku untuk kedua kalinya. Bekerja samalah jika kau tak ingin aku mengusik mu." Ucap Larissa namun tak lagi dengan kelembutannya, membuat Melodi tercengang mendengar ucapannya. Sungguh, Melodi baru melihat sisi lain dari Larissa kini.


"Kumohon Sa, kau bisa mendapatkan pria yang lebih baik dari Abang ku. Masih banyak pria di luaran sana yang pantas untuk pendamping mu, tapi tidak dengan Bang Bima Sa. Mengertilah." Hanya kalimat itu yang bisa Melodi ucapkan karena masih tak percaya dengan sikap Larissa kini.


"Hahaha, kau tak pantas Mel untuk memutuskan siapa yang pantas atau tidak dengan Abang mu. Dia terlalu dewasa untuk kau atur-atur. Jangan jadikan dirimu wanita serakah Mel, kau sudah menjauhkan Rizki dariku jadi jangan Abang mu juga kau jauhkan dariku. Aku akan berubah untuknya, percayalah." Ucap Larissa dengan tawanya.


"Jadilah calon adik ipar yang baik untukku, maka akan aku perlakukan dirimu juga dengan baik.." Lanjut Larissa lagi.


"Sayang, lama banget di kamar mandinya." Ucap Larissa saat Bima baru membuka pintu mobilnya.


"Hehehe, sorry sayang. Antri soalnya." Ucap Bima setelah masuk mobil dan menjulurkan tangannya ke belakang demi memegang kepala Larissa dengan gemas.


Melodi yang melihat itu hanya bisa menghembuskan nafasnya pelan. Namun tak berselang lama, pintu mobil mereka pun di ketuk oleh Rizki yang baru saja sampai di sana.


"By." Ucap Melodi dengan wajah sedihnya setelah menurunkan kaca mobil.


"Sayang kenapa?" Tanya Rizki saat melihat wajah sedih istrinya.


Namun kemudian Bima dan Larissa pun ikut turun dan menghampiri mereka.


"Memangnya Melodi kenapa Ki? Kamu nggak papa kan sayang?" Tanya Bima saat sudah menghampiri mereka.


"Aku nggak papa." Ucap Melodi.


"Tapi kenapa wajahnya cemberut gitu." Ucap Rizki sambil merangkul pundak Melodi.


"Hanya lapar." Sahut Melodi.


"Ya udah ayo kita makan saja, kenapa kamu nggak bilang Abang si Mel." Ucap Bima sambil mengusap kepala Melodi sayang.


"Baru laparnya sekarang." Ucap Melodi berbohong.


Setelah itu mereka pun langsung menuju restoran di mall itu, karena tak mau membuat Melodi yang katanya sudah lapar..


****

__ADS_1


"Sayang makan yang banyak yah." Ucap Rizki ketika mereka sudah di restoran dan makanan sudah tersedia di meja mereka.


Larissa yang melihat itu langsung memalingkan wajahnya, karena tak bisa dia pungkiri. Jika Rizki masih bersarang di hatinya, itu sebabnya dia tak suka sikap romantis yang Rizki tunjukkan untuk Melodi di hadapannya.


"Yang, aku mau coba itu punya kamu." Ucap Larissa sambil menunjuk makanan Bima, dan tak perlu waktu lama Bima langsung menyuapi Larissa sesuai permintaan gadis itu.


"Enak nggak?" Tanya Bima saat setelah dia menyuapi Larissa..


"Enak sayang, lagi boleh.?"


"Boleh sayang." Ucap Bima dan alhasil sepanjang makan Bima lah yang terus menyuapi Larissa dan juga dirinya sendiri.


Riski yang melihat itu hanya diam saja, dia tak mau ikut campur dengan urusan keduanya. Rizki lebih memilih masalah ini biar Melodi yang bertindak, dan tak mau terlalu mendominasi urusan kakak beradik itu. Dia akan bertindak jika, Melodi sendiri yang meminta padanya nanti.


"Sayang?" Panggil Rizki karena Melodi seperti tak fokus dengan makanannya, dan malah sibuk memperhatikan pasangan di hadapannya itu.


"Yang." Panggil Rizki lagi.


"Eh ya sayang, kenapa?" Tanya Melodi tanpa sadar namun itu sukses membuat Rizki mengembangkan senyumnya.


"Lagi pikir apa sih?" Tanya Rizki padahal dia sendiri sudah tahu jawabannya.


"Nggak." Ucap Melodi singkat.


"Bang, boleh nggak antar aku ke tempat eskrim itu." Tunjuk Melodi pada Tempat eskrim di luar restoran. Dia masih mau berusaha untuk berbicara berdua saja dengan sang Abang. Namun lagi-lagi Larissa menghalanginya.


"Nanti saja Mel, selesai makan saja biar barengan perginya. Iya kan sayang." Jawab Larissa cepat.


"Iya Mel habis makan dulu yah biar perginya barengan oke, atau kalau udah pengen sekali biar abang yang pergi belikan buat kamu." Ucap Bima mengiyakan ucapan Larissa membuat wanita itu tersenyum bahagia mendengarnya, namun tidak dengan Melodi.


Sungguh Melodi sangat di buat kesal oleh wanita itu, dia selalu saja menggagalkan niatnya untuk berdua saja bersama sang Abang.


"Nggak usah Bang, udah nggak pingin lagi." Ucap Melodi..


"Yang kita balik saja yuk aku ngantuk." Kata Melodi pada Rizki, kerena dia sudah tak berselera untuk lebih lama lagi berhadapan dengan Larissa saat ini.


"Ya udah, kita juga balik saja yang. Biar istirahat, kamu kan belum istirahat seharian ini kan." Ucap Larissa menimpali, karena dia tahu Melodi sudah sangat kesal saat ini dengan dirinya.


"Ini baru awal Mel, aku bersumpah takan ku biarkan kau merebut milikku untuk kedua kalinya. Ah, jadi nggak sabar jadi kakak ipar mu." Batin Larissa sambil menatap sekilas Melodi yang tak ingin menatapnya.

__ADS_1


__ADS_2